<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720</id><updated>2011-10-06T12:39:34.562-07:00</updated><category term='CRMAMAH'/><category term='POLITIK'/><category term='ZAKAT'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='khutbah'/><category term='SHALAT'/><category term='fiqih'/><category term='LAILATUL QADAR'/><category term='MAULID'/><category term='ISRA MIRAJ'/><category term='POLIGAMI'/><category term='puasa ramadhan'/><category term='hukum'/><category term='IDUL FITRI DAN HALAL BI HALAL'/><category term='sosial'/><category term='hikmah'/><title type='text'>ISLAM AKTUAL</title><subtitle type='html'>membahas isu-isu islam aktual atau persoalan-persoalan baru yang memmerlukan kajian dan analisis berdasar alquran dan sunnah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>159</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-715102384371035039</id><published>2011-02-27T18:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T18:35:38.709-08:00</updated><title type='text'>KEJUJURAN DALAM UJIAN NASIONAL</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin, S.Ag, M.PdI&lt;br /&gt;(Staf Pengajar MAN 1 Kendari Peneliti Sangia Institute)&lt;br /&gt;Perdebatan  tentang perlu atau tidak perlu ujian negara dilaksanakan, rupanya akhir-akhir ini  sudah tidak lagi dianggap perlu lagi. Bagi pemerintah, ujian negara dianggap perlu karena merupakan pelaksanaan undang-undang. Sedangkan bagi sementara orang yang selama ini merasa keberatan,  mungkin sudah tidak ada harapan, bahwa  pandangannya mendapatkan perhatian. Sehingga dengan demikian, ujian nasional akan dilaksanakan.&lt;br /&gt; Namun terkait dengan itu, kiranya masih ada hal lain yang perlu direnungkan lebih jauh,  jika hal itu dihubungkan dengan pendidikan secara keseluruhan. Ujian nasional sebagaimana tahun lalu, pengawasannya melibatkan perguruan tinggi. Para dosen perguruan tinggi mendapatkan tugas sebagai pengawas ujian di SMA/SMK dan MAN. Kebijakan tersebut mengindikasikan bahwa ternyata sebatas  mengawasi ujian, pihak sekolah masih harus dibantu. Seolah-olah sekolah sudah tidak selayaknya mendapatkan kepercayaan itu sepenuhnya.  &lt;br /&gt; Selain itu,  perguruan tinggi dalam  menjalankan pengawasan ujian dianggap masih kredibel. Padahal semestinya kredibilitas perguruan tinggi bukan terletak dalam perannya sebagai pengawas ujian, melainkan dalam penelitian dan kegiatan  pengembangan keilmuan lainnya.  Dalam hal pengawasi ujian,  para guru sendiri semestinya lebih  tepat.  Sehingga tatkala perguruan tinggi   diperankan sebatas sebagai pengawas ujian,  terasa  agak  aneh.  Tetapi itulah yang terjadi.&lt;br /&gt; Kebijakan tersebut diambil  atas dasar  pelajaran  sebelumnya, bahwa banyak terdengar informasi tentang penyelewengan yang dilakukan. Penyelewenangan itu ditengarai telah  dilakukan oleh semua  pihak, baik  para siswa, guru, kepala sekolah, maupun dinas pendidikan. Mereka  berame-rame berupaya agar kelulusannya tidak jeblok. &lt;br /&gt; Penyelewengan itu sendiri dilakukan,  karena tidak ada pihak-pihak yang mau dirugikan.  Para siswa ingin lulus, agar segera bisa meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya, atau agar  segera lepas dari beban sehari-hari.  Demikian pula para guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan, menghendaki agar prosentase kelulusan jangan sampai rendah agar tidak dianggap tugasnya gagal. Sebab prosentase kelulusan akan mempengaruhi kredibilitas pribadi maupun jabatannya. &lt;br /&gt; Jika prosentase lulusannya rendah, maka gurunya dianggap kurang cakap. Begitu pula kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat.  Semangat menjaga dan mempertahankan prestasi itu  sedemikian kuat, sehingga  muncul  sesuatu yang tidak wajar.  Sebagaimana Pilkades, Pilkada, maupun Pilpres,   maka dalam  ujian nasional juga dibentuk tim sukses yang bertugas meningkatkan hasil kelulusan ujian di lembaga pendidikannya.  Sudah barang tentu, untuk memenuhi targetnya mereka melakukan hal-hal yang semestinya tidak boleh dilakukan.  &lt;br /&gt; Kejadian tersebut tampak sederhana, tetapi sebenarnya merupakan sesuatu hal yang sangat serius terkait dengan pembinaan watak bangsa. Penyimpangan seperti itu, ternyata  terjadi di dunia pendidikan, yang oleh siapapun,  seharusnya dihindari jauh-jauh. Pendidikan semestinya tidak boleh sedikitpun terkontaminasi oleh tindakan atau kebijakan yang mengganggu proses lahirnya anak-anak jujur dan berkepribadian. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Jika lembaga pendidikan sudah tidak mampu menjaga misi yang sebenarnya,  sehingga melahirkan anak didik yang  tidak jujur, maka sebenarnya institusi itu sudah kehilangan segala-galanya.  Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia taqwa, yang salah satu artinya adalah dapat dipercaya. Dengan keharusan adanya pengawasan yang sedemikian jauh itu menggambarkan bahwa  dunia pendidikan sudah tidak berhasil menunaikan amanahnya. Persoalan ini  sebenarnya bukan sederhana, apalagi  bagi yang mengerti hakekat pendidikan, adalah sudah sangat serius. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lembaga  pendidikan pada saat sekarang ini ternyata  sebatas membangun lulusan yang bisa dipercaya sudah sangat berat. Untuk mengatasinya maka perlu ada reorientasi para guru, kepala sekolah, dinas pendidikan dan juga para siswa secara keseluruhan. Harus ditumbuh-kembangkan penyadaran kembali bahwa kepercayaan adalah harta yang tidak boleh hilang. Demikian pula, pendidikan tidak boleh kontra produktif,  yakni  masih  melahirkan orang yang tidak bisa dipercaya. &lt;br /&gt; Pelaksanaan ujian nasional dengan melibatkan tenaga pengajar di perguruan tinggi seolah-olah mempertontonkan bahwa para guru, -----sebatas menjadi pengawas ujian,  sudah tidak bisa dipercaya lagi.  Sebenarnya kebijakan ini  terasa  aneh, mereka dipercaya mengajar dan mendidik, tetapi sebatas menjadi pengawas,  masih perlu diawasi segala.  Lebih memprihatinkan lagi,  bahwa di tengah-tengah upaya memberantas korupsi yang sedemikian berat, ternyata lembaga pendidikan  masih dianggap  belum mampu menjalankan perannya secara maksimal.   &lt;br /&gt; Oleh karena itu pelajaran penting dari pelaksanaan ujian nasional, di antaranya adalah menyangkut betapa  beratnya menjalankan pendidikan. Kepercayaan ternyata amat penting, tetapi berat dan mahal harganya. Menjadikan orang jujur dan bisa dipercaya, bukan sebatas diajar melainkan harus disempurnakan dengan dididik. Pendidikan yang baik harus ada tauladan yang sempurna. Di sisnilah letak pentingnya agama, -----  selalu ada tauladan dari seorang pilihan Tuhan, yaitu  para Rasul-Nya.  Para guru semestinya  berposisi sebagai pewarisnya. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-715102384371035039?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/715102384371035039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/02/kejujuran-dalam-ujian-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/715102384371035039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/715102384371035039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/02/kejujuran-dalam-ujian-nasional.html' title='KEJUJURAN DALAM UJIAN NASIONAL'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8361283257685168398</id><published>2011-02-13T16:40:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T16:56:39.629-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAULID'/><title type='text'>MAULID SEBAGAI MOMEN UNTUK MENIRU SIFAT RASULULLAH</title><content type='html'>MAULID SEBAGAI MOMEN UNTUK MENIRU SIFAT RASULULLAH&lt;br /&gt;oleh : Moh. Sarudin, S,Ag, M.PdI&lt;br /&gt;(Pengasuh Acara Sentuhan Iman Agama dan Remaja RRI Kendari)&lt;br /&gt;Saya ingin memulai tulisan ini dengan menyampaikan dua buah hadits tentang kecintaan kepada Rasulullah saw. Pertama, hadits yang masyhur diriwayatkan dalam kitab-kitab ahli sunnah, di antaranya dalam Al-Targhib wal Takhib, sebuah kitab hadits yang sangat populer di antara kita. Kedua, hadits yang dikutip dari Bihar Al-Anwar, kitab hadits yang cukup besar dan menjadi rujukan mazhab Ahlul Bayt.&lt;br /&gt;Hadits yang pertama menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Rasulullah saw sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya, seorang pemuda datang mendekati Rasul sambil berkata, “Ya Rasulullah, aku mencintaimu.” Lalu Rasulullah saw berkata: “Kalau begitu, bunuh bapakmu!” Pemuda itu pergi untuk melaksanakan perintah Nabi. Kemudian Nabi memanggilnya kembali seraya berkata, “Aku tidak diutus untuk menyuruh orang berbuat dosa.” Aku hanya ingin tahu, apa betul kamu mencintai aku dengan kecintaan yang sesungguhnya?”&lt;br /&gt; Tidak lama setelah itu, pemuda ini jatuh sakit dan pingsan. Rasulullah saw datang menjenguknya. Namun pemuda itu masih dalam keadaan tidak sadar. Nabi berkata, “Nanti kalau anak muda ini bangun, beritahu aku.” Rasululah saw kemudian kembali ke tempatnya. Lewat tengah malam pemuda itu bangun. Yang pertama kali ia tanyakan ialah apakah Rasulullah saw telah berkunjung kepadanya. Diceritakanlah kepada pemuda itu bahwa Rasulullah saw bukan saja berkunjung, tapi beliau juga berpesan agar diberitahu jika pemuda itu bangun. Pemuda itu berkata, “Tidak, jangan beritahukan Rasulullah saw. Bila Rasulullah harus pergi pada malam seperti ini, aku kuatir orang-orang Yahudi akan mengganggunya di perjalanan.” Segera setelah itu, pemuda itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.&lt;br /&gt;Pagi hari usai shalat subuh, Rasulullah saw diberitahu tentang kematian pemuda itu. Rasul datang melayat jenazah pemuda itu dan berdo’a dengan do’a yang pendek tetapi sangat menyentuh hati, “Ya Allah, sambutlah Thalhah di sisi-Mu, Thalhah tersenyum kepada-Mu dan Engkau tersenyum kepadanya.”&lt;br /&gt;Dengan hal itu Nabi menggambarkan kepada kita, bahwa orang yang mencintainya akan dido’akan oleh Nabi untuk berjumpa dengan Allah swt. Allah akan ridha kepadanya dan dia ridha kepada Allah, Radhiyyatan Mardhiyyah. Dia tersenyum melihat Allah dan Allah tersenyum melihatnya.&lt;br /&gt;Hadits yang kedua mengisahkan seorang pedagang minyak goreng di Madinah. Setiap kali dia hendak pergi, termasuk pergi ke pasar, dia selalu melewati rumah Rasulullah saw. Dia selalu singgah di tempat itu sampai dia puas memandang wajah Rasul. Setelah itu ia pergi ke pasar. Suatu saatetelah melepaskan rindunya kepada Rasul, seperti biasanya ia pergi ke pasar. Tapi tidak berapa lama setelah itu, dia datang lagi. Nabi terkejut sehingga bertanya, “Kenapa kau balik lagi?” Ia menjawab, “Ya Rasulullah, setelah saya sampai di pasar hati saya gelisah. Saya ingin kembali lagi. Izinkan saya memandang Engkau sebentar saja untuk memuaskan kerinduan saya.” Kemudian Rasul berbincang-bincang dengan orang itu.&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu Nabi tidak lagi melihat tukang minyak itu lewat di depan rumahnya. Berhari-hari orang itu tidak lagi kelihatan batang hidungnya di depan Rasulullah saw. Lalu Rasul mengajak sahabat-sahabatnya untuk menjenguk dia. Berangkatlah mereka ke pasar dan mendapat kabar bahwa orang itu telah meninggal dunia. Rupanya pertemuan sampai dua kali waktu itu merupakan isyarat bahwa dia tidak bisa lagi memandang wajah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Rasul bertanya kepada orang-orang di pasar, “Bagaimana akhlak orang itu?” Mereka berkata, “Orang itu pedagang yang sangat jujur. Cuma ada sedikit saja, orang ini senang perempuan.” Kemudian Rasul berkata, “Sekiranya orang itu dalam dagangnya agak lancung sedikit, Allah akan mengampuni dosanya karena kecintaannya kepadaku.” Tetapi orang itu sangat jujur dan kecintaannya kepada Rasul dibuktikan dalam kejujurannya di dalam berdagang.&lt;br /&gt;Dua hadits di atas menceritakan kepada kita tentang pentingnya mencintai Rasulullah saw. Sudah sering kita mendengar hadits yang berbunyi, “Belum beriman kamu sebelum aku lebih kamu cintai daripada dirimu, anak-anakmu, dan seluruh ummat manusia.”&lt;br /&gt;Kita semua diperintahkan mencintai Rasulullah saw. Mencintai Rasul merupakan bagian dari seluruh bangunan keislaman kita. Oleh karena itu, dahulu para ulama melakukan berbagai cara agar kecintaan kepada Nabi terus-menerus dibangkitkan. Di antaranya dengan menghias majelis-majelis mereka dengan bacaan shalawat, mengadakan peringatan maulid, dan mengungkapkan kecintaan mereka dengan puisi-puisi, sehingga sepanjang sejarah sudah terkumpul ribuan puisi yang ditulis untuk mengungkapkan kecintaan kepada Rasululah saw.&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu di masjid Asy-Syifâ, Universitas Diponegoro, saya mengajak semua orang untuk kembali membangkitkan kecintaan kepada junjungan kita Rasulullah saw. Ada orang yang bertanya kepada saya: “Saya ingin mencintai Rasulullah, tapi apa yang harus saya lakukan supaya kecintaan itu tertanam di dalam hati saya. Kalau saya ini mencintai seorang perempuan, saya bayangkan wajahnya, rambutnya, dan bibirnya supaya tumbuh kerinduan saya kepada perempuan itu. Apakah saya harus membayangkan wajah Rasululah saw, supaya saya bisa men-cintainya?” Waktu itu saya menjawab: “Inilah bencana paling besar yang menimpa kita sekarang ini. Kita hanya bisa mencintai sesuatu yang bisa dilihat, diraba, dan disaksikan. Kita ini sama dengan orang-orang kafir yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Mereka hanya mencintai yang zhahir saja, mata mereka tidak dapat menembus hal-hal yang bathiniyah.&lt;br /&gt;Jadi, kalau kita mau mencintai, maka cinta kita hanya cinta fisikal saja, cinta yang sensual. Kita tidak dididik untuk mencintai orang bukan karena tubuhnya. Di dalam ilmu percintaan, cinta karena tubuh adalah tahapan cinta yang paling rendah. Para ahli jiwa mengatakan, cinta pertama pada anak-anak adalah cinta pada sesuatu yang bisa dilihat. Menurut Sigmund Freud, pertama kali seseorang mencintai ialah ketika dia merasakan kenikmatan pada waktu menyusu kepada ibunya. Itulah cinta yang paling rendah. Makin dewasa orang itu, makin abstrak atau makin tidak kelihatan cintanya. Sayang, tampaknya kedewasaan kita ini lambat.&lt;br /&gt;Salah satu ciri ketidakdewasaan kita adalah bila kita mencintai sesuatu, itu dikarenakan oleh hal-hal yang kongkret dan bisa dilihat. Kita cinta kepada gunung, karena kehijauannya yang bisa dilihat dan kesejukkan anginnya yang bisa dirasakan. Bukan karena keanggunannya dan misteri yang ada dibalik gunung itu. Kalau kita menceritakan laut, yang kita ceritakan adalah gelombangnya, batu-batu karangnya, dan ikan-ikannya. Tidak kita ceritakan keluasan samudera itu, kedahsyatannya, dan pengaruhnya kepada jiwa kita. Sebab, semua hal itu terlalu abstrak dan kita terbiasa dengan hal-hal yang kongkret.&lt;br /&gt;Ketika Pemilu, kita memilih partai bukan program-programnya. Karena program bersifat abstrak, tidak kelihatan. Kita jugamemilih bukan karena perilaku para politisinya, karena perilaku itu tidak kelihatan.&lt;br /&gt;Tapi saya tidak akan menceritakan hal itu, saya akan membawa Anda mencintai Rasulullah saw dengan kecintaan yang lebih tinggi tingkatnya. Bukan kecintaan fisikal atau jasmaniah. Kecintaan jasmaniah itu adalah kecintaan ala ABG, yang tidak layak buat orang-orang dewasa seperti kita.&lt;br /&gt;Kalau kita buka ayat Al-Qur’an, ketika Allah berkisah tentang Rasulullah saw, tidak pernah diceritakan sifat-sifat jasmaniah Rasulullah saw. Al-Qur’an selalu menceritakan sifat-sifat ruhaniah Rasulullah saw. Bercerita tentang akhlak Rasulullah saw, bukan penampilan fisiknya.&lt;br /&gt;Berbeda dengan para sahabat. Kalau sahabat bercerita tentang Rasulullah saw sering berupa penampilan fisiknya. Misalnya diceritakan bahwa Rasul itu kalau tertawa sampai kelihatan gusinya. Atau diceritakan tentang tetesan keringat Rasul. Siti Aisyah pernah terpesona dengan tetesan keringat di dahi Rasul, sampai dia berkata: “Ya Rasulullah, ingin saya bacakan sebuah puisi kepadamu.” Lalu Siti Aisyah menuliskan puisinya dengan mengutip syair seorang Arab tentang tetesan keringatnya. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Siti Aisyah hanya mencintai Rasulullah saw karena jasmaninya.&lt;br /&gt;Saya ingin mengetengahkan satu ayat Al-Qur’an. Ada riwayat yang agak lucu tentang ayat ini. Katanya setelah Al-Qur’an terkumpul dan tertulis pada zaman Abu Bakar, seseorang berkata bahwa ada satu ayat yang hilang. Pada waktu itu, seseorang yang mengumpul-kan ayat harus membawa saksi satu orang. Sehingga jumlah pengumpul ayat ada dua orang. Seseorang berbicara, “Ada yang terlewat, satu ayat belum masuk ke situ.” Dia hanya seorang diri, tidak mempunyai saksi. Namanya Khuzaimah bin Tsabit. Lalu orang-orang berkata, “Kesaksian Khuzaimah bin Tsabit dihitung menjadi dua, karena hanya dia yang mengetahui ayat Al-Qur’an ini.”&lt;br /&gt;Lepas dari persoalan hadits ini shahih atu tidak, ayat itu bercerita tentang akhlak Rasullullah saw dan ayat itu sering menjadi wirid kita semua. Mungkin ini juga merupakan cara agar kita mampu memasukkan akhlak itu dalam kehidupan kita. Ayat itu berbunyi, “Laqad Jâ’akum Rasûlum Min Anfusikum…” (QS Al-Taubah 128). Menurut Fakhrur Râzi, kata anfusikum menurut qira’at nabi saw, qira’at Fatimah as, dan qira’at Aisyah dari Ibnu Abbas as harus dibaca Anfasikum. Dibacanya difathahkan bukan didhammahkan. Hal ini akan kita ceritakan kemudian.&lt;br /&gt;Fakhrur Razi menjelaskan ada empat sifat Nabi yang tergambar dalam Surat At-Taubah ayat 128. Pertama, Min Anfusikum, dari kalanganmu sendiri. Nabi berasal dari sesama manusia seperti kamu. Nabi yang datang itu bukanlah Nabi yang datang sebagai makhluk ghaib, bukan pula Superman, tapi Nabi yang datang dari tengah-tengah manusia. Bahkan Nabi diperintahkan untuk berkata bahwa Nabi adalah manusia seperti kita semua, seperti dalam ayat “Qul innamâ anâ basyârum mitslukum…” (QS. Al-Kahfi 110) Nabi adalah manusia biasa. Kalau ia berjalan, ada bayang-bayang badannya. Kalau terkena panas matahari, berkeringat kulitnya. Kalau terkena anak panah, berdarah tubuhnya. Ia bukan manusia istimewa dari segi jasmaniahnya, ia pun merasakan lapar dan dahaga. Al-Qur’an menegaskan bahwa kehidupan Nabi itu sama seperti kehidupan manusia biasa. Nabi dapat merasakan kepedihan dan penderitaan seperti manusia biasa yang mendapatkan musibah.&lt;br /&gt;Dalam qira’at Min Anfasikum, diterangkan bahwa kata Anfas mengandung arti yang paling mulia. Jadi ayat ini berarti, “Sudah datang di antara kamu seorang Rasul yang paling mulia.” Artinya Rasulullah diakui kemuliaannya, bahkan sebelum Rasul membawa ajaran Islam. Dia adalah orang yang paling baik di tengah-tengah masyarakatnya dilihat dari segi akhlaknya. Sebagian orang ada yang menyebutkan bahwa Rasul berasal dari kabilah yang paling baik. Jadi sifat pertama nabi adalah paling mulia akhlaknya, sampai orang-orang di sekitarnya memberi gelar Al-Amîn, orang yang terpercaya.&lt;br /&gt;Sifat kedua Nabi ialah, berat hatinya melihat penderitaan umat manusia. Para ahli tafsir mengatakan yang dimaksud dengan berat hati Nabi ialah kalau manusia menemukan hal-hal yang tidak enak. Dalam riwayat yang lain, yang diartikan dengan berat hati Rasul ialah jika orang Islam berbuat dosa kepada Allah. Dalam sebuah hadits, diriwayatkan bahwa sampai sekarang Rasulullah masih dapat melihat perbuatan-perbuatan kita dan Rasul akan menderita jika melihat kita berbuat dosa. Karena beliau sangat ingin supaya kita memperoleh petunjuk Allah. Bahkan Rasul sampai bersujud di hadapan Allah agar diizinkan untuk dapat memberi syafaat kepada umatnya.&lt;br /&gt;Jalaluddin Rumi bercerita dalam salah satu syairnya yang dibukukan dalam Al-Matsnawi tentang Rasulullah saw. Pada suatu hari di mesjid, Rasul kedatangan serombongan kafir yang meminta untuk bertamu. Mereka berkata, “Kami ini datang dari jarak yang jauh, kami ingin bertamu kepada Engkau, Ya Rasulullah.” Lalu Rasul mengantarkan para tamu tersebut kepada para sahabatnya. Salah seorang kafir yang bertubuh besar seperti raksasa tertinggal di mesjid, karena tidak ada seorang sahabat pun yang mau menerimanya. Dalam syair itu disebutkan, ia tertinggal di mesjid seperti tertinggalnya ampas di dalam gelas. Mungkin para sahabat takut menjamu dia, karena membayangkan harus menyediakan wadah yang sangat besar.&lt;br /&gt;Lalu Rasul membawa dan menempatkannya di sebuah rumah. Dia diberi jamuan susu dengan mendatangkan tiga ekor kambing dan seluruh susu itu habis diminumnya. Dia juga menghabiskan makanan untuk delapan belas orang, sampai orang yang ditugaskan melayani dia jengkel. Akhirnya petugas itu menguncinya di dalam. Tengah malam, orang kafir itu menderita sakit perut. Dia hendak membuka pintu tapi pintu itu terkunci. Ketika rasa sakit tidak tertahankan lagi, akhirnya orang itu mengeluarkan kotoran di rumah itu.&lt;br /&gt;Setelah itu, ia merasa malu dan terhina. Seluruh perasaan bergolak dalam pikirannya. Dia menunggu sampai menjelang subuh dan berharap ada orang yang akan membukakan pintu. Pada saat subuh dia mendengar pintu itu terbuka, segera saja dia lari keluar. Yang membuka pintu itu adalah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Rasul tahu apa yang terjadi kepada orang kafir itu. Ketika Rasul membuka pintu itu, Rasul sengaja bersembunyi agar orang kafir itu tidak merasa malu untuk meninggalkan tempat tersebut.&lt;br /&gt;Ketika orang kafir itu sudah pergi jauh, dia teringat bahwa azimatnya tertinggal di rumah itu. Jalaluddin Rumi berkata, “Kerasukan mengalahkan rasa malunya. Keinginan untuk memperoleh barang yang berharga menghilangkan rasa malunya.” Akhirnya dia kembali ke rumah itu.&lt;br /&gt;Sementara itu, seorang sahabat membawa tikar yang dikotori oleh orang kafir itu kepada Rasul, “Ya Rasulullah, lihat apa yang dilakukan oleh orang kafir itu!” Kemudian Rasul berkata, “Ambilkan wadah, biar aku bersihkan.” Para sahabat meloncat dan berkata, “Ya Rasulullah, engkau adalah Sayyidul Anâm. Tanpa engkau tidak akan diciptakan seluruh alam semesta ini. Biarlah kami yang membersihkan kotoran ini. Tidak layak tangan yang mulia seperti tanganmu membersihkan kotoran ini.” “Tidak,” kata Rasul, “ini adalah kehormatan bagiku.” Para sahabat berkata, “Wahai Nabi yang namanya dijadikan sumpah kehormatan oleh Allah, kami ini diciptakan untuk berkhidmat kepadamu. Kalau engkau melakukan ini, maka apalah artinya kami ini.”&lt;br /&gt;Begitu orang kafir itu datang ke tempat itu, dia melihat tangan Rasulullah saw yang mulia sedang membersihkan kotoran yang ditinggalkannya. Orang kafir tidak sanggup menahan emosinya. Ia memukul-mukul kepalanya sambil berkata, “Hai kepala yang tidak memiliki pengetahuan.” Dia memukul-mukul dadanya sambil berkata, “Hai hati yang tidak pernah memperoleh berkas cahaya.” Dia bergetar ketakutan menahan rasa malu yang luar biasa. Kemudi-an Rasul menepuk bahunya menenangkan dia. Singkat cerita, orang kafir itu masuk Islam.&lt;br /&gt;Boleh jadi cerita Jalaluddin Rumi ini adalah sebuah metafora. Suatu perlambang bahwa kedatangan Rasul adalah untuk membersihkan kotoran dan noda-noda yang ada pada diri kita. Betapa banyaknya kaum muslimin menodai rumah Rasul dengan kemaksiatan dan akhlak yang buruk. Kita ini sama dengan orang kafir yang menaburkan kotoran di rumah Rasul yang suci. Bedanya ialah, kita percaya karena kecintaan Nabi kepada kita, Rasul akan mengulurkan syafaatnya kepada kita. Derita kita adalah juga derita Rasul. Karena itu, jangan ragu-ragu untuk datang meminta syafaatnya dan bersimpuh di hadapan Nabi sambil mengucapkan, “Yâ Abal Qâsim, Yâ Rasûlallâh, Yâ Wajîhan ‘Indallâh, Isyfa’lanâ ‘Indallâh.”&lt;br /&gt;Terlalu banyak kotoran yang kita taburkan di rumah Nabi yang mulia. Seperti tertulis dalam sebuah puisi Iqbal. Ketika sakit keras, Iqbal pernah berdo’a: “Ya Allah kalau Engkau adili aku di hari kiamat nanti, jangan dampingkan aku di samping Nabi Al-Musthafa. Karena aku malu mengaku sebagai umatnya padahal hidupku bergelimang dalam dosa.”&lt;br /&gt;Kita sebenarnya harus malu seperti malunya orang kafir itu. Kita datang berziarah kepada Rasul di bulan Maulid ini dengan membawa seluruh kemaksiatan. Kita sudah banyak mengotori rumah Rasul yang mulia dengan akhlak yang tercela. Tapi kita percaya bahwa Nabi mendengar jeritan kita. Kita sadari kejelekan akhlak-akhlak kita dan kita malu bertemu dengan Rasul dengan membawa dosa. Tetapi kita percaya bahwa kita menantikan tepukan tangan Rasul untuk menentramkan batin kita dan mengharapkan syafaatnya.&lt;br /&gt;Sifat ketiga Rasullullah saw, ialah bahwa ia sangat ingin agar kaum muslimin memperoleh kebaikan. Ia ingin memberikan petunjuk kepada umatnya. Keinginan untuk memberikan petunjuk kepada kita begitu besar, sehingga Rasul bersedia memikul seluruh penderitaan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;Adapun sifat keempat Rasulullah saw, ialah bahwa ia sangat penyantun dan penyayang kepada kaum mukminin. Menurut para ahli tafsir, belum pernah Allah menghimpunkan dua nama-Nya sekaligus pada nama seorang nabi, kecuali kepada Nabi Muhammad saw. Nama yang dimaksud ialah nama Raûfur Rahîm.&lt;br /&gt;Raûfur Rahîm itu adalah nama Allah. Nama itu pun dinisbahkan Allah kepada Rasulullah. Menurut sebagian ulama, Raûfun artinya penyayang dan Rahîm artinya pengasih. Jika kedua kata itu digabungkan dalam satu tempat, maka artinya berbeda. Menurut sebagian ahli tafsir, nama itu berarti sifat Nabi yang penyayang tidak hanya kepada orang yang taat kepadanya, tapi juga penyayang kepada orang yang berbuat dosa. Nabi melihat amal kita setiap hari. Beliau berduka cita melihat amal-amal kita yang buruk.&lt;br /&gt; Dalam riwayat yang lain, Rasul itu Raûfun Liman Râ’ah, Rahîmun Liman Lam Yarâh. Artinya, Rasul itu penyayang kepada orang yang pernah berjumpa dengannya dan juga penyayang kepada orang yang tidak pernah berjumpa dengannya. Suatu hari Rasul berkata, “Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan ikhwânî.” Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini ikhwânuka.” “Tidak,” jawab Rasul, “kalian ini sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku adalah orang yang tidak pernah berjumpa denganku, tapi membenarkanku dan beriman kepadaku.” Rasul sangat sayang kepada orang yang tidak pernah berjumpa dengan Rasul tetapi beriman kepadanya.&lt;br /&gt;Di dalam Tafsir Al-Dûrrul Mantsûr, diriwayatkan sebagai berikut, “Berbahagialah orang yang beriman kepadaku, padahal tidak pernah berjumpa denganku.” Rasul menye-butnya sampai tiga kali. Rasul juga sayang bukan hanya kepada orang Islam saja, tetapi juga kepada orang kafir.&lt;br /&gt;Saya akan menceritakan hadits lain. Diriwayatkan bahwa ketika Rasul berdakwah di Thaif, Rasul dilempari batu sehingga tubuhnya berdarah. Kemudian Rasul berlindung di kebun Uthbah bin Rabi’ah. Rasul berdo’a dengan do’a yang sangat mengharukan. Rasul memanggil Allah dengan ucapan, “Wahai yang melindungi orang-orang yang tertindas, kepada siapa Engkau akan serahkan aku, kepada saudara jauh yang mengusir aku?” Kemudian datang malaikat Jibril seraya berkata: “Ya Muhammad, ini Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu. Dan ini malaikat yang mengurus gunung-gunung, diperintah Allah untuk mematuhi seluruh perintahmu. Dan dia tidak akan melakukan apapun kecuali atas perintahmu.” Lalu malaikat dan gunung berkata kepada Nabi, “Allah memerintahkan aku untuk berkhidmat kepadamu. Jika engkau mau, biarlah aku jatuhkan gunung itu kepada mereka.” Namun Nabi berucap, “Hai malaikat dan gunung, aku datang kepada mereka karena aku berharap mudah-mudahan akan keluar dari keturunan mereka orang-orang yang mengucapkan kalimat Lâilâha illallâh.” Nabi tidak mau menurunkan azab kepada mereka. Nabi berharap kalau pun mereka tidak beriman, keturunan mereka nanti akan beriman. Kemudian berkata para malaikat dan gunung, “Engkau seperti disebut oleh Tuhanmu, sangat penyantun dan penyayang.”&lt;br /&gt;Kasih sayangnya tidak terbatas kepada umatnya. Perasaan cinta kita kepada Nabi tidak sebanding dengan besarnya kecintaan Nabi kepada kita semua. Kecintaan Nabi terhadap orang-orang yang menderita begitu besar. Menurut Siti Aisyah, Nabi tidak makan selama tiga hari berturut-turut dalam keadaan kenyang. Ketika Aisyah bertanya apa sebabnya, Nabi menjawab, “Selama masih ada ahli shufah —orang-orang miskin yang kelaparan di sekitar mesjid— saya tidak akan makan kenyang.” Dan itu tidak cukup hanya pada saat itu, Nabi juga memikirkan umatnya di kemudian hari. Beliau khawatir ada umatnya yang makan kenyang sementara tetangga di sekitarnya kelaparan.&lt;br /&gt;Karena itu, Nabi berpesan, “Tidak beriman kamu, jika kamu tidur dalam keadaan kenyang sementara tetanggamu kelaparan.” Nabi pun mengatakan, “Orang yang senang membantu melepaskan penderitaan orang lain, akan senantiasa mendapat bantuan Allah swt.” Empat sifat Rasulullah kepada umatnya, yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Marilah kita kenang kecintaan Rasulullah yang agung kepada kita dan bandingkanlah apa yang bisa membuktikan kecintaan kita kepadanya. Sekarang kita bertanya, sudah sejauh mana kita mengikuti sunnah Rasulullah saw? Dapatkah akhlak kita seperti akhlak Nabi sebagaimana yang disebut dalam surat Al-Taubah 128? Bagai-mana kita dapat ikut merasakan penderitaan orang-orang di sekitar kita? Bagaimana kita menjadi orang yang berusaha agar orang- orang lain itu hidup bahagia dan memperoleh petunjuk Allah? Bagaimana kita menumbuh-kan sikap Raûfur Rahîm di dalam diri kita seperti Rasulullah saw contohkan kepada kita?&lt;br /&gt;Marilah kita sebarkan kecintaan kepada Rasulullah saw di dalam diri kita, keluarga kita, dan pada masyarakat di sekitar kita. Akhirul kalam, yang harus selalu kita ingatkan pada diri kita adalah misi Rasulullah yang paling utama, yaitu misi akhlak yang mulia. Tidak ada artinya menisbahkan diri kita kepada Rasulullah saw tanpa memelihara akhlak yang mulia. Hendaknya kita selalu malu untuk mengucapkan shalawat kepada junjungan kita, sementara di punggung kita penuh dengan dosa dan maksiat. Kita telah mengotori rumah Rasulullah saw dengan akhlak buruk kita. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8361283257685168398?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8361283257685168398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/02/maulid-sebagai-momen-untuk-meniru-sifat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8361283257685168398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8361283257685168398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/02/maulid-sebagai-momen-untuk-meniru-sifat.html' title='MAULID SEBAGAI MOMEN UNTUK MENIRU SIFAT RASULULLAH'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8279773712841516556</id><published>2011-02-06T22:18:00.001-08:00</published><updated>2011-02-13T16:57:23.608-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAULID'/><title type='text'>SIAPA SEBENARNYA YANG BERBOHONG</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin, M.PdI&lt;br /&gt;(aktivis Gerakan Pemuda ANSOR Sultra dan Peneliti Sangia Institute)&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kata berbohong atau kebohongan menjadi sangat popular.  Sedemikian populernya di mana-mana dibicarakan. Banyak tokoh berbicara tentang kebohongan dan dampak yang diakibatkannya. Kemudian  selain ditulis di koran, majalah, website, scrib,  maka ikhwal kebohongan juga diperdebatkan melalui televise, radio,  dan lain-lain.  &lt;br /&gt; Orang   mengira bahwa  seolah-olah yang berbohong itu  adalah orang lain, sedangkan dirinya sendiri sudah bersih dan selalu benar.  Kebohongan  dianggap dilakukan oleh orang-orang atau kelompok tertentu, sementara dirinya sendiri  dan kelompoknya merasa tidak melakukannya.  Pertanyaannya adalah, apakah anggapan demikian itu  benar,  maka  jawabnya,   tidak selalu demikian. &lt;br /&gt; Selain itu, sementara  orang  merasa senang, karena telah mengingatkan orang lain tentang kebohongan yang telah dilakukan. Mereka merasa tugasnya telah disampaikan, ------agar kalau mau, segera meninggalkan langkah yang dianggap keliru itu. Sementara  ada juga pihak-pihak yang  marah, tersinggung , atau setidak-tidaknya hatinya terganggu  oleh karena dituduh telah berbuat bohong. &lt;br /&gt; Sebutan berbohong atau kebohongan  memang tidak enak didengar. Sehingga  wajar apabila orang menjadi  marah atau tersinggung tatkala disebut telah berbohong. Sebutan berbohong   bagi banyak orang dianggap sebagai merendahkan,  dan bukan sebatas peringatan.  Peringatan, -----lebih-lebih antar elite, biasanya  disampaikan dengan cara yang  arif.  Sebaliknya, semua orang ingin dianggap telah berkata dan berbuat benar, jujur, lurus dan apa adanya.&lt;br /&gt; Ungkapan  berbohong atau kebohongan akhir-akhir ini  menjadi  sedemikian ramai dan  mengejutkan karena disampaikan oleh para elite agama dan dialamatkan  kepada pemerintah.  Uangkapan itu  sangat mengejutkan oleh karena  dianggap tidak lazim. Pemerintah tidak lazim disebut sebagai pihak yang melakukan kebohongan. Demikian pula elite agama tidak semestinya memilih   istilah itu. Elite agama lazimnya  memilih kata yang halus, yang  sekiranya tidak menjadikan orang lain terganggu.&lt;br /&gt; Pertanyaannya kemudian adalah,  apakah betul kebohongan itu benar-benar terjadi. Jawabnya adalah  bahwa,  orang yang selalu benar, sehingga menyandang sifat   siddiq,   sebenarnya hanyalah dimiliki oleh nabi. Selain itu, semua orang, ----- dalam kadar tertentu, telah melakukannya.  Setiap orang seharusnya mengikuti sifat nabi, yaitu selalu  berkata dan berbuat benar. Sedangkan pada kenyataannya, tentu  tidak selalu demikian. &lt;br /&gt; Kebohongan bisa terjadi dan dapat dilihat di semua  lapangan  kehidupan dalam berbagai kadarnya. Sehingga sehari-hari dengan mudah dapat disaksikan orang berbohong, baik dilakukan oleh individu, kelompok, bahkan organisasi besar semisal  birokrasi negara. Dalam contoh kecil  di bidang ekonomi, di pasar misalkan, orang jual beli melakukan kebohongan.     &lt;br /&gt; Di bidang politik, mulai pemilihan kepala daerah dan bahkan lebih tinggi dari itu, dari zaman ke zaman, periode ke periode,  kebohongan itu dapat dirasakan dengan mudah.  Para elite mengatakan bahwa pemilu atau pilkada dilakukan dengan jujur, bebas, rahasia,  dan adil. Padahal dalam kenyataannya tidak selalu begitu. Apalagi akhir-akhir ini,  banyak orang protes, konflik, dan bahkan mengadu ke Mahkamah Konstitusi  atas kekalahan dalam pilkada. Itu terjadi karena mereka  merasa telah dibohongi. &lt;br /&gt; Di bidang hukum, seseorang diadili dan dimasukkan ke penjara, ternyata dalam waktu singkat, ------ dengan berbagai dalih, sudah dikeluarkan.  Seseorang ditahan dan bahkan di penjara, ternyata malah bisa menonton pertandingan olah di tempat jauh,  pergi ke luar negeri dan seterusnya. Seserorang yang hanya mencuri barang dengan nilai yang tidak seberapa  diadili dan dipenjarakan, sementara orang korupsi milyaran rupiah hanya dihukum beberapa tahun dan bahkan diputus bebas. Contoh sederhana ini membuktikan bahwa kebohongan itu  terjadi  di wilayah itu. &lt;br /&gt; Di dunia pendidikan sekalipun, juga tidak pernah sepi dari  kebohongan. Kasus-kasus penyimpangan ujian nasional  telah terjadi secara nasional. Sertifikat palsu, surat keterangan palsu, dan bahkan ijazah palsu ditemukan di mana-mana. Demikian juga pada akhir-akhir ini  terkait pelaksanaan sertifikasi guru atau juga dosen ditemukan dokumen-dokumen palsu. Bahkan seringkali terdengar telah ditemukan skripsi palsu, thesis palsu, dan juga  disertasi palsu, berkas-berkas kelengkapan pengangkatan sebagai guru besar,  juga bisa-bisanya dipalsukan. &lt;br /&gt; Masih di dunia  pendidikan, sedemikian mudah perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan yang tidak semestinya. Kegiatan itu dilaksanakan  hanya dalam waktu tertentu, mengambil tempat sembarangan, di hotel misalnya, berbagai jenis program menyimpang dilaksanakan, -----akhirnya dikeluarkanlah ijazah sarjana. Akibatnya, banyak orang yang tidak terdengar,  kapan mereka kuliah, tetapi ternyata gelarnya berpanjang-panjang.&lt;br /&gt; Di langan agama sendiri juga tidak jauh dari keadaan itu. Seseorang  elite agama berpidato berapi-api,  mengajak agar orang lain rajin shalat berjamaáh, ternyata masjid di samping rumahnya  pada setiap waktu shalat tidak pernah dihadiri, dan apalagi waktu shalat subuh. Zakat, infaq dan shadaqah hanya ramai dalam pembicaraan namun sepi dari pelaksanaannya.  Tentu,  masih banyak lagi kebohongan dan kepalsuan  telah  terjadi. &lt;br /&gt; Al Qurán sendiri  juga menyebutkan  tentang orang-orang yang mendustakan agama, yaitu adalah orang yang tidak memperhatikan anak yatim dan memberi makan pada orang miskin. Disebutkan dalam kitab suci, bahwa mereka shalat, tetapi melupakan shalatnya. Mereka riya’dan tidak mau menolong sesamanya. Itu semua disebut telah mendustakan agama. &lt;br /&gt; Maka sebenarnya, kebohongan itu adalah milik bersama, yaitu  milik  bagi  semua orang, baik  mereka yang sedang menjadi penguasa, elite, tokoh politik, pengusaha, guru, dosen, mahasiswa, murid, -----tidak terkecuali  para tokoh agama sekalipun,  termasuk  mereka  yang sedang  menjadi rakyat biasa. Padahal,   dinyatakan  dalam sejarah kemanusiaan bahwa,   bahaya kebohongan sebenarnya adalah  sangat  fatal, hingga  sebuah suku, etnis, kelompok dan bahkan bangsa sekalipun bisa  punah, itu  disebabkan oleh  kebohongan-kebohongan yang dilakukan.        &lt;br /&gt; Oleh karena itu, maka cara  yang tepat untuk menghadapi keadaan sekarang ini  adalah mestinya secara bersama-sama,   segera meninggalkan kebohongan.  Ekonomi hendaknya diurus secara jujur, birokrasi dijalankan secara benar, elite politik, pemerintahan termasuk para tokoh agama, hendaknya menjalankan perannya masing-masing secara jujur dan benar. Demikian pula pendidikan, yang merupakan faktor strategis untuk  membangun masa depan bangsa,  diurus dan dikelola secara adil, jujur dan benar.   Pokoknya  semuanya,  tanpa terkecuali tidak boleh  ada yang tertinggal untuk memperbaiki keadaan.  Perintah   agar selalu  meninggalkan kebohongan juga dipesan oleh nabi, dengan kata  singkat :” jangan berbohong”. Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8279773712841516556?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8279773712841516556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/02/siapa-sebenarnya-yang-berbohong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8279773712841516556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8279773712841516556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/02/siapa-sebenarnya-yang-berbohong.html' title='SIAPA SEBENARNYA YANG BERBOHONG'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-1142307130139299620</id><published>2011-01-07T18:26:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T18:28:11.404-08:00</updated><title type='text'>PERLUNYA METODOLOGI PENDIDIKAN YANG MENGGEMBIRAKAN BAGI SISWA</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin , M.PdI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Staf Pengajar MAN 1 Kendari dan Dosen STIK Avicenna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi saya punya kewajiban untuk mengantar anak ke sekolah, dengan menentang bawaan tas yang berisi buku-buku pelajaran yang akan dipelajari di sekolahnya nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat anak-anak pergi ke sekolah, saya memperhatikan tas mereka yang pada umumnya sedemikian besar-besar, berisi buku-buku pelajaran. Semakin meningkat jenjang pendidikan yang dilalui, tas sekolah itu semakin bertambah  besar. Buku-bukunya bertambah jumlahnya dan mungkin juga semakin tebal ukurannya. Mulai pagi hingga sore hari, anak-anak sekolah itu mempelajari buku-buku teks yang dikarang oleh para ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kiranya semua pihak berpendapat, bahwa anak-anak sekolah itu harus mempelajari, mengingat-ingat isi buku-buku,  dan kalau perlu menghafalkan seluruh isinya. Mereka yang banyak mengenali isi buku-buku tersebut, maka merekalah yang dianggap pintar atau cerdas. Begitu pula sebaliknya, mereka yang tidak hafal dianggap tidak pintar. Oleh sebab itu, tatkala pelaksanaan ujian, buku-buku mereka tidak boleh lagi dibawa masuk ruang ujian.  Pelaksanaan ujian diawasi ketat jangan sampai ada di antara mereka yang curang,  membawa catatan-catatan untuk mempermudah dalam menjawab soal-soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya hingga saat ini belum terpikirkan, apakah di zaman membanjirnya informasi sebagaimana sekarang ini, pendidikan semacam itu masih tepat. Jika demikian, betapa berat beban para siswa jika orientasi pendidikan di sekolah masih seperti itu. Maka sangat mendesak dikaji ulang untuk mendapatkan metodologi atau pendekatan pendidikan yang tepat di zaman membanjirnya informasi, agar pendidikan tetap berlangsung menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan pendidikan perlu dikaji ulang,  mana hal yang  perlu dihafal, dipahami dan yang hanya perlu dikenali oleh para siswa. Perlu dicari pilihan strategis, mana yang penting,  mengetahui cara-cara mendapatkan atau sebatas menghafal buku teks berupa kumpulan  pengetahuan. Keduanya mungkin masih perlu, tetapi akhirnya betapa berat beban bagi siswa pada saat perkembangan pengetahuan semakin cepat seperti sekarang ini.  Apapun, pendidikan tidak boleh menjadi penjara bagi anak-anak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku pelajaran itu, selama ini  ditentukan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.  Bagi mereka yang memilih jurusan IPA, maka mereka  mempelajari matematika, biologi, fisika, kimia, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Pancasila dan lain-lain. Demikian pula, mereka yang memilih jurusan IPS mempelajari matematika, sosiologi, psikologi, sejarah, ekonomi, geografi, antropologi, dan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan seterusnya. Itulah garis besar yang dipelajari mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pelajaran seperti itu, diharapkan para siswa memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan tersebut. Dengan pemahaman itu, mereka diharapkan  menjadi cerdas dan dewasa. Sebab dengan pengetahuan itu, para siswa akan mengenal tentang alam dan kehidupan yang ada di sekelilingnya. Demikian  pula bagi mereka yang mempelajari imu sosial dan humanikora diharapkan, mereka  memahami tentang perilaku manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala mereka mempelajari biologi misalnya, para siswa diajari tentang makhluk hidup, hingga jenis-jenis tumbuhan, binatang dan juga manusia dari aspek biologinya. Para siswa diperkenalkan tentang jenis dan detail-detail tentang kehidupan manusia, tumbuh-tumbuhan maupun binatang. Para siswa diajak mengenal dan  memahami dan bahkan menghafal  semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak semua siswa sanggup menanggung beban berat itu dengan cara mudah. Oleh karena itu, di antara mereka  menambah jam pelajaran lagi di luar jadwal sekolah. Mereka mengikuti kursus sepanjang hari,  harus bergelut dengan materi pelajarannya. Mempelajari IPA, IPS dan Bahasa  menjadi tugas wajib bagi para anak-anak usia sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya jarang orang memikirkan, atau setidaknya membayangkan betapa beratnya beban yang harus dihadapi oleh anak-anak di zaman modern ini. Bahkan banyak  orang  menuntut, agar anak-anak belajar dan belajar. Sedangkan konsep belajar yang dimaksud adalah membaca buku, mengingat-ingat konsep, rumus-rumus hingga hafal di luar kepala.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di antara orang tua dan juga para guru tidak ada yang membayangkan bahwa beban para anak-anak usia sekolah itu dirasakan sedemikian beratnya. Oleh sebab itu menjelang ujian akhir, yang dipikirkan dan bahkan ditakutkan adalah tentang kelulusannya. Ujian menjadi beban berat namun  harus diikuti. Para guru, orang tua, kepala sekolah dan juga pejabat, hanya berpikir bahwa sekolah harus diakhiri dengan ujian. Perkara berat atau menyusahkan bagi para siswa tidak peduli, bahwa  bersekolah sejak dulu-dulu juga begitu. Pokoknya ujian harus diikuti dan lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pendidikan seperti itu rupanya sudah dirasakan sebagai  beban berat bagi para siswa. Hal itu  tampak dari tatkala mereka dinyatakan lulus pada ujian akhir.  Pada saat itu para siswa bagaikan ayam keluar dari sangkar,  berhamburan dan sekaligus mengekspresikan kebahagiaannya dengan berbagai cara yang kadang berlebihan. Seolah-olah mereka sudah terbebas, dan merdeka  dari kungkungan berat. Sekolah akhirnya dirasakan sebagai penjara.   Proses pendidikan seperti itu diikuti, karena dipahami bahwa,  setiap anak di negeri ini harus melalui tahap-tahap hidup  seperti itu, senang atau tidak harus bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pendidikan sebenarnya harus berlangsung menggembirakan, agar ilmu yang dikperoleh menjadi miliknya dan mempengaruhi sikap dan perilakunya. Melalui pendidikan di sekolah, para siswa semakin lama harus menjadi semakin senang dan bahkan mencintai   pelajaran yang diberikan oleh guru. Pendidikan tidak boleh dijalankan atas dasar keterpaksaan. Sebab,  apa saja yang dilakukan secara terpaksa, maka hasilnya kurang maksimal. Oleh karena itu pendidikan dan pengajaran harus berlangsung dalam suasana gembira dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan sebagaimana digambarkan, dan oleh sementara orang dirasakan berat  itu sudah berlangsung lama. Mekanisme pendidikan tersebut  juga telah membentuk watak dan perilaku anak-anak. Diharapkan perilaku yang terbentuk dari proses pendidikan itu adalah perilaku unggul, artinya berakhlak mulia,  cerdas, bertanggung jawab, dewasa, terampil dan seterusnya. Akan tetapi, hal yang mengejutkan,  akhir-akhir ini disadari bahwa pendidikan selama ini  belum berhasil mengantarkan peserta didik memiliki karakter yang diinginkan itu. Pendidikan karakter dianggap penting tetapi belum sepenuhnya berhasil. Akhirnya pembahasan tentang pendidikan karakter menjadi bomming, dimana-mana dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikkan karakter yang dirasakan belum sepenuhnya berhasil selama ini sebenarnya membuktikan bahwa pelajaran  IPA, IPS, dan Bahasa serta lain-lainnya itu belum mencukupi untuk mengantarkan anak-anak memiliki karakter unggul sebagaimana yang diinginkan. Atau boleh dikatakan bahwa pendidikan selama ini  belum berhasil melahirkan karakter unggul.  Melalui kurikulum yang dikembangkan itu, para siswa baru diajak mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan, berbagai binatang,  dan alam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal mendasar  yang justru masih terlewatkan, adalah  bahwa para siswa   belum  cukup diajak mempelajari  tentang dirinya sendiri. Dengan pelajaran IPA, IPS dan humaniora, mereka menjadi tahu tentang kehidupan berbagai jenis binatang dan tumb uh-tumbuhan. Tetapi  masih terlewatkan belum banyak diajak mempelajari tentang siapa sesungguhnya dirinya sendiri, dari mana asalnya, harus berperilaku seperti apa selama menjalani kehidupan ini, dan mau kemana kelak setelah dunia ini berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas pertanyaan mendasar tentang kehidupan dirinya sendiri itu memang tidak tersedia  pada mata pelajaran IPA, IPS, dan humaniora. Jawaban itu  secara lengkap,  bisa dipelajari dari kitab suci dan sejarah kehidupan nabi.  Oleh karena itu, jika para siswa diharapkan sanggup menjawab pertanyaan mendasar tentang dirinya sendiri itu, maka mau tidak mau, mereka harus diperkenalkan isi kitab suci dan sejarah nabi agama yang dianutnya. Pendidikan karekter terkait dengan petunjuk kitab suci, sejarah para pembawa misi ajaran yang dipandang mulia itu dan berbagai hal tentang posisi manusia sebagai makhluk Tuhan yang seharusnya dipahami secara cukup dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan IPA, IPS dan humaniora adalah penting dan harus diajarkan. Kitab suci al Qurán dan hadits nabi juga memerintahkan manusia agar mempelajari alam, manusia dan  makhluk lain, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Akan tetapi perlu disadari,  bahwa pendidikan sebatas itu belum mencukupi untuk mengantarkan peserta didik berkarakter unggul sebagaimana diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu,  melihat kenyataan hasil pendidikan selama ini, ------belum siap bekerja dan berkarakter, mengingatkan kembali bahwa  masih  ada sesuatu yang perlu disempurnakan terkait  system maupun  pendekatannya. Pendidikan mestinya berhasil  mengantarkan para siswa  menghadapi kenyataan hidup dengan  berbagai problematikanya. Sementara ini,  kita menyaksikan, sebatas mendapatkan  lapangan pekerjaan saja setelah lulus ternyata tidak lulus, atau  belum berhasil. Mereka masih bingung dan akhirnya bekerja apa saja,  sekalipun harus menjadi TKW di luar negeri. Hal itu terjadi  karena tatkala belajar ada yang terlewatkan, yaitu lupa mempelajari tentang dirinya sendiri.   Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-1142307130139299620?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/1142307130139299620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/01/perlunya-metodologi-pendidikan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1142307130139299620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1142307130139299620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2011/01/perlunya-metodologi-pendidikan-yang.html' title='PERLUNYA METODOLOGI PENDIDIKAN YANG MENGGEMBIRAKAN BAGI SISWA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-508308782715007632</id><published>2010-12-02T01:12:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T01:18:12.439-08:00</updated><title type='text'>MEMAHAMI MAKNA TAHUN BARU HIJRIYAH</title><content type='html'>OLEH : MOH.SAFRUDIN&lt;br /&gt;Satu Muharam atau tahun baru Hijriah ditandai dengan pindahnya Nabi Muhammad SAW dari Makah ke Madinah 14 abad silam. Di samping itu, setiap menyambut datangnya tahun baru Hijriah selalu didahului oleh dua peristiwa penting dalam Islam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Idul Fitri, 1 Syawal sebagai akhir puasa.&lt;br /&gt;    * Idul Adha, 10 Zulhijah puncak pelaksanaan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Idul Fitri maupun Idul Adha kalau diamati lebih dalam memiliki makna dan hubungan yang erat dengan satu Muharam, datangnya tahun baru Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang akan pindah, selayaknyalah dia mempersiapkan bekal. Pindah untuk menuju satu tahun ke depan, tentu dia dituntut lebih siap lagi. Bekal yang diwajibkan Allah untuk persiapan satu tahun adalah ibadah puasa dan haji. Ibadah puasa bertujuan agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu, sedangkan ibadah haji untuk melawan dan menundukkan godaan syaitan yang terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa memang dikhususkan untuk mengendalikan hawa nafsu. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Pada bulan puasa syatan-syaitan diikat, sedangkan pintu-pintu Surga dibuka.” (H.R. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengikat syaitan selama bulan puasa agar seseorang memusatkan dirinya mengendalikan hawa nafsu yang berasal dari dalam dirinya, yaitu nafsu perut dan seks. Apabila masih terjadi kemaksiatan dimana-mana di bulan suci Ramadhan, berarti manusia-manusia itu sendiri tabiatnya sudah sama dengan syaitan,  karena disebutkan dalam surat An-Naas [114]: ayat 6, bahwa syaitan itu terdiri dari 2 golongan, golongan jin dan golongan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mengendalikan hawa nafsu, diharapkan kita semua “lulus” dihari yang fitri (1 syawal) menjadi insan yang ber “taqwa” , kita kemudian dituntut untuk menghadapi dan bahkan melenyapkan musuh yang berasal dari luar, yaitu godaan syaitan. Kendati godaan syaitan dan nafsu sama-sama tidak tampak, keduanya berbeda dalam cara dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaitan tidak puas hanya dengan satu cara. Kalau gagal dengan satu cara, dia mencari jalan lain agar berhasil. Dan kalau sudah berhasil, dia berusaha agar hasil godaan itu semakin maksimal, syaitan tidak akan puas sebelum berhasil menyesatkan umat Mumammad sebanyak-banyaknya untuk masuk ke Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan nafsu. Jika sudah terpenuhi nafsunya, maka sang nafsu tidak menuntut yang lebih besar lagi. Misalkan seseorang yang mempunya nafsu makan karena lapar, dia hanya membutuhkan sepiring nasi untuk memenuhi nafsunya dan ketika seseorang bernafsu untuk mendapatkan suatu jabatan, akan merasa puas kalau jabatan itu sudah terpenuhi, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk melawan godaan syaitan tidak dengan berpuasa, tetapi yang paling afdol dengan ibadah haji. Salah satu wajib haji adalah melempar jumrah di Mina yang melambangkan mengusir &amp; melawan syaitan. Syaitan berada di luar diri kita. Karena itu, kita perlu mempersiapkan senjata untuk melawannya, yaitu batu. Dalam puasa, kita dituntut untuk mengendalikan hawa nafsu bukan melenyapkannya. Tapi, pada saat haji, kita dituntut untuk mengalahkan syaitan dan sekaligus melenyapkannya. Mengendalikan hawa nafsu diwajibkan setiap tahun, sedangkan memerangi syaitan hanya sekali seumur hidup dengan ibadah “haji”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keduanya dapat ditaklukkan, berarti kita sudah siap hijrah ke tahun berikutnya. Dengan demikian, ketika menyambut tahun baru 1 Muharam, kita memulai kegiatan dengan bekal yang matang, program yang jelas, dan penuh dengan rasa percaya diri…dengan “hati yang bersih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah SWT telah mengatur urutan-urutan itu, yakni mulai dari perintah puasa dan Idul Fitrinya, kemudian Haji dan Idul Adha dengan menyembelih hewan qurban, akhirnya menyambut tahun baru Hijrah dalam puncak ke “taqwa”an.. Kondisi puncak ketaqwaan inilah yang harus kita pertahankan sejak memasuki tahun baru Hijriyah hingga 11 bulan kedepan sampai ketemu bulan suci Ramadhan lagi… Kondisi seperti ini…berulang-ulang sepanjang tahun, menjadi hamba Allah yang bertaqwa ini terus-menerus kita pertahankan hingga ajal menjemput kita.. insya Allah kalau bisa seperti ini… kita dimatikan Allah SWT dalam keadaan khusnul khatimah (akhir yang baik), amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT BERHIJRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita bisa merasakan bedanya peristiwa penyambutan tahun baru Masehi dan tahun baru Islam (Hijriah). Tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh  kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu kelebihan yang masih banyak dilakukan di beberapa pondok pesantren dan beberapa pengajian majelis ta’lim dalam memperingati tahun baru Islam (Hijriah), yaitu pada penghayatan makna peringatan itu sendiri untuk bisa dijadikan sebagai sarana instrospeksi diri. Sebaliknya, di awal tahun baru Masehi, pada umumnya yang ditonjolkan hanya aspek yang berkaitan dengan duniawi, kulit luarnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia yang terlena oleh momen pergantian tahun. Waktu penting yang seharusnya dijadikan sarana instrospeksi diri, malah telah disalahgunakan sebagai sikap melampaui batas, berhura-hura semalam suntuk hingga terbit matahari…bukannya untuk mendekatkan diri…memohon ampun kepada Allah SWT, tapi malah sebaliknya, mengatas namakan kegembiraan, mereka melupakan nikmat Allah dengan menggelar kemungkaran dan sikap-sikap yang membawa kehancuran dan amarah Allah… naudzubillahimindaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, hijrah bisa diartikan sebagai pindah atau migrasi. Tafsiran hijrah disini diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagi hari besar Islam. Memang, sejak hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, sebuah kota subur, terletak 400 kilometer dari Makkah, Islam lebih memfokuskan pada pembentukan masyarakat muslim yang tidak kampungan dibawah pimpinan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kota Yastrib dirubah namanya menjadi Al-Madinah yang artinya “kota” atau lebih tenar lagi disebut kota Rasulullah. Inilah satu nilai yang sangat penting kenapa hijrah dijadikan sebagai titik awal terbitnya fajar baru peradaban umat Islam. Terbitnya fajar baru ini berkat hijrah. Maka hijrah dengan demikian selalu membuat perubahan. Hijrah merupakan usaha dan semangat besar manusia yang ingin merubah masyarakat yang beku  menjadi manusia yang maju, sempurna dan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal perubahan, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 pesan perubahan dalam menyambut tahun baru Hijriah ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun  baru ini.&lt;br /&gt;       2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, suka sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll.&lt;br /&gt;       3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang perkembangan Islam, tentu tidak bisa lepas dari peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Dakwah Nabi di Makkah pada saat itu banyak mengalami rintangan berupa tantangan dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy. Selama kurun waktu 12 tahun sejak Nabi diutus, dakwah Rasulullah tidak mendapat sambutan menggembirakan, bahkan sebaliknya banyak menghadapi terror, pelecehan, hinaan, dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy yang dikomandani oleh papan Nabi sendiri, yaitu Abu Lahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasulullah diperintahkan Allah SWT untuk pindah (hijrah). Akhirnya, beliau meninggalkan kota kelahiranya Makkah, berhijrah ke kota Madinah. Di Madinah, Nabi dan para sahabat Muhajirin mendapat sambutan hangat oleh kaum Anshar (penduduk asli Madinah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam pun mengalami perkembangan amat pesat. Dalam kurun waktu relatif singkat, hanya sekitar 8 tahun, suara Islam mulai bergema ke seluruh penjuru alam dan Islam pun berkembang meluas ke seluruh pelosok permukaan bumi. Karena itu tidak mengherankan jika peristiwa hijrah merupakan titik awal bagi perkembangan Islam dan bagi pembentukan masyarakat muslim yang telah dibangun oleh rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pakar sejarah, masyarakat muslim, kaum Muhajirin dan Anshar, yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah merupakan contoh masyarakat ideal yang patut ditiru, penuh kasih sayang, saling bahu-membahu dan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan peribadi. Karena itu, tidak mengherankan jika Khalifah Umar bin Khattab menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal perhitungan tahun baru Islam, yang kemudian dikenal dengan tahun baru Hijriah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (Al-Hujurat [49]: ayat 13) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat manusia kadang-kadang terjebak kepada sesuatu yang bersifat jangka pendek, dan melupakan sesuatu yang bersifat jangka panjang. Manusia sering tergesa-gesa dan ingin cepat berhasil apa yang diinginkannya, sehingga tidak sedikit yang menempuh jalan pintas. Islam menekankan bahwa hidup ini adalah perjuangan dan dalam berjuang pasti banyak tantangan dan rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti jijrahnya rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu perpindahan secara spiritual dan intelektual, perpindahan dari kekufuran kepada keimanan, dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah, perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim, perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi, dengan kerja keras dan tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam dibumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut  dari umat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dalam memasuki tahun baru Hijriah yakni tahun 1431 Hijriyah ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai  umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabillahit-taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasslm.wr.wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-508308782715007632?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/508308782715007632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/12/memahami-makna-tahun-baru-hijriyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/508308782715007632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/508308782715007632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/12/memahami-makna-tahun-baru-hijriyah.html' title='MEMAHAMI MAKNA TAHUN BARU HIJRIYAH'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-654141214039938833</id><published>2010-11-12T18:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T18:50:33.742-08:00</updated><title type='text'>khutbah idul adha 2010, MENJADI TAULADAN UNTUK PRIBADI DAN KELUARGA</title><content type='html'>الله أكبر الله أكبر !&lt;br /&gt;الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله اكبر الله أكبر ولله الحمد&lt;br /&gt;الحمد لله الذى جَعَلُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَه  طَبِيْبَةُ ,أشهد أن لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شريك له,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأشهد أن محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ سَيِّدِ الْغُرِّ الْمُحَجَّلِيْنَ وقَائِدِ المجاهدين نبيِّنا وشفيعِنا وقُرَّةِ أَعْيُنِنَا محمدٍ وعلى آله وصحبه وأنصاره وجُنُوْدِهِ ومَنْ أَحْيَى سُنَّتَهُ وَسَلَكَ سَبِيْلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ونَهَجَ مَنْهَجَهُ وجاهَدَ فى اللهِ حَقَّ جهادِهِ إلى يوم الدين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أما بعد فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita panjatkan syukur kehadirat Allah swt, atas seluruh nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua. Salam dan shalawat  teruntuk Nabi kita Muhammad saw,  segenap keluarga, sahabat dan  seluruh pengikutnya yang istiqomah di jalan Islam, mereka  yang selalu menyerukan dakwah hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah sekalian, pada hari ini lebih dari 1 juta  ummat Islam sedang menjalankan ibadah Haji di Tanah  Suci dan pada saat yang bersamaan kita berada disini sedang menjalankan ibadah shalat Idhul Adha dan berkurban. Kebersamaan ibadah ini bukan suatu kebetulan, melainkan kita telah diikat oleh ajaran yang satu, aqidah yang satu. Kegiatan ibadah haji ini bukanlah kegiatan yang baru, dia merupakan kegiatan napak tilas  Abina Ibrahim as. Untuk itu, pada kesempatan khotbah Id hari ini saya ingin memberikan topik khutbah  yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT HALIM SEBAGAI VISI  KELUARGA  NABI IBRAHIM&lt;br /&gt;untuk menjadi  teladan bagi  pribadi dan keluarga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, agar kita  semua  akan mampu  menyiapkan generasi Islam, generasi  Abina Ibrahim, sehingga mampu memunculkan pemuda-pemuda  seperti Nabi Ismail  as yang disebut sebagai Ghulamin Halim dalam  Al  Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBERHASILAN  UJIAN KELUARGA IBRAHIM DAN HIKMAH  BERKURBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteladan Ibrahim puluhan tahun sepeninggalnya jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia, masih berduyun-duyun  menapak jejak perjuangan dan  pengorbanannya. Sebagai penegak tauhid Ibrahim yakin bahwa, setiap perintah Allah swt adalah kebenaran. Hanya dengan mengikuti petunjukkanya manusia akan selamat dari kehancuran. Termasuk kita yang ada disini, setiap tahun kita  berkurban, sebagai simbul  keberhasilan perjuangan  Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail as. Ada beberapa hikmah yang kita ambil dalam  peristiwa keluarga Ibrahim as, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pesan Tauhid&lt;br /&gt;Sejumlah agama berhala biasa mengorbankan manusia untuk menyembah tuhan mereka. Dengan diselamtkan Ismail Allah menunjukkan, bahwa Islam sangat menjujung tinggi martabat manusia. Tidak mungkin manusia meninggikan asmanya dengan membinasakan sesamanya. Sehingga dalam beribadah  kita dilarang  menyimpang dari fitrah manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pesan konsistensi dengan prinsip dalam hidup&lt;br /&gt;Ibrahim telah mampu meletakan struktur pemikiran dan filosofi yang kuat dalam diri dan keluarganya, yaitu bahwa setiap perintah Allah swt adalah kebenaran. Demi perintah Alah, Ibrahim mampu meninggalkan  istri dan anaknya di padang tandus. Ibrarahim  mampu menyembelih putranya Ismail. Istiqomah adalah konsistennya seseorang  dengan sebuah prinsip dalam kurun waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam QS Ali Imran: 102&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa ayuhaladzina aamanutaqullaha haqqa tuqaatih, wallaa tamuutunna illa wa antum muslimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadanya, dan janganlah mati kecuali dalam keadaan Islam (kosistenlah di jalan Allah hingga kemaatianmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Pesan Perjuangan&lt;br /&gt;Darah adalah simbul perjuangan. Kaum papa harus terus berjuang untuk meningkatkan izzah dan martabat kehidupannya, mereka tidak boleh terus menerus menggantungkan diri pada belas kasihan orang lain. Untuk itu, semua orang harus terus menerus mengembangkan potensi dirinya dalam memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akherat. Kita harus memiliki prinsip hidup, bahwa tidak ada kemenangan tanpa perjuangan dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Pesan Sosial&lt;br /&gt;Ibadah kurban merupakan  sunah muakat bagi orang yang mampu. Berkurban  merupakan salah satu jembatan penyambung rasa antara kaum berada dengan kaum dhuafa. Kaum beradapun tidak boleh berhenti untuk membantu  perjuangan kaum papa, sehingga hidupnya  mandiri. Jika kaum berada kaum papa sudah melangkah bersama, maka secara perlahan kecemburuan sosial akan sirna. Kita harus mampu meningkatkan kepekaan sosial dalam membentuk keluarga dan masyarakat yang islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT HALIM YANG MELEKAT  PADA KELUARGA NABI  IBRAHIM (VISI KELUARGA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mari kita melihat bagaimana pribadi nabi Ibrahim as dan keluarganya yang agung sehingga mampu melewati ujian besar dari  Allah  dan patut dicontoh oleh seluruh  ummat manusia. Firman  Allah swt  dalam QS Al Mumtahanah: 4:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qad kaanat lakum  uswatun hasanah fii Ibraahiim waladziina ma’ahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama  dengannya terdapaat suri tauladan yang  baik bagi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pribadi  Ibrahim   yang direkam dalam Al  quran, sehingga beliau sebagai suri tauladan yang Agung, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pribadi Nabi Ibrahim as yang  haliim (penyantun), yaitu sebagaimana firman  Allah swt dalam QS At taubah: 114:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna Ibrahiima la-awwaatun haliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Ibrahim adalah seseorang  yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  Doa orang tua dan karakter putranya Ismail   sebagai pemuda yang halim (lembut) yaitu sebagaimana firman  Allah swt dalam QS Ash Shaaffaat: 101:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi hablii minashsholihiin. Fabasysyarnaahu bighulaamin haliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yag sholeh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat shabar (nabi Ismail as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Sifat Halim merupakan  asma Allah yang  Agung, yaitu sebagaimana  dalam firman  Allah swt dalam QS Ali Imran : 155.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inallaha ghafurun haliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha Pengampun  lagi Maha Penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam QS. An Nisaa: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ‘aliimun haliim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  Allah Maha  Mengetahui dan  Maha Penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita lihat beberapa ayat tadi, sifat halim yang mulia itu merupakan struktur berfikir  dan karakter keluarga Ibrahim yang dalam. Kita melihat adanya kesamaan pandangan, sifat, karakter, filosofi dalam diri ayah dan anak, inilah keluarga yang memiliki visi bersama. Untuk menggapai keberhasilan kita perlu memeiliki sifat halim, yaitu lembut hati, peka dengan masalah sosial, cerdas emosionalnya. Bahkan Allah menyatukan sifat halim dengan alim. Jadi  untuk dapat sukses kita memerlukan kecerdasan otak dan kecerdasan bathin, atau orang  menyebut sebagai cerdas secara emosional (EQ-emotional quotient) dan cerdas secara intelektual (IQ- intellectual quotient). Kesuksesan Ibrahim dalam berjuang ditambah lagi dengan kelurusan aqidah (SQ-spiritual quotient), yaitu  petunjuk dan kebenaran hakiki dari Allah swt. Kesuksesan Ibrahim juga didukung kesiapan fisik (PQ-physical quotient), sehingga mampu berjuang dan menghancurkan berhala-berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTER DASAR PRIBADI DAN KELUARGA SUKSES  MASA DEPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana karaketer dasar  untuk pribadi dan keluarga  yang sukses pada masa depan nanti. Makna demensi masa depan menurut seorang muslim  dapat berupa  dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dunia pada masa depan diramalkan oleh para ahli, yaitu  akan lebih sulit dari kondisi sekarang. Semakin sulitnya masa depan disebabkan karena beberapa alasan, yaitu: sifat kompetisi yang semakin tinggi (competition), perubahan yang tidak menentu (uncertainty), kompleksitas permasalahan sosial masyarakat (complexcity), sehingga kehidupan penuh dengan tantangan (challenge).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan kesiapan yang matang, maka kita dapat merubah kondisi masa depan tersebut  menjadi peluang (opportunities) yang lebih baik,  yaitu  peluang dan  kemudahan  untuk dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam QS. Alam Nasyrah: 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna ma ’al ‘usri yusraa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk  membuat pribadi dan keluarga yang sukses pada masa depan, maka kita harus mampu merubah kendala dan hambatan  menjadi  peluang. Untuk itu kita harus menyiapkan diri dan keluarga  kita dengan  empat hal yang utama, yaitu dari aspek spiritual, emosional, intelektual dan fisik. Dengan persiapan 4 hal yang utama tersebut, yaitu spiritual, emosional, intelektual dan fisik,   maka pribadi atau keluarga akan mampu melihat kondisi masa depan dengan baik, mengenal pola perubahan, memiliki pengetahuan kultural, memiliki landasan  fleksibilitas dan luwes, memiliki visi dan  energi, membangun kecerdasan dan mengetahui nilai-nilai global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap berharap, semoga pemimpin-pemimpin , serta rakyat di negeri  ini memiliki  karakter yang berkualitas. Dan semoga Allah swt segera mengganti para pemimpin kita  yang tidak berkualitas, khususnya memiliki kerusakan  moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga  yang akan sukses pada masa depan adalah keluarga yang dibangun di atas tatanan spiritual yang mapan, sehingga berkumpulnya suami, istri dan anak tidak hanya dalam dimensi dunia saja. Pertemuan mereka akan berlanjut dalam  nostalgia di syurga dengan keridhaan Allah swt. Suami harus mampu mengarahkan keluargaanya  ke arah yang lebih baik, istri mampu memberikan ketaatan kepada suami dan Allah swt, anak sholeh sebagai invenstasi dunia dan akherat bagi orang tuanya. Seluruh komponen keluarga  hendaknya memiliki visi dan misi  yang satu. Hadirnya keterbukaan dan komunikasi empatik adalah kunci untuk mendapatkan jalinan, saling  ketergantungan yang menguntungkan. Sinergi adalah ukhuwah yang memberikan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCETAK KELUARGA ISLAM UNTUK MASA DEPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah struktur terkecil dalam kehidupan masyarakat. Keluarga adalah benteng terakhir untuk membentuk masyarakat yang berkualitas. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk membentuk keluarga yang islami pada masa depan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap anggota keluarga  selalu memperbaharui orientasi  segala aktifitasnya  hanya karena Allah semata. Hanya dengan kelurusan aqidah, Kelembutan hati  dan kecerdasan intelektual  keluarga akan  berada dalam kondisi yang lebih baik pada  masa yang  akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita satukan seluruh potensi ummat dan keluarga agar tidak terpecah belah. Perpecahan ummat dan keluarga justru akan melemahkan kekuatan kita sendiri. Jangan mudah dibakar semangat tanpa   menggunakan  hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tingkatkan  dari kesalehan pribadi menuju kesalehan  masyarakat. Kita tegakkan Islam kedalam sendi-sendi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadailah dengan janji-janji manis dari manausia dan syaithan yang menjerumuskan kita dalam lembah maksiat, dosa dan kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membentengi keluarga dan masyarakat kita dengan dakwah. Semua harus bergerak untuk menegakkan kalimat Allah sebelum   terjadinyaa kerusakan yang lebih parah  dalam kondisi masyarakat kita.   Cukup sedih kita mendengar  penggunaan narkotika, pelacuran dan perkosaan dikalangan  remaja, perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCETAK GENERASI GHULAMIN HALIM  PADA ABAD 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang giliran saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda dan siapa saja yang terlibat dalam menyiapkan para pemuda. Apakah itu orang tua, guru, murabbi, pendidik. Pemuda adalah aset masa depan, jika tidak kita siapkan maka generasi kita akan putus. Jika  pemuda islam tidak disiapkan dengan baik, maka sangat mungkin ummat akan terhinakan pada masa  yang  akan datang. Pesan saya  adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu mendekatkan diri kepada Allah swt. Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita. Pelajarilah islam dan tidak ekstrim pada pendapat seseorang. Tidak figuritas dan taqlid tanpa ilmu. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan aqidah yang lurus (salimul aqidah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormatilah orang yang telah berjasa  kepada Anda, yaitu orang tua, guru dan pendidik  Anda. Carilah  pendamping dalam pengembangan spiritual anda. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan akhlaq   yang baik (mathi’nul khuluq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkanlah ketrampilan belajar (learning skills). Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang membaca cepat (reading skill), mendengar, mengumpulkan data dan observasi. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan wawasan yang luas (mustaqoful fikri)            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang berfikir kritis dan  kreatif (critical/ analytical thinking and creative thinking), kemampuan mengingat (building memory),  imajinasi kreatif dan berfikir positif dan penghayatan akan nilai-nilai kebenaran. Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang berbicara didepan umum, menulis dan membuat konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkanlah ketrampilan untuk hidup (life skills). Keadaan hidup pada masa depan semakin sulit, sehingga  kita harus memiliki ketrampilan untuk dapat bertahan dalam hidup  dengan segala kondisi yang mungkin terjadi (survival).  Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan hidup berupa kemampuan untuk memotivasi diri anda sendiri,   sifat gigih, tekun, ulet dan sabar. Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  hidup  tentang  cara mengambil keputusan, ketrampilan belajar untuk belajar, ketrampilan  memecahkan masalah. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan kemampuan mencari rizqi (kodirun  ‘alal kasbi) , sehingga kita dapat layak hidup di dunia dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan TIDAK  terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang. Jauhkan perjudian dan  perzinaan, sesungguhnya pepatah mengatakan “ an nafsu kaana tiflun”, bahwa nafsu itu seperti anak  kecil (nafsu tidak ada puasnya).  JAGALAH KESEHATAN PRIBADI ANDA. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan  kesehatan dan kekuatan badan kita (qowiyul jism)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciptakan visi pribadi dan ciptakan rasa kebutuhan yang banyak untuk  dapat menggerakkan hidup anda. Penuhi fikiran anda dengana konsep dan rasa ingin tahu, semua itu sangat berguna  untuk menyelesaikan problem hidup. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan kemampuan  mengatur kehidupan kita (munadzom fii syu’nihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan identik dengan pengorbanan. Kualitas identik dengan profesionalisme. Produktifitas idetik dengan waktu dan sumber daya. Kekayaan identitik dengan investasi. Kemenagan mesti diraih dengan  beramal, bekerja dan komitmen yang konsisten (istiqomah). Kemenangan tidaklah datang dengan tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah sekalian yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, ada 2 sebab sehingga biji mata  manusia  tidak   disentuh (diharamkan) dari  api neraka. Yaitu mata yang menangis karena Allah  dan mata yang bergadang karena berjihad di jalan Allah. Bahkan seorang ulam mengatakan, jika kamu tidak dapat menangis  karena Allah, maka  bersedih dan menangislah  karena kamu tidak dapat menangis karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir khotbah ini, marilah kita tundukan  mata dan hati kita dihadapan Allah swt. Dengan diiringi penghayatan akan siksa neraka dan lemahnya diri ini.  Dengan keharuan yang mendalam  dalam dada kita dan kebersihan hati. Semoga Allah memberikan keberkahan yang banyak kepada kita  pada pagi hari ini. Semoga suasana alam dan benda ini menjadi saksi akan doa kita kepada Allah swt. Semoga malaikat  yang hadir  juga menguatkan doa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah   Ya Rahman, Ya Rahiim, Ya Jabbar,  Ya ‘Alimun haliim. Ya Azizul Hakim. Allahuma salim ‘ ala sayyidina Mumammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajimain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah kami yang hadir di sini adalah hambamu yang dhoif,  banyak kekurangan dan penuh dengan dosa dan kesalahan.  Yaa Allah kami mohon kepadaMu, dengan rahmatMU yang meliputi segala sesuatu, dengan kekuasaanMU  yang dengannya Engkau  taklukan segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kami berlindung atas cahaya robbaniMu, yang memenuhi segala sesuatu, kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, ilmuMu yang mencakup segala sesuatu. Wahai Nur, wahai yang  Maha Awal dan segala yang awal, wahai Maha Akhir dari segala yang akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunillah dosa-dosa kami yang mendatangkan bencana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunillah dosa-dosa kami yang merusak karunia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunillah dosa-dosa kami yang menahan doa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampunilah dosa kedua orang tua kami, kasihanilah beliau sebagaimana beliau mengasihi kami sewaktu kecil. Ya Allah, sungguh  belum bayak  jasa kedua  orang tua kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami, khususnya yang  sudah meninggal dunia. Terangilah kuburnya, lapangkalah kuburnya, ya Allah jadikan doa kami  saat ini menjadi penyejuk ruhnya   ruh orang tua kami di kubur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa  Allah, janganlah engkau azab kedua orang tua kami, disebabkan  karena  maksiat dan dosa –dosa  dari putra-putrinya. Yaa , Allah, sungguh dari permintaan kami yang paling dalam,  semoga   Engkau ampuni dosa dan kesalahan  kedua orang tua kami, jika mereka sewaktu hidup tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman  akan agama ini sebagaimana  kami fahami saat ini. Yaa Allah , engkaulah maha pengampun .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah  keluarga kami  menjadi keluarga  sakinah, mawadah, dan rahmah, yaitu sebuah keluarga yang selalu engkau berikan cahaya , petunjuk dan  kasih sayang dalam keluarga kami. Jauhkanlah  kami dari perselisihan, saling  mencari kesalahan, serta mudahkanlah kami dalam menyelesaikan persolan hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah putra-putri kami menjadi orang-orang yang sholeh dan sholehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, izinkanlah kami untuk bertemu kembali dengan seluruh orang tua kami, dan saudara kami  untuk bertemu kembali di syurgamu dengan penuh keridhoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan negri ini negri yang berkah,  berikan kepada kami pemimpin yang berkualitas dan bijak, tidak memihak kepada kebathilan atau egois dengan dirinya sendiri, tidak mengumpulkan harta dan  haus kekuasaan, sementara  rakyatnya  kelaparan, menderita, serta malapetaka ada dimana-mana.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Allah jadikan negri ini, seperti  negri  Madinah sewaktu Rasulullah memimpinnya, sebuah negri yang aman, makmur dan  semua orang meras tenang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-654141214039938833?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/654141214039938833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/khutbah-idul-adha-2010-menjadi-tauladan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/654141214039938833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/654141214039938833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/khutbah-idul-adha-2010-menjadi-tauladan.html' title='khutbah idul adha 2010, MENJADI TAULADAN UNTUK PRIBADI DAN KELUARGA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-3463383003049350684</id><published>2010-11-12T18:35:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T18:36:57.577-08:00</updated><title type='text'>MENJADI TAULADAN UNTUK PRIBADI DAN KELUARGA</title><content type='html'>الله أكبر الله أكبر !&lt;br /&gt;الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله اكبر الله أكبر ولله الحمد&lt;br /&gt;الحمد لله الذى جَعَلُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَه  طَبِيْبَةُ ,أشهد أن لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شريك له,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأشهد أن محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ سَيِّدِ الْغُرِّ الْمُحَجَّلِيْنَ وقَائِدِ المجاهدين نبيِّنا وشفيعِنا وقُرَّةِ أَعْيُنِنَا محمدٍ وعلى آله وصحبه وأنصاره وجُنُوْدِهِ ومَنْ أَحْيَى سُنَّتَهُ وَسَلَكَ سَبِيْلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ونَهَجَ مَنْهَجَهُ وجاهَدَ فى اللهِ حَقَّ جهادِهِ إلى يوم الدين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أما بعد فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita panjatkan syukur kehadirat Allah swt, atas seluruh nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua. Salam dan shalawat  teruntuk Nabi kita Muhammad saw,  segenap keluarga, sahabat dan  seluruh pengikutnya yang istiqomah di jalan Islam, mereka  yang selalu menyerukan dakwah hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah sekalian, pada hari ini lebih dari 1 juta  ummat Islam sedang menjalankan ibadah Haji di Tanah  Suci dan pada saat yang bersamaan kita berada disini sedang menjalankan ibadah shalat Idhul Adha dan berkurban. Kebersamaan ibadah ini bukan suatu kebetulan, melainkan kita telah diikat oleh ajaran yang satu, aqidah yang satu. Kegiatan ibadah haji ini bukanlah kegiatan yang baru, dia merupakan kegiatan napak tilas  Abina Ibrahim as. Untuk itu, pada kesempatan khotbah Id hari ini saya ingin memberikan topik khutbah  yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT HALIM SEBAGAI VISI  KELUARGA  NABI IBRAHIM&lt;br /&gt;untuk menjadi  teladan bagi  pribadi dan keluarga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, agar kita  semua  akan mampu  menyiapkan generasi Islam, generasi  Abina Ibrahim, sehingga mampu memunculkan pemuda-pemuda  seperti Nabi Ismail  as yang disebut sebagai Ghulamin Halim dalam  Al  Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBERHASILAN  UJIAN KELUARGA IBRAHIM DAN HIKMAH  BERKURBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteladan Ibrahim puluhan tahun sepeninggalnya jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia, masih berduyun-duyun  menapak jejak perjuangan dan  pengorbanannya. Sebagai penegak tauhid Ibrahim yakin bahwa, setiap perintah Allah swt adalah kebenaran. Hanya dengan mengikuti petunjukkanya manusia akan selamat dari kehancuran. Termasuk kita yang ada disini, setiap tahun kita  berkurban, sebagai simbul  keberhasilan perjuangan  Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail as. Ada beberapa hikmah yang kita ambil dalam  peristiwa keluarga Ibrahim as, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pesan Tauhid&lt;br /&gt;Sejumlah agama berhala biasa mengorbankan manusia untuk menyembah tuhan mereka. Dengan diselamtkan Ismail Allah menunjukkan, bahwa Islam sangat menjujung tinggi martabat manusia. Tidak mungkin manusia meninggikan asmanya dengan membinasakan sesamanya. Sehingga dalam beribadah  kita dilarang  menyimpang dari fitrah manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pesan konsistensi dengan prinsip dalam hidup&lt;br /&gt;Ibrahim telah mampu meletakan struktur pemikiran dan filosofi yang kuat dalam diri dan keluarganya, yaitu bahwa setiap perintah Allah swt adalah kebenaran. Demi perintah Alah, Ibrahim mampu meninggalkan  istri dan anaknya di padang tandus. Ibrarahim  mampu menyembelih putranya Ismail. Istiqomah adalah konsistennya seseorang  dengan sebuah prinsip dalam kurun waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam QS Ali Imran: 102&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa ayuhaladzina aamanutaqullaha haqqa tuqaatih, wallaa tamuutunna illa wa antum muslimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadanya, dan janganlah mati kecuali dalam keadaan Islam (kosistenlah di jalan Allah hingga kemaatianmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Pesan Perjuangan&lt;br /&gt;Darah adalah simbul perjuangan. Kaum papa harus terus berjuang untuk meningkatkan izzah dan martabat kehidupannya, mereka tidak boleh terus menerus menggantungkan diri pada belas kasihan orang lain. Untuk itu, semua orang harus terus menerus mengembangkan potensi dirinya dalam memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akherat. Kita harus memiliki prinsip hidup, bahwa tidak ada kemenangan tanpa perjuangan dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Pesan Sosial&lt;br /&gt;Ibadah kurban merupakan  sunah muakat bagi orang yang mampu. Berkurban  merupakan salah satu jembatan penyambung rasa antara kaum berada dengan kaum dhuafa. Kaum beradapun tidak boleh berhenti untuk membantu  perjuangan kaum papa, sehingga hidupnya  mandiri. Jika kaum berada kaum papa sudah melangkah bersama, maka secara perlahan kecemburuan sosial akan sirna. Kita harus mampu meningkatkan kepekaan sosial dalam membentuk keluarga dan masyarakat yang islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT HALIM YANG MELEKAT  PADA KELUARGA NABI  IBRAHIM (VISI KELUARGA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mari kita melihat bagaimana pribadi nabi Ibrahim as dan keluarganya yang agung sehingga mampu melewati ujian besar dari  Allah  dan patut dicontoh oleh seluruh  ummat manusia. Firman  Allah swt  dalam QS Al Mumtahanah: 4:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qad kaanat lakum  uswatun hasanah fii Ibraahiim waladziina ma’ahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama  dengannya terdapaat suri tauladan yang  baik bagi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pribadi  Ibrahim   yang direkam dalam Al  quran, sehingga beliau sebagai suri tauladan yang Agung, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pribadi Nabi Ibrahim as yang  haliim (penyantun), yaitu sebagaimana firman  Allah swt dalam QS At taubah: 114:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna Ibrahiima la-awwaatun haliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Ibrahim adalah seseorang  yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  Doa orang tua dan karakter putranya Ismail   sebagai pemuda yang halim (lembut) yaitu sebagaimana firman  Allah swt dalam QS Ash Shaaffaat: 101:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi hablii minashsholihiin. Fabasysyarnaahu bighulaamin haliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yag sholeh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat shabar (nabi Ismail as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Sifat Halim merupakan  asma Allah yang  Agung, yaitu sebagaimana  dalam firman  Allah swt dalam QS Ali Imran : 155.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inallaha ghafurun haliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha Pengampun  lagi Maha Penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam QS. An Nisaa: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ‘aliimun haliim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  Allah Maha  Mengetahui dan  Maha Penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita lihat beberapa ayat tadi, sifat halim yang mulia itu merupakan struktur berfikir  dan karakter keluarga Ibrahim yang dalam. Kita melihat adanya kesamaan pandangan, sifat, karakter, filosofi dalam diri ayah dan anak, inilah keluarga yang memiliki visi bersama. Untuk menggapai keberhasilan kita perlu memeiliki sifat halim, yaitu lembut hati, peka dengan masalah sosial, cerdas emosionalnya. Bahkan Allah menyatukan sifat halim dengan alim. Jadi  untuk dapat sukses kita memerlukan kecerdasan otak dan kecerdasan bathin, atau orang  menyebut sebagai cerdas secara emosional (EQ-emotional quotient) dan cerdas secara intelektual (IQ- intellectual quotient). Kesuksesan Ibrahim dalam berjuang ditambah lagi dengan kelurusan aqidah (SQ-spiritual quotient), yaitu  petunjuk dan kebenaran hakiki dari Allah swt. Kesuksesan Ibrahim juga didukung kesiapan fisik (PQ-physical quotient), sehingga mampu berjuang dan menghancurkan berhala-berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTER DASAR PRIBADI DAN KELUARGA SUKSES  MASA DEPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana karaketer dasar  untuk pribadi dan keluarga  yang sukses pada masa depan nanti. Makna demensi masa depan menurut seorang muslim  dapat berupa  dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dunia pada masa depan diramalkan oleh para ahli, yaitu  akan lebih sulit dari kondisi sekarang. Semakin sulitnya masa depan disebabkan karena beberapa alasan, yaitu: sifat kompetisi yang semakin tinggi (competition), perubahan yang tidak menentu (uncertainty), kompleksitas permasalahan sosial masyarakat (complexcity), sehingga kehidupan penuh dengan tantangan (challenge).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan kesiapan yang matang, maka kita dapat merubah kondisi masa depan tersebut  menjadi peluang (opportunities) yang lebih baik,  yaitu  peluang dan  kemudahan  untuk dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam QS. Alam Nasyrah: 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna ma ’al ‘usri yusraa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk  membuat pribadi dan keluarga yang sukses pada masa depan, maka kita harus mampu merubah kendala dan hambatan  menjadi  peluang. Untuk itu kita harus menyiapkan diri dan keluarga  kita dengan  empat hal yang utama, yaitu dari aspek spiritual, emosional, intelektual dan fisik. Dengan persiapan 4 hal yang utama tersebut, yaitu spiritual, emosional, intelektual dan fisik,   maka pribadi atau keluarga akan mampu melihat kondisi masa depan dengan baik, mengenal pola perubahan, memiliki pengetahuan kultural, memiliki landasan  fleksibilitas dan luwes, memiliki visi dan  energi, membangun kecerdasan dan mengetahui nilai-nilai global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap berharap, semoga pemimpin-pemimpin , serta rakyat di negeri  ini memiliki  karakter yang berkualitas. Dan semoga Allah swt segera mengganti para pemimpin kita  yang tidak berkualitas, khususnya memiliki kerusakan  moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga  yang akan sukses pada masa depan adalah keluarga yang dibangun di atas tatanan spiritual yang mapan, sehingga berkumpulnya suami, istri dan anak tidak hanya dalam dimensi dunia saja. Pertemuan mereka akan berlanjut dalam  nostalgia di syurga dengan keridhaan Allah swt. Suami harus mampu mengarahkan keluargaanya  ke arah yang lebih baik, istri mampu memberikan ketaatan kepada suami dan Allah swt, anak sholeh sebagai invenstasi dunia dan akherat bagi orang tuanya. Seluruh komponen keluarga  hendaknya memiliki visi dan misi  yang satu. Hadirnya keterbukaan dan komunikasi empatik adalah kunci untuk mendapatkan jalinan, saling  ketergantungan yang menguntungkan. Sinergi adalah ukhuwah yang memberikan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCETAK KELUARGA ISLAM UNTUK MASA DEPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah struktur terkecil dalam kehidupan masyarakat. Keluarga adalah benteng terakhir untuk membentuk masyarakat yang berkualitas. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk membentuk keluarga yang islami pada masa depan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap anggota keluarga  selalu memperbaharui orientasi  segala aktifitasnya  hanya karena Allah semata. Hanya dengan kelurusan aqidah, Kelembutan hati  dan kecerdasan intelektual  keluarga akan  berada dalam kondisi yang lebih baik pada  masa yang  akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita satukan seluruh potensi ummat dan keluarga agar tidak terpecah belah. Perpecahan ummat dan keluarga justru akan melemahkan kekuatan kita sendiri. Jangan mudah dibakar semangat tanpa   menggunakan  hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tingkatkan  dari kesalehan pribadi menuju kesalehan  masyarakat. Kita tegakkan Islam kedalam sendi-sendi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadailah dengan janji-janji manis dari manausia dan syaithan yang menjerumuskan kita dalam lembah maksiat, dosa dan kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membentengi keluarga dan masyarakat kita dengan dakwah. Semua harus bergerak untuk menegakkan kalimat Allah sebelum   terjadinyaa kerusakan yang lebih parah  dalam kondisi masyarakat kita.   Cukup sedih kita mendengar  penggunaan narkotika, pelacuran dan perkosaan dikalangan  remaja, perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCETAK GENERASI GHULAMIN HALIM  PADA ABAD 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang giliran saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda dan siapa saja yang terlibat dalam menyiapkan para pemuda. Apakah itu orang tua, guru, murabbi, pendidik. Pemuda adalah aset masa depan, jika tidak kita siapkan maka generasi kita akan putus. Jika  pemuda islam tidak disiapkan dengan baik, maka sangat mungkin ummat akan terhinakan pada masa  yang  akan datang. Pesan saya  adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu mendekatkan diri kepada Allah swt. Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita. Pelajarilah islam dan tidak ekstrim pada pendapat seseorang. Tidak figuritas dan taqlid tanpa ilmu. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan aqidah yang lurus (salimul aqidah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormatilah orang yang telah berjasa  kepada Anda, yaitu orang tua, guru dan pendidik  Anda. Carilah  pendamping dalam pengembangan spiritual anda. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan akhlaq   yang baik (mathi’nul khuluq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkanlah ketrampilan belajar (learning skills). Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang membaca cepat (reading skill), mendengar, mengumpulkan data dan observasi. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan wawasan yang luas (mustaqoful fikri)            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang berfikir kritis dan  kreatif (critical/ analytical thinking and creative thinking), kemampuan mengingat (building memory),  imajinasi kreatif dan berfikir positif dan penghayatan akan nilai-nilai kebenaran. Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  belajar  tentang berbicara didepan umum, menulis dan membuat konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkanlah ketrampilan untuk hidup (life skills). Keadaan hidup pada masa depan semakin sulit, sehingga  kita harus memiliki ketrampilan untuk dapat bertahan dalam hidup  dengan segala kondisi yang mungkin terjadi (survival).  Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan hidup berupa kemampuan untuk memotivasi diri anda sendiri,   sifat gigih, tekun, ulet dan sabar. Yakinkan anda telah memiliki ketrampilan  hidup  tentang  cara mengambil keputusan, ketrampilan belajar untuk belajar, ketrampilan  memecahkan masalah. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan kemampuan mencari rizqi (kodirun  ‘alal kasbi) , sehingga kita dapat layak hidup di dunia dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan TIDAK  terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang. Jauhkan perjudian dan  perzinaan, sesungguhnya pepatah mengatakan “ an nafsu kaana tiflun”, bahwa nafsu itu seperti anak  kecil (nafsu tidak ada puasnya).  JAGALAH KESEHATAN PRIBADI ANDA. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan  kesehatan dan kekuatan badan kita (qowiyul jism)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciptakan visi pribadi dan ciptakan rasa kebutuhan yang banyak untuk  dapat menggerakkan hidup anda. Penuhi fikiran anda dengana konsep dan rasa ingin tahu, semua itu sangat berguna  untuk menyelesaikan problem hidup. Semoga Allah swt memberkahi kita  dengan kemampuan  mengatur kehidupan kita (munadzom fii syu’nihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan identik dengan pengorbanan. Kualitas identik dengan profesionalisme. Produktifitas idetik dengan waktu dan sumber daya. Kekayaan identitik dengan investasi. Kemenagan mesti diraih dengan  beramal, bekerja dan komitmen yang konsisten (istiqomah). Kemenangan tidaklah datang dengan tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله أكبر  الله أكبر  الله  أكبر  ولله الحمد, معاشر المسلمين رحمكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah sekalian yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, ada 2 sebab sehingga biji mata  manusia  tidak   disentuh (diharamkan) dari  api neraka. Yaitu mata yang menangis karena Allah  dan mata yang bergadang karena berjihad di jalan Allah. Bahkan seorang ulam mengatakan, jika kamu tidak dapat menangis  karena Allah, maka  bersedih dan menangislah  karena kamu tidak dapat menangis karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir khotbah ini, marilah kita tundukan  mata dan hati kita dihadapan Allah swt. Dengan diiringi penghayatan akan siksa neraka dan lemahnya diri ini.  Dengan keharuan yang mendalam  dalam dada kita dan kebersihan hati. Semoga Allah memberikan keberkahan yang banyak kepada kita  pada pagi hari ini. Semoga suasana alam dan benda ini menjadi saksi akan doa kita kepada Allah swt. Semoga malaikat  yang hadir  juga menguatkan doa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah   Ya Rahman, Ya Rahiim, Ya Jabbar,  Ya ‘Alimun haliim. Ya Azizul Hakim. Allahuma salim ‘ ala sayyidina Mumammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajimain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah kami yang hadir di sini adalah hambamu yang dhoif,  banyak kekurangan dan penuh dengan dosa dan kesalahan.  Yaa Allah kami mohon kepadaMu, dengan rahmatMU yang meliputi segala sesuatu, dengan kekuasaanMU  yang dengannya Engkau  taklukan segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kami berlindung atas cahaya robbaniMu, yang memenuhi segala sesuatu, kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, ilmuMu yang mencakup segala sesuatu. Wahai Nur, wahai yang  Maha Awal dan segala yang awal, wahai Maha Akhir dari segala yang akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunillah dosa-dosa kami yang mendatangkan bencana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunillah dosa-dosa kami yang merusak karunia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunillah dosa-dosa kami yang menahan doa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampunilah dosa kedua orang tua kami, kasihanilah beliau sebagaimana beliau mengasihi kami sewaktu kecil. Ya Allah, sungguh  belum bayak  jasa kedua  orang tua kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami, khususnya yang  sudah meninggal dunia. Terangilah kuburnya, lapangkalah kuburnya, ya Allah jadikan doa kami  saat ini menjadi penyejuk ruhnya   ruh orang tua kami di kubur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa  Allah, janganlah engkau azab kedua orang tua kami, disebabkan  karena  maksiat dan dosa –dosa  dari putra-putrinya. Yaa , Allah, sungguh dari permintaan kami yang paling dalam,  semoga   Engkau ampuni dosa dan kesalahan  kedua orang tua kami, jika mereka sewaktu hidup tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman  akan agama ini sebagaimana  kami fahami saat ini. Yaa Allah , engkaulah maha pengampun .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah  keluarga kami  menjadi keluarga  sakinah, mawadah, dan rahmah, yaitu sebuah keluarga yang selalu engkau berikan cahaya , petunjuk dan  kasih sayang dalam keluarga kami. Jauhkanlah  kami dari perselisihan, saling  mencari kesalahan, serta mudahkanlah kami dalam menyelesaikan persolan hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah putra-putri kami menjadi orang-orang yang sholeh dan sholehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, izinkanlah kami untuk bertemu kembali dengan seluruh orang tua kami, dan saudara kami  untuk bertemu kembali di syurgamu dengan penuh keridhoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan negri ini negri yang berkah,  berikan kepada kami pemimpin yang berkualitas dan bijak, tidak memihak kepada kebathilan atau egois dengan dirinya sendiri, tidak mengumpulkan harta dan  haus kekuasaan, sementara  rakyatnya  kelaparan, menderita, serta malapetaka ada dimana-mana.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Allah jadikan negri ini, seperti  negri  Madinah sewaktu Rasulullah memimpinnya, sebuah negri yang aman, makmur dan  semua orang meras tenang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-3463383003049350684?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/3463383003049350684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/menjadi-tauladan-untuk-pribadi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3463383003049350684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3463383003049350684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/menjadi-tauladan-untuk-pribadi-dan.html' title='MENJADI TAULADAN UNTUK PRIBADI DAN KELUARGA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-6029151414641873218</id><published>2010-11-11T01:05:00.000-08:00</published><updated>2010-11-11T01:08:43.860-08:00</updated><title type='text'>HIKMAH IBADAH QURBAN</title><content type='html'>OLEH ; MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurban berasal dari bahasa Arab Qaraba-Yaqribu-Qurbanan artinya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurut istilah ialah ibadah bagi ummat Islam yang berupa perintah penyembelian binatang piaraan dengan syarat tertentu dengan tujuan mendapat ridha Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pelaksanaan kurban adalah sejak di jaman Nabi Adam a.s. yaitu kedua putra beliau yang bernama Khobil dan Habil yang karena berebut calon istri maka keduanya diperintahkan berkurban untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan wanita yang diperebutkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah apa yang terjadi di jaman Nabi Ibrohim a.s. yaitu pada saat diperintah oleh Allah melalui mimpinya untuk menyembeli putranya yang bernama Ismail sebagai ujian kecintaannya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman nabi Muhammad SAW. Kurban tidak lagi anak atau dirinya tetapi kurban hanyalah menyembeli seekor binatang piaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan kurban pada jaman Nabi Adam yaitu dengan mengeluarkan hasil kerjanya yaitu yang petani mengeluarkan hasil pertaniannya yang terdiri dari buah-buahan hasil panen, sedangkan yang peternak mengeluarkan hasil peternakannya yang baik. (QS. Al-Maidah; 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Jaman Nabi Ibrohim a.s. beda lagi yaitu berkurban dengan apa yang paling dicintainya. Karena pada saat itu yang paling dicintai oleh Ibrohim adalah putranya yang bernama Ismail, maka Allah memerintahkan untuk menyembeli Ismail (putranya) tersebut. Walaupun pada akhirnya diganti oleh Allah dengan seekor kambing gibas. (QS. As-Shaffat; 102-107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijaman Nabi Muhammad SAW. Beda lagi, kurban diperintahkan berupa penyembelian binatang ternak (onta, sapi, dan kambing) sebagaimana firman Allah surat Al Hajji ayat 34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Ibadah Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hikmah ibadah Kurban antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai bentuk penyembelian ketuhanan/tuhan-tuhan selain Allah SWT. Karena diakui atau tidak manusia itu sudah berikrar didalam rahim akan menuhankan Allah satu-satunya. Tetapi dalam kenyataan kita temukan masih banyak manusia yang disamping menuhankan Allah juga menuhankan yang selain Dia. Ada orang yang menuhankan matahari, bulan, bintang,lautan, gunung, pohon-pohon, batu bahkan menuhankan manusia/dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai ibadah dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Yaitu ujian ketaatan terhadap perintah Allah, sesungguhnya manusia itu diberi oleh Allah nikmat yang banyak sekali. Dengan disertai perintah ibadah yang sedikit sekali. Sehari-semalam waktu yang diberikan adalah 24 jam tetapi Allah hanya memerintahkan kepada manusia melaksanakan shalat lima kali sehari. Kalau satu kali shalat itu memerlukan waktu 5 menit X 5 = 25 menit saja . tidak sampai setengah jam. Demikian pula kalau manusia diberi rejeki Allah Rp. 100 juta, Allah hanya memerintahkan membayar zakat 2,5 juta / 2,5% saja. Dalam satu tahun 360 hari Allah hanya memerintahkan puasa wajib 30 hari saja. Tetapi masih banyak manusia yang tidak mematuhi perintah Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai ujian kecintaan kita kepada Allah jika dibandingkan dengan cinta kita kepada selainnya. Ya.. ibaratnya Ibrohim punya Ismail, yaitu sesuatu yang sangat dicintainya. Maka kita juga punya ismail yang lain. Ada yang sangat mencintai harta, kedudukan bahkan seorang wanita sehingga apapun yang diperintahkan oleh yang dicintainya itu akan dilaksanakan. Sebaliknya ketika diperintah oleh Allah yang tidak begitu dicintainya ya.. ogah-oga melaksanakannya. Maka ketika kita diminta untuk berkurban, akan teruji cinta kita kepada ismail kita itu. Nah sebagai seorang Ismail maka dia diuji untuk mengurbankan dirinya. masaaLlah rasanya berat sekali. Contoh ketika kita ditodong dijalan untuk menyerahkan sejumlah uang atau akan dibunuh, hamper pasti kita akan serahkan uang itu asal kita tidak dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maasiral Muslimina Rahimakumullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kita kaitkan dengan situasi dan kondisi saat ini, hikmah kurban itu sungguh sangat besar sekali. Yaitu di saat negeri kita sedang terpuruk, ekonomi sedang bangkrut, kemanusiaan kita sedang kecut dan kehidupan politik yang carut marut. serta terhadap larangan agama sudah tidak takut. Adalah sangat tepat jika kita memahami hikmah kurban ini sehingga muncullah dalam jiwa kita tekat untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berani meninggalkan semua bentuk penyembahan berhala dan kembali kepada tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Beribadah sesuai dengan apa yang diperintahkan sebagai wujud iman dan takwa kita termasuk ibadah-ibadah social .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berbahagia menerima nikmat dari Allah serta sabar dalam menjalani ujian Allah. Karena kecintaan kita kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siap berkurban ketika diminta oleh Allah, kurban apa saja yaitu harta, benda, keluarga bahkan jiwa raga kita demi cinta kita kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rasanya yang kita butuhkan saat ini, semoga kita adalah orang yang pertama dan terdepan yang berani mengambil hikmah ibadah kurban itu. Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-6029151414641873218?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/6029151414641873218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/hikmah-ibadah-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6029151414641873218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6029151414641873218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/hikmah-ibadah-qurban.html' title='HIKMAH IBADAH QURBAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-5409717775558475698</id><published>2010-11-11T00:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-11T00:23:40.714-08:00</updated><title type='text'>HAKEKAT DAN MAKNA IBADAH QURBAN</title><content type='html'>OLEH: MOH.SAFRUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban dalam istilah fikih adalah Udhiyyah (الأضحية) yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah adalah hewan sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kata Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah, maka terkadang kata itu juga digunakan untuk menyebut udhiyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersembahkan persembahan kepada tuhan-tuhan adalah keyakinan yang dikenal manusia sejaka lama. Dalam kisah Habil dan Qabil yang disitir al-Qur'an disebutkan Qurtubi meriwayatkan bahwa saudara kembar perempuan Qabil yang lahir bersamanya bernama Iqlimiya sangat cantik, sedangkan saudara kembar perempuan Habil bernama Layudza tidak begitu cantik. Dalam ajaran nabi Adam dianjurkan mengawinkan saudara kandung perempuan mendapatkan saudara lak-laki dari lain ibu. Maka timbul rasa dengki di hati Qabil terhadap Habil, sehingga ia menolak untuk melakukan pernikahan itu dan berharap bisa menikahi saudari kembarnya yang cantik. Lalu mereka sepakat untuk mempersembahkan qurban kepada Allah, siapa yang diterima qurbannya itulah yang akan diambil pendapatnya dan dialah yang benar di sisi Allah. Qabil mempersembahkan seikat buah-buahan dan habil mempersembahkan seekor domba, lalu Allah menerima qurban Habil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban ini juga dikenal oleh umat Yahudi untuk membuktikan kebenaran seorang nabi yang diutus kepada mereka, sehingga tradisi itu dihapuskan melalui perkataan nabi Isa bin Maryam.Tradisi keagamaan dalam sejarah peradaban manusia yang beragam juga mengenal persembahan kepada Tuhan ini, baik berupa sembelihan hewan hingga manusia. Mungkin kisah nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih anaknya adalah salah satu dari tradisi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an dikisahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "membenarkan mimpi" ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sesudah nyata kesabaran dan keta'atan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari Raya Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Persembahan suci dengan menyembelih atau mengorbankan manusia juga dikenal peradaban Arab sebelum Islam. Disebutkan dalam sejarah bahwa Abdul Mutalib, kakek Rasululluah, pernah bernadzar kalau diberi karunia 10 anak laki-laki maka akan menyembelih satu sebagai qurban. Lalu jatuhlah undian kepada Abdullah, ayah Rasulullah. Mendengar itu kaum Quraish melarangnya agar tidak diikuti generasi setelah mereka, akhirnya Abdul Mutalib sepakat untuk menebusnya dengan 100 ekor onta. Karena kisah ini pernah suatu hari seorang badui memanggil Rasulullah "Hai anak dua orang sembelihan" beliau hanya tersenyum, dua orang sembelihan itu adalah Ismail dan Abdullah bin Abdul Mutalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga persembahan manusia ini dikenal oleh tradisi agama pada masa Mesir kuno, India, Cina, Irak dan lainnya. Kaum Yahudi juga mengenal qurban manusia hingga Masa Perpecahan. Kemudian lama-kelamaan qurban manusia diganti dengan qurban hewan atau barang berharga lainnya. Dalam sejarah Yahudi, mereka mengganti qurban dari menusia menjadi sebagian anggota tubuh manusia, yaitu dengan hitan. Kitab injil penuh dengan cerita qurban. Penyaliban Isa menurut umat Nasrani merupakan salah satu qurban teragung. Umat Katolik juga mengenal qurban hingga sekarang berupa kepingan tepung suci. Pada masa jahilyah Arab, kaum Arab mempersembahkan lembu dan onta ke Ka'bah sebagai qurban untuk Tuhan mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam turun diluruskanlah tradisi tersebut dengan ayat Allah:5. 2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah [389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram [390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya [391], dan binatang-binatang qalaa-id [392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya [393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengakui konsep persembahan kepada Allah berupa penyembelihan hewan, namun diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bersih dari unsur penyekutuan terhadap Allah. Islam memasukkan dua nilai penting dalam ibadah qurban ini, yaitu nilai historis berupa mengabadikan kejadian penggantian qurban nabi Ibrahim dengan seekor domba dan nilai kemanusiaan berupa pemberian makan dan membantu fakir miskin pada saat hari raya. Dalam hadist riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Zaid bin Arqam, suatu hari Rasulullah ditanyai "untuk aapa sembelihan ini?" belian menjawab: "Ini sunnah (tradisi) ayah kalian nabi Ibrahim a.s." lalu sahabat bertanya:"Apa manfaatnya bagi kami?" belau menjawab:"Setiap rambut qurban itu membawa kebaikan" sahabat bertanya: "Apakah kulitnya?" beliau menjawab: "Setiap rambut dari kulit itu menjadi kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban juga ditujukan untuk memberi makan jamaah haji dan penduduk Makkah yang menunaikan ibadah haji. Dalam surah al-Hajj ditegaskan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. 34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).Begitu juga dijelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. 27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus [985] yang datang dari segenap penjuru yang jauh, [985]. "Unta yang kurus" menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. 28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan [986] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak [987]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. [986]. "Hari yang ditentukan" ialah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. [987]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah dalam surah al-Kauthar: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah". Ayat ini boleh dijadikan dalil disunnahkannya qurban dengan asumsi bahwa ayat tersebut madaniyyah, karena ibadah qurban mulai diberlakukan setelah beliau hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a.:"Rasulullah berqurban dengan dua ekor domba gemuk bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau dengan membaca bismillah dan takbir, beliau menginjakkan kakinya di paha domba".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mayoritas ulama terdiri antar lain: Abu Bakar siddiq, Uamr bin Khattab, Bilal, Abu Masud, Said bin Musayyab, Alqamah, Malik, Syafii Ahmad, Abu Yusuf dll. Mengatakan Qurban hukumnya sunnah, barangsiapa melaksanakannya mendapatkan pahala dan barang siapa tidak melakukannya tidak dosa dan tidak harus qadla, meskipun ia mampu dan kaya.Qurban hukumnya sunnah kifayah kepada keluarga yang beranggotakan lebih satu orang, apabila salah satu dari mereka telah melakukannya maka itu telah mencukupi. Qurban menjadi sunnah ain kepada keluarga yang hanya berjumlah satu orang. Mereka yang disunnah berqurban adalah yang mempunyai kelebihan dari kebutuhan sehari-harinya yang kebutuhan makanan dan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Riwayat dari ulama Malikiyah emngatakan qurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah nisab qurban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat mengenai ukuran seseorang disunnahkan melakukan qurban. Imam Hanafi mengatakan barang siapa mempunyai kelebihan 200 dirham atau memiliki harta senilai itu, dari kebutuhan tinggal, pakaian dan kebutuhan dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: ukuran mampu quran adalah apabila dia bisa membelinya dengan uangnya walaupun uang tersebut didapatkannya dari hutang yang ia mampu membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik mengatakan bahwa ukuran seseorang mampu qurban adalah apabila ia mempunyai kelebihan seharga hewan qurban dan tidak memerlukan uang tersebut untuk kebutuhannya yang mendasar selama setahun. Apabila tahun itu ia membutuhkan uang tersebut maka ia tidak disunnahkan berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafii mengatakan: ukuran mampu adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda:"Amal yang paling disukai Allah pada hari penyembelihan adalah mengalirkan darah hewan qurban, sesungguhnya hewan yang diqurbankan akan datang (dengan kebaikan untuk yang melakukan qurban) di hari kiamat kelak dengan tanduk-tanduknya, bulu dan tulang-tulangnya, sesunguhnya (pahala) dari darah hewan qurban telah datang dari Allah sebelum jatuh ke bumi, maka lakukanlah kebaikan ini". (H.R. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:"Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di hari raya Adha"(H.R. Dar Qutni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu penyembelihan Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jundub r.a. :Rasulullah melaksanakan sholat (idulAdha) di hari penyembelihan, lalu beliau menyembelih, kemudian beliau bersabda:"Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka hendaknyha ia mengulangi penyembelihan sebagai ganti, barangsiapa yang belum menyembelih maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah". (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Barra' bin 'Azib, bahwa paman beliau bernama Abu Bardah menyembelih qurban sebelum sholat, lalu sampailah ihwal tersebut kepada Rasulullah s.a.w. lalu beliau bersabda:"Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka ia telah menyembelih untuk dirinya sendiri dan barang siapa menyembelih setelah sholat maka sempurnalah ibadahnya dan sesuai dengan sunnah (tradisi) kaum muslimin"(H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Barra' bin 'Azib, Rasulullah s.a.w. bersabda:"Pekerjaan yang kita mulai lakukan di hari ini (Idul Adha) adalah sholat lalu kita pulang dan menyembelih, barangsiapa melakukannya maka telah sesuai dengan ajaran kami, dan barangsiapa memulai dengan menyembelih maka sesungguhnya itu adalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah"(H.R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi menegaskan dalam syarah sahih Muslim bahwa waktu penyembelihan sebaiknya setelah sholat bersama imam, dan telah terjadi konsensus (ijma') ulama dalam masalah ini. Ibnu Mundzir juga menyatakan bahwa semua ulama sepakat mengatakan tidak boleh menyembelih sebelum matahari terbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun setelah matahari terbit, Imam Syafi'i dll menyatakan bahwa sah menyembelih setelah matahari terbit dan setelah tenggang waktu kira-kira cukup untuk melakukan sholat dua rakaat dan khutbah. Apabila ia menyembelih pada waktu tersebut maka telah sah meskipun ia sholat ied atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hanafi mengatakan: waktu penyembelihan untuk penduduk pedalaman yang jauh dari perkampungan yang ada masjid adalah terbitnya fajar, sedangkan untuk penduduk kota dan perkampungan yang ada masjid adalah setelah sholat iedul adha dan khutbah ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata: waktu penyembelihan adalah setelah sholat ied dan khutbah. Imam Ahmad berkata: waktunya adalah setelah sholat ied.Demikian, waktu penyembelihan berlanjut hingga akhir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dalil yang jelas mengenai batas akhir waktu penyembelihan dan semua didasarkan pada ijtihad, yaitu didasarkan pada logika bahwa pada hari-hari itu diharamkan berpuasa maka selayaknya itu menjadi waktu-waktu yang sah untuk menyembelih qurban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembelih di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembelih hewan qurban di malam hari hukumnya makruh sesuai pendapat Imam Syafii. Bahkan menurut imam Malik dan Ahmad: menyembelih pada malam hari hukumnya tidak sah dan menjadi sembelihan biasa, bukan qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang disembelih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam syarah sahih Muslim menegaskan telah terjadi ijma' ulama bahwa tidak sah melakukan qurban selain dengan onta, sapi dan kambing. Riwayat dari Ibnu Mundzir Hasan bin Sholeh mengatakan sah berqurban dengan banteng untuk tujuh orang dan dengan kijang untuk satu orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun riwayat dari Bilal yang mengatakan: "Aku tidak peduli meskipun berqurban dengan seekor ayam, dan aku lebih suka memberikannya kepada yatim yang menderita daripada berqurban dengannya", maksudnya bahwa beliau melihat bahwa bersedekah dengan nilai qurban lebih baik dari berqurban. Ini pendapat Malik dan Tsauri. Begitu juga riwayat sebagian sahabat yang membeli daging lalu menjadikannya qurban, bukanlah menunjukkan boleh berqurban dengan membeli daging, melainkan itu sebagai contoh dari mereka bahwa qurban bukan wajib melainkan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan daging qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memakan daging qurban yang dilakukan untuk dirinya sendiri, apabila qurban yang dilakukan adalah nadzar maka haram hukumnya memakan daging tersebut dan ia harus menyedekahkan semuanya. Adapun qurban biasa, maka dagingnya dibagi tiga, sepertiga untuk dirinya dan keluarganya, sepertiga untuk dihadiahkan dan sepertiga untuk disedekahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membagi tiga ini hukumnya sunnah dan bukan merupakan kewajiban. Qatadah bin Nu'man meriwayatkan Rasulullah bersabda:"Dulu aku melarang kalian memakan daging qurban selama tiga hari untuk memudahkan orang yang datang dari jauh, tetapi aku telah menghalalkannya untuk kalian, sekarang makanlah, janganlah menjual daging qurban dan hadyu, makanlah, sedekahkanlah dan ambilah manfaat dari kulitnya dan janganlah menjualnya, apabila kalian mengharapkan dagingnya maka makanlah sesuka hatimu"(H.R. Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya dalam dalam melakukan qurban, pelakunyalah yang menyembelih dan tidak mewakilkannya kepada orang lain. Apabila ia mewakilkan kepada orang lain maka sebaiknya ia menyaksikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muhammad Niam (Pesantren Virtual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat dan Makna Ibadah Qurban &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban dalam istilah fikih adalah Udhiyyah (الأضحية) yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah adalah hewan sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kata Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah, maka terkadang kata itu juga digunakan untuk menyebut udhiyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersembahkan persembahan kepada tuhan-tuhan adalah keyakinan yang dikenal manusia sejaka lama. Dalam kisah Habil dan Qabil yang disitir al-Qur'an disebutkan Qurtubi meriwayatkan bahwa saudara kembar perempuan Qabil yang lahir bersamanya bernama Iqlimiya sangat cantik, sedangkan saudara kembar perempuan Habil bernama Layudza tidak begitu cantik. Dalam ajaran nabi Adam dianjurkan mengawinkan saudara kandung perempuan mendapatkan saudara lak-laki dari lain ibu. Maka timbul rasa dengki di hati Qabil terhadap Habil, sehingga ia menolak untuk melakukan pernikahan itu dan berharap bisa menikahi saudari kembarnya yang cantik. Lalu mereka sepakat untuk mempersembahkan qurban kepada Allah, siapa yang diterima qurbannya itulah yang akan diambil pendapatnya dan dialah yang benar di sisi Allah. Qabil mempersembahkan seikat buah-buahan dan habil mempersembahkan seekor domba, lalu Allah menerima qurban Habil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban ini juga dikenal oleh umat Yahudi untuk membuktikan kebenaran seorang nabi yang diutus kepada mereka, sehingga tradisi itu dihapuskan melalui perkataan nabi Isa bin Maryam.Tradisi keagamaan dalam sejarah peradaban manusia yang beragam juga mengenal persembahan kepada Tuhan ini, baik berupa sembelihan hewan hingga manusia. Mungkin kisah nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih anaknya adalah salah satu dari tradisi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an dikisahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "membenarkan mimpi" ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sesudah nyata kesabaran dan keta'atan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari Raya Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Persembahan suci dengan menyembelih atau mengorbankan manusia juga dikenal peradaban Arab sebelum Islam. Disebutkan dalam sejarah bahwa Abdul Mutalib, kakek Rasululluah, pernah bernadzar kalau diberi karunia 10 anak laki-laki maka akan menyembelih satu sebagai qurban. Lalu jatuhlah undian kepada Abdullah, ayah Rasulullah. Mendengar itu kaum Quraish melarangnya agar tidak diikuti generasi setelah mereka, akhirnya Abdul Mutalib sepakat untuk menebusnya dengan 100 ekor onta. Karena kisah ini pernah suatu hari seorang badui memanggil Rasulullah "Hai anak dua orang sembelihan" beliau hanya tersenyum, dua orang sembelihan itu adalah Ismail dan Abdullah bin Abdul Mutalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga persembahan manusia ini dikenal oleh tradisi agama pada masa Mesir kuno, India, Cina, Irak dan lainnya. Kaum Yahudi juga mengenal qurban manusia hingga Masa Perpecahan. Kemudian lama-kelamaan qurban manusia diganti dengan qurban hewan atau barang berharga lainnya. Dalam sejarah Yahudi, mereka mengganti qurban dari menusia menjadi sebagian anggota tubuh manusia, yaitu dengan hitan. Kitab injil penuh dengan cerita qurban. Penyaliban Isa menurut umat Nasrani merupakan salah satu qurban teragung. Umat Katolik juga mengenal qurban hingga sekarang berupa kepingan tepung suci. Pada masa jahilyah Arab, kaum Arab mempersembahkan lembu dan onta ke Ka'bah sebagai qurban untuk Tuhan mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam turun diluruskanlah tradisi tersebut dengan ayat Allah:5. 2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah [389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram [390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya [391], dan binatang-binatang qalaa-id [392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya [393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengakui konsep persembahan kepada Allah berupa penyembelihan hewan, namun diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bersih dari unsur penyekutuan terhadap Allah. Islam memasukkan dua nilai penting dalam ibadah qurban ini, yaitu nilai historis berupa mengabadikan kejadian penggantian qurban nabi Ibrahim dengan seekor domba dan nilai kemanusiaan berupa pemberian makan dan membantu fakir miskin pada saat hari raya. Dalam hadist riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Zaid bin Arqam, suatu hari Rasulullah ditanyai "untuk aapa sembelihan ini?" belian menjawab: "Ini sunnah (tradisi) ayah kalian nabi Ibrahim a.s." lalu sahabat bertanya:"Apa manfaatnya bagi kami?" belau menjawab:"Setiap rambut qurban itu membawa kebaikan" sahabat bertanya: "Apakah kulitnya?" beliau menjawab: "Setiap rambut dari kulit itu menjadi kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban juga ditujukan untuk memberi makan jamaah haji dan penduduk Makkah yang menunaikan ibadah haji. Dalam surah al-Hajj ditegaskan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. 34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).Begitu juga dijelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. 27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus [985] yang datang dari segenap penjuru yang jauh, [985]. "Unta yang kurus" menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. 28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan [986] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak [987]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. [986]. "Hari yang ditentukan" ialah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. [987]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah dalam surah al-Kauthar: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah". Ayat ini boleh dijadikan dalil disunnahkannya qurban dengan asumsi bahwa ayat tersebut madaniyyah, karena ibadah qurban mulai diberlakukan setelah beliau hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a.:"Rasulullah berqurban dengan dua ekor domba gemuk bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau dengan membaca bismillah dan takbir, beliau menginjakkan kakinya di paha domba".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mayoritas ulama terdiri antar lain: Abu Bakar siddiq, Uamr bin Khattab, Bilal, Abu Masud, Said bin Musayyab, Alqamah, Malik, Syafii Ahmad, Abu Yusuf dll. Mengatakan Qurban hukumnya sunnah, barangsiapa melaksanakannya mendapatkan pahala dan barang siapa tidak melakukannya tidak dosa dan tidak harus qadla, meskipun ia mampu dan kaya.Qurban hukumnya sunnah kifayah kepada keluarga yang beranggotakan lebih satu orang, apabila salah satu dari mereka telah melakukannya maka itu telah mencukupi. Qurban menjadi sunnah ain kepada keluarga yang hanya berjumlah satu orang. Mereka yang disunnah berqurban adalah yang mempunyai kelebihan dari kebutuhan sehari-harinya yang kebutuhan makanan dan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Riwayat dari ulama Malikiyah emngatakan qurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah nisab qurban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat mengenai ukuran seseorang disunnahkan melakukan qurban. Imam Hanafi mengatakan barang siapa mempunyai kelebihan 200 dirham atau memiliki harta senilai itu, dari kebutuhan tinggal, pakaian dan kebutuhan dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: ukuran mampu quran adalah apabila dia bisa membelinya dengan uangnya walaupun uang tersebut didapatkannya dari hutang yang ia mampu membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik mengatakan bahwa ukuran seseorang mampu qurban adalah apabila ia mempunyai kelebihan seharga hewan qurban dan tidak memerlukan uang tersebut untuk kebutuhannya yang mendasar selama setahun. Apabila tahun itu ia membutuhkan uang tersebut maka ia tidak disunnahkan berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafii mengatakan: ukuran mampu adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda:"Amal yang paling disukai Allah pada hari penyembelihan adalah mengalirkan darah hewan qurban, sesungguhnya hewan yang diqurbankan akan datang (dengan kebaikan untuk yang melakukan qurban) di hari kiamat kelak dengan tanduk-tanduknya, bulu dan tulang-tulangnya, sesunguhnya (pahala) dari darah hewan qurban telah datang dari Allah sebelum jatuh ke bumi, maka lakukanlah kebaikan ini". (H.R. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:"Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di hari raya Adha"(H.R. Dar Qutni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu penyembelihan Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jundub r.a. :Rasulullah melaksanakan sholat (idulAdha) di hari penyembelihan, lalu beliau menyembelih, kemudian beliau bersabda:"Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka hendaknyha ia mengulangi penyembelihan sebagai ganti, barangsiapa yang belum menyembelih maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah". (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Barra' bin 'Azib, bahwa paman beliau bernama Abu Bardah menyembelih qurban sebelum sholat, lalu sampailah ihwal tersebut kepada Rasulullah s.a.w. lalu beliau bersabda:"Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka ia telah menyembelih untuk dirinya sendiri dan barang siapa menyembelih setelah sholat maka sempurnalah ibadahnya dan sesuai dengan sunnah (tradisi) kaum muslimin"(H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Barra' bin 'Azib, Rasulullah s.a.w. bersabda:"Pekerjaan yang kita mulai lakukan di hari ini (Idul Adha) adalah sholat lalu kita pulang dan menyembelih, barangsiapa melakukannya maka telah sesuai dengan ajaran kami, dan barangsiapa memulai dengan menyembelih maka sesungguhnya itu adalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah"(H.R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi menegaskan dalam syarah sahih Muslim bahwa waktu penyembelihan sebaiknya setelah sholat bersama imam, dan telah terjadi konsensus (ijma') ulama dalam masalah ini. Ibnu Mundzir juga menyatakan bahwa semua ulama sepakat mengatakan tidak boleh menyembelih sebelum matahari terbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun setelah matahari terbit, Imam Syafi'i dll menyatakan bahwa sah menyembelih setelah matahari terbit dan setelah tenggang waktu kira-kira cukup untuk melakukan sholat dua rakaat dan khutbah. Apabila ia menyembelih pada waktu tersebut maka telah sah meskipun ia sholat ied atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hanafi mengatakan: waktu penyembelihan untuk penduduk pedalaman yang jauh dari perkampungan yang ada masjid adalah terbitnya fajar, sedangkan untuk penduduk kota dan perkampungan yang ada masjid adalah setelah sholat iedul adha dan khutbah ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata: waktu penyembelihan adalah setelah sholat ied dan khutbah. Imam Ahmad berkata: waktunya adalah setelah sholat ied.Demikian, waktu penyembelihan berlanjut hingga akhir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dalil yang jelas mengenai batas akhir waktu penyembelihan dan semua didasarkan pada ijtihad, yaitu didasarkan pada logika bahwa pada hari-hari itu diharamkan berpuasa maka selayaknya itu menjadi waktu-waktu yang sah untuk menyembelih qurban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembelih di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembelih hewan qurban di malam hari hukumnya makruh sesuai pendapat Imam Syafii. Bahkan menurut imam Malik dan Ahmad: menyembelih pada malam hari hukumnya tidak sah dan menjadi sembelihan biasa, bukan qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang disembelih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam syarah sahih Muslim menegaskan telah terjadi ijma' ulama bahwa tidak sah melakukan qurban selain dengan onta, sapi dan kambing. Riwayat dari Ibnu Mundzir Hasan bin Sholeh mengatakan sah berqurban dengan banteng untuk tujuh orang dan dengan kijang untuk satu orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun riwayat dari Bilal yang mengatakan: "Aku tidak peduli meskipun berqurban dengan seekor ayam, dan aku lebih suka memberikannya kepada yatim yang menderita daripada berqurban dengannya", maksudnya bahwa beliau melihat bahwa bersedekah dengan nilai qurban lebih baik dari berqurban. Ini pendapat Malik dan Tsauri. Begitu juga riwayat sebagian sahabat yang membeli daging lalu menjadikannya qurban, bukanlah menunjukkan boleh berqurban dengan membeli daging, melainkan itu sebagai contoh dari mereka bahwa qurban bukan wajib melainkan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan daging qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memakan daging qurban yang dilakukan untuk dirinya sendiri, apabila qurban yang dilakukan adalah nadzar maka haram hukumnya memakan daging tersebut dan ia harus menyedekahkan semuanya. Adapun qurban biasa, maka dagingnya dibagi tiga, sepertiga untuk dirinya dan keluarganya, sepertiga untuk dihadiahkan dan sepertiga untuk disedekahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membagi tiga ini hukumnya sunnah dan bukan merupakan kewajiban. Qatadah bin Nu'man meriwayatkan Rasulullah bersabda:"Dulu aku melarang kalian memakan daging qurban selama tiga hari untuk memudahkan orang yang datang dari jauh, tetapi aku telah menghalalkannya untuk kalian, sekarang makanlah, janganlah menjual daging qurban dan hadyu, makanlah, sedekahkanlah dan ambilah manfaat dari kulitnya dan janganlah menjualnya, apabila kalian mengharapkan dagingnya maka makanlah sesuka hatimu"(H.R. Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya dalam dalam melakukan qurban, pelakunyalah yang menyembelih dan tidak mewakilkannya kepada orang lain. Apabila ia mewakilkan kepada orang lain maka sebaiknya ia menyaksikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-5409717775558475698?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/5409717775558475698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/hakekat-dan-makna-ibadah-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5409717775558475698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5409717775558475698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/hakekat-dan-makna-ibadah-qurban.html' title='HAKEKAT DAN MAKNA IBADAH QURBAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-6528711258807497308</id><published>2010-11-04T01:55:00.001-07:00</published><updated>2010-11-04T01:58:00.848-07:00</updated><title type='text'>MENYIKAPI MUSIBAH BENCANA</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;Sebagai agama sempurna, Islam memberikan pedoman lengkap guna menyikapi segala macam peristiwa, baik suka&lt;br /&gt;maupun duka. Sabda Nabi SAW,”Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin, karena semua keadaannya baik&lt;br /&gt;baginya, dan itu tidak terjadi pada siapa pun kecuali pada orang mukmin. Jika dia mendapat kelapangan dia bersyukur,&lt;br /&gt;maka itu baik baginya. Jika dia ditimpa kesulitan dia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Islam itu antara lain menyangkut bagaimana menyikapi musibah. Oleh ulama musibah didefinisikan sebagai&lt;br /&gt;“segala apa yang dibenci yang terjadi pada manusia” (kullu makruuhin yahullu bi al-insan) (Ibrahim Anis, al-Muâ€™jam al-&lt;br /&gt;Wasith, h. 527). Musibah gempa bumi DIY dan Jateng 27 Mei 2006 lalu benar-benar telah melahirkan berbagai hal yang&lt;br /&gt;dibenci, seperti robohnya rumah, kematian anggota keluarga, rusaknya perabotan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pedoman Islam dalam menyikapi musibah seperti ini? Bagi shahibul musibah (yang terkena musibah) Islam&lt;br /&gt;memberikan pedoman sikap antara lain :&lt;br /&gt;1. IMAN DAN RIDHO TERHADAP KETENTUAN (QADAR) ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib beriman bahwa musibah apa pun seperti gempa bumi, banjir, wabah penyakit, sudah ditetapkan Allah SWT&lt;br /&gt;dalam Lauhul Mahfuzh. Kita pun wajib menerima ketentuan Allah ini dengan lapang dada (ridho). Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul&lt;br /&gt;Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid [57]&lt;br /&gt;: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, tidak benar kalau orang berkata gempa Yogya ini terjadi lantaran Nyi Roro Kidul marah. Yang benar,&lt;br /&gt;bencana ini adalah ketentuan Allah, bukan ketentuan Nyi Roro Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun wajib menerima taqdir Allah ini dengan rela, bukan dengan menggerutu atau malah menghujat Allah SWT.&lt;br /&gt;Misalnya dengan berkata,”Ya Allah, mengapa harus aku? Apa dosaku ya Allah?” Hujatan terhadap Allah Azza wa Jalla&lt;br /&gt;ini sungguh kurang ajar dan tidak sepantasnya, sebab Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia [Allah] tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS al-Anbiyaa` [21] : 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SABAR MENGHADAPI MUSIBAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain, adalah menahan diri terhadap apa-apa yang Anda benci (alhabsu&lt;br /&gt;li an-nafsi â€˜alaa maa takrahu). Sikap inilah yang wajib kita miliki saat kita menghadapi musibah. Selain itu,&lt;br /&gt;disunnahkan ketika terjadi musibah, kita mengucapkan kalimat istirjaâ€™ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ). Allah SWT&lt;br /&gt;berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan&lt;br /&gt;buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa&lt;br /&gt;musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . (QS al-Baqarah [2] : 155-156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sabarlah ! Jangan sampai kita meninggalkan sikap sabar dengan berputus asa atau berprasangka&lt;br /&gt;buruk seakan Allah tidak akan memberikan kita kebaikan di masa depan. Ingat, putus asa adalah su`uzh-zhann billah&lt;br /&gt;(berburuk sangka kepada Allah) ! Su`uzh-zhann kepada manusia saja tidak boleh, apalagi kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, orang yang tertimpa musibah mudah sekali terjerumus ke dalam sikap putus asa (QS 30 : 36). Namun Allah&lt;br /&gt;SWT menegaskan, sikap itu adalah sikap kufur, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf [12] : 87) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MENGETAHUI HIKMAH DI BALIK MUSIBAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang mengetahui hikmah (rahasia) di balik musibah, akan memiliki ketangguhan mental yang&lt;br /&gt;sempurna. Berbeda dengan orang yang hanya memahami musibah secara dangkal hanya melihat lahiriahnya saja.&lt;br /&gt;Mentalnya akan sangat lemah dan ringkih, mudah tergoncang oleh sedikit saja cobaan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah musibah antara lain diampuninya dosa-dosa. Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah akan menghapus&lt;br /&gt;sebagian dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang mati tertimpa bangunan atau tembok akibat gempa, tergolong orang yang mati syahid. Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang mati syahid itu ada lima golongan; (1) orang yang terkena wabah penyakit thaâ€™un, (2) orang yang&lt;br /&gt;terkena penyakit perut (disentri, kolera, dsb), (3) orang yang tenggelam, (4) orang yang tertimpa tembok/bangunan, dan&lt;br /&gt;The house of Khilafah1924.org&lt;br /&gt;http://www.khilafah1924.org Powered by Joomla! Generated: 1 November, 2010, 11:29&lt;br /&gt;(5) orang yang mati syahid dalam perang di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan diampuni bagi orang yang mati syahid setiap-tiap dosanya, kecuali utang.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah lainnya ialah, jika anak-anak muslim meninggal, kelak mereka akan masuk surga. Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak kaum muslimin [yang meninggal] akan masuk ke dalam surga.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TETAP BERIKHTIAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ikhtiar, ialah tetap melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki keadaan dan menghindarkan diri dari bahayabahaya&lt;br /&gt;yang muncul akibat musibah. Jadi kita tidak diam saja, atau pasrah berpangku tangan menunggu bantuan&lt;br /&gt;datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriman kepada ketentuan Allah tidaklah berarti kita hanya diam termenung meratapi nasib, tanpa berupaya mengubah&lt;br /&gt;apa yang ada pada diri kita. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri&lt;br /&gt;mereka sendiri.” (QS ar-Raâ€™du [13] : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi wabah penyakit di Syam, Umar bin Khattab segera berupaya keluar dari negeri tersebut. Ketika&lt;br /&gt;ditanya,”Apakah kamu hendak lari dari taqdir Allah?” maka Umar menjawab,”Ya, aku lari dari taqdir Allah untuk menuju&lt;br /&gt;taqdir Allah yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun memberi petunjuk bahwa segala bahaya (madharat) wajib untuk dihilangkan. Misalnya ketiadaan&lt;br /&gt;logistik, tempat tinggal, masjid, sekolah, dan sebagainya. Nabi SAW bersabda,”Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi&lt;br /&gt;diri sendiri dan bahaya bagi orang lain.” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MEMPERBANYAK BERDOA DAN BERDZIKIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir bagi orang yang tertimpa musibah. Orang yang mau berdoa dan berdzikir&lt;br /&gt;lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang tidak mau atau malas berdoa dan berdizikir. Rasululah SAW mengajarkan&lt;br /&gt;doa bagi orang yang tertimpa musibah : “Allahumma jurnii fii mushiibatii wa akhluf lii khairan minhaa (Ya Allah, berilah&lt;br /&gt;pahala dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya.) (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir akan dapat menenteramkan hati orang yang sedang gelisah atau stress. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS ar-Raâ€™du [13] : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir yang dianjurkan misalnya bacaan istighfar,”Astaghfirullahal â€˜azhiem”. Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan membebaskannya dari kesedihan, akan memberinya jalan&lt;br /&gt;keluar bagi kesempitannya, dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BERTAUBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada seorang hamba pun yang ditimpa musibah, melainkan itu akibat dari dosa yang diperbuatnya. Maka sudah&lt;br /&gt;seharusnya, dia bertaubat nasuha kepada Allah SWT. Orang yang tak mau bertaubat setelah tertimpa musibah, adalah&lt;br /&gt;orang sombong dan sesat. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah&lt;br /&gt;memaafkan sebagian besar.” (QS asy-Syuura [42] : 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW “Setiap anak Adam memiliki kesalahan (dosa). Dan sebaik-baik orang yang bersalah, adalah orang&lt;br /&gt;yang bertaubat.” (HR at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubat nasuha rukunnya ada 3 (tiga). Pertama, menyesali dosa yang telah dikerjakan. Kedua, berhenti dari perbuatan&lt;br /&gt;dosanya itu. Ketiga, ber-azam (bertekad kuat) tidak akan mengulangi dosanya lagi di masa datang. Jika dosanya&lt;br /&gt;menyangkut hubungan antar manusia, misalnya belum membayar utang, pernah menggunjing seseorang, pernah&lt;br /&gt;menyakiti perasaan orang, dan sebagainya, maka rukun taubat ditambah satu lagi, yaitu menyelesaikan urusan sesama&lt;br /&gt;manusia dan meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. TETAP ISTIQOMAH PADA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap musibah, selalu ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk tujuan jahat. Misalkan saja upaya&lt;br /&gt;kotor berupa Kristenisasi. Caranya adalah dengan memberikan bantuan logistik, medis, uang, rumah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The house of Khilafah1924.org&lt;br /&gt;http://www.khilafah1924.org Powered by Joomla! Generated: 1 November, 2010, 11:29&lt;br /&gt;Tapi semuanya itu tidaklah diberikan dengan tulus, melainkan ada maksud keji di baliknya. Ujung-ujungnya, orang-orang&lt;br /&gt;kafir itu ingin sekali memurtadkan orang Islam menjadi orang Kristen. Na`uzhu billah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah seorang muslim dituntut untuk bersikap istiqamah, yaitu konsisten di atas satu jalan dengan mengamalkan&lt;br /&gt;kewajiban-kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan (mulazamah al-thariq bi fiâ€™li al-wajibat wa tarki al-manhiyyat).&lt;br /&gt;Allah SWT mewajibkan kita istiqamah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang yang telah taubat&lt;br /&gt;beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS&lt;br /&gt;Huud [11] : 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang murtad (keluar dari agama Islam) dan menjadi pemeluk Kristen, sungguh telah tertipu mentah-mentah&lt;br /&gt;dunia akhirat. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang siasia&lt;br /&gt;amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah&lt;br /&gt;[2] : 217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wajiblah bagi kita untuk terus istiqamah mempertahankan keislaman kita. Jangan mudah tergiur oleh bujuk&lt;br /&gt;rayu setan berbentuk manusia itu. Jangan mati kecuali tetap memegang teguh agama Islam. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali&lt;br /&gt;kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali â€˜Imraan [3] : 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah atara lain pedoman Islam dalam menyikapi musibah. Khususnya bagi shahibul musibah (yang terkena&lt;br /&gt;musibah). Dengan berpegang teguh dengan pedoman-pedoman Islam di atas, mudah-mudahan Allah SWT akan&lt;br /&gt;memberikan rahmat, hidayah, dan â€˜inayah-Nya kepada kita semua. Amin ! [ ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-6528711258807497308?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/6528711258807497308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/menyikapi-musibah-bencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6528711258807497308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6528711258807497308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/menyikapi-musibah-bencana.html' title='MENYIKAPI MUSIBAH BENCANA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-6361677118023851545</id><published>2010-11-02T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-11-02T19:39:44.140-07:00</updated><title type='text'>JIKA INGIN JADI KEPALA DAERAH HARUS PUNYA BANYAK UANG</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin,S.Ag, M.PdI&lt;br /&gt;(Ketua Departemen Idiologi dan Agama GP. ANSOR Sultra Peneliti Sangia Institut)&lt;br /&gt;Antara uang dan jabatan politik, akhir-akhir ini sudah tampak menyatu.  Keduanya  ternyata sudah tidak bisa dipisahkan. Tidak pernah terdengar, ada  jabatan politik diperoleh  secara gratis. Siapapun yang akan menjadi bupati,  wali kota, gubernur, anggota DPR atau DPRD,  selalu menggunakan uang. Setidak-tidaknya, uang tersebut digunakan biaya kampanye,  dan bahkan tidak sedikit untuk  apa yang disebut dengan istilah money politic.&lt;br /&gt; Padahal  perkawinan antara  uang dan jabatan politik selalu akan melahirkan anak,  yang  disebut dengan korupsi. Logika ini sangat mudah dipahami.  Orang yang telah mengeluarkan uang banyak , apalagi setelah itu berkuasa, maka akan menggunakan kekuasaannya, ----- dengan berbagai cara, untuk mengembalikan uang yang telah dikeluarkan sebelumnya itu. &lt;br /&gt;Oleh karena itu terasa  menjadi aneh, pemerintah sedemikian gencar memberantas korupsi, tetapi belum terdengar usaha serius  mencegah penggunaan politik uang. Bahkan banyak komentar yang mengatakan bahwa gejala itu adalah wajar, di mana-mana terjadi. Mereka mengatakan bahwa gejala itu wajar sebagai resiko berdemokrasi. Jika statemen itu dibenarkan, maka alangkah buruknya sebenarnya system demokrasi itu. Orang,  dengan demikian,  akan menyebut  bahwa demokrasi yang dicita-citakan,  sebenarnya hanya akan melahirkan masyarakat korup. &lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal yang demikian,  maka perlu dicari jalan keluar,  bagaimana agar demokrasi yang dicita-citakan,  tidak melahirkan budaya korup yang sangat dibenci itu. Jika tidak dilakukan,  maka akan terjadi suasana yang sangat eronis. Pada satu sisi kita sangat membenci korupsi, akan tetapi  pada  waktu yang bersamaan  telah menciptakan system yang melahirkan budaya korupsi. &lt;br /&gt;Siapapun sangat sedih sehari-hari mendengar adanya bupati, wali kota, anggota DPR, DPRD,  pimpinan BUMN, bahkan juga Gubernur atau orang yang pernah menjabat sebagai  menteri,  ternyata menjadi tersangka dan kemudian masuk penjara.  Jumlah mereka itu sudah ratusan orang.   Sehingga  jika  menggunakan teori  gunung es,  ------ fenomena   seperti itu, maka sebenarnya yang terjadi adalah  jauh lebih besar  dari sekedar yang tampak itu. &lt;br /&gt;Artinya  sangat mungkin, selama ini  sebenarnya  banyak orang yang melakukan korupsi, namun  karena masih beruntung, mereka belum ketahuan dan tertangkap, maka masih bebas.  Dengan  system itu, yang membedakan antara mereka yang korupsi dengan yang bukan,  hanyalah waktu dan keberuntungan. Sebagian mereka sudah ditangkap, sementara lainnya beruntung   belum ketahuan  Mereka   yang belum ditangkap,  bukan berarti tidak melakukan hal yang sama. &lt;br /&gt;Oleh karena korupsi adalah anak dari hasil perkawinan antara uang dan jabatan politik, maka semestinya perkawinan keduanya itu harus dilarang keras. Adalah sangat  tidak logis, sehari-hari memberantas korupsi, tetapi pada waktu yang bersamaan, di mana-mana  berlangsung  perkawinan antara keduanya yang akan melahirkan kejahatan itu.  Melarang berpolitik dengan uang memang sulit. Akan tetapi, bagaimana pun harus dicegah hingga  berhasil. Memberantas perkawinan antara uang dan jabatan politik, maka  sama pentingnya dengan memberantas korupsi.   &lt;br /&gt;Rasanya sangat sedih mendengar banyak tokoh,  yang  selama itu  mereka dikenal sebagai orang yang baik, memiliki integritas yang tinggi, tulus, akan tetapi kemudian,  terdengar  mereka menjadi tersangka.  Hampir tiap hari muncul  berita, seorang tokoh besar masuk penjara.  Tidak bisa terbayangkan, alangkah sedih dan  besarnya  penderitaan yang harus diterima oleh para tokoh itu, setelah dijadikan sebagai tersangka dan apalagi masuk penjara. Nama mereka akan hancur, dan demikian pula nama isteri, anak,  keluarga,  dan bahkan juga para pengikutnya akan kecewa.&lt;br /&gt;Saya termasuk orang yang sangat membenci tindakan korupsi. Sehari-hari selalu berpikir dan berusaha  memberikan ketauladanan agar tidak terjadi tindakan yang merugikan rakyat dan memalukan itu. Akan tetapi jika mendengar ada orang yang selama itu saya kenal baik, seorang gubernur, mantan menteri, bupati, wali kota, anggota DPR  dan ternyata menjadi tersangka, maka terasa sangat sedih.  Mendengar peristiwa itu, saya selalu khawatir, jangan-jangan kejadian itu hanya karena system yang dikembangkan di negeri  selama ini, dan bukan oleh karena kejahatan mereka. &lt;br /&gt;Kesedihan mendalam saya rasakan, mungkin oleh karena  terkait dengan tugas saya sehari-hari sebagai seorang guru. Sebagai seorang pendidik,  selalu merasakan betapa beratnya tugas itu dilaksanakan. Sehari-hari berpikir, bagaimanak agar suatu ketika berhasil melahirkan orang cerdas dan atau  pintar sehingga kelak bisa mengabdi untuk  membangun negara dan bangsa.  Orang pintar yang kebetulan berhasil menduduki posisi strategis, saya bayangkan betapa mahal harganya. Oleh karena itu,  rasanya  menjadi sangat sedih, ternyata kemudian yang bersangkutan  hanya menjadi isi  penjara. Apalagi hal itu hanya merupakan korban dari system  yang dijalankan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu,  melarang keras  terjadinya perkawinan antara uang dan jabatan politik jauh lebih penting dan mendesak daripada memberantas korupsi itu sendiri. Apalagi batas yang korup dan yang tidak,  sementara ini masih sangat tipis sekali.   Selain itu semestinya,  harus dihindari memperlakukan orang secara tergesa-gesa.  Record yang bersangkutan perlu dilihat secara cermat.  &lt;br /&gt;Tatkala seseorang dituduh atau bahkan disangka korupsi, maka yang perlu dilihat secara cermat adalah, apakah yang bersangkutan hanya sebatas menjadi korban dari system,  ataukan memang benar-benar melakukan kejahatan. Harus dibedakan antara sebagai korban sistem, kesalahan, dan kejahatan itu.   Tindakan  kejahatan harus dihukum, siapapun akan sepakat.Akan tetapi berbeda dengan itu,  adalah sebagai  korban system, atau sebatas melakukan kesalahan.  Sebagai korban system atau kesalahan, maka   tindakan yang lebih tepat adalah  meluruskannya.  &lt;br /&gt;Memberantas korupsi, tetapi mentoleransi lahirnya gejala itu, maka  sama halnya dengan   membersihkan air di lantai,    karena rumahnya bocor, sementara  genteng atau atap yang jebol tidak pernah diperbaiki.  Sebenarnya, jika  cerdas,  memperbaiki atap yang bocor jauh lebih mendesak daripada membersihkan air di lantai itu.  Menyelesaikan persoalan yang terkait dengan orang,  garus cermat dan hati-hati.  Manusia memiliki harkat dan martabat yang harus dijaga oleh siapapun.  &lt;br /&gt;Orang jahat ketika dihukum akan menyadari atas kejahatannya itu,  sehingga akan  jera dan tidak akan melakukan kejahatan lagi. Akan tetapi,  menghukum orang,  yang hanya karena kesalahan  system atau  kurang tepat  dalam mengambil kebijakan, maka  hanya  akan melahirkan  rasa sakit hati yang mendalam, kebencian, dan bahkan juga dendam yang berkepanjangan. Sikap-sikap seperti disebutkan terakhir ini,   mestinya tidak boleh lahir dan ditumbuh-kembangkan  di manapun, lebih-lebih di negeri yang kita cintai ini. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-6361677118023851545?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/6361677118023851545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/jika-ingin-jadi-kepala-daerah-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6361677118023851545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6361677118023851545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/11/jika-ingin-jadi-kepala-daerah-harus.html' title='JIKA INGIN JADI KEPALA DAERAH HARUS PUNYA BANYAK UANG'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-5937610869018100283</id><published>2010-10-11T23:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T23:48:14.109-07:00</updated><title type='text'>DEMOKRASI ANTARA KONSEP DAN PELAKSANAAN</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin,S.Ag,M.PdI&lt;br /&gt;(Ketua Departemen Idiologi dan Agama GP. ANSOR Sultra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir  dalam semua hal, antara yang dianggap ideal dengan yang sebenarnya terjadi  selalu berjarak, atau berlainan. Perbedaan itu kadang sedemikian jauh, sehingga sosok ideal itu seringkali tidak tergambarkan dalam  kenyataan. Sesuatu digambarkan  terlalu baik, dan karena itu orang mempercayainya. Akan tetapi,  pada  kenyataannya tidak selalu seperti itu. &lt;br /&gt; Hal yang demikian itu juga terjadi dalam berdemokrasi. Dalam tataran idealnya, demokrasi sedemikian indah. Bahkan dikatakan bahwa demokrasi,  adalah sebuah tatanan kehidupan bersama yang pada zaman sekarang  dianggap paling ideal.  Digambarkan   sedemikian indahnya demokrasi itu, sehingga konsep itu diperjuangkan sepanjang waktu  dan menjadi cita-cita bagi  banyak orang. &lt;br /&gt; Sedemikian percaya orang terhadap demokrasi, sehingga  orang menafsirkan bahwa demokrasi tidak bertentangan dengan ajaran agamanya, tidak terkecuali Islam.  Kemudian dicarikanlah dalil-dalil untuk membenarkan pandangannya itu.  Ayat-ayat al Qurán dan hadits nabi dikutip  untuk membuktikan,  bahwa demokrasi sejalan dengan ajaran Islam.  Dengan begitu,  banyak orang menyetujui dan mendukungnya.  Semangat berdemokrasi itu  kadang terlalu jauh, sehingga  orang yang kurang menyetujui, dianggap berpikiran  sempit dan tidak mengikuti perkembangan zaman, -----yaitu zaman demokrasi itu.&lt;br /&gt; Pandangan seperti itu, kiranya  boleh-boleh saja, anggaplah  sebagai sebuah hasil pemikiran.  Al Qurán dan hadits nabi selalu benar. Akan tetapi jika ayat-ayat itu sudah masuk pada alam pikiran manusia, maka bisa jadi akan menjadi bersifat subyektiif. Arti subyektif di sini bukan terletak pada ayat al Qurán atau hadits nabi itu sendiri, melainkan  pada penggunaannya   telah diwarnai oleh subyektifitas orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt; Berdasarkan kenyataan sejarah  selama ini, keindahan demokrasi  baru berada pada tataran konseptual, atau tatkala masih berada pada tataran ide, teori, atau masih berupa buah pikiran. Sedangkan pada  tataran implementasinya, belum seindah sebagaimana yang banyak digambarkan selama ini. Demokrasi menggambarkan bahwa kehidupan ini adalah milik bersama. Diumpamakan sebagai sebuah rumah, maka rumah itu adalah milik bersama. Oleh karena itu,  seluruh penghuninya seharusnya memiliki hak yang sama.  Atas dasar pandangan itu,  apa saja yang terkait dengan pengambilan keputusan penting, tidak terkecuali  kepemimpinan, harus dilakukan secara bersama, melalui pemilihan yang jujur, adil, dan  melibatkan semua. &lt;br /&gt; Jika gambaran demokrasi  seperti itu, maka konsep itu  memang baik. Melalui konsep itu, maka ada maksud untuk  menghormati dan menghargai terhadap semua orang,  tanpa kecuali sesuai  aturan yang disepakati bersama. Akan tetapi, sebagaimana dikemukakan di muka, bahwa apa yang terjadi, atau yang nyata  tidak selalu sama dengan yang dipikirkan, digambarkan, diangan-angankan, atau diteoritikan itu.  Teorinya sedemikian bagus dan indah, akan tetapi dalam pelaksanaaannya, menjadi sedemikian buruk, tidak terkecuali dalam berdemokrasi. &lt;br /&gt; Bangsa ini telah meliliki sejarah panjang dalam  berdemokrasi. Pada zaman orde baru,  Presiden Soeharto selalu mengtakan bahwa Indonesia harus menjadi negara yang demokratis. Ketika itu setiap lima tahun sekali diselenggarakan pemilihan umum. Dikatakan bahwa pemilihan umum harus berjalan secara jujur dan adil. Pemungutan suara harus dilakukan secara bebas, umum,  dan rahasia. Jargon-jargon tersebut  disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan hingga anak-anak seolah,  diajari dan ditugasi untuk menghafalkannya. &lt;br /&gt; Akan tetapi, apakah demokrasi benar-benar terjadi dalam praktek,  ternyata   Pak Harto justru disebut-sebut sebaliknya, yaitu sebagai pemimpin otoriter. Sebutan itu tidak tanpa dasar. Pada zaman pemerintahan Pak Harto, banyak orang dipaksa-paksa masuk partai politik pemerintah. Para ulama, kyai, para tokoh masyarakat, dan rakyat,  dengan berbagai cara, mereka digiring pada organisasi politiknya. Selain itu,  partai politik pemerintah tidak disebut sebagai partai, melainkan menggunakan sebutan golongan. Tetapi anehnya,  selalu mengikuti pemilu dan harus menang dengan berbagai caranya. &lt;br /&gt; Masih dalam hal berdemokrasi zaman orde baru,  tidak semua wakil rakyat dipilih. Sebagiannya diangkat,  agar kemenangan selalu diraihnya. Demikian pula, dalam banyak hal, undang-undang atau peraturan dibuat agar  seolah-olah azas demokrasi  dipenuhi. Semua syarat dan rukun berdemokrasi  seolah-olah dijalaninya. Padahal yang terjadi sebenarnya, adalah bahwa semua itu diatur dan direkayasa, agar kemenangan tetap berpihak pada yang sedang berkuasa.  Dengan dalih berdemokrasi, banyak pihak  diperdaya dan ternyata semua tidak berkutik. Namun akhirnya,  cara-cara seperti itu, ------sekalipun sudah sedemikian kokohnya, ternyata juga bisa runtuh.&lt;br /&gt; Tekanan-tekanan yang sedemikian lama ternyata justru melahirkan kekuatan baru yang kemudian berhasil meruntuhkan rezim  yang telah berkuasa sekian lama. Maka kemudian muncul era baru yang disebut  zaman reformasi. Lagi-lagi yang diusung adalah demokrasi.  Semua pihak menyerukan agar demokrasi diperjuangkan,  dan ditegakkan. Atas nama demokrasi semua hal diperbaharui. Demokrasi seolah-olah menjadi dzikir bagi semua orang. Atas dasar demokrasi, maka  partai politik berdiri  sehingga jumlahnya sedemikian banyak, hingga masing-masing  partai sulit dihafalkan, baik menyangkut nama, identitas,  bahkan lambang-lambangnya.&lt;br /&gt; Kehadiran partai politik disambut gembira, karena  dengan begitu dipercaya demokrasi akan terwujud. Rakyat akan memiliki hak yang seluas-luasnya untuk ikut membangun negeri dan bangsanya. Namun lagi-lagi yang terjadi,   demokrasi secara benar,  tidak serta merta   dapat dijalankan. Selain itu, melalui  reformasi, yang semula dipercaya,  bahwa  penyakit sosial seperti korupsi, kolusi dan nepotisme bisa dihilangkan, pada kenyataannya  masih jauh panggang dari api.  Kasus-kasus korupsi  masih tetap bejalan,   dan bahkan semakin meluas. Kolusi terjadi di mana-mana, hingga menjadikan banyak pejabat, ------di  berbagai level, ditengarainya hingga kemudian  dimasukkan penjara.  Nepotisme juga tidak berkurang. Tidak sedikit pejabat, yang  melakukannya. Sekalipun seseorang belum terlalu dewasa dan berpengalaman, didorong-dorong menduduki jabatan publik. Di alam demokrasipun semua bisa diatur dan dicarikan  alasan-alasan hingga seolah-olah dianggap patut dan rasional.              &lt;br /&gt; Sebagai akibatnya,  maka banyak orang  kecewa, frustasi, dan jengkel  tatkala melihat kenyataan-kenyataan yang jauh dari apa yang diidealkan. Sejarah panjang  bangsa ini, dari waktu ke waktu, -----dengan dalih berdemokrasi, ternyata menunjukkan  gambaran  yang tidak jauh berbeda. Apa yang diidealkan ternyata selalu tidak sama dengan kenyataannya. Apa yang dirumuskan atau dinyatakan selalu berbeda dari  kenyataan yang terjadi. Oleh karena itu, rasanya bisa sampai pada kesimpulan, bahwa  dalam membangun masyarakat tidak akan bisa  hanya  berdasar pada  jargon,  slogan-slogan, bahkan juga dengan konsep atau teori sebagus apapun. Semua itu harus dibarengi dengan adanya orang-orang yang tulus, ikhlas, dan semangat mengabdi, bahkan pengabdian itu juga terhadap Tuhan yang diimaninya. &lt;br /&gt; Akhirnya  tulisan singkat ini, perlu ditutup dengan kalimat, bahwa  semua yang bersifat lahiriyah harus mengacu dan mendasarkan pada wilayah yang  bersifat batiniyah. Dunia batin yang dimaksudkan itu adalah  ikhlas, jujur, bisa dipercaya, adil, sabar, istiqomah. Sehingga,  jika  demokrasi masih dipercaya dan harus dipegangi,  maka nilai-nilai luhur yang  bernuansa  spiritual  sebagaimana dikemukkan itu, harus selalu dijadikan pijakannya, sehingga  terjadi antara yang dipikirkan dengan yang dipraktekkan, atau antara yang diidealkan dengan kenyatannya,  tidak selalu terpisah jauh.   Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-5937610869018100283?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/5937610869018100283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/demokrasi-antara-konsep-dan-pelaksanaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5937610869018100283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5937610869018100283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/demokrasi-antara-konsep-dan-pelaksanaan.html' title='DEMOKRASI ANTARA KONSEP DAN PELAKSANAAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-4164899558249341036</id><published>2010-10-07T02:32:00.001-07:00</published><updated>2010-10-07T02:32:47.238-07:00</updated><title type='text'>BIRRUL WALIDAIN</title><content type='html'>1. Selalu berbicara sopan kepada kedua orangtua, jangan menghardik, mengomel ataupun memukul mereka. Karena walau hanya berkata “AH” saja tidak diperbolehkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu taat kepada orangtua, selama tidak untuk berbuat maksiat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu bersikap lemah lembut, janganlah bermuka masam di hadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selalu menjaga nama baik, kehormatan dan harta kedua orangtua, serta tidak mengambil sesuatu tanpa ijin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Selalu melakukan hal-hal yang dapat meringankan tugas mereka bedua, meskipun tanpa diperintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selalu bermusyawarah dengan mereka dalam setiap masalah dan meminta maaf dengan baik jika ada perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Selalu datang segera, jika mereka memanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Selalu menghormati kerabat dan kawan-kawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Selalu sopan dalam menjelaskan setiap masalah. Jangan membatah mereka dengan perkataan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Selalu membantu ibu dalam pekerjaan di rumah dan membantu ayah dalam pekerjaan di luar rumah (mencari nafkah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Selalu mendoakan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jangan membantah perintah mereka ataupun mengeraskan suara di atas suara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Jangan masuk ke tempat/kamar mereka, sebelum mendapat ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Jangan mendahului mereka saat makan dan hormatilah mereka dalam menyantap makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Jangan mencela mereka, jika mereka berbuat sesuatu yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Jika merokok, janganlah dihadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Jika telah sanggup/mampu mencari rezeki, bantulah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Usahakan bangun dari tempat duduk/tempat tidur, jika mereka datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Jika meminta sesuatu dari orangtua, mintalah dengan lemah lembut, berterima kasihlah atas pemberian mereka, maafkanlah jika mereka tidak memenuhi permintaan kita dan janganlah terlalu banyak meminta supaya tidak mengganggu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Jangan keluar dari rumah/pergi sebelum mereka mengijinkan, meskipun untuk urusan penting. Jika terpaksa pergi, maka mintalah maaf kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Kunjungilah mereka sesering mungkin, berilah hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah mereka serta ambillah pelajaran dari anak-anakmu betapa susahnya mendidik mereka. Seperti halnya betapa berat susahnya orangtua kita mendidik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Orang yang berhak mendapat penghormatan adalah ibu, kemudian ayah. Ketahuilah bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Doa kedua orangtua dalam kebaikan ataupun kejelekan di terima oleh Allah Swt. Maka berhati-hatilah terhadap doa mereka yang jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Usahakan tidak menyakiti orangtua ataupun membuat mereka marah sehingga membuat diri kita merana di dunia dan akhirat. Ingatlah, anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orangtuamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Kedua orangtuamu mempunyai hak atas kamu, istri/suamimu mempunyai hak atas kamu. Jika suatu ketika mereka berselisih, usahakanlah dipertemukan dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Bersopan santunlah kepada setiap orangtua, karena orang yang mencaci orangtua lain sama dengan mencaci orangtuanya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-4164899558249341036?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/4164899558249341036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/birrul-walidain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4164899558249341036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4164899558249341036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/birrul-walidain.html' title='BIRRUL WALIDAIN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-7926160944729286622</id><published>2010-10-03T19:51:00.000-07:00</published><updated>2010-10-03T19:52:28.875-07:00</updated><title type='text'>BEBAN SEORANG PEMIMPIN</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin,S.Ag, M.Pdi&lt;br /&gt;(Ketua Presidium Wilayah Majelis Alumni IPNU Sultra)&lt;br /&gt;Banyak orang berkeinginan menjadi pemimpin. Keinginan itu muncul karena banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin. Selain itu, banyak hal pula yang  bisa dinikmati.  Menjadi seorang pemimpin bisa mengaktualisasikan cita-cita, pandangan, dan bahkan juga idiologisnya. Lebih dari itu, pemimpin bisa mempengaruhi  masyarakat yang sedang dipimpinnya, dan  juga mendapatkan banyak keuntungan, seperti kehormatan, prestise, fasilitas dan  lainnya.&lt;br /&gt; Namun  hal yang seringkali terlupakan, bahwa setiap pemimpin sebenarnya selalu dituntut tanggung jawab atas kepemimpinannya itu. Seorang pemimpin  tidak saja harus memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, melainkan kebutuhan mereka yang dipimpinnya. Oleh karena itu sukses bagi seorang pemimpin, manakala ia berhasil memenuhi aspirasi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya. &lt;br /&gt; Dengan pandangan seperti itu, menjadi pemimpin selalu tidak mudah. Pemimpin akan dituntut oleh banyak orang dan sebisa-bisa harus dipenuhi. Beban itu menjadi lebih berat lagi  tatkala memimpin masyarakat terbuka atau demokratis seperti sekarang ini. Seorang pemimpin dihadapkan oleh kontrak atau janji yang  harus dipenuhi, sekalipun  tidak selalu mudah dilakukan. &lt;br /&gt; Oleh karena itu menjadi pemimpin,  bagi  siapapun selalu dihadapkan pada beban yang amat berat dan beresiko. Apalagi pemimpin dalam skala besar, seperti pemimpin bangsa. Seringkali  orang mengkritik atas kinerja pemimpinnya. Tentu boleh saja hal itu dilakukan, tetapi semua harus tahu, bahwa tidak semua tuntutan itu bisa dipenuhi dengan mudah.  &lt;br /&gt; Pemimpin masyarakat terbuka dan demokratis tidak boleh melakukan sesuatu semaunya sendiri. Artinya, pemimpin pun dibatasi oleh norma, aturan, etika,  agar tidak menganggu atau justru merugikan bagi orang lain. Tidak sebagaimana pemimpin otoriter, pemimpin demokratis dibatasi oleh ketentuan, peraturan, dan bahkan  undang-undang  yang harus ditegakkan. Akhirnya, pemimpin bukan penguasa segala-galanya. &lt;br /&gt; Selain itu, pemimpin bukan saja bertugas  sebagai pengambil keputusan  strategis, tetapi juga tauladan bagi mereka yang dipimpinnya. Menjadi tauladan bukan pekerjaan mudah. Padahal salah salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin ada pada katauladanan itu.   &lt;br /&gt; Oleh karena itu, tugas pemimpin yang utama dan pertama adalah memperbaiki dirinya sendiri. Jika ia sudah menjadi orang yang amanah, adil, jujur, dan sanggup mencintai semua, -------artinya sudah berhasil memperbaiki dirinya sendiri, maka pemimpin itu telah  berhasil menjadi tauladan, dan akhirnya kepemimpinannya akan berhasil pula. &lt;br /&gt; Beban itu memang berat, tetapi jika sifat itu berhasil disandang maka keberhasilan  lain  akan mengikutinya. Itulah sebabnya, Rasulullah sebagai seorang Nabi,  yang juga  sebagai  pemimpin umat, pada dirinya dikaruniai oleh Allah sifat-sifat mulia, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Dengan begitu,  betapapun beratnya beban itu,  maka bisa ditunaikan, hingga kepemimpinannya berhasil gemilang. Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-7926160944729286622?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/7926160944729286622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/beban-seorang-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/7926160944729286622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/7926160944729286622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/beban-seorang-pemimpin.html' title='BEBAN SEORANG PEMIMPIN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-9209155687797705057</id><published>2010-10-03T19:28:00.001-07:00</published><updated>2010-10-03T19:28:40.658-07:00</updated><title type='text'>ULAMA DAN PEMBRATASAN KORUPSI</title><content type='html'>YANG namanya ulama pasti antikorupsi. Namun ulama tetap juga manusia yang tidak imun dari salah dan dosa. Mengapa di Indonesia, yang meriah dengan forum-forum pengajian, korupsi masih saja subur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah ulama memberantas korupsi? Pertanyaan ini saya angkat karena sering saya mendapatkan keluhan dan kritik, mengapa di Indonesia banyak ulama, ustaz, mimbar agama, bahkan ada Kementerian Agama, tapi korupsi tetap saja subur. Diperkirakan mimbar agama di televisi Indonesia menduduki posisi teratas dalam hal jumlah jam siaran serta variasi acaranya, terlebih lagi di bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, pertanyaannya, mengapa korelasi antara mimbar agama dan perilaku sosial tampak kurang signifikan? Korupsi selama ini terjadi di wilayah birokrasi pemerintahan. Aktornya pun para pejabat negara. Mereka itu yang mendapat tugas dan memiliki legalitas mengatur administrasi pemerintahan serta keuangan negara. Jadi, karena wilayah serta aktor serta regulasinya dalam tubuh birokrasi pemerintah, maka peran ulama berada di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memiliki legalitas untuk mencampuri administrasi negara. Paling banter hanya menyampaikan kritik, khotbah dan teguran moral, tetapi mereka bukan eksekutor bidang hukum dan administrasi pemerintahan. Penjelasan di atas tidak berarti saya mengecilkan peran ulama,tetapi justru ingin melakukan pembelaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah berlebihan mengharapkan ulama dan intelektual untuk memberantas korupsi karena yang paling berwenang dan strategis adalah aparat dan lembaga penegak hukum, terutama jajaran polisi, hakim, jaksa, dan sekarang ditambah lagi dengan KPK dan beberapa komisioner terkait. Kalau untuk menggerakkan demonstrasi jalanan mungkin sekali peran ulama dan intelektual cukup efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itu tak ubahnya seperti tukang ronda kampung berkeliling desa: memukul kentungan di malam hari, tidak jelas target malingnya, Pesan moral agama tanpa diterjemahkan dan didukung oleh hukum positif dan instrumen lembaga negara tak akan mampu memberantas korupsi. Begitu pun lembaga- lembaga keagamaan yang ada, tugas mereka bukan memberantas korupsi, tetapi menyampaikan pesan moral dan pendidikan masyarakat agar memilih jalan kebenaran dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masyarakat tidak mau menerima ajakannya, lembaga keagamaan tidak memiliki hak paksa. Kalau masyarakat melakukan pelanggaran hukum, lembaga dan ormas keagamaan juga tidak dibenarkan berperan sebagai polisi atau hakim. Di Indonesia sering terjadi kerancuan berpikir, ketika terjadi wabah korupsi yang jadi sasaran kekecewaan adalah tokoh-tokoh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama dan tokoh-tokohnya diharapkan sebagai agen “tukang cuci piring” setelah koruptor berpesta. Padahal, belajar dari beberapa negara tetangga, misalnya saja Singapura dan RRC, pemberantasan korupsi di sana tidak melibatkan tokoh dan lembaga agama, melainkan ketegasan penegak hukum. Di berbagai negara maju yang berjasa menekan korupsi itu bukan pendeta,pastur atau ulama, tetapi aparat resmi pemerintah yang memang diberi tugas dan wewenang untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimaklumi mengapa orang berharap semuanya pada agama, karena berbagai khotbah agama selalu menekankan bahwa agama itu mengatur segala-galanya. Mereka memandang agama itu di atas negara dan di atas semuanya, maka agama mesti bisa mengatur dan menyelesaikan semua persoalan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Kalau memang betul,mengapa negara-negara sekuler tingkat korupsinya rendah, sedangkan Indonesia yang memiliki organisasi keagamaan, majelis taklim, dan partai politik yang berciri agama dalam jumlah banyak justru tingkat korupsinya tinggi? Saya kira di sini ada salah persepsi, harapan, pembagian peran, dan penempatan relasional antara agama, negara dan masyarakat. Ketika negara lemah dalam menegakkan aturan hukum, ormas keagamaan lalu ingin menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu keduanya salah. Kalau ada pelanggaran hukum dan tidak segera diselesaikan, demonstrasi sebaiknya dialamatkan ke lembaga kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman, agar mereka segera bertindak tegas. Jangan ormas keagamaan ataupun ulama lalu seenaknya mengadili sesama warga. Itu sama saja pelanggaran hukum hendak diselesaikan dengan pelanggaran hukum. Jika begitu, yang terjadi malah menambah pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya kalau Indonesia itu negara teokrasi, yang dikuasai dan dipimpin oleh lembaga agama. Saya sendiri tidak bisa menjawab dengan pasti, adakah pemerintahan teokrasi setelah wafatnya Rasulullah Muhammad? Terlepas dari perdebatan teori kenegaraan, yang namanya korupsi tetap merupakan penyakit dan musuh peradaban. Bahkan negara-negara yang mengaku sekuler, tidak peduli agama, justru lebih serius memberantas korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini suatu tantangan dan tamparan bagi sebuah bangsa dan negara yang begitu tinggi kepeduliannya pada agama seperti Indonesia. Rasanya memang ada yang salah dalam pendidikan agama dan dalam membangun relasi antara agama dan negara di Indonesia. Tokoh agama dan organisasi keagamaan sangat rawan terkena korupsi karena penguasa selalu ingin merangkul dan membeli mereka sebagai penyangga kekuasaan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, tokoh-tokoh agama juga banyak yang berminat? Yang repot kalau ormas atau tokoh yang menyandang label keagamaan terkena korupsi, maka yang ikut merasa terluka adalah masyarakat. Mereka akan kehilangan kepercayaan kepada aparat pemerintah maupun pemimpin masyarakat. Dalam berbagai kasus sulit dipisahkan antara tokoh agama dan aparat pemerintah ketika seorang bupati, misalnya, adalah juga berasal dari ormas keagamaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-9209155687797705057?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/9209155687797705057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/ulama-dan-pembratasan-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/9209155687797705057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/9209155687797705057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/10/ulama-dan-pembratasan-korupsi.html' title='ULAMA DAN PEMBRATASAN KORUPSI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-9149321240648897964</id><published>2010-09-30T01:48:00.000-07:00</published><updated>2010-09-30T01:49:21.776-07:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA SILATURAHIM</title><content type='html'>Rasulullah SAW mengatakan dalam H.R Bukhari dan Muslim bahwa “barang siapa yang ingin rizkinya diluaskan dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menghubungkan tali silaturahim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita memaknai silaturahim dengan saling bertegur sapa, saling mengunjungi, saling menolong, dan saling berbuat kebaikan. Namun, sesungguhnya bukan itu makna sebenarnya, silaturahim bukan ditandai dengan saling berbalasan. Berdasarkan asal katanya yaitu sila yang berarti hubungan dan rahim yang berarti kasih sayang, maka silaturahim diartikan sebagai menghubungkan kasih sayang antar sesama makhluk. Silaturahim juga bermakna menghubungkan yang terputus dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Contohnya adalah ketika ada salah satu pihak yang lebih dulu menyapa saudaranya maka dialah yang mendapat pahala lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga pernah bersabda bahwa “tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim.” Sudah ada balasan dari Allah bagi orang yang bersilaturahim yaitu surga dan sebaliknya bagi orang yang memutuskan tali silaturahim yaitu neraka. Begitu besarnya balasan Allah sehingga begitu besar juga cobaan yang akan dihadapi. Dalam cobaan tersebut, hendaknya tidak mendahulukan hawa nafsu dan dendam, sehingga akan hilang balasan surga dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 resep dari Rasulullah SAW untuk saling mencintai dan berbuat baik sesama muslim, yaitu:&lt;br /&gt;1. Tebarkan salam&lt;br /&gt;2. Menghubungkan tali silaturahim&lt;br /&gt;3. Memberi makan kepada yang membutuhkan&lt;br /&gt;4. Shalat di saat manusia tertidur pulas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua resep di atas mengantarkan kita ke surga Nya tanpa harus mampir ke neraka Nya dan silaturahim ada dalam salah satu resep tersebut. Betapa pentingnya silaturahim dalam hubungan manusia. Rasulullah bahkan berpesan “sayangilah apa yang ada di muka bumi, niscaya Allah dan semesta alam akan menyayangimu” (H.R Tirmidzi), yang dapat diartikan bahwa hak berkasih sayang dan silaturahim tidak terbatas pada kerabat tetapi sesama makhluk Allah SWT. Semoga kita bisa meraih surga Nya dengan membina silaturahim antar sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-9149321240648897964?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/9149321240648897964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/pentingnya-silaturahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/9149321240648897964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/9149321240648897964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/pentingnya-silaturahim.html' title='PENTINGNYA SILATURAHIM'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-4902709426082386341</id><published>2010-09-28T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:42:32.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>SUKA MEMBERI ADALAH SALAH SATU CARA MENCEGAH KORUPSI</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN, M.PdI&lt;br /&gt;Ternyata ada saja orang-orang yang sukanya memberi. Mereka itu lebih suka memberi daripada menerima.  Dengan telah berhasil memberi maka hati mereka gembira dan puas. Tugas dan kewajibannya telah merasa ditunaikan. Itulah orang yang bermental pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mungkin saja jumlah mereka itu tidak bayak. Yang selalu kita temukan adalah orang-orang yang gembira tatkala menerima. Orang-orang seperti itu, setiap hari yang dipikir adalah mencari sumbangan. Tatkala mendapatkannya, mereka merasa beruntung dan hatinya gembira. Mereka berprestasi dan bangga, karena telah mendapatkan sumbangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajak umatnya menjadi pemberi dan bukan sebaliknya,  menjadi penerima. Dikatakan dalam sebuah hadits nabi, bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Artinya pemberi lebih baik dari mereka yang menerimanya. Orang Islam dianjurkan selalu memberi sesuatu yang  bermanfaat bagi orang lain. Hingga juga ada hadits nabi yang mengatakan bahwa, sebaik-baik orang adalah mereka yang banyak memberi manfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala memberi sudah menjadi kesenangan,  atau seseorang telah bermental pemberi, maka mereka merasa sukses dan berhasil hidupnya tatkala keinginan atau jiwanya  itu telah terpenuhi.  Mereka bekerja dan hasilnya agar bisa diberikan kepada orang lain.   Orang seperti ini, biasanya tidak suka menumpuk-numpuk hartanya. Keberhasilan menumpuk harta bukan menjadi kebanggaan, bahkan sebaliknya, risih dan atau malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bermental seperti itu, tidak suka korupsi.  Mengambil harta bukan haknya dirasakan olehnya sebagai kenistaan, hina,  dan rendah. Seseorang jangankan mengambil sesuatu yang bukan haknya,  haram hukumnya,  barang yang tidak semestinya, sedangkan yang merupakan milik  dan halal saja,  segera barang itu diberikan kepada orang lain.  Orang yang bermental seperti ini, ternyata di mana-mana ada, sekalipun tidak banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bermental  pemberi  tidak selalu  kaya. Apa yang diberikan, sebatas yang mereka miliki. Apa yang dimiliki dan tidak sedang diperlukan, -----jika mungkin,   diberikan pada orang lain.  Mereka itulah pemilik sifat atau berjiwa pemberi. Tatkala mereka berhasil memberikan sesuatu kepada orang lain, maka mereka hatinya puas, gembira, dan bahagia. Kebanggaan atau kesenangan yang didapat oleh mereka tatkala berhasil memberi, melebihi kebanggaan atau kesenangan yang dirasakan  oleh orang lain  yang menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koruptor sebenarnya adalah orang-orang yang berjiwa atau hatinya lebih menyukai ketika  mendapatkan, ------darimana pun datangnya, dan bukan sebaliknya, memberi atau melepas  sesuatu. Para koruptor itu, sebenarnya adalah orang-orang yang lebih menyukai harta atau uang.  Mereka lebih menyukai dirinya menjadi penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental pemberi bisa dimiliki oleh siapapun, baik  orang kaya maupun orang yang tidak tergolong kaya.  Tidak selalu orang kaya  bermental murah hati atau suka member.  Tidak sulit kita temukan dalam kehidupan sehatri-hari, orang kaya justru pelit,  dan sebaliknya  orang  yang miskin tetapi bermental pemberi.  Mental pemberi bisa dilatih, hingga seseorang yang semula pelit, ------karena latihan itu, maka lama kelamaan  berubah menjadi suka memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian adalah, apakah birokrasi pemerintah   selama ini  lebih menumbuh-suburkan mental pemberi  dan atau  sebaliknya, bermental penerima. Sebagai abdi negara, masyarakat, dan rakyat, semestinya lingkungan birokrasi  ditumbuh-kembangkan mental atau jiwa pemberi, pejuang dan berkorban. Mental pemberi, pejuang,  dan berkorban sebenarnya bisa ditumbuh-kembangkan, tidak terkecuali di lingkungan birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di birokrasi ------birokrasi apa saja, yang ditumbuh-kembangkan adalah jiwa atau mental penerima, maka  akan tumbuh  mental korup. Orang yang gemarnya menerima, akan puas kalau kegemarannya terpenuhi.  Para pimpinan birokrasi yang selalu berpikir tunjangan, fasilitas, hak-hak, kenaikan honor,  dan seterusnya maka pada jiwanya akan lahir mental korup itu. Mental korup akhirnya menjadi tumbuh dan  berkembang. Bahkan   juga bisa menular ke orang lain. Sehingga,  seseorang yang semula baik, bermental dan berjiwa pemberi, suatu saaat berubah menjadi koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesan umum bahwa birokrasi selalu diwarnai oleh mental korup.  Jika kesan itu benar, maka  bagi orang-orang yang masuk birokrasi atau menjadi birokrat perlu dikasihani. Mereka berada di lingkungan, iklim atau suasana yang sedemikian mudah  berkorupsi.  Oleh karena itu,  dari memahami bahwa birokrasi  selalu melahirkan mental korup, maka menghindarinya perlu dikembangkan mental atau jiwa pemberi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan mental pemberi bisa ditempuh dengan cara   selalu membiasakan untuk mengapresiasi, menghormati,  memuliakan, dan  menghargai terhadap orang-orang yang terbiasa memberi sesuatu kepada orang lain. Sebaliknya, mental suka menerima dan mendapatkan perlu dihindari. Sebab, orang yang hanya merasa nikmat tatkala menerima, maka sehari-hari  akan berusaha menerima sebanyak-banyaknya, sekalipun berasal dari jalan korupsi.  Di lingkungan para birokrat pada tingkatan atau level apapun, perlu ditumbuh-kembangkan mental dan jiwa pemberi, pejuang,  sekaligus berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep jihad dalam Islam,  sebenarnya  adalah terkait dengan upaya  menumbuh-kembangkan mental pemberi, pejuang dan sekaligus berkorban. Maka,  jihad yang benar selalu  berhubungan dengan kebaikan, kemuliaan, kebenaran,  dan keagungan.  Para mujahid selalu  berjiwa atau  bermental pemberi.  Mereka tidak pernah akan korupsi.  Sebaliknya, para  koruptor adalah orang yang  suka menerima,  memperoleh, atau mendapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sebenarnya  cara efektif mengurangi fenomena  korupsi,  bisa dilakukan dengan jalan menghindari  kebiasaan menerima, mendapatkan fasilitas, atau honor-honor tambahan lainnya. Jika itu dilakukan, maka sama halnya sehari-hari  membenci korupsi, tetapi secara nyata sehari-hari pula, ------disadari atau tidak, telah  menumbuh-kembangkan mental korup.  Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-4902709426082386341?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/4902709426082386341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/suka-memberi-adalah-salah-satu-cara_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4902709426082386341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4902709426082386341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/suka-memberi-adalah-salah-satu-cara_28.html' title='SUKA MEMBERI ADALAH SALAH SATU CARA MENCEGAH KORUPSI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-1514629871271983100</id><published>2010-09-23T01:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:47:18.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IDUL FITRI DAN HALAL BI HALAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>HALAL BI HALAL</title><content type='html'>OLEH : MOH.SAFRUDIN&lt;br /&gt;Al-Quran adalah kitab rujukan untuk memperoleh petunjuk dan bimbingan agama. Ada tiga cara yang diperkenalkan ulama untuk memperoleh pesan-pesan kitab suci itu. Pertama, melalui penjelasan Nabi Saw., para sahabat beliau, dan murid-murid mereka. Hal ini dinamai tafsir bir-riwayah. Kedua, melalui analisis kebahasaan dengan menggunakan nalar yang didukung oleh kaidah-kaidah ilmu tafsir. Ini, dinamai tafsir bid-dinyah. Ketiga, melalui kesan yang diperoleh dari penggunaan kosa kata ayat atau bilangannya, yang dinamai tafsir bir-riwayah.&lt;br /&gt;Kajian ini akan mencoba mencari substansi halal bihalal melalui Al-Quran dengan menitikberatkan pandangan pada cara yang ketiga.&lt;br /&gt;Untuk maksud tersebut, tulisan ini akan berpangkal tolak pada beberapa istilah yang lumrah digunakan dalam konteks halal bihalal, yaitu Idul Fitri, halal bi halal, dan Minal 'Aidin wal-Faizin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDUL FITRI&lt;br /&gt;Kata 'Id terambil dari akar kata yang berarti kembali, yakni kembali ke tempat atau ke keadaan semula. Ini berarti bahwa sesuatu yang "kembali" pada mulanya berada pada suatu keadaan atau tempat, kemudian meninggalkan tempat atau keadaan itu, lalu kembali dalam arti ke tempat dan keadaan semula.&lt;br /&gt;Nah, apakah keadaan atau tempat semula itu?&lt;br /&gt;Hal ini dijelaskan oleh kata fithr, yang antara lain berarti asal kejadian, agama yang benar, atau kesucian.&lt;br /&gt;Dalam pandangan Al-Quran, asal kejadian manusia bebas dari dosa dan suci, sehingga 'idul fithr antara lain berarti kembalinya manusia kepada keadaan sucinya, atau keterbebasannya dari segala dosa dan noda, sehingga dengan demikian ia berada dalam kesucian.&lt;br /&gt;Dosa memang mengakibatkan manusia menjauh dari posisinya semula. Baik kedekatan posisinya terhadap Allah maupun sesama manusia. Demikianlah salah satu kesan yang diperoleh dari sekian banyak ayat Al-Quran.&lt;br /&gt;Ketika Adam dan Hawa berada di surga, Allah menyampaikan pesan yaitu, Janganlah mendekati pohon ini (QS Al-Baqarah [2]: 35). Namun, begitu keduanya melanggar perintah Allah (karena berdosa dengan memakan buah pohon itu), Al-Quran menyatakan, maka Tuhan mereka menyeru keduanya, "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua mendekati pohon itu?" (QS Al-A'raf [7] 22).&lt;br /&gt;Kesan yang ditimbulkan oleh redaksi ayat-ayat di atas antara lain:&lt;br /&gt;Pertama, bahwa sebelum terjadinya pelanggaran, Allah bersama Adam dan Hawa berada pada suatu posisi berdekatan, yakni masing-masing tidak jauh dari pohon terlarang. Karena itu, isyarat kata yang dipergunakan untuk menunjuk pohon adalah isyarat dekat, yakni "ini". Tetapi, ketika Adam dan Hawa melanggar, mereka berdua menjauh dari posisi semula, dan Allah pun demikian, sehingga Allah harus "menyeru mereka" (yakni berbicara dari tempat yang jauh), dan ini pula yang menyebabkan Tuhan menunjuk pohon terlarang itu dengan isyarat jauh, yakni "itu" (perhatikan kembali bunyi ayat-ayat di atas).&lt;br /&gt;Di sini terlihat bahwa baik Adam maupun Allah masing-masing menjauh, tetapi jika mereka kembali, masing-masing akan mendekat sehingga pada akhirnya akan berada pada posisi semula. Memang, tegas Al-Quran,&lt;br /&gt;Jika hamba-hamba-Ku (yang taat dan menyadari kesalahannya) bertanya kepadamu tentang Aku, sesunguhnya Aku dekat, dan memperkenankan permohonan jika mereka bermohon kepada-Ku (QS Al-Baqarah [2]: 186).&lt;br /&gt;Kesadaran manusia terhadap kesalahannya mengantarkan Allah mendekat kepadanya. Pada gilirannya, hal itu akan menyebabkan manusia bertobat. Perlu diingat, bahwa tobat secara harfiah berarti kembali. Sehingga dengan demikian Allah pun akan kembali pada posisi semula. Al-Quran memperkenalkan dua pelaku tobat, yaitu manusia dan Allah Swt.&lt;br /&gt;Adam menerima kalimat-kalimat dari Tuhannya, maka Dia (Allah) menerima tobatnya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat lagi Maha Pengasih (QS Al-Baqarah [2]:37).&lt;br /&gt;Walau bukan kembali dalam konteks memohon ampun, namun dapat diperoleh kesan dari firman-Nya yang menyatakan "Jikalau kamu kembali Kami pun akan kembali" (QS Al-Isra' [l7]: 8), bahwa Allah selalu rindu akan kembalinya manusia kepada-Nya.&lt;br /&gt;Hadis Nabi Saw. pun menjelaskan bahwa Allah berfirman antara lain,&lt;br /&gt;Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku (Allah) sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang menemuinya dengan berlari (HR Bukhari dari Anas bin Malik).&lt;br /&gt;Kegembiraan Allah itu tercermin dari hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,&lt;br /&gt;Allah lebih gembira karena tobatnya seseorang, pada saat ia bertobat dari salah seorang di antara kamu yang mengendarai binatang kendaraannya di padang pasir, kemudian binatang itu pergi menjauh padahal di pundak binatang itu terdapat makanan dan minumannya. Dia berputus asa untuk menemukannya kembali, hingga ia berbaring di bawah naungan pohon, dan tiba-tiba saja binatang tadi muncul di hadapannya. Lantas dia pun memegang tali kendalinya sambil berkata saking gembiranya, "Engkau adalah hambaku dan Aku Tuhanmu."&lt;br /&gt;Dalam konteks hubungan manusia dengan sesamanya, dapat ditarik kesan dari penamaan manusia dengan kata al-Insan. Kata ini --menurut sebagian ulama-- terambil dari kata uns yang berarti senang atau harmonis. Sehingga dari sini dapat dipahami, bahwa pada dasarnya manusia selalu merasa senang dan memiliki potensi untuk menjalin hubungan harmonis antarsesamanya. Dengan melakukan dosa terhadap sesama manusia, hubungan tersebut menjadi terganggu dan tidak harmonis lagi. Namun manusia akan kembali ke posisi semula (harmonis) pada saat ia menyadari kesalahannya, dan berusaha mendekat kepada siapa yang pernah ia lukai hatinya.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa idul fitri mengandung pesan agar yang merayakannya mewujudkan kedekatan kepada Allah dan sesama manusia. Kedekatan tersebut diperoleh antara lain dengan kesadaran terhadap kesalahan yang telah diperbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAL BIHALAL&lt;br /&gt;Kata halal dari segi hukum diartikan sebagai sesuatu yang bukan haram; sedangkan haram merupakan perbuatan yang mengakibatkan dosa dan ancaman siksa.&lt;br /&gt;Hukum Islam memperkenalkan panca hukum yaitu: wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Empat yang pertama termasuk kelompok halal (termasuk yang makruh, dalam arti, yang dianjurkan untuk ditinggalkan). Nabi Saw. bersabda, "Abghadu al-halal ila Allah, ath-thalaq" (Halal yang paling dibenci Allah adalah pemutusan hubungan suami-istri).&lt;br /&gt;Jikalau halal bi halal diartikan dalam konteks hukum, hal itu tidak akan menyebahkan lahirnya hubungan harmonis antarsesama, bahkan mungkin dalam beberapa hal dapat menimbulkan kebencian Allah kepada pelakunya. Karena itu, sebaiknya kata halal pada konteks halal bihalal tidak dipahami dalam bihalal pengertian hukum.&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran, kata halal terulang sebanyak enam kali. Dua di antaranya pada konteks kecaman, yaitu:&lt;br /&gt;Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu ataukah kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?" (QS Yunus [10]:59).&lt;br /&gt;Janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung. (Itu adalah) kesenangan sementara yang sedikit, dan bagi mereka siksa yang pedih (QS Al-Nahl [16]: 116-117).&lt;br /&gt;Kesan apakah yang dapat diperoleh dari ayat ini? Paling tidak, terdapat kecaman terhadap mereka yang mencampurbaurkan antara yang halal dan yang haram. Jika yang mencampurbaurkan saja telah dikecam dan diancam dengan siksa yang pedih, lebih-lebih lagi orang yang seluruh aktivitasnya adalah haram.&lt;br /&gt;Empat halal lainnya yang tersebut dalam Al-Quran mempunyai dua ciri yang sama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dikemukakan dalam konteks perintah makan (kulu),&lt;br /&gt;b. Kata halal digandengkan dengan kata thayyibah (baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan keempat ayat berikut:&lt;br /&gt;Kulu mimma fil ardhi halalan thayyiban (Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi) (QS Al-Baqarah [2]: 168)&lt;br /&gt;Wakulu mimma razaqakamullah halalan thayyiban... (Dan makanlah makanan yang halal lagi baik, dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu) (QS Al-Ma-idah [5]: 88)&lt;br /&gt;Faku1u mimma ghanimtum halalan thayyiban (Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu) (QS Al-Anfal [8]: 69).&lt;br /&gt;Fakulu mimma razaqakumullahu halalan thayyiban (Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu) (QS An-Nahl [16]: 114)&lt;br /&gt;Kata makan dalam Al-Quran sering diartikan "melakukan aktivitas apa pun." Ini agaknya disebabkan karena makan merupakan sumber utama perolehan kalori yang dapat menghasilkan aktivitas. Dengan demikian, perintah makan dalam ayat-ayat di atas bermakna perintah melakukan aktivitas, sedangkan aktivitasnya tidak sekadar halal, tetapi juga harus thayyib (baik). Nah jika dikembalikan pada empat jenis halal yang diperkenalkan oleh hukum Islam, maka yang makruh tidak termasuk dalam kategori halalan thayyiban.&lt;br /&gt;Al-Quran menyatakan secara tegas cinta Allah (Innallaha yuhib) sebanyak delapan belas kali, yang dapat dirinci sebagai berikut:&lt;br /&gt;Masing-masing sekali untuk at-tawabin (orang yang bertobat), ash-shabirin (orang-orang sabar) dan shaffan wahida (orang yang berada dalam satu barisan/kesatuan).&lt;br /&gt;Masing-masing dua kali terhadap al-mutawakkilin (orang yang berserah diri kepada Allah) dan al-mutathahirin (orang-orang yang menyucikan diri).&lt;br /&gt;Masing-masing tiga kali terhadap al-muttaqin (orang yang bertakwa) dan al-muqsithin (orang yang berlaku adil), dan lima kali terhadap al-muhsinin.&lt;br /&gt;Kesan yang ditimbulkan oleh angka-angka itu paling tidak mengisyaratkan bahwa sikap yang paling disenangi oleh Allah adalah al-muhsinin (orang-orang yang berbuat baik terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan). Hal ini sesuai sekali dengan perintah Al-Quran untuk melakukan perbuatan halal yang baik, tidak sekadar perbuatan halal (boleh), tetapi tidak menghasilkan kebaikan.&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran surat Ali-'Imran ayat 134 diisyaratkan tingkat-tingkat terjalinnya keserasian hubungan.&lt;br /&gt;Mereka yang menafkahkan hartanya, baik pada saat keadaan mereka senang (lapang) maupun sulit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan orang-orang yang bersalah (bahkan berbuat baik terhadap mereka). Sesunguhnya Allah menyukai mereka yang berbuat baik (terhadap orang yang bersalah).&lt;br /&gt;Di sini terbaca, bahwa tahap pertama adalah menahan amarah, tahap kedua memberi maaf, dan tahap berikutnya adalah berbuat baik terhadap orang yang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN&lt;br /&gt;Salah satu ucapan populer dalam konteks Idul Fitri ada Minal 'Aidin wal Faizin.&lt;br /&gt;Kata 'Aidin, adalah bentuk pelaku 'Id.&lt;br /&gt;Kata al-faizin adalah bentuk jamak dari faiz, yang berarti orang yang beruntung. Kata ini terambil dari kata fauz yang berarti keberuntungan.&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran ditemukan sebanyak 29 kali kata tersebut dengan berbagai bentuknya. Masing-masing delapan belas kali pada bentuk kata jadian fauz/al-fauz (keberuntungan), tiga kali dalam bentuk mafaz (tempat keberuntungan), dua kali dalam bentuk kata kerja faza (beruntung), empat kali dengan bentuk al-faizin, dan hanya sekali dalam bentuk kata kerja tunggal yang menunjuk kepada orang pertama afuz (saya beruntung). Yang terakhir itu diucapkan oleh orang munafik yang menyesal karena tidak ikut berperang bersama-sama orang Islam, sehingga ia tidak memperoleh pembagian harta rampasan perang.&lt;br /&gt;Sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat ke medan perang. Maka jika kamu ditimpa musibah, mereka berkata, "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena tidak ikut menyaksikan (peperangan) bersama mereka." Sungguh, jika kamu memperoleh karunia (kemenangan dan harta rampasan perang) pasti dia berkata seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang di antara kamu dengan dia, "Aduhai" kiranya saya bersama mereka, tentu saya memperoleh keberuntungan yang besar (kemenangan dan harta rampasan perang)" (QS Al-Nisa' [4]: 72-73).&lt;br /&gt;Kesan yang ditimbulkan ayat ini, antara lain adalah bahwa bagi orang munafik, keberuntungan adalah keuntungan material, dan popularitas, dan keberuntungan itu hanya ingin dinikmatinya sendiri. Keberuntungan orang lain bukan merupakan keberuntungan pula baginya. Itu antara lain yang menyebab dia dikecam oleh ayat di atas. Berbeda dengan petunjuk A1-Quran yang tidak mengaitkan keberuntungan dengan orang tertentu, dan kalaupun dikaitkan dengan orang-orang tertentu tidak ditujukan kepada individu perorangan, melainkan kepada bentuk kolektif (al-faizin atau al-faizun).&lt;br /&gt;Yang tidak kurang pentingnya adalah makna keberuntungan. Dari ayat-ayat yang berbicara tentang al-fauz dalam berbagai bentuknya itu (kecuali surat Al-Nisa [73]), seluruhnya bermakna pengampunan Ilahi maupun kenikmatan surgawi, sebagai ganjaran ketaatan kepada Allah Swt. Perhatikan misalnya:&lt;br /&gt;Penghuni surga adalah orang-orang yang beruntung Al-Hasyr [59]: 20).&lt;br /&gt;Barangsiapa yang dijauhkan --walaupun sedikit-- dari neraka, dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung (QS Ali 'Imran [3]: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGAMPUNAN&lt;br /&gt;Terdapat beberapa istilah yang digunakan Al-Quran untuk menyebutkan pengampunan (pembebasan dosa), dan upaya menjalin hubungan serasi antara manusia dengan Tuhannya, antara lain taba (tobat), 'afa (memaafkan), ghafara (mengampuni), kaffara (menutupi), dan shafah.&lt;br /&gt;Masing-masing istilah digunakan untuk tujuan tertentu dan memberikan maksud yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Taubat (Tobat)&lt;br /&gt;Terdahulu telah dikemukakan bahwa Al-Quran mengisyaratkan adanya dua pelaku tobat, yakni Allah dan manusia. Di sini dapat ditambahkan bahwa ada dua macam tobat (kembalinya) Allah. Pertama, lahir sebelum lahirnya tobat manusia secara aktual. Ketika itu ia baru dalam bentuk keinginan dan kesadaran tentang dosa-dosanya. Tobat pertama Tuhan ini antara lain tercermin dari firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 186,&lt;br /&gt;Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat...&lt;br /&gt;Kata 'ibadi (hamba-hamba-Ku) baik yang ditulis dengan memakai huruf Ya' (sebanyak 17 kali) maupun tidak (4 kali), semuanya digunakan untuk menunjukkan hamba Allah yang taat atau yang bergelimang di dalam dosa tetapi berkeinginan kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;Perhatikan firman-Nya:&lt;br /&gt;Masuklah ke dalam kelompok hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS Al-Fajr [89]: 29-30).&lt;br /&gt;Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;Wahai hamba-hamba-Ku yang bergelimang dalam dosa (dan telah menyadari dosanya sehingga ingin kembali), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah (QS Al-Zumar [39]: 53)&lt;br /&gt;Surat Al-Baqarah ayat 186 di atas menjelaskan bahwa Allah dekat dengan hamba-hamba-Nya, walaupun mereka masih bergelimang dalam dosa dan maksiat tetapi telah memiliki kesadaran untuk bertobat.&lt;br /&gt;Tobat Allah (kembalinya Allah) terhadap yang berkeinginan dekat kepada-Nya, lebih jelas terlihat pada ayat berikut:&lt;br /&gt;Maka Adam menerima dan Tuhan-Nya (petunjuk) berupa kalimat-kalimat, dan Dia bertobat (mengampuninya) (QS Al-Baqarah [2]: 37).&lt;br /&gt;Pemberian kalimat-kalimat itu memberi isyarat bahwa Allah membuka pintu tobat-Nya, dan memberi taufik kepada mereka yang berdosa, yang terketuk hatinya untuk kembali. "Penerimaan kalimat-kalimat dari Tuhan" itulah yang mengantarkan Adam mengajukan permohonan ampun kepada Allah.&lt;br /&gt;Langkah pertama dari tobat Allah ini, antara lain dipahami pula dari redaksi-redaksi fashilat (penutup) ayat-ayat yang berbicara tentang tobat-Nya.&lt;br /&gt;Perhatikanlah kedua ayat berikut ini:&lt;br /&gt;Allah hendak menerangkan kepada kamu dan mengantarmu ke jalan orang-orang sebelum kamu (para Nabi dan orang-orang saleh) dan hendak menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui lagi Bijaksana (QS Al-Nisa' [4]: 261.&lt;br /&gt;Maka barangsiapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatannya, dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah bertobat kepadanya (menerima tobatnya). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Al-Ma-idah [5]: 39).&lt;br /&gt;Penutup surat An-Nisa ayat 26 mengisyaratkan langkah pertama tobat Allah, yang dilakukan-Nya kepada mereka yang diketahui terketuk hatinya atau memiliki kesadaran terhadap dosanya. Langkah tersebut dilakukan oleh Allah karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk bisikan-bisikan hati manusia, dan karena Dia Maha Bijaksana. Dalam posisi inilah Allah memberi petunjuk kepada Adam dengan kalimat-kalimat yang wajar diucapkan untuk memohon ampun, karena betapapun, manusia selalu membutuhkan petunjuk-Nya, lebih-lebih pada saat ia jauh dari Allah Swt.&lt;br /&gt;Penutup surat Al-Ma-idah juga berbicara tentang tobat Allah, tetapi kali ini dia benar-benar telah "tobat" (kembali) ke posisi semula. Namun harus disadari bahwa hal ini baru terjadi jika sang hamba yang berdosa bertobat dan memperbaiki diri. Allah mendekatkan diri dan kembali ke posisi semula, disebabkan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Al-'Afw (Maaf)&lt;br /&gt;Kata al-'afw terulang dalam Al-Quran sebanyak 34 kali. Kata ini pada mulanya berarti berlebihan, seperti firman-Nya:&lt;br /&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang hal yang mereka nafkahkan (kepada orang). Katakanlah, "al-'afw" (yang berlebih dari keperluan) (QS Al-Baqarah [2]: 219).&lt;br /&gt;Yang berlebih seharusnya diberikan agar keluar. Keduanya menjadikan sesuatu yang tadinya berada di dalam (dimiliki) menjadi tidak di dalam dan tidak dimiliki lagi. Akhirnya kata al-'afw berkembang maknanya menjadi keterhapusan. Memaafkan, berarti menghapus luka atau bekas-bekas luka yang ada di dalam hati.&lt;br /&gt;Membandingkan ayat-ayat yang berbicara tentang tobat dan maaf, ditemukan bahwa kebanyakan ayat tersebut didahului oleh usaha manusia untuk bertobat. Sebaliknya, tujuh ayat yang menggunakan kata 'afa, dan berbicara tentang pemaafan semuanya dikemukakan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang bersalah. Perhatikan ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;Allah mengetahui bahwa kamu tadinya mengkhianati dirimu sendiri (tidak dapat menahan nafsumu sehingga bersetubuh di malam hari bulan Ramadhan dengan dugaan bahwa itu haram) maka Allah memaafkan kamu (QS Al-Baqarah [2]: 187).&lt;br /&gt;Allah memaafkan kamu, mengapa engkau memberi izin kepada mereka, sebelum engkau mengetahui orang-orang yang benar (dalam alasannya) dan sebelum engkau mengetahui pula para pembohong? (QS Al-Tawbah [9]: 43).&lt;br /&gt;Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang setimpal, tetapi barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah (QS Al-Syura [42]: 40).&lt;br /&gt;Perhatikan juga firman-Nya dalam surat Ali-'Imran ayat 152 dan 155, juga Al-Maidah ayat 95 dan 101. Ternyata tidak ditemukan satu ayat pun yang menganjurkan agar meminta maaf, tetapi yang ada adalah perintah untuk memberi maaf.&lt;br /&gt;Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada. Tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah? (QS Al-Nur [24): 22).&lt;br /&gt;Kesan yang disampaikan oleh ayat-ayat ini adalah anjuran untuk tidak menanti permohonan maaf dari orang yang bersalah, melainkan hendaknya memberi maaf sebelum diminta. Mereka yang enggan memberi maaf pada hakikatnya enggan memperoleh pengampunan dari Allah Swt. Tidak ada alasan untuk berkata, "Tiada maaf bagimu", karena segalanya telah dijamin dan ditanggung oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;Perlu dicatat pula, bahwa pemaafan yang dimaksud bukan hanya menyangkut dosa atau kesalahan kecil, tetapi juga untuk dosa dan kesalahan-kesalahan besar.&lt;br /&gt;Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 51-52, berbicara tentang pemaafan Allah bagi umat Nabi Musa a.s. yang mempertuhankan lembu:&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah empat puluh hari, lalu kamu menjadikan anak lembu (yang dibuat dari emas) untuk disembah sepeninggalnya, dan kamu adalah orang-orang yang zalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur (QS Al-Baqarah [2]:51-52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Al-Shafh (Lapang Dada)&lt;br /&gt;Kata al-shafh dalam berbagai bentuk terulang sebanyak delapan kali dalam Al-Quran. Kata ini pada mulanya berarti lapang. Halaman pada sebuah buku dinamai shafhat karena kelapangan dan keluasannya.&lt;br /&gt;Dari sini, al-shafh dapat diartikan kelapangan dada. Berjabat tangan dinamai mushafahat karena melakukannya menjadi perlambang kelapangan dada.&lt;br /&gt;Dari delapan kali bentuk al-shafh yang dikemukakan, empat di antaranya didahului oleh perintah memberi maaf.&lt;br /&gt;Perhatikan ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;Apabila kamu memaafkan, dan melapangkan dada serta melindungi, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang (QS Al-Thaghabun [64]: 14).&lt;br /&gt;Hendaklah mereka memaafkan dan melapangkan dada! Apakah kamu tidak ingin diampuni oleh Allah? (QS Al-Nur [24]:22) .&lt;br /&gt;Maafkanlah mereka dan lapangkan dada. Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang berbuat kebajikan (terhadap yang melakukan kesalahan kepadanya) (QS Al-Ma-idah [5]: l3. Juga baca surat Al-Baqarah [2]:l09).&lt;br /&gt;Ulama-ulama Al-Quran seperti Ar-Raghib Al-Isfahani menyatakan bahwa al-shafa lebih tinggi kedudukannya dari al-'afw (maaf). Pernyataan yang dikemukakan itu dapat dipahami melalui alasan kebahasaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan terdahulu dari kata al-shafh lahirlah shafhat yang berarti halaman. Jika Anda memiliki selembar kertas yang ditulisi suatu kesalahan, lantas kesalahan itu ditulis dengan pensil, Anda tentu dapat mengambil penghapus karet untuk menghapusnya. Seperti demikianlah ketika Anda melakukan 'afw (memberi maaf). Seandainya kesalahan pada kertas itu ditulis dengan tinta, tentu Anda akan menghapusnya dengan Tipp Ex agar tidak terlihat lagi, dan di sini Anda melakukan takfir seperti yang akan dijelaskan kemudian. Betapapun Anda menghapus bekas kesalahan, namun pasti sedikit banyak, lembaran tersebut tidak lagi sama sepenuhnya dengan lembaran baru. Malah barangkali kertas itu menjadi kusut. Nah, di sinilah letak perbedaan antara al-shafh yang mengandung arti lapang dan lembaran baru dengan takfir. Al-Shafh menuntut seseorang untuk membuka lembaran baru hingga sedikit pun hubungan tidak ternodai, tidak kusut, dan tidak seperti halaman yang telah dihapus kesalahannya.&lt;br /&gt;Mushafahat (jabat tangan) adalah lambang kesediaan seseorang untuk membuka lembaran baru, dan tidak mengingat atau menggunakan lagi lembaran lama. Sebab, walaupun kesalahan telah dihapus, kadang-kadang masih saja ada kekusutan masalah.&lt;br /&gt;Tadi telah dikemukakan bahwa memberi maaf dilanjutkan dengan perintah al-shafh. Perintah memaafkan tetap diperlukan, karena tidak mungkin membuka lembaran baru dengan membiarkan lembar yang telah ada kesalahannya tanpa terhapus. Itu sebabnya ayat-ayat yang memerintahkan al-shafh tetapi tidak didahului oleh perintah memberi maaf, dirangkaikan dengan jamil yang berarti indah. Selain itu, al-shafh juga dirangkaikan dengan perintah menyatakan kedamaian dan keselamatan bagi semua pihak (perhatikan firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Hijr [15]: 85, serta Al-Zukhruf [43]: 89):&lt;br /&gt;Berlapang dadalah terhadap mereka dengan cara yang baik (Al-Hijri [5]: 85).&lt;br /&gt;Berlapang dadalah terhadap mereka dengan mengatakan salam/kedamaian (QS Al-Zukhruf [43]: 84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Al-Ghufran&lt;br /&gt;Al-ghufran terambil dari kata kerja ghafara yang pada mulanya berarti menutup. Rambut putih yang disemir hingga tertutup putihnya disebutkan dengan ghafara asy-sya'ra. Dari akar kata yang sama, lahir kata ghifarah, yang berarti sepotong kain yang menghalangi kerudung sehingga tidak ternodai oleh minyak rambut. Maghfirah Ilahi adalah "perlindungan-Nya dari siksa neraka."&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran surat Ali Imran (3): 31 dinyatakannya bahwa,&lt;br /&gt;Katakanlah, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan menutupi dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;Kemudian dalam Al-Quran surat Al-Anfal (8): 29, dinyatakan,&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (petunjuk membedakan yang hak dan yang batil), dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta yaghfir lakum (melindungi kamu dari siksa). Dan Allah mempunyai karunia yang besar.&lt;br /&gt;Dari kedua ayat di atas terlihat, bahwa kata yaghfir bila dirangkaikan dengan menyebutkan dosa, berarti menutup dosa dengan sesuatu. Sedangkan bila tidak dirangkaikan dengan menyebutkan dosa --sebagaimana ditunjukkan dalam surat Al-Anfal ayat 29-- berarti melindungi manusia dari siksa atau bencana. Baik dalam konteks pertama maupun konteks kedua, ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa ghufran (pengampunan atau perlindungan) tidak dapat diperoleh kecuali setelah memenuhi syarat-syarat tertentu.&lt;br /&gt;Dari kedua ayat tersebut juga terbaca bahwa syarat penutupan dosa dan perlindungan dari siksa adalah berbuat kebajikan. Di sini terlihat salah satu perbedaan antara al-'afw (maaf) dengan ghufran. Karena itu, ditemukan ayat yang menggabungkan keduanya, yakni:&lt;br /&gt;Hapuskanlah dosa kami, lindungilah kami, dan rahmatilah kami (QS Al-Baqarah [2]: 286).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKFIR&lt;br /&gt;Untuk menutup dosa dengan pekerjaan tertentu, Al-Quran juga menggunakan istilah takfir. Kata ini, terambil dari kata kaffara yang berarti menutup.&lt;br /&gt;Al-Quran mempergunakan kata kaffara dengan berbagai bentuknya sebanyak 14 kali (kecuali kaffarat), pelakunya adalah Allah Swt.&lt;br /&gt;Yang empat kali itu selalu digandengkan dengan syarat melakukan amal-amal saleh, atau upaya meninggalkan dosa-dosa besar.&lt;br /&gt;Perhatikan misalnya firman Allah:&lt;br /&gt;Apabila kamu menghindari dosa-dosa besar yang dilarang untuk melakukannya, akan Kami tutupi kesalahan-kesalahanmu (QS Al-Nisa' [4]: 3l).&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dengan beramal saleh pasti Kami tutupi kesalahan-kesalahan mereka ... (QS Al-'Ankabut [29]: 7)&lt;br /&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, ditutupi kesalahan-kesalahannya (QS Al-Taghabun [64]: 9).&lt;br /&gt;Dari keempat belas kali yang disebut itu, teramati pula tiga belas di antaranya dirangkaikan dengan kata as-sayyiat yang diterjemahkan sebagai kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa kecil. Hanya satu ayat yang tidak menyebutkan kata as-sayyiat, melainkan menggunakan istilah aswa' alladzi 'amilu (perbuatan terjelek yang mereka lakukan), yang pada hakikatnya dapat juga diartikan sebagai dosa-dosa kecil.&lt;br /&gt;Nah, dari sini dapat dipahami bahwa dosa-dosa kecil seseorang dapat ditoleransi oleh Allah Swt. akibat adanya amal-amal saleh yang menutupinya .&lt;br /&gt;Dalam konteks ini Nabi Saw. berpesan,&lt;br /&gt;Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, dan susulkanlah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. (HR At-Tirmidzi melalui sahabat Nabi Abu Dzar).&lt;br /&gt;Demikian sedikit dan banyak kesan yang dapat diperoleh dari ayat-ayat Al-Quran berkaitan dengan halal-bihalal/maaf-memaafkan. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-1514629871271983100?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/1514629871271983100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/halal-bi-halal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1514629871271983100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1514629871271983100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/halal-bi-halal.html' title='HALAL BI HALAL'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-2461803935011465782</id><published>2010-09-21T19:50:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:47:18.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>SBI DAN RSBI PERLU SEGERA DIEVALUASI</title><content type='html'>Oleh Moh. Safrudin, S.Ag, M.PdI&lt;br /&gt;(Ketua Presidium Wilayah Majelis Alumni IPNU Sultra) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari Undang-Undang Nomor 20  tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) pasal 50 ayat 3 yang menyatakan bahwa pemerintah dan /atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional, sekolah-sekolah rintisan internasional di berbagai jenjang pendidikan menjamur di Tanah Air. Belakangan program tersebut tidak saja dikembangkan di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Nasional (sekolah), tetapi juga lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (madrasah). Jika tidak salah pada tahun 2010 ini saja Kementerian Agama mencanangkan dua belas Madrasah Aliyah sebagai Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional. Dalihnya jelas, yakni untuk menjalankan amanah undang-undang tersebut. Tak ketinggalan, sekolah-sekolah pinggriran pun juga melabel diri mereka sebagai sekolah bertaraf, setidaknya rintisan, internasional. Dalam waktu singkat jumlah sekolah dan madrasah yang merintis program internasional sangat banyak. &lt;br /&gt;Setelah tujuh tahun sejak peraturan yang memayungi pendirian sekolah bertaraf internasional itu diundangkan, kini sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh tentang kebijakan tersebut. Sebab, kenyataannya pemahaman tentang visi, tujuan, dan manajemen sekolah bertaraf internasional sebagaimana maksud semula undang-undang tidak sepenuhnya dipahami baik oleh pihak sekolah maupun pemerintah daerah. Akibatnya, pelaksanaannya telah melenceng agak jauh dari maksud semula. Ini bisa dilihat dari kesalahan dalam mengartikan ‘internasional’.&lt;br /&gt;Konsep internasionalisasi pendidikan bukan sekadar menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mulai sistem pendidikan, kurikulum, standar, dan kualitasnya yang internasional. Karena itu, jika berbahasa Inggris dijadikan satu-satunya tanda sudah berinternasional, maka sungguh konyol. Semua pihak hanya berkonsentrasi bagaimana  meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Para guru sibuk belajar bahasa Inggris agar bisa mengajar di kelas internasional karena merasa lebih bergengsi dan tentu ada  tambahan honorarium yang berbeda dengan yang tidak mengajar di kelas internasional. Sedangkan para siswa lebih berkonsentrasi belajar bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Karena itu, tak mengherankan jika matapelajaran bahasa Indonesia pada Ujian Nasional 2010 sangat jeblok. Nilai matapelajaran bahasa Inggris lebih baik daripada nilai bahasa Indonesia. Sebuah ironi terjadi di dunia pendidikan kita. Bahasa asing lebih dikuasai daripada bahasa nasional yang mestinya dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;Yang lebih parah lagi adalah terjadinya pungutan dana yang jauh dari ukuran kemampuan masyarakat pada umumnya. Sekadar ilustrasi di sebuah sekolah favorit di sebuah kota ukuran sedang ada orangtua siswa yang sanggup membayar uang masuk sebesar Rp. 25 juta rupiah jika anaknya diterima  di kelas program internasional. Saya kira untuk ukuran masyarakat kita uang sebesar untuk beaya masuk SMA itu jauh di atas kemampuan rata-rata masyarakat kita. Padahal, untuk beaya masuk perguruan tinggi saja tidak sebesar itu.&lt;br /&gt;Tak pelak lagi pungutan tersebut mengundang reaksi dari berbagai pihak akhir-akhir ini sehingga program internasionalisasi pendidikan tak ubahnya merupakan komersialisasi pendidikan. Padahal, dari pengamatan sekilas yang disebut kelas program internasional tersebut sama sekali tak ada bedanya dengan kelas-kelas lain, kecuali untuk mata pelajaran IPA disampaikan dalam bahasa Inggris oleh guru yang baru saja kursus bahasa Inggris dengan kemampuan pas-pasan. Akhirnya yang terjadi bukan mengajarkan matapelajaran IPA dalam bahasa Inggris, melainkan mengajar bahasa Inggris (not teaching physics in English, but teaching English). Jika terpaksa menyampaikan matapelajaran IPA tersebut dalam bahasa Inggris, siswa juga tidak paham sebab bahasa Inggris tidak komunikatif. Tentu semua paham bahwa mengajar bahasa Inggris tidak sama dengan mengajar dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Latar belakang pendirian sekolah bertaraf internasional adalah semakin ketatnya kehidupan di era globalisasi saat ini. Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia perlu segera mengambil langkah-langkah konkret menghadapi kompetisi global tersebut yakni membekali siswa dengan kemampuan kompetitif yang tinggi sehingga mampu bersaing di kancah global. Karena itu lahirlah undang-undang yang memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang sudah mapan untuk mengembangkan diri menuju sekolah internasional.&lt;br /&gt;Ukuran mapan atau tidak ditakar dari pemenuhan delapan komponen standar nasional pendidikan, mulai dari isi, proses, lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, manajemen, keuangan, hingga evaluasi. Jika delapan komponen standar itu terpenuhi, maka sekolah bisa mengembangkannya menuju rintisan internasional dengan memfokuskan pada pendalaman, pengembangan, dan perluasan isi sehingga lulusanya memiliki daya saing tinggi. Singkatnya SBI adalah SNP + X. Kenyataannya yang terjadi adalah sekolah-sekolah yang masih jauh dari pemenuhan  delapan standar nasional pendidikan itu dicanangkan atau mencanangkan diri sebagai sekolah internasional. Bisa dibayangkan hasilnya seperti apa.&lt;br /&gt;Uniknya lagi jika ada pihak yang mengkritisi statusnya sebagai sekolah bertaraf internasional, pengelola umumnya menjawab ‘sebagai rintisan’, sehingga sekolah itu berlabel RSBI. Jadi belum bertaraf internasional. Kata ‘rintisan’ ternyata cukup ampuh untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di sekolah tersebut. Dalam benak pengelola, karena masih berstatus ‘rintisan’, maka kalaupun kualitasnya belum sepadan yang diharapkan sebagai sekolah internasional, mohon semua pihak memakluminya. Tetapi pada saat yang sama, karena masih tahap merintis menuju yang sesungguhnya diperlukan dana cukup besar. Karena itu, orangtua yang menyekolahkan anaknya di program rintisan itu mesti rela mengeluarkan beaya jutaan rupiah yang hasil dan akuntabilitasnya tidak jelas.&lt;br /&gt;Dari gambaran di atas, kini sudah saatnya kebijakan internasionalisasi pendidikan segera dievaluasi oleh pemerintah bersama wakil rakyat (DPR). Semua sekolah dan madrasah yang selama ini melabel diri mereka sebagai Sekokah/Madrasah Bertaraf Internasional atau Rintisan Sekolah/Madrasah Internasional diminta akuntabilitasnya baik dari sisi akademik maupun keuangannya. Dari sisi akademik, dicek apa saja produk akademik yang telah dihasilkan dari program tersebut, dan dari sisi keuangan dicek untuk apa saja dana yang diserap dari masyarakat dalam jumlah yang cukup besar itu.&lt;br /&gt;Dari evaluasi menyeluruh itu akan bisa diketahui sekolah-sekolah yang memang layak dan berpotensi layak menuju internasional untuk diteruskan dengan pembinaan intensif dan dukungan dana dari pemerintah sehingga tidak menarik dana dari masyarakat secara berlebihan. Sesuai undang-undang pendidikan merupakan tanggung jawab penuh pemerintah dan masyarakat ikut serta dalam pengembangan pendidikan. Karena itu, menarik dana besar-besaran dari masyarakat untuk program internasionalisasi sekolah bertentangan dengan undang-undang.&lt;br /&gt;Sementara itu, jika dalam evaluasi ditemukan sekolah yang belum layak mengembangkan program internasionalisasi pendidikan segera dikembalikan ke status semula sebagai Sekolah Nasional. Menjadi sekolah nasional dengan kualitas unggul tidak kalah gengsi dan akan jauh lebih bermartabat daripada melabel diri dengan kata ‘internasional’ tetapi tidak berkualitas dan hanya dipakai sebagai kedok untuk memungut dana masyarakat secara berlebihan. Muncul kekhawatiran jika tidak segera  ada evaluasi dan program sejenis terus tumbuh, maka akan terjadi komersialisasi pendidikan yang luar biasa. Korbannya adalah masyarakat yang tidak berkantong tebal.&lt;br /&gt;Perlu disadari oleh semua bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Pendidikan merupakan kebutuhan sangat mendasar setiap warga negara. Karena itu, adalah kewajiban pemerintah  untuk memberikan kesempatan kepada semua warga negara memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan bukan monopoli anggota masyarakat yang berduit. Ada gejala program internasionalisasi pendidikan di sekolah-sekolah kita berpotensi melahirkan ketidakadilan memperoleh pendidikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-2461803935011465782?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/2461803935011465782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/sbi-dan-rsbi-perlu-segera-dievaluasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2461803935011465782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2461803935011465782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/sbi-dan-rsbi-perlu-segera-dievaluasi.html' title='SBI DAN RSBI PERLU SEGERA DIEVALUASI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-85295899635747824</id><published>2010-09-16T01:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:48:31.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LAILATUL QADAR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IDUL FITRI DAN HALAL BI HALAL'/><title type='text'>MENJAGA KESUCIAN PASCA RAMADHAN</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali &lt;br /&gt;orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. As-Syu'arâ’ &lt;br /&gt;[26]: 88-89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”...dan demi jiwa serta (demi) penyempurnaan ciptaannya, maka Allah &lt;br /&gt;mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sungguh beruntung &lt;br /&gt;orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.” &lt;br /&gt;(QS. asy-Syams [91]: 1-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati berperan sebagai pengendali bagi seluruh gerak langkah manusia. Makanya &lt;br /&gt;Rasulullah saw selalu mengingatkan agar memelihara hati dengan baik. &lt;br /&gt;”Ketahuilah bahwa dalam jasad itu terdapat segumpal daging; jika daging &lt;br /&gt;tersebut baik, maka seluruh tubuh pun akan menjadi baik. Sebaliknya, jika &lt;br /&gt;daging tersebut rusak, maka seluruh tubuh ikut rusak.” (HR. Ibnu Majah; Shahih) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ayat di atas, Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa hati yang bersih &lt;br /&gt;dari rasa dengki dan berbagai penyakit hati merupakan faktor keselamatan dan &lt;br /&gt;kebahagiaan di akhirat kelak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari berbagai penyakit, seperti &lt;br /&gt;menyekutukan Allah, ragu, syubhat, sesat, munafik, dengki, sombong, takabbur, &lt;br /&gt;keinginan-keinginan tidak baik dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Qayyim, sebagimana disebutkan dalam Dalam kitab Al-Jawab al-Kafi, &lt;br /&gt;Ibnu, ”Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari syirik, khianat, iri dan &lt;br /&gt;dengki, sombong, kikir, takabbur, cinta dunia dan jabatan, dan terbebas dari &lt;br /&gt;penyakit yang menjauhkannya dari Allah SWT, dari keraguan akan wahyu-Nya, dari &lt;br /&gt;nafsu yang menentang perintah-Nya, dari keinginan yang membebani pikirannya, &lt;br /&gt;dan terbebas dari faktor yang menjadikannya terputus dari Allah. Hati yang &lt;br /&gt;bersih ini akan berada dalam surga dunia, surga di alam barzakh, dan surga pada &lt;br /&gt;hari kembali (akhirat).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam banyak hadits, Rasulullah saw menjelaskan, bahwa sucinya hati &lt;br /&gt;dari berbagai penyakit, seperti sifat curang, iri dan dengki, takabbur, dan &lt;br /&gt;sebagainya, merupakan penyebab terbesar masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik, salah seorang pemuka para sahabat menceritakan, bahwa sekali &lt;br /&gt;waktu ia duduk dalam sebuah majlis bersama Rasulullah dan sahabat-sahabat &lt;br /&gt;lainnya. Dalam pada itu, Rasulullah saw kemudian bersabda, ”Akan tampak (masuk) &lt;br /&gt;kepada kalian orang (yang termasuk) dari ahli surga.” Tak lama kemudian, &lt;br /&gt;masuklah seorang laki-laki dari kaum Anshar; air wudhunya menetes dari &lt;br /&gt;janggutnya, dan menenteng sendalnya dengan tangan kirinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, Rasulullah saw berkata dengan ucapan yang sama (sebentar lagi akan &lt;br /&gt;masuk kepada kalian orang yang termasuk ahli surga).  Lagi-lagi muncul &lt;br /&gt;laki-laki itu dalam kondisi yang sama seperti kemarin (air wudhunya menetes &lt;br /&gt;dari janggutnya, menenteng sandalnya dengan tangan kirinya).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ketiga, Rasulullah saw juga berkata demikian (sebentar lagi akan masuk &lt;br /&gt;kepada kalian orang yang termasuk ahli surga). Ternyata, laki-laki itu yang &lt;br /&gt;muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika Rasulullah saw telah pergi, Abdullah bin Amru bin ’Ash mengikuti &lt;br /&gt;laki-laki itu. Amru berkata kepadanya, ”Aku sedang berseteru dengan ayahku. Aku &lt;br /&gt;bersumpah tidak akan menemuinya selama tiga hari, aku berharap engkau bisa &lt;br /&gt;menampungku sementara waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, ”Baiklah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ”Pada saat itu, Abdullah pun tinggal bersamanya selama tiga malam. Namun, &lt;br /&gt;Amru tidsak pernah melihat laki-laki itu bangun shalat malam. Yang ditemukannya &lt;br /&gt;jika laki-laki itu terbangun, dia hanya berdzikir dan bertakbir di atas tempat &lt;br /&gt;tidurnya sampai datang waktu subuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah menuturkan, ”Aku juga tidak pernah mendengar ucapan kecuali yang baik &lt;br /&gt;darinya. Dan ketika tiba hari ketiga, hampir saja aku meremehkan amalannya. Aku &lt;br /&gt;(Abdullah) pun bertanya padanya, ”Wahai hamba Allah, sebetulnya antara aku dan &lt;br /&gt;ayahku tidak ada masalah apa-apa. Namun, aku pernah mendengar Rasulullah saw &lt;br /&gt;bercerita tentang dirimu sampai tiga kali. Beliau saw berkata, ’Akan muncul &lt;br /&gt;kepada kalian seorang dari ahli surga.’ Rasulullah saw mengucapkan hal itu &lt;br /&gt;sebanyak tiga kali. Setiap kali beliau mengucapkannya, selama itu pula &lt;br /&gt;engkaulah yang muncul, sebanyak tiga kali berturut-turut. Aku penasaran hingga &lt;br /&gt;tinggal bersama engkau untuk mengetahui apa amalan yang engkau lakukan, dan aku &lt;br /&gt;aka ikuti. Akan tetapi aku tidak pernah melihat amalan yang banyak dari dirimu. &lt;br /&gt;Sebetulnya apa yang engkau lakukan sehingga Rasulullah saw berkata seperti itu?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, ”Ya, seperti yang engkau lihat, itulah amal ibadahku.” &lt;br /&gt;mendengar jawaban tersebut, Abdullah merasa tidak puas. Dia semakin penasaran. &lt;br /&gt;Maka, Abdullah pun terus membujuknya, agar mau mengatakannya. Maka, laki-laki &lt;br /&gt;itupun berkata, ”Tidak lain, saya tidak pernah memiliki perasaan curang kepada &lt;br /&gt;seorang pun, saya tidak pernah merasa dengki kepada mereka atas nikmat yang &lt;br /&gt;Allah berikan kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abdullah pun berkata, ”Inilah yang membuat engkau memperoleh hal itu &lt;br /&gt;(surga), karena hal inilah yang paling sulit dilakukan.’” (HR. Ahmad dan Nasa’i &lt;br /&gt;dari Anas bin Malik ra.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits shahih yang lain menyatakan bahwa orang yang bersih dari rasa iri &lt;br /&gt;dan dengki, selalu istiqamah dan konsisten dalam iman dan takwa, dialah orang &lt;br /&gt;yang paling utama dan paling sempurna di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah ibn ’Amr ra, ia berkata, ”Ada yang bertanya, ’Wahai &lt;br /&gt;Rasulullah, siapa orang yang paling utama?’ Beliau menjawab, ’Setiap orang yang &lt;br /&gt;hatinya bersih dan jujur.’ Mereka (sahabat) berkata, ’Orang jujur kami &lt;br /&gt;mengerahuinya, tapi apa yang dimaksud dengan hati yang bersih?’ Rasulullah saw &lt;br /&gt;menjawab, ’Yaitu bersih dan suci, tak ada dosa di dalamnya, tak ada perasaan &lt;br /&gt;zalim, khianat dan dengki.”  (HR. Ibnu Majah; shahih menurut Al-Mundziri dan &lt;br /&gt;Al-Albani-dalam Shahih Al-Jami’).***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Menjaga Kesucian Hati dan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memantapkan Akidah (Tauhid)&lt;br /&gt;Ini hal yang paling penting dalam melakukan Tazkiyatun Nufus, sebagaimana &lt;br /&gt;dijelaskan oleh al-Qur'an; "Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang &lt;br /&gt;menyekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat (tauhid) dan &lt;br /&gt;mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Fushshilat: 6-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas menjelaskan makna zakat dalam ayat tersebut dengan makna tauhid &lt;br /&gt;(Shafwatut Tafasir, Ali ash-Shabuni, jilid 3 hal 116). Yaitu mengikrarkan &lt;br /&gt;syahadat lâ ilâha illallâh, sebab dengan mengikrarkan hal itu akan menyucikan &lt;br /&gt;hati, karena  kandungan kalimat tauhid tersebut adalah mengikis habis dan &lt;br /&gt;mengosongkan dari lubuk hati kita segala bentuk tuhan yang bathil. Artinya &lt;br /&gt;menyucikan hati kita dari segala kotoran syirik, lalu kita penuhi isi hati kita &lt;br /&gt;dengan menetapkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang kita ibadahi dan yang &lt;br /&gt;kita sembah. Kita menyucikan hati kita dengan menauhidkan Allah, dan inilah &lt;br /&gt;dasar, pondasi, serta azaz penyucian jiwa. Tanpa tauhid seseorang tidak akan &lt;br /&gt;bisa menyucikan jiwanya. Tauhid adalah suci, sedangkan syirik adalah kotoran &lt;br /&gt;dan najis, dua hal yang kontradiktif yang mustahil bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini adalah riya’. Karena riya merupakan syirik yang paling &lt;br /&gt;ditakutkan menimpa manusia. Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya termasuk &lt;br /&gt;yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, ”Apa &lt;br /&gt;itu, wahai Rasulullah?”. Beliau saw menjawab, ”(Yaitu) riya.”  (Hadits Shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjaga Shalat&lt;br /&gt;Shalat adalah realisasi tauhid yang paling utama, sebab shalat itu menyucikan &lt;br /&gt;jiwa kita dari segala kotoran dosa dan maksiat. Rasulullah menjelaskan hal itu &lt;br /&gt;dalam hadits berikut, "Bagaimana menurut kalian jikakalau sebuah sungai ada di &lt;br /&gt;depan pintu rumah salah seorang di antara kalian (dan) dia mandi di situ 5 kali &lt;br /&gt;dalam sehari, apakah menurut kalian masih ada kotoran yang menempel pada &lt;br /&gt;tubuhnya?” Mereka menjawab, “Tentu tidak ada.” Lalu beliau bersabda, “Demikian &lt;br /&gt;halnya dengan shalat yang lima waktu, yang dengannya Allah membersihkan &lt;br /&gt;dosa-dosa yang diperbuat nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersedekah&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu &lt;br /&gt;kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo'alah untuk mereka. &lt;br /&gt;Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah &lt;br /&gt;Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah [9]: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini dijelaskan bahwa bershadaqah membersihkan dan menyucikan dari &lt;br /&gt;dosa-dosa mereka yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Banyak Berdzikir&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, &lt;br /&gt;laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam &lt;br /&gt;ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang &lt;br /&gt;sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang &lt;br /&gt;bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang &lt;br /&gt;memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) &lt;br /&gt;Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” &lt;br /&gt;(QS. Al-Ahzab [33]: 35)&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senantiasa memperbanyak istigfar, maka &lt;br /&gt;Allah SWT berikan padanya kelapangan jika bersedih, jalan keluar dari masalah &lt;br /&gt;yang dihadapinya, dan memberinya rezeki dari arah yang tak terduga. (HR. Abu &lt;br /&gt;Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Takwa dan Berkata yang Benar&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada &lt;br /&gt;Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu &lt;br /&gt;amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati &lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang &lt;br /&gt;besar.”  (QS. Al-Ahzab [33]: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Muhasabah.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Seorang yang cerdik adalah orang yang mengoreksi diri dan &lt;br /&gt;beramal untuk menghadapi kematiannya." (HR.Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Bashri mengatakan, "Seorang mukmin adalah pemimpin atas dirinya &lt;br /&gt;sendiri dan mengoreksi dirinya karena Allah.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-85295899635747824?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/85295899635747824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/menjaga-kesucian-pasca-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/85295899635747824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/85295899635747824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/menjaga-kesucian-pasca-ramadhan.html' title='MENJAGA KESUCIAN PASCA RAMADHAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-2025131281054749726</id><published>2010-09-15T17:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:47:18.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IDUL FITRI DAN HALAL BI HALAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MUDIK DAN SILATURAHIM</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN, S.Ag,M.PdI&lt;br /&gt;(Dosen STIK Avicenna Kendari Sultra)&lt;br /&gt;Di saat hari raya idul fitri seperti sekarang ini, maka yang  terasa penting adalah silaturahim yang lebih akrab dengan istilah bersilaturrahmi.  Bertemu dengan orang tua, keluarga, sahabat, kenalan, atau siapa saja, terasa sangat penting. Sialturrahmi menjadi sebuah kebutuhan.  Di suasana  hari  raya,  dengan alasan tertentu,   tidak ketemu orang tua, atau  saudara, maka terasa ada sesuatu yang kurang. Kekurangan itu tidak bisa diganti atau ditukar dengan apapun. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, itulah sebabnya, bersilatirrahmi dengan keluarga,  atau  disebut mudik dirasakan menjadi sangat penting. Sekalipun kadang sedemikian mahal dan berat, maka tetap saja dijalani. Silaturrahmi tidak selalu bisa diganti dengan alat modern,  seperti  berkirim kartu lebaran, atau berkomunikasi melalui facebook, scrib, tilpun, e mail, atau lainnya.  Bagi keluarga dekat akan lebih sempurna jika mereka saling datang dan bertemu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Latar belakang pendidikan, jabatan seseorang,  atau juga tingkat kekayaan, tidak berpengaruh terhadap kebutuhan bersilaturrahmi di hari raya. Misalnya, orang yang semakin kaya, berpendidikan tinggi atau berjabatan penting di sebuah instansi  tidak akan bisa menurunkan semangat bersilaturrahmi di hari raya. Oleh karena itu, untuk melayani kebutuhan hilir mudik orang kembali ke tempat asal kelahirannya masing-masing, maka pihak yang paling sibuk adalah para pejabat yang terkait dengan keamanan dan perhubungan. Mereka harus bertanggung jawab memberikan pelayanan, baik para pemudik yang  menggunakan jasa transportasi udara, laut,  maupun darat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada hari raya pertama, saya bertakziyah ke Kolaka mengunjungi orang tua saya yang semestinya bisa ditempuh sekitar 4 jam, menjadi molor, karena lalu lintas kendaraan sedemikian padat. Saya perhatikan mobil dan sepeda motor berseliweran, sehingga di sepanjang perjalanan semua kendaraan tidak bisa melaju cepat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak sekali mobil yang bergerak melaju  ke semua arah. Mereka yang dari barat ke timur, dan sebaliknya,  yang dari timur ke barat. Perjalanan orang banyak itu, persis bagaikan arak-arakan semut. Keadaan seperti itu kiranya juga terjadi di mana-mana. Bahkan kabarnya di beberapa titik tertentu, malah macet hingga beberapa kilometer.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu, kalau hari-hari biasa, jalan-jalan hanya dipenuhi oleh mobil-mobil berplat nomor kota setempat, maka pada hari raya hampir semua jenis plat nomor mobil ada. Perjalanan antara Kendari  keKolaka terdapat mobil berplat nomor kendari,  Makassar bahkan ada plat  B atau Jakartadan sterusnya. Mobilitas masyarakat pada hari raya sedemikian tinggi. Mereka itu semua, rupanya hanya memenuhi kebutuhan bersilaturrahmi, dan bukan untuk dinas dan berbisnis.     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti  disebutkan  di muka, bahwa  silaturrahmi seperti itu memang menyenangkan, akan tetapi sekaligus juga sedemikian berat dan mahal.  Mungkin dirasakan oleh semuanya, bahwa tatkala bertemu dengan orang tua, saudara, sahabat, kenalan, teman sekolah dan sebagainya, terasa sedemikian indah. Mereka hanya sebatas ketemu, bercakap-cakap, berbagi informasi, namun  itu semua  terasa sedemikian penting dan indah, sehingga harus dilakukan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain berat dan mahal, silaturrahmi kadang juga  beresiko tinggi. Biaya atau uang yang diperlukan untuk bersilaturrahmi seperti itu, oleh sementara orang  hingga tidak merasa perlu dihitung,  atau dibanding-bandingkan dengan betapa sulit mencarinya. Kalkulasi untung rugi untuk memenuhi keinginan bersilaturrahmi, oleh banyak orang  tidak dilakukan. Bagi mereka yang penting adalah bisa bersilaturrahmi dan ketemu dengan orang-orang yang dicintainya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Resiko  mudik yang sedemikian berat juga tidak selalu diperhitungkan. Padatnya lalu lintas di jalan-jalan, mengakibatkan beratus-ratus kendaraan macet dan bahkan tidak sedikit yang mengalami kecelakaan.  Harian Suara Pembaruan, sejak H-7 hingga hari Idul Fitri mencatat tidak kurang dari 144 orang meninggal akibat kecelakaan. Selain itu, harian tersebut mencatat  ada sekitar 28 juta orang mudik. Jumlah kecelakaan yang meninggal itu berlum termasuk korban  lainnya, baik yang  luka berat atau luka ringan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Resiko tersebut sebenarnya juga sudah dikenali oleh siapapun yang melakukan perjalanan jauh untuk mudik. Namun  kegiatan itu  tetap juga dijalani. Mereka tidak takut dengan  mahalnya biaya dan bahkan resiko yang sedemikian berat itu. Bagi mereka yang penting mudik, bersilaturrahmi atau bertemu keluarga, karena hal itu  merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi.  Bersilaturrahmi memang, ------bagi mereka yang bisa merasakannya,  sedemikian indah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Islam mengajarkan kepada  umatnya agar mencintai bersilaturrahmi, dan menjalin hubungan persaudaraan. Dalam suatu hadits Nabi dikatakan bahwa, siapa saja yang ingin agar  usianya dipanjangkan dan dibanyakkan rezkinya, maka supaya menjalin tali silaturrahmi. Tentu anjuran ini sebenarnya bukan hanya pada momentum  idul fitri , tetapi juga pada hari lainnya.  Sebaliknya, Islam tidak menyukai bercerai berai, sekalipun tidak sedikit orang, ------bahkan para tokoh umat melakukannya. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-2025131281054749726?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/2025131281054749726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/mudik-dan-silaturahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2025131281054749726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2025131281054749726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/mudik-dan-silaturahim.html' title='MUDIK DAN SILATURAHIM'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8381680948058291718</id><published>2010-09-09T01:21:00.001-07:00</published><updated>2010-09-28T20:47:18.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IDUL FITRI DAN HALAL BI HALAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENYAMBUT DATANGNYA HARI RAYA IDUL FITRI</title><content type='html'>Tidak terasa satu bulan penuh kita telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, satu bulan kita telah berhasil menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Di saat bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan itu telah pergi, hari ini kita dipertemukan dalam momen kegembiraan, yaitu hari raya idul fitri. Kalau kita artikan secara tekstual, bermakna "hari berbuka" atau "hari kembali kepada fitrah", fase kehidupan manusia yang dianggap suci, bersih dan terbebas dari segala dosa.&lt;br /&gt;Di hari kemenangan ini, mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya: kegembiraan apa yang patut kita rayakan pada saat idul fitri tiba? Apakah hanya sekedar datang dan berlalunya "suatu hari" tanpa ada arti sebagimana hari-hari yang lain? Atau ada sebuah keistimewaan yang patut kita banggakan di hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini, saya akan mengupas tentang tiga kebahagiaan bagi komunitas muslim dalam menyambut datangnya idul fitri. Yaitu; Bahagia telah sempurna menemui bulan Ramadhan, dengan menjalankan perintah puasa, bahagia telah berbagi kepada saudara se-iman, dengan menunaikan kewajiban zakat fitrah, dan bahagia dengan kesempatan halal bi halal atau bersilaturrahim, saling mema'afkan segala kesalahan menghapus luka yang pernah tergores dan mempererat hubungan persaudaraan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia telah sempurna menjumpai Ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui bahwa berhasil menjumpai bulan Ramadhan, dengan kondisi fisik dan mental yang sehat, sehingga mampu melaksanakan perintah puasa dengan khidmat, adalah anugerah besar dari yang maha kuasa, sahabat Ali bin Abi Thalib Ra (w: 40 H / 661 M) berkata: "Sehat jasmani adalah anugrah yang paling indah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa membayangkan, bagaimana orang-orang yang pergi ke alam baqa' (meninggal dunia) sesaat menjelang datangnya bulan Ramadhan, mereka tidak bisa menjumpai bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. Padahal, melalui ibadah di bulan Ramadhan, kita diberi bonus pahala berlipat dan kesempatan untuk melebur dosa-dosa yang pernah dilakukan. Rasulullah Saw - dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim - menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tidak sedikit saudara-saudara kita yang pada saat tiba bulan Ramadhan dalam keadaan sakit, fisik maupun mentalnya tidak sehat, sehingga tidak bisa menjalankan kewajiban ibadah puasa, atau kalaupun tetap menjalankan, tidak dengan khidmat sebagaimana orang yang normal kesehatannya. Tentu saja dengan uzur sakit, mereka itu tidak bisa merasakan bagaimana nikmatnaya saat berbuka, saat bersahur, bagaimana nikmatnya kita mampu mengendalikan hawa nafsu dengan sedikit mengekang hasrat jasmani dan biologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan, ulama besar di zaman tabi'in (setelah zaman para sahabat Nabi) imam Ibnu Sirin, (w: 110 H / 728 M) berterus terang bahwa urusan hawa nafsu adalah urusan yang paling pelik dalam hidup ini, ia berkata: “Aku tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik ketimbang urusan jiwa”. Betapa urusan jiwa yang menyangkut pengendalian hawa nafsu adalah kendala besar yang kerap merintangi hidup manusia, Rasulullah Saw dalam hal ini mengingatkan: "Jalan ke sorga dilapangkan dengan mengendalikan hawa nafsu, sedangkan jalan ke neraka dilapangkan dengan menuruti hawa nafsu" (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tibanya idul fitri ini, sangatlah wajar jika kita berbahagia menampakkan kegembiraan bersama, bukan atas dasar telah berlalunya bulan suci Ramadhan, akan tetapi kebahagiaan ini dilandaskan pada keberhasilan kita dalam mengekang hawa nafsu dalam kadar dan rentang waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia dengan peduli terhadap sesama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan kedua yang semestinya kita rasakan pada momen datangnya hari raya idul fitri adalah, kita telah mengeluarkan zakat fitrah. Sebuah ibadah yang tidak lain sebagai bentuk penyucian diri setiap muslim sekaligus sebagai penyempurna puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah merupakan salah satu ibadah yang berdimensi horisontal. kalau kita perhatikan secara kasat mata, sangatlah sepele, tidak membutuhkan jumlah harta yang berlimpah, akan tetapi setiap muslim yang pada saat tibanya idul fitri memiliki kebutuhan pokok untuk dirinya, keluarga dan orang yang harus dinafkahinya, maka dia berkewajiban untuk mengelurakan zakat. Nominasi harta yang dikeluarakan pun sangat sedikit, hanya 1 Sha' sekitar 2,5 kg makanan pokok setempat, atau bisa diuangkan sesuai dengan standar harganya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan zakat harta, zakat hewan ternak, zakat hasil bumi, zakat profesi dan zakat niaga, jenis-jenis zakat ini hanya bisa ditunaikan oleh kalangan berada saja. Maka dari itu, prosentasi muslim yang berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah jauh lebih banyak dari pada zakat-zakat tersebut, hal ini sesuai dengan maqasid (tujuan) disyari'atkannya zakat fitrah yaitu untuk mengembalikan setiap manusia pada fitrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sejenak kita menengok maqasid (tujuan) dan hikmah diwajibkannya ibadah zakat secara umum, ternyata ajaran Islam, disamping mengupayakan kesucian diri setiap insan, juga mengharapkan kesucian dan keberkahan harta benda yang dimilikinya. Dalam al Qur'an di jelaskan, saat Allah Swt memerintahkan Muhammad Saw untuk merealisasikan kewajiban zakat kepada para sahabatnya: "Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan – dan mensucikan - mereka" (Qs. at Taubah: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain Allah Swt menjelaskan: " Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah di sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridha'an Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan " (Qs. Ar Ruum: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian kenyataannya, maka kesempatan kita untuk menjalankan kewajiban zakat fitrah, adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Kita telah diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk mensucikan jiwa sekaligus mewujudkan rasa peduli terhadap kondisi di sekitar kita. Bagaimanapun kebahagiaan dalam menyambut datangnya idul fitri, juga berhak dirasakan oleh kaum miskin yang sama sekali tidak memiliki makanan pokok saat hari raya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagia dengan bersilaturrahim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi “halal bi halal” yang ada di setiap hari raya idul fitri adalah kesempatan bagi kita untuk bersilaturrahim. Tentunya silaturrahim dalam maknanya yang luas, yaitu saling memafkan atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, saling mempererat hubungan persaudaraan atas dasar keimanan dan kebangsaan, bukan hanya sebatas persaudaraan atas dasar kekerabatan dan hubungan nasab keturunan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam al Qur’an: "Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu" (Qs. Al Hujurat: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita semua sadari, bahwa interaksi keseharian dalam komunitas umat manusia akan selalu di warnai dengan berbagai hal, sesuai dengan situasi dan kondisi. Adakalanya baik ada kalanya buruk, kadang damai kadang konflik. Implikasi dari hubungan keseharian antar sesama manusia ini tidak selamanya menyakitkan sehingga menimbulkan kebencian, begitu juga tidak semuanya menyenangkan sehingga menimbulkan kecintaan, pada saat-saat tertentu emosi, egois dan kesombongan bisa saja menguasai diri kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi buruk yang kita terima dari sikap orang lain, begitu juga kelakuan tidak bersahabat yang kita tunjukkan kepada orang lain, baik dengan penuh kesadaran  maupun dalam ketidaksadaran, harus kita netralisir dengan bersilaturrahim. Kita percaya, bahwa hari raya idul fitri sebagai momen yang tepat untuk menetralisir atau paling tidak meminimalisir ketegangan hubungan antar sesama umat manusia. Rasulullah Saw bersabda : "Wahai manusia, tebarkanlah kedamaian dan sambunglah persaudaraan" (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui silaturrahim, kita juga akan mendapatkan hikmah dan faedah yang luar biasa. Di antaranya; akan mempermudah segala urusan, bisa menjalin partner usaha, dan memperbanyak kolega yang tentunya akan saling menguntungkan dalam bekerjasama. Dalam satu kesempatan Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang ingin dijembarkan rezekinya dan dipanjangkan usianya maka sambunglah persaudaraan" (HR. Bukhori dan Muslim). Sebagian ulama mengartikan kalimat "panjang usia" dalam hadist di atas dengan makna "keberkahan hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tulisan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua berharap, mudah-mudahan hari raya idul fitri kali ini adalah momen yang dapat mengembalikan pada fitrah keimanan kita, di mana idul fitri datang setelah kita menyelesaikan proses latihan mengendalikan jiwa melalui puasa Ramadhan, ia tiba dibarengi dengan kewajiban zakat fitrah yang merupakan wujud kepedulian, dan ia juga datang dengan tradisi “halal bi halal” sebagai upaya mempererat tali persaudaraan dan persahabatan. Tidak lain, tiga kebahagian yang kita rasakan sekaligus dalam momen hari raya idul fitri adalah anugerah dari Allah Swt yang wajib kita syukuri. "Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. " (Qs. Yunus: 58)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8381680948058291718?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8381680948058291718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/menyambut-datangnya-hari-raya-idul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8381680948058291718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8381680948058291718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/menyambut-datangnya-hari-raya-idul.html' title='MENYAMBUT DATANGNYA HARI RAYA IDUL FITRI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-342964785570290059</id><published>2010-09-02T02:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:54:32.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LAILATUL QADAR'/><title type='text'>hikmah lailatul qadar</title><content type='html'>oleh: moh. safrudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesunguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr [97]: 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, begitu besar kasih sayang yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Lihattlah kita, manusia, sebagai hamba-Nya dengan tabiat yang sering jatuh bangun dalam lumpur dosa. Namun Allah senantiasa mengasihi dengan memberi kita kemudahan-kemudahan untuk mensucikan diri dari karat-karat dosa dan kemaksiatan. Tak bisa dibayangkan, sebesar apa noda hitam kemaksiatan itu tergores dalam hati, apabila Allah tidak melimpahkan ampunan-Nya yang Maha Luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, merupakan salah satu sarana yang Allah berikan kepada kita memperoleh ampunan-Nya. Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada hamba-Nya melalui Ramadhan ini, sehingga wajar kalau Rasulullah mengekspresikan keutamaannya dengan perkataan “Apabila umat ini tahu apa yang ada dalam Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan hal itu selam satu tahun penuh.” (HR Tabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan salah satu malam yang diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah saw, bersabda, “Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadr, niscaya diampuni dosa-dosanya yang sudah lewat. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penjelasan Rasulullah saw yang sampai pada kita tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh berkah ini. Sebagai malam yang terbaik dan paling barakah diantara malam yang ada, didalamnya Allah telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungan-Nya di hari akhir, akan melipatgandakan sampai 1000 bulan untuk amal-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali hadist yang menerangkan bahwa kaum muslim hendaklah mencari lailatul qadar diantara tanggal ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari) atau tujuh malam terakhir bulan itu (HR Bukhari). Tampaknya bagi kita tidak menjadi persoalan kapan lailatul qadar itu didatangkan, tetapi yang penting adalah menjemput kedatangannya pada setiap waktu dan mempersiapkan diri untuk itu. Mungkin lebih baik jika kita pusatkan perhatian pada kesiapan mental, kejernihan hati, ketulusan jiwa, keadilan pikiran, kepenuhan iman kita, serta totalitas iman dan kepasrahan jiwa kita kepada Allah Azza Wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, Ramadhan dengan lailatul Qadar-Nya sebagai media yang bisa mengantarkan kita pada kesucian. Adalah sangat disunahkan bagi kita untuk berusaha memperolehnya dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang baik. Rasulullah, suatu ketika mengatakan “Barang siapa beramal pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. Tidak berlebihan memang, kalau Allah menamainya yang kebaikannya melebihi seribu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu alangkah sombongnya manusia yang sangat membutuhkan pengampunan dari Allah atas perbuatan-perbuatan mereka yang banyak menyimpang, apabila mereka menyia-nyiakan kesempatan emas yang bersifat tak tentu akan mereka dapatkan di masa-masa yang akan datang. Siapa yang bisa menjamin bahwa usia kita akan sampai Ramadhan tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena itu merupakan keharusan yang tidak bisa tidak bagi kita, untuk mengejarnya, sehingga janji-janji Allah yang telah ditaburkan itu benar-benar bisa kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari sini, kita bisa menyikapinya dengan senatiasa mengoptimalkan ibadah kita di 10 malam terakhir dalam bulan yang penuh rahmat ini. Dengan begitu kita tidak khawatir akan terlepas dari malam lailatul qadar. Karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah paparan diatas, kita sebagai hamba Allah yang benar-benar memahami kebenaran kekuasaannya sadar bahwa usaha kita dalam mencari lailatul qadar ini adalah untuk membuktikan dan merealisasikan penghambaan kita kepada Allah Swt, sehingga hal itu mengingatkan kita, seharusnya kita bersama-sama mendekatkan diri kapanpun dan dimanapun, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Semoga Allah Yang Maha Agung, memberi kesempatan kepada kita untuk mengecap, menikmati, dan melampaui malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan ini dengan kesungguhan beribadah dan keikhlasan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang budiman, para ulama menerangkan bahwa hikmah disembunyikannya malam qadar, tidak ditegaskan malamnya, ialah supaya kita berusaha mencarinya, meningkatkan ibadah di setiap malam, membanyakkan doa semoga memperolehnya, sebagaimana yang dilakukan ulam salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang baik, Rasulullah SAW sengaja memperlihatkan keistimewaan yang ada pada malam kemuliaan (lailatul qadr) yang penuh berkah itu. Karena beliau tahu bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki bani Israil yang selama 1000 bulan selalu memakai pedang berjuang dijalan Allah. Karena umur ummatnya tidak ada yang sepanjang itu, maka Allah menurunkan surat Al-Quran yang menerangkan mengenai malam kemuliaan itu: “Sesungguhnya kami menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajr” (Al Qadr 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qadr berarti kemuliaan atau tempat kedudukan yang tinggi, atau dikatakan juga takdir (ketentuan) dan keduanya dianggap benar. Ia merupakan tempat menentukan segala urusan dalam setiap tahun, seperti firman Allah: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkati, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (Ad Dukhan 3-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu bulan lebih lamanya daripada 83 tahun (sepanjang umur manusia). Dan melakukan ibadah pada malam itu pahalanya setara dengan melakukan ibadah sepanjang masa. Tentu saja itu merupakan kemurahan. Oleh karena itulah Rasulullah menjadi orang yang paling antusias untuk melakukannya. Demi hal itu beliau melakukan i’tikaf di masjid, seraya melepaskan diri dari segala kesibukan dunia. Beliau bersabda: “Barang siapa melakukan ibadah pada malam kemuliaan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang perlu diperhatikan mengenai keistimewaan malam kemuliaan ini ialah, bahwa Allah memuliakan segenap manusia dengan cara menurunkan cahaya petunjuk pada malam itu. Karenanya, gelap kesesatan hilang sirna. Pada malam itu Allah menghidupkan hati manusia kalau mereka mau melakukan amal-amal yang saleh. Pada malam itu turun para malaikat dan termasuk juga Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi keistimewaan malam kemuliaan tersebut ialah, kalau peristiwa turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW membawa wahyu sudah berlalu, maka pada malam kemuliaan itu seakan-akan merupakan rekonstruksinya ataupun demi pembaharuan kesejahteraan bagi manusia. Apabila Jibril waktu itu turun dengan membawa wahyu dan syariat Islam, maka pada malam kemuliaan itu beliau turun lagi setelah mendapat izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan yang berlaku setahun bagi penghuni bumi. Para malaikat pun ikut turun dengan membawa segenap kesejahteraan. Pada malam itu seolah-olah seluruh dunia tengah terjaga menyambut tanda-tanda kesejahteraan, kedamaian, kebajikan dan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mendorong kita untuk menyuarakan kepada segenap dunia bahwa sesungguhnya agama kita dan misi atau risalah nabi kita, adalah agama dan misi kesejahteraan yang selalu diperbaharui setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kemuliaan merupakan karunia yang tiada duanya. Siapapun yang sampai terlambat memanfaatkannya, maka sama halnya ia telah berlaku aniaya terhadap dirinya sendiri. Karena istrinya Aisyah ra, Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat:&lt;br /&gt;“Apabila kamu mendapati malam itu (lailatul qadr), maka bacalah do’a ini: Allahumma innaka ‘afqun tuhibbul ‘afwa fa’annii. (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku)” (HR Tarmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a tersebut mencakup segala kebajikan. Masalahnya kalau orang sudah diberikan ampunan, maka jiwa dan raganya akan terpelihara. Ia pun akan dipelihara dari hisab (perhitungan amal) dan siksa, sehingga ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sudah menjelaskan kepada para sahabatnya mengenai tanggal dari pada malam lailatul qadr tersebut, yakni disekitar bilangan sepuluh hari yang terakhir pada bulan Ramadhan. Agaknya masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan, karena seluruh malam yang ganjil dari sepuluh malam terakhir, terdapat hadist yang memaparkan bahwa malam itu adalah lailatul qadr. Menurut pandangan kami (Athiyah Muhammad Salim), yang tepat ialah bahwa lailatul qadr itu tidak menentu dan berpindah-pindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, tolonglah kami untuk bisa melakukan ibadah pada malam kemuliaan. Berikan kepada kami berkat kebajikannya. Ampunilah kami. Terimalah permohonan kami agar Engkau berkenan membebaskan kami semua dari siksa neraka. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha mendengar dan yang maha mengabulkan do’a. Semoga shalawat dan salam sejahtera Allah senantiasa terlimpah bagi hamba dan Rasul-Nya yang mulia Muhammad SAW”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Perangilah nafsu kamu dengan menahan lapar dan dahaga, karena pahalanya seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak ada amalan yang disukai di sisi Allah daripada menahan lapar dan dahaga”. Wallahu a’lam.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-342964785570290059?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/342964785570290059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/hikmah-lailatul-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/342964785570290059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/342964785570290059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/09/hikmah-lailatul-qadar.html' title='hikmah lailatul qadar'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-307379380041175295</id><published>2010-08-31T20:37:00.001-07:00</published><updated>2010-08-31T20:39:17.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ZAKAT'/><title type='text'>HUKUM ZAKAT FITRAH</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah adalah wajib atas setiap muslim dan muslimah. Berdasar hadits berikut, Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. telah memfardhukan (mewajibkan) zakat fitrah satu sha’ tamar atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua dari kalangan kaum Muslimin; dan beliau menyuruh agar dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke tempat shalat ‘Idul Fitri.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III :367 no:1503, Muslim II: 277 no:279/984 dan 986, Tirmidzi II : 92 dan 93 no: 670 dan 672, ‘Aunul Ma’bud V:4-5 no: 1595 dan 1596, Nasa’i V:45, Ibnu Majah I: 584 no:1826 dan dalam Sunan Ibnu Majah ini tidak terdapat “WA AMARA BIHA…”).&lt;br /&gt;Hikmah Zakat Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum (selesai) shalat ‘id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh Allah); dan siapa saja yang mengeluarkannya sesuai shalat ‘id, maka itu adalah shadaqah biasa, (bukan zakat fitrah).” (Hasan : Shahihul Ibnu Majah no: 1480, Ibnu Majah I: 585 no: 1827 dan ‘Aunul Ma’bud V: 3 no:1594). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang wajib mengeluarkan zakat fitrah ialah orang muslim yang merdeka yang sudah memiliki makanan pokok melebihi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarganya untuk sehari semalam. Di samping itu, ia juga wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti isterinya, anak-anaknya, pembantunya, (dan budaknya), bila mereka itu muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. pernah memerintah (kita) agar mengeluarkan zakat untuk anak kecil dan orang dewasa, untuk orang merdeka dan hamba sahaya dari kalangan orang-orang yang kamu tanggung kebutuhan pokoknya.” (Shahih : Irwa-ul Ghalil no: 835, Daruquthni II:141 no: 12 dan Baihaqi IV: 161). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya Zakat Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap individu wajib mengeluarkan zakat fitrah sebesar setengah sha’ gandum, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ kismis, atau satu sha’ gandum (jenis lain) atau satu sha’ susu kering, atau yang semisal dengan itu yang termasuk makanan pokok, misalnya beras, jagung dan semisalnya yang termasuk makanan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bolehnya mengeluarkan zakat fitrah dengan setengah sha’ gandum, didasarkan pada hadits dari  ‘Urwah bin Zubair r.a., (ia bertutur), “Bahwa Asma’ binti Abu Bakar r.a. biasa mengeluarkan (zakat fitrah) pada masa Rasulullah saw., untuk keluarganya yaitu orang yang merdeka di antara mereka dan hamba sahaya – dua mud gandum, atau satu sha’ kurma kering dengan menggunakan mud atau sha’ yang biasa mereka mengukur dengannya makanan pokok mereka.” (ath-Thahawai II:43 dan lafadz ini baginya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bolehnya mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ selain gandum yang dimaksud di atas, mengacu kepada hadits dari Abu Sa’id al-Khudri r.a. ia berkata, “Kami biasa mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ makanan, atau satu sha’ gandum (jenis lain), atau satu sha’ kurma kering, atau satu sha’ susu kering, atau satu sha’ kismis. (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III:371 no: 1506, Muslim II:678 no:985, Tirmizi II: 91 no :668, ‘Aunul Ma’bud V:13 no:1601, Nasa’i  V:51 dan Ibnu Majah I:585 no:1829).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Syarah Muslim VII:60 Imam Nawawi menegaskan, “Menurut mayoritas fuqaha tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan harganya (bukan berupa makanan pokok).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis sendiri, pendapat Imam Abu Hanifah r.a. yang membolehkan mengeluarkan zakat dengan harganya tertolak, karena ayat Qur’an mengatakan yang artinya, “Dan Rabbmu tidak pernah lupa.” (Maryam : 64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata mengeluarkan zakat fitrah dengan harganya atau uang dibolehkan dan dianggap mewakili, sudah barang tentu Allah Ta’ala dan Rasul-Nya menjelaskannya. Oleh karena itu, kita wajib mencukupkan diri dengan zhahir nash-nash syar’I, tanpa memalingkan (maknanya) dan tanpa pula memaksakan diri untuk mentakwilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. pernah memerintah (kami) agar zakat fitrah dikeluarkan sebelum orang-orang berangkat ke tempat shalat “Idul Fitri”. (Takhrij haditsnya lihat pembahasan Hukum Zakat Fitrah, beberapa halaman sebelumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang punya, boleh mengeluarkan zakat fitrah satu atau dua hari sebelum ‘Idul Fitri. Sebab ada riwayat dari Nafi’, berkata, “Adalah Ibnu Umar r.a. menyerahkan zakat fitrah kepada orang-orang yang berhak menerimanya; dan kaum Muslim yang wajib mengeluarkan zakat mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fitri.” (Shahih : Fathul Bari III:375 no:1511).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haram menunda pengeluaran zakat fitrah hingga di luar waktunya, tanpa adanya udzur syar’i. Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah saw. telah memfardhukan zakat fitrah (atas kaum Muslimin) sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya seusai shalat ‘Idul Fitri’, maka dari itu termasuk shadaqah biasa.” (Nash hadits ini sudah termaktub dalam pembahasan Hikmah Zakat Fitrah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat Fitrah hanya dialokasikan kepada orang-orang miskin saja. Ini didasarkan pada Sabda Nabi saw. yang diriwayatkan melalui Ibnu Abbas r.a., “Sebagai makanan bagi orang-orang miskin.” (Teks Arabnya termuat dalam pembahasan Hikmah Zakat Fitrah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shadaqah Tathawwu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat dianjurkan memperbanyak shadaqah tathawwu’, (shadaqah sunnah). Berdasar firman Allah SWT, “Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah:261).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan sabda Nabi saw., “Tidak ada suatu ketika segenap hamba berada di pagi hari melainkan dua puluh malaikat akan turun lalu salah seorang di antara keduanya berkata, Ya Allah berilah ganti kepada orang tersebut berinfak itu, dan yang lain berdo’a (juga), Ya Allah berilah kerusakan kepada orang yang enggan berinfak itu)." (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III:304 no: 1442 dan Muslim II : 700 : 1010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang yang paling utama memperoleh shadaqah ialah keluarganya dan kerabatnya. Rasulullah saw. menegaskan, “Sedekah yang diberikan kepada orang miskin adalah berfungsi sebagai shadaqah, sedang yang diberikan kepada kerabat (mempunyai) dua fungsi; sebagai shadaqah dan sebagai silaturrahmi (penyambung hubungan rahim)." (Shahih : Shahihul Jami’us Shaghir no : 3835 dan Tirmidzi II: 84 no: 653).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 448 – 453.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-307379380041175295?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/307379380041175295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/hukum-zakat-fitrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/307379380041175295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/307379380041175295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/hukum-zakat-fitrah.html' title='HUKUM ZAKAT FITRAH'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8282972266939331033</id><published>2010-08-27T22:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T22:05:55.665-07:00</updated><title type='text'>NUZULUL QUR'AN DAN ILMU PENGETAHUAN</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN, S.Ag, M.Pdi&lt;br /&gt;Pada saat sedang memperingati hari pertama kali turun ayat al Qur’an atau disebut dengan nuzul al Qur’an, kita diingatkan tentang betapa pentingnya ilmu pengetahuan. Ayat  pertama kali turun,  yang disampaikan  Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw   di guwa Hira’ adalah perintah membaca. Kalimat/kata iqra’ ( bacalah) adalah pintu atau jendela untuk mendapatkan dan atau memahami ilmu pengetahuan. Tidak akan didapat ilmu, tanpa lewat membaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian penting kegiatan membaca bagi umat manusia, maka di antara asma’ul husna, atau nama-nama Tuhan yang disebut terlebih dahulu dalam al Qur’an adalah juga Yang Maha Pencipta atau al kholiq.  Selain itu, ternyata Rasulullah, dalam al Qur’an juga dinyatakan untuk membaca ayat-ayat Allah. Sehingga, antara perintah membaca (iqra’), al kholiq, dan juga tilawah yaitu tugas yang disebutkan pertama kali dalam al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian,  semua yang disebutkan pertama kali, baik ayat yang pertama kali turun, asma’ul husna, dan juga bagian dari tugas-tugas nabi  adalah terkait dengan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu tampaknya, ilmu pengetahuan dalam ajaran Islam diletakkan pada posisi yang amat vital dan atau mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan  semacam itu tentu tidak sulit dipahami, bahwa Islam sebenarnya bukan semata-mata mengajarkan agama, sebagaimana agama-agama lainnya. Islam, jika mengacu pada al Qur’an dan juga sejarah nabi,  adalah sebuah ajaran tentang kehidupan secara menyeluruh yang berasal dari Tuhan sebagai jalan menuju keselamatan, kebahagiaan,  dan kesempurnaamn baik di dunia maupun di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai pandangan hidup, yang hendaknya mewarnai baik pikiran, perasaan dan tindakan kaum muslimin, maka dimulai Dari ilmu pengetahuan. Cara berpikir seseorang akan berubah dan bahkan juga terbentuk  atas dasar  wawasan keilmuannya. Oleh karena itu, maka ilmu pengetahuan dalam Islam menjadi sangat penting dan mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak membolehkan seseorang untuk sekedar melakukan peniruan, imitasi, atau dalam bahasa lain adalah bertaqlid. Islam menghargai kreativitas, olah pikir, dan atau penemuan-penemuan baru. Islam menghargai dan bahkan menjunjung tinggi orang-orang yang berilmu pengetahuan. Bahkan seseorang yang mempermudah orang lain jalan menuju ilmu, oleh Allah akan  dimudahkan jalan mereka menuju ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, atas inspirasi dan juga petunjuk dari ayat-ayat al Qur’an, semestinya umat Islam di muka bumi  ini selalu berada di posisi depan, di atas,  dan atau selalu mengawali pada  setiap kemajuan. Namun ternyata dalam tataran empirik, umat Islam di berbagai belahan dunia justru tertinggal dari umat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam, yang  juga dipelopori oleh para cendekiawannya masih sibuk membedakan antara ilmu umum dan ilmu agama, berseminar tentang apakah ilmu pengetahuan relevan dengan Islam  dan atau kegiatan sejenisnya ini. Sudah selama ini nyata-nyata ketinggalan, bukan kemudian segera mengubah pandangan, dan kemudian melihat kembali  pesan-pesan kitab suci yang dijadikan pegangan, terkait dengan ilmu pengetahuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya, dengan petunjuk al Qur’an dan juga hadits nabi tersebut, umat Islam yang diawali oleh para pemimpinnya, segera membangun lembaga-lembaga penelitian, pusat-pusat riset yang  menghasilkan temuan-temuan baru, baik di bidang ilmu-ilmu alam, ilmu-ilmu social, dan humaniora.  Sebab hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan saja, umat Islam akan mampu bersaing dengan umat lainnya yang lebih maju terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran seperti ini, semstinya dalam momentum peringatan nuzul al Qur’an perlu dikembangkan. Sehingga dengan cara itu akan lahir pada setiap komunitas muslim, semangat untuk menaggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Akhirnya, dengan ilmu pengetahuan itu, kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan  kaum muslimin yang dirasakan selama ini, pada saatnya  akan berhasil  diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebenarnya pintu kemajuan dan kemenengan dalam pentas dunia ini adalah ilmu. Bahwa, ternyata kekalahan kaum muslimin yang dirasakan selama ini,  adalah  diawali dari kekalahannya dalam menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Maka Al Qur’an, ayat yang pertama kali   turun,  mengingatkan tentang membaca, yang hal itu adalah  sebagai  pintu menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8282972266939331033?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8282972266939331033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/nuzulul-quran-dan-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8282972266939331033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8282972266939331033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/nuzulul-quran-dan-ilmu-pengetahuan.html' title='NUZULUL QUR&apos;AN DAN ILMU PENGETAHUAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-451454401882336402</id><published>2010-08-27T19:42:00.001-07:00</published><updated>2010-09-28T20:47:18.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IDUL FITRI DAN HALAL BI HALAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>KHUTBAH IDUL FITRI 1431</title><content type='html'>الله اكبر 7 x  الله  اكبر كلّما هلّ هلال وابدر. الله اكبر كلّما صام صائم وأفطر. وكلّما أطعام القانع المعتر. الله اكبر الله اكـــــبر   الله اكـــــبر . لا اله الا الله والله اكـــــبر الله اكـــــبر&lt;br /&gt;و لله الحمد. الحمد لله الّذى سهّل للعباد طر يق  العبادة ويسّر .ووفّاهم اجور أعمالهم من خز ائن جوده الّتى لا تحصر. وجعل لهم يوم عيد يعود عليهم فى كلّ سنة ويتكرّ ر. أحمده سبحانه وهو المستحقّ لأن يُحمد ويُشكر. واشكره على نعم لا تعدّ ولا تحصر. واشهد أن لا اله إ لاّ الله وحده لا شر يك له الملك العظيم ا لأكبر. واشهد أنّ ســيّدنا مـحــمّدا عبده ورسوله الشـّافع فى المخشـر. اللّهـمّ صلّ وسـلّم&lt;br /&gt;على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحابه الّذين اذهب عنهم الرّجس وطهّر .  (امّا بعد)  فيا ا يّهاالنّاس إتّقوا الله ولا تغرّ نّكم ومدد ا لأ عمار.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Kaum Muslimin Dan Muslimat Sidang Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, yang berbahagia. puji dan syukur yang sedalam-dalamnya, dengan penuh perasaan gembira, kita sanjungkan kehadirat Allah SWT. Tuhan yang telah memberi kita usia yang panjang, sehingga di pagi yang ceria ini kita dapat berkumpul bershaf-shaf memenuhi tempat yang berkah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar tanggal 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah Azza Wa Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid :&lt;br /&gt;الله اكبر  X 3   لا اله إ لاّ الله و الله أكبر. الله اكبر و لله الحمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur, sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan dan kejayaan umat Islam.&lt;br /&gt;HADIRIN HADIRAT RAHIMAKUMULLAH …….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kemewahan yang terasa di paksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar dibayangkan, dalam pesta semesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah,v selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan dan kepatuhan, hanya mengharap ridla - Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt. … .. ? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يآايّها الّذين أمنوا كتب عليكم الصّيام كما كتب على الّذين من قبلكم لعلّكم تتّقون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertaqwa.”&lt;br /&gt;(Qs. Al Baqarah : 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian  berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka …….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran …….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Ramadhan telah berlalu ………., bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, relakah kita melepaskannya seadanya ……..? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari bersuka ria.  Namun ……. adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan kemaruk hawa nafsu ……..? Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan terstimulir oleh kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu atas diri kami …….. ! Na’udzubilla Billahi Min Dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAA ………. RABBY …….. ! Rasanya puasa kami hampa, jiwa ini miskin tak berarti apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa. Maka hanya rahmat dan maghfirahmu Yaa ……. Allah yang kami minta, kami ibarat setetes embun dalam lautan keagunganmu ……..&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHI AL - HAMD, Hadirin Sidang ‘Idul Fitri Yang Dimulyakan Allah …….Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara kafaah sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يآايّهاالّذين آمنوا اذ خلوا فى السّلم كآ فّة. و لا تتّبعوا خطوات الشّيطان إ نّه  لكم عدوّ مبين (البقرة : 208(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas.” ( Qs. Al-Baqarah : 208 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaannya adalah; Gembira yang islami itu yang bagaimana ? Gembira yang islami yaa gembira yang wajar-wajar saja, gembira yang penuh rasa syukur, gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keperihatinan di fihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran tentunya menjadi hak milik bagi ia yang telah dapat merampungkan kewajiban ibadah puasa Ramadhannya dengan penuh keikhlasan dan njungkung ibadah semata-mata karena mengharap ridlo - Nya, disamping kita telah berhasil pula nyelengi pahala, dan dosa-dosa kita yang telah lewat diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla, sebagaimana di jamin sendiri oleh Rasulullah saw. sendiri lewat sebuah haditsnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat”&lt;br /&gt;Hadirin hadirot sidang idul fitri yang berbahagia. . . . Apapun dan bagaimanapun bentuk puasa yang telah kita lakukan, berapapun nilai yang telah Allah Ta’ala berikan atas puasa kita dengan segala kesempurnaan rahmat dan anugerahnya, untuk lebih menjamin keyakinan keberhasilan perjuangan kita di bulan puasa itu, Allah masih memberi kesempatan kepada kita - yang memang memiliki watak tidak sempurna ini - untuk nambeli kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita, barang kali sesekali, sementara mulut kita berpuasa tidak makan dan tidak minum tetapi kita khilaf tidak memuasakannya dari memakan daging saudara-saudara kita dengan ngrasani, mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tak pantas misalnya dan seterusnya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian dari bahan makanan kita untuk saudara-saudara kita yng berhak menerimanya lewat zakat fitrah. Di samping makna solidaritas yang terkandung di dalam zakat fitrah itu, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, zakat fitrah itu berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari keterlanjurannya beromong kosong dan berkata buruk saat berpuasa, bahkan menurut hadits riwayat Abu Hafsih Bin Shaahin, puasa Ramadhan bergantung antara langit-langit dan bumi dan hanya zakat fitrahlah yang dapat menaikkannya ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban membayar zakat fitrah ini - menurut Imam Al Syafi’i RA - di fardlukan kepada setiap muslim yang merdeka atau hamba Muba’ad yang memiliki kelebihan bahan makanan di malam dan hari lebarannya, juga pakaian dan tempat tinggal yang layak bagi semua keluarga yang menjadi tanggung jawab nafaqahnya. Adapun tentang waktu wajibnya adalah sejak tenggelamnya mata hari di hari terakhir&lt;br /&gt;bulan suci Ramadhan, dan boleh saja membayarkan zakat fitrah sejak telah masuknya bulan suci Ramadlan dengan niat Ta’jil. Sedangkan membayarkan zakat fitrah setelah dilaksanakannya sholat idul fitri hingga tenggelamnya mata hari juga masih diperkenankan atau masih diterima, tetapi dengan niat mengkodlo’i-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan zakat fitrah kita, dapat menyempurnakan ibadah puasa kita, sehingga Allah mengampuni kita, merahmati kita, dan membebaskan kita dari api neraka. Dan moga-moga pula, Allah masih menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk dapat melengkapi ganjaran ibadah puasa itu dengan kesediaan kita nantinya, untukpuasa Ramadlan kita yang telah berlalu dengan  mengiringinya berpuasa selama enam hari di bulan Syawal ini. Mudah-mudahan ..&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD&lt;br /&gt;HADIRIN HADIRAT KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH …….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya segala aktifitas apa saja yang paling utama dilakukan  sekembali kita dari shalat idul fitri ini ……. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpuasa dan njungkung ngibadah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas hanya memburu ridla Allah Ta’ala, dan kita telah menambelinya dengan mengeluarkan zakat fitrah, dosa-dosa kitapun diampuni. Namun seperti kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan sesama kita, antar kita, dimana ampunan Allah bergantung pada pema’afan masing-masing kita yang bersangkutan. Oleh karenanya untuk menyempurnakan ketidak berdosaan kita, setelah shalat idul fitri ditradisikanlah halal bihalal, “sini menghalalkan dan memaafkan situ, situ menghalalkan dan memaafkan sini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pada lebaran kali ini, diharapkan semua macam dosa apapun lebur dan kita kembali sebagaimana fitrah kita, mulus tanpa dosa bagaikan seorang bayi.&lt;br /&gt;Tidakkah kita tak ingin menjadi pailit kelak di hari kemudian ……? Seperti digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam hadits shohihnya :&lt;br /&gt;أتذرون من المفلس؟  قالوا المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال عليه الصّلاة والسّلام إنّ المفلس من امّتى من يأتى يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ويأتى من قدشتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دام هذا وضرب هذا. فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فأنّ فنيت حسناته قبل أن يقضى ماعليه . أخذ من خطا ياهم. فطرحت عليه ثمّ طرح فى النّار (رواه مسلم عن ابى هريرة)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Tahukah kalian semua, siapakah orang yang bangkrut itu ? Tanya Rasulullah kepada para sahabatnya - merekapun menjawab : orang yang bangkrut menurut kita adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda yang  tersisa.” Kemudian Rasulullah menyampaikan sabdanya : “Orang yang benar-benar pailit - diantara umatku - ialah orang yang di hari kiamat dengan membawa (seabrek) pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu)  datanglah orang-orang yang menuntutnya, karena ketika    (di dunia) ia mencaci ini, menuduh itu, memakan harta si ini, melukai si itu, dan memukul  si ini. Maka di berikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada si ini dan si itu. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah dosa-dosa mereka (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian dicampakkanlah ia ke api neraka.” Naudzubillah …… ! (HR. Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mulut, tangan, kaki, perut dan anggota tubuh kita yang biasa kita gunakan untuk beribadah, bersujud, berdzikir, berpuasa, memberikan zakat, dapat membuat kita pailit kelak. Tidak hanya menghabiskan modal pahala yang kita tumpuk sepanjang umur kita tapi bahkan dapat menarik kepada kita kerugian orang lain. Ini semua tentunya gara-gara kita terlalu meremehkan dosa dan kesalahan terhadap sesama. Oleh karenanya, apabila kita memuliakan Tuhan, maka termasuk yang dimuliakan Tuhan ialah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan makanan dan kue-kue lebaran kiranya hanyalah sekedar “Ubo Rampe”, karena ada kunjung mengunjungi, patutnya hidangan di sediakan sebagai penghormatan kepada tamu yan hendak berkunjung. Pahalanya terletak pada penghormatan tamu itu, atau pada niat sedekah yang mengiringinya. Demikian pula, agaknya soal pakaian, memperindah rumah dan atau mempercantik ruang tamu.&lt;br /&gt;ALLAAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita mengikrarkan permohonan maaf kita kepada diri kita sendiri, sebelum kemudian sungkem dan meminta maaf kepada orang-orang tua kita, para Masyayikh dan guru-guru kita, juga antar sesama………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai mata&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, selama ini  kau hanya&lt;br /&gt;Kugunakan melihat kilau comberan.&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai telinga&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, selama ini  kau hanya&lt;br /&gt;Kusumpali rongsokan-rongsokan kata&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai mulut&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, selama ini&lt;br /&gt;Kau hanya kujejali dan kubuat memuntahkan onggokan-onggokan kotoran&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai tangan&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, selama ini  kau hanya kugunakan&lt;br /&gt;Mencakar-cakar kawan dan berebut remayh-remah murahan&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai kaki&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, selama ini  kau hanya kuajak menendang kanan kiri&lt;br /&gt;Dan berjalan di lorong-lorong kegelapan&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai akal budi&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, selama ini kubiarkan kau terpenjara sendiri ………&lt;br /&gt;Selamat idul fitri, wahai diri&lt;br /&gt;Marilah menjadi manusia kembali ……….!&lt;br /&gt;والله سبحانه وتعالى يقول وبقوله يهتدى المهتدون. فإذا قر ئ  القر آن فاستمعوا له وأنصتوا لعلّكم ترحمون. اعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم. وشارعوا  ال ى مغفرة من ربّكم  وجنّة عرضها السّموات&lt;br /&gt;و ا لأ رض. أعدّت للمتّقين. والّذين ينفقون فى السّرّ آء والضّر آء. والكاظمين الغيظ والعافين عن النّاس. والله يحبّ المحسنين. بارك الله لي ولكم فى القر آن العظيم. ونفعنى  وإيّاكم  بما فيه من ا لا يات والذّ كر الحكيم وتقبّل مني ومنكم تلا وته  ان هو الغفور الرحيم&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-451454401882336402?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/451454401882336402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/khutbah-idul-fitri-1431.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/451454401882336402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/451454401882336402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/khutbah-idul-fitri-1431.html' title='KHUTBAH IDUL FITRI 1431'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-3371540290498723543</id><published>2010-08-26T02:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-26T02:23:16.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>keutamaan membaca alquran</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr, wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yg dirakhmati oleh Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana mau nanya, adakah keterangan / penjelasan di alquran tentang keutamaan membaca alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jzkllh Khoir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Ismail yang dimuliakan Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu masa atau tempat tertentu, sebagaimana ditunjukkan oleh al qur’an maupun sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra : 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun diantara dalil-dalil dari hadits-hadits Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,“Orang yang mahir dalam Al Qur’an bersama duta-duta mulia lagi suci. Dan siapa yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,“Orang yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf akan tetapi alih satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,“Dikatakan kepada para pembawa al Qur’an : baca dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau telah mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun para ulama berbeda pandapat tentang perbedaan keutamaan diantara ayat-ayat Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulama berpendapat bahwa sebagian surat dan ayat didalam Al Qur’an lebih utama dari sebagian yang lain berdasarkan nash-nash yang ada, diantaranya sabda Rasulullah saw,”Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan pada waktu malam hari dan tidak satupun seperti ayat-ayat itu? Qul A’udzu birobbil falaq dan Qul A’udzu birobbin naas.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya saw, ”Sesungguhnya satu surat didalam Al Qur’an yang terdapat didalamnya 30 ayat dapat memberikan syafaat bagi sseseorang sehingga dia diampuni (dosa-dosanya), yaitu surat Tabarokalladzi biyadihil mulk’ (Al Mulk).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Malik, Abul Hasan al Asy’ariy, Ibnu Hibban, Yahya bin Yahya dan al Qodhi Abu Bakar al Baqilani berpendapat bahwa tidak ada didalam Al Qur’an satu (ayat atau surat) yang lebih utama dari yang lainnya karena seluruhnya adalah perkataan Allah swt lalu bagaimana sebagiannya lebih utama dari sebagian yang lainnya? Bagaimana bisa sebagiannya lebih mulia dari sebagian lainnya? Dan agar tidak membuat bingung adanya yang dilebihkan berarti mengurangi kelebihan yang lainnya, untuk itu Imam Malik memakruhkan mengulang-ulang bacaan suatu surat sementara tidak pada surat yang lainnya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11634)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kitab-kitab yang mengulas tentang keutamaan membaca Al Qur’an ini dikarenakan banyaknya dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut baik dalil-dalil yang bersumber dari Kitabullah maupun hadits-hadits Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara keutamaan-keutamaan lainnya yang disebutkan oleh asy Syeikh al Imam Abul Fadhl Abdurrahman bin Ahmad bin al Hasan ar Roziy al Muqri’ didalam kitabnya “Fadho’ilul Qur’an” adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keutamaan Al Qur’an dibandingkan perkataan-perkataan lainnya :&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Keutamaan firman Allah azza wa jalla dibandingkan seluruh perkataan bagaikan keutamaan Allah dengan selain-Nya (makhluk-Nya.” (HR. Ad Darimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al Qur’an lebih dicintai Allah swt daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Al Qur’an lebih dicintai Allah daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.” (HR. Ad Darimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al Qur’an adalah cahaya ditengah kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka adalah sebaik-baik umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori, Abu Daud dan tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mereka diberikan apa-apa yang diberikan kepada para nabi kecuali wahyu&lt;br /&gt;“Pada hari kiamat didatangkan para pembawa Al Qur’an lalu Allah azza jalla berkata,’kalianlah wadah perkaan-Ku (Al Qur’an) maka aku berikan kepada kalian apa-apa yang Aku berikan kepada para nabi kecuali wahyu.” …… (Fadhoilul Qur’an hal 9 – 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-3371540290498723543?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/3371540290498723543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/keutamaan-membaca-alquran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3371540290498723543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3371540290498723543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/keutamaan-membaca-alquran.html' title='keutamaan membaca alquran'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-1543946576846292324</id><published>2010-08-25T21:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-26T02:23:16.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>AURA BULAN SUCI RAMADHAN</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;Terasa benar,  bulan puasa memiliki aura tersendiri.  Memang,  disebutan bahwa bulan puasa adalah bulan penuh berkah, rakhmat,  dan maghfirah. Bagi yang memperhatikan, bulan puasa pada kenyataannya memang berbeda dari bulan-bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara bulan ramadhan dari bulan lain, mungkin tidak dapat dirasakan secara sama di berbagai tempat. Khusus di daerah-daerah yang kehidupan keagamaannya relative kurang subur, apalagi di tempat itu tidak terdapat kaum muslimin, tentu bulan puasa tidak terasa beda dari bulan-ulan lainnya. Bahkan, nama ramadhan atau puasa itu sendiri, bisa jadi tidak dikenal oleh masyarakat yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berbeda dari daerah di mana kaum muslimin cukup banyak, bulan puasa terasa memiliki aura yang sangat jelas. Masjid-masjid menjadi lebih ramai dikunjungi oleh para jamaáh. Kegiatan kebersamaan, semisal  berbuka puasa bersama dilaksanakan di mana-mana. Bacaan al Qurán terdengar dari berbagai masjid, mushalla dan bahkan juga rumah-rumah. Kegiatan santunan anak yatim lebih bergairah. Zakat, infaq dan shadaqah meningkat, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpama ghairah atau kesadaran beragama, ------sebagaimana pada bulan puasa, juga terjadi pada bulan-bulan lainnya sepanjang masa, maka sedemikian indah kehidupan ini. Di bulan puasa, pada saat shalat subuh, jamaáh meningkat. Rupanya, mereka setelah makan sahur, sabar menunggu adzan subuh, dan langsung datang ke masjid. Di bulan puasa jumlah jamaáh subuh meningkat tajam,  lebih dari 200 %. Bahkan, jamaáh perempuan,  peningkatannya lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah salat subuh, rupanya mereka melanjutkan kegiatan keagamaan, seperti tadarrus al Qurán baik di masjid, mushalla atau juga di rumah-rumah. Kita  bisa mendengarkan suara bacaan al Qurán itu dari berbagai penjuru. Bagi orang-orang yang bisa menikmati bacaan kitab suci tersebut  akan merasakan  keteduhan hati yang luar biasa. Dengan demikian, Islam benar-benar menjadi sumber kekuatan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa, ----dengan demikian,  menjadi saat berjeda dari kehidupan sehari-hari,  yang diliputi oleh kesibukan dalam berbagai hal yang melelahkan. Orang lelah dengan kemacetan di jalan raya, semakin sulit mencari pendapatan kehidupan, capek mengurus anak-anak yang semakin tidak jelas orientasinya, dan belum  ditambah lagi dengan berita-berita yang melelahkan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, kekerasan, konflik, berbagai mafia dan seterusnya. Bulan puasa menjadi bulan jeda, dari hiruk pikuk kehidupan yang melelahkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu maka pantas, jika  Rasulullah sendiri juga memberikan statemen, bahwa andaikan manusia tahu kekuatan bulan puasa, maka mereka akan berharap agar semua bulan dijadikan oleh Allah swt., sebagai bulan puasa. Pada bulan puasa kebaikan meningkat, dan sebaliknya keburukan menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa memiliki aura tersendiri sehingga berbeda dari bulan-bulan  lainnya. Pada bulan puasa, diturunkan pertama kali ayat al Qurán. Selain itu, pada bulan puasa terdapat apa yang disebut dengan lailatul qadr, yaitu suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan puasa, setan pun menghentikan aktivitasnya. Sebaliknya, para malaikat bersama orang-orang shaleh yang dicintai oleh Allah meningkatkan doa dan kebaikannya. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-1543946576846292324?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/1543946576846292324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/aura-bulan-suci-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1543946576846292324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1543946576846292324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/aura-bulan-suci-ramadhan.html' title='AURA BULAN SUCI RAMADHAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8832837638575996741</id><published>2010-08-25T17:34:00.001-07:00</published><updated>2010-08-26T02:23:16.053-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>PUASA, MELATIH KITA UNTUK MENAHAN DIRI</title><content type='html'>Sekedar menahan diri ternyata tidak mudah dilakukan. Tidak semua orang bisa. Banyak orang pintar dan bahkan berpendidikan tinggi, belum tentu sanggup menahan diri. Seorang pejabat, pemimpin masyarakat, dan bahkan juga ulama’ sekalipun, ternyata belum tentu  lulus tatkala di hadapkan  pada  persoalan harus menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh tentang hal itu cukup banyak, sehingga mudah didapatkan. Seorang pejabat pemerintah yang seharusnya selalu menjaga amanah, jujur, dan  adil,  ternyata banyak yang tidak berhasil menunaikannya. Pejabat yang menyeleweng, korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah menunjukkan bahwasanya yang bersangkutan tidak  menahan diri itu. Mereka lebih mengikuti hawa nafsu, emosi, dan menuruti kemauannya sendiri, dari pada yang seharusnya dilakukan sebagai seorang tokoh yang dijadikan anutan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin masyarakat, yang semestinya menjadi contoh atau tauladan, justru menjadi pelopor berbuat yang tidak terpuji.  Seorang ulama’ yang seharusnya menjadi orang yang bisa dianut, terpandang, dan dihormati, ternyata masih ada saja yang berbuat tidak sesuai dengan fatwanya. Maka artinya, menahan diri ternyata bukan pekerjaan mudah. Tidak semua orang sanggup menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, seseorang cepat marah, tersinggung, suka merendahkan orang, sombong, angkuh, bakhil atau kikir, dan sifat-sifat rendah lainnya yang dtonjolkan, oleh karena yang bersangkutan itu sebenarnya tidak mampu mengendalikan dirinya. Mereka sebenarnya sudah tahu, bahwa sifat-sifat seperti itu adalah buruk dan tidak terpuji.  Namun tetap dilakukan, karena mereka tidak berhasil menahan diri. Mereka juga tahu bahwa dengan sifat tersebut, orang lain menjadi tidak suka dan bahkan membencinya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah ibadah berupa menahan diri, yaitu tidak makan atau tidak minum serta tidak berkumpul suami isteri di siang hari. Pada saat itu sebenarnya ada makanan dan minuman, ada isteri atau suami di rumah, dan bisa menjalankan apa saja dengannya. Akan tetapi, keinginan makan makanan yang tersedia itu ditahan, hingga waktu dibolehkannya, yaitu tatkala matahari sudah terbenam. Begitu juga terdapat minuman, tetapi harus ditahan untuk tidak minum sampai waktu tertentu. Puasa adalah menahan tidak melakukan apa saja yang membatalkan puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat puasa juga menahan tidak melakukan hal yang mengurangi atau menghilangkan makna puasanya seperti bercakap-cakap yang bisa menyakiti orang lain, mengumpat, menghina, mengolok-olok orang lain, menghibah, berlaku sombong, dan seterusnya. Sekalipun bercakap-cakap atau berbuat seperti tersebut  dirasakan nikmat olehnya, maka tidak dibolehkan dalam berpuasa. Menahan tidak melakukan hal seperti itu, bagi sementara orang adalah  tidak mudah. Akan tetapi dalam berpuasa, harus ditahan,  dan tidak dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sebagai sebuah ujian, maka ada yang lulus dan sebaliknya,  gagal. Bagi mereka yang lulus maka disebut sebagai seorang bertaqwa. Itulah tujuan puasa, agar seseorang yang menjalaninya memperoleh derajad yang mulia itu. Sebaliknya yang tidak berhasil lulus, maka puasanya akan sia-sia. Maka, dikatakan dalam hadits nabi, bahwa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga. Artinya yang bersangkutan masih belum berhasil dalam menjalani ujian menahan diri itu. Oleh karena ternyata, ujian tersebut memang tidak mudah dilakukan oleh siapapun.  Semogalah  kita semua lulus, sehingga puasa kita  tidak sia-sia. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8832837638575996741?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8832837638575996741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/puasa-melatih-kita-untuk-menahan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8832837638575996741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8832837638575996741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/puasa-melatih-kita-untuk-menahan-diri.html' title='PUASA, MELATIH KITA UNTUK MENAHAN DIRI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-4895750801070984951</id><published>2010-08-23T19:21:00.001-07:00</published><updated>2010-08-23T19:25:19.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SHALAT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>hadis shalat tasbih</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan tanggapan atas buletin Media Dakwah Muhammadiyah Cab. Langsa – Aceh; Edisi Khusus/I, Jum’at V, 9 Sya’ban 1430H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri memang, bahwa termasuk salah satu bid’ah yang gencar dilakukan pada bulan Sya’ban ini adalah pelaksanaan Shalat Tasbih secara berjamaah pada malam Nisfu, sebagaimana telah dijelaskan hukum perayaan malam tersebut dalam Buletin At-Taqwa Edisi Khusus/I, Jum’at V, 9 Sya’ban 1430H yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ada beberapa hal yang kami anggap sebagai suatu kekeliruan dalam buletin tersebut, dimana akibat kebencian yang begitu besarnya terhadap ritual bid’ah nisfu Sya’ban telah merambat kepada anggapan bahwa shalat tasbih juga merupakan satu ibadah yang dibuat-buat hanya karena hadits tersebut “katanya” dhaif (lemah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah syair mengatakan:&lt;br /&gt;وعين الرضا عن كل عيب كليلة  *  كما أن عين السخط تبدى المساويا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan simpati menutup segala cela&lt;br /&gt;Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang mendorong tulisan ini penulis turunkan adalah kalimat (pada paragraph ketiga dari akhir) dalam buletin tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “(setelah menyebutkan hadits Abdullah bin Mubarak), Dalam matan hadits ini, yang menentukan hukum cara shalat tasbih bukan Rasulullah saw., tetapi Abdullah bin Mubarak menurut hawa nafsunya sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada kalimat ini, penulis terhenyuk sehingga memotivasi untuk meneliti dan mentakhrij hadits-hadits tersebut. Benarkah Abdullah bin Mubarak seorang pembuat bid’ah dan pengikut hawa nafsu (ahli bid’ah wal hawa’) ? Dan benarkah hadits shalat tasbih itu dhaif  (lemah) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Abdullah bin Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah tokoh besar dari kalangan Tabi’ut Tabi’in, nama beliau adalah ‘Abdullah Ibnul Mubarak Al-Hanzhali Al-Marwazi (w. 181 H). Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Beliau seorang yang tsiqah (terpercaya), tsabt (kokoh), faqih, ‘alim, dermawan, dan seorang mujahid. Terkumpul padanya (berbagai) sifat-sifat kebaikan.” Keutamaan beliau sangat terkenal dan diakui oleh para imam besar ahlul hadits, antara lain oleh Al-Imam Syu’bah, Sufyan bin ‘Uyainah, Yahya bin Ma’in, dan masih banyak lagi. [Tahdzibul Kamal fi Asmair Rijal, Abu Hajaj Yusuf al-Mizzi, Juz I hal. 274; Siyar A’lamun Nubala’, Adz-Dzahabi, Juz 8 hal. 378]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecakapan Abdullah bin Mubarak dalam bidang hadits tidaklah diragukan, sehingga banyak para ulama pada zamannya memuji beliau, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya “Tahdzibut Tahdzib”. Bahkan Imam Muhaditsin Muslim bin Hajaj penyusun kitab Shahih Muslim juga mengambil hadits dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mubarak juga merupakan ulama yang sangat teliti dalam bidang hadits. Hal ini tergambar dalam ungkapannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;الإسناد عندي من الدين، لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء، فإذا قيل له: من حدثك؟ بقي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sanad itu merupakan bagian dari agama. Seandainya tidak ada sanad, niscaya siapa saja akan berkata menurut apa yang dikehendakinya.” [Lihat Muqaddimah Shahih Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari biografi beliau yang disebutkan di banyak kitab dalam bidang Rijalul Hadits, tentunya sangatlah gegabah (tasahul) dan terburu-buru (isti’jal) jika kita menuduh beliau membuat suatu bid’ah karena menuruti hawa nafsunya, terlebih lagi hanya karena perkataan beliau “Fa’ahabbu ilayya” dalam hadits yang telah disebutkan dalam buletin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah cukup kita katakan “beliau telah keliru” dalam masalah ini (jika memang benar beliau keliru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Hadits Shalat Tasbih itu Dhaif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah penilaian derajat hadits Shalat Tasbih ini sebenarnya terjadi perbedaan di kalangan ulama hadits dalam menilai keshahihan hadits seputar Shalat Tasbih tersebut. Penulis menganggap hal ini penting untuk kita ketahui bersama bahwa penilaian hadits-hadits shalat tasbih tidak muthlak dhaif (lemah), akan tetapi banyak juga para muhaditsin (ulama hadits) yang menghasankan bahkan menshahihkan hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena inilah, diperlukan kecermatan kita dalam memilih mana yang lebih rajih (kuat) dari salah satu pihak yang berselisihpaham itu. Atau paling tidak kita bisa lebih bijak menyikapi permasalahan seputar shalat tasbih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buletin yang lalu disebutkan, bahwa ada dua hadits yang menjadi dasar pelaksanaan Shalat Tasbih, Pertama, hadits dari Abi Rafi’ yang bersumber dari Ibnu Abbas ra., dan Kedua, hadits Abdullah bin Mubarak. [Sunan at-Tirmidzi Jilid 1 hal. 300]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebenarnya hadits dalam masalah ini sangat banyak, sebagaimana disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani mengomentari hadits dari Ibnu Abbas ra. dari jalur Ikrimah, tentang tatacara shalat tasbih ini. Dengan katanya:&lt;br /&gt;وقد روى من طرق كثيرة وعن جماعة من الصحابة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh (hadits tersebut) telah diriwayatkan dari banyak jalur, dari para sahabat.” [Shahih Targhib wa Tarhib, Muhammad Nasiruddin al-Albani, 1/277, Cet. Al-Ma’arif, Riyadh]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pernyataan redaktur dalam buletin tersebut bahwa hadits tentang Shalat Tasbih itu hanya ada pada 2 kitab kutubussittah yakni sunan at-Tirmidzi dan sunan Ibnu Majah, ini adalah keliru –jika tidak ingin dikatakan salah-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dalam masalah ini disebutkan dalam banyak tempat; Sunan Abu Daud 2/29 no.1297, Ibnu Khuzaimah dalam Shohihnya 2/223-224 no.1216, Ibnu Majah 2/158-159 no.1387, dan Al-Hakim 1/627-628 no.1233-1234, al-Baihaqy 3/51-52, Ath-Thobrany 11/194-195 no.11622, dan Ad-Daruquthny 1/325 no.58.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sunan Abu Daud saja disebutkan ada 3 (tiga) jalur periwayatan; dari jalur Ibnu Abbas ra., Abdullah bin ‘Umar dan dari jalur al-Anshari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim berkomentar terhadap salah satu hadits Shalat Tasbih, yakni hadits yang berasal dari jalur Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ra. tersebut, dengan mengatakan:&lt;br /&gt;لا يروى في هذا الحديث إسناد أحسن من هذا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak melihat sanad hadits yang lebih baik dari hadits ini” [Lihat at-Tarjih li Hadits Shalatit Tasbih, Muhammad Nasiruddin ad-Dimsyaqi, hal 41; al-Irsyad, al-Khalily, 1/327]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari walaupun tidak menyebutkan hadits Shalat Tasbih ini dalam shahihnya, namun menyebutkannya dalam kitabnya “Qira’atul Makmum Khalfal Imam” dan mengisyaratkan keshahihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama hadits abad ini, Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani dalam kitabnya “Shahih at-Targhib wat Tarhib” Juz I hal 425 telah menjelaskan keshahihan hadits Ibnu Abbas ra., tentang shalat tasbih ini dan menyebutkan hadits-hadits yang menjadi syawahid (pendukung) hadits tersebut. [Karena khawatir panjangnya pembahasan ini, maka tidak kami turunkan dalam tulisan ini. Lihat juga “al-Atsarul Marfu’ah fi Akhbaril Maudhu’ah, Abdul Hayyi al-Laknawi, hal 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun klaim bahwa hadits-hadits shalat tasbih itu mudhtharib fil matan, ini patut dikaji-ulang, dan dipertanyakan dimana pertentangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin mencermati sebenarnya hadits yang disebutkan dalam buletin tersebut (hadits pertama dan kedua) adalah saling menguatkan. Dan jika dua hadits atau lebih saling menguatkan, sudah barang tentu derajatnya akan naik, dari Dhaif menjadi Hasan li ghairi hingga Shahih li ghairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok lah, jika kita masih berkeras menganggap hadits-hadits yang ada itu bertolak belakang, sehingga timbul pertanyaan ‘Mungkinkah Rasulullah saw., itu melahirkan shalat dengan dua model yang saling bertolak belakang?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis menjawab, “Mungkin saja, tidak hanya dua model bahkan bisa lebih”. Contohnya, terkadang Rasulullah saw., bertakbir dengan mengangkat tangan sejajar bahu, dan terkadang sejajar telinga. [Lihat Shohih Bukhari dan Muslim]. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang sering kita sebut dengan “Tanawu’ fi sunnah” (keragaman dalam sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, redaktur buletin mengklaim bahwa perkataan Ibnul Mubarak “Fa’ahabbu ilayya” sebagai suatu bentuk pengadaan terhadap sesuatu yang baru, tentunya ini juga patut dipertanyakan. Bukankah dalam kitab al-Umm Imam Asy-Syafi’i juga sering bahkan seluruh kitabnya tersebar kalimat seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mubarak ra., menganggap disukainya jika shalat tasbih pada malam hari dengan 2 (dua) kali salam adalah berdasarkan kepada hadits;&lt;br /&gt;أن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صلاة الليل، فقال رسول الله عليه السلام: صلاة الليل مثنى مثنى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. tentang shalat malam, Rasulullah saw. menjawab, “Shalat malam itu dua-dua”. [HR. Bukhari dalam Shahihnya kitab Shalat Witir no. 946]. Jadi bukanlah perkataan Ibnul Mubarak itu karena menuruti hawa nafsunya tetapi karena mengikuti hadits Nabi saw. tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir yang menjadi alasan redaktur mendhaifkan hadits shalat tasbih adalah pahala yang begitu besarnya bagi orang yang melakukan shalat ini. Maka penulis menjawab bahwa jika hadits itu shahih atau hasan, kenapa tidak mungkin? Contohnya hadits;&lt;br /&gt;كلمتان خفيفتان على اللسان ، ثقيلتان في الميزان ، حبيبتان إلى الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua kalimat yang ringan di lidah, tapi berat di mizan (timbangan) dan dicintai oleh ar-rahman (Allah), yakni Subhanallahi wabihamdihi; subhanallahil’adzim.” [Lihat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa dari kita yang berani mengatakan bahwa hadits ini dhaif (lemah), karena pahalanya begitu besar hanya dengan mengucapkan dua kalimat tersebut ? dan masih banyak lagi contoh yang tidak mungkin penulis suguhkan dalam tulisan singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akhir dari pembahasan yang sangat singkat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak hanya dalam bidang fiqh terjadi ikhtilaf (perbedaan) akan tetapi para ulama hadits juga tidak lepas dari perbedaan penilaian terhadap satu hadits. Karenanya hal yang paling pokok harus dilakukan oleh seorang muslim adalah memilih mana dari pendapat tersebut yang paling kuat (rajih) untuk kemudian diikuti dan diamalkan sehingga kita memiliki landasan berpijak yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyadari bahwa perayaan nisfu sya’ban dan mengkhususkannya dengan melakukan shalat tasbih adalah bid’ah mungkarah, namun janganlah serta merta kita menganggap shalat tasbih sebagai suatu bid’ah pula. Seperti kita sadari bahwa Qunut pada shalat Subuh itu bid’ah, sehingga kita menganggap Qunut pada shalat Tarawih malam pertengahan akhir ramadhan-pun kita anggap bid’ah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan ini menjadi pencerahan bagi kita, dan tulisan ini bukanlah sebuah legitimasi atas perayaan Nisfu Sya’ban dengan shalat Tasbih berjamaah, karena hal itu telah jelas kebid’ahannya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Aqil al-Atsyari (Langsa-Aceh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-4895750801070984951?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/4895750801070984951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/hadis-shalat-tasbih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4895750801070984951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4895750801070984951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/hadis-shalat-tasbih.html' title='hadis shalat tasbih'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-1863701711664916939</id><published>2010-08-20T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T20:47:44.973-07:00</updated><title type='text'>FADHILAH MEMBACA ALQURAN</title><content type='html'>OLEH; MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (البقرة: ١٨٥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan adalah membaca (tilawah) Al-Qur`anul Karim. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qur`an. Di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak. Sehingga membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dorongan dan motivasi untuk memperbanyak membaca Al-Qur`an. Jangan sampai terlupakan darinya karena aktivitas-aktivitas lainnya.&lt;br /&gt;   2. Allah jadikan Al-Qur`an memberikan syafa’at kepada orang-orang yang senantiasa rajin membacanya dan mengamalkannya ketika di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« … اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ : الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya. [HR. Muslim 804]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberitakan bahwa surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran akan membela orang-orang yang rajin membacanya. Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mempersyaratkan dalam hadits ini dengan dua hal, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Membaca Al-Qur`an, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Beramal dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang yang membaca Al-Qur`an ada dua type :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          type orang yang membacanya namun tidak beramal dengannya, tidak mengimani berita-berita Al-Qur`an, tidak mengamalkan hukum-hukumnya. Sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membantah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Type lainnya adalah orang-orang yang membacanya dan mengimani berita-berita Al-Qur`an, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hukumnya, … sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membela mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;القرآن حجة لك أو عليك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tujuan terpenting diturunkannya Al-Qur`an adalah untuk diamalkan. Hal ini diperkuat oleh firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولوا الألباب )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“supaya mereka mentadabburi”, yakni agar mereka berupaya memahami makna-maknanya dan beramal dengannya. Tidak mungkin bisa beramal dengannya kecuali setelah tadabbur. Dengan tadabbur akan menghasilkan ilmu, sedangkan amal merupakan buah dari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inilah tujuan diturunkannya Al-Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          untuk dibaca dan ditadabburi maknanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          diimani segala beritanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          diamalkan segala hukumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          direalisasikan segala perintahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          dijauhi segala larangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.        Al-Qur`an sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya dan beramal dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.        Ilmu mengharuskan adanya amal. Kalau tidak maka ilmu tersebut akan menjadi hujjah yang membantahnya pada hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.        Keutamaan membaca surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.        Penamaan surat-surat dalam Al-Qur`an bersifat tauqifiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terbaik adalah yang terkumpul padanya dua sifat tersebut, yaitu : mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya. Ia mempelajari Al-Qur`an dari gurunya, kemudian ia mengajarkan Al-Qur`an tersebut kepada orang lain. Mempelajari dan mengajarkannya di sini mencakup mempelajari dan mengajarkan lafazh-lafazh Al-Qur`an; dan mencakup juga mempelajari dan mengajarkan makna-makna Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah d berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mahir membaca Al-Qur`an adalah orang yang bagus dan tepat bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala : pertama, pahala tilawah, dan kedua, pahala atas kecapaian dan kesulitan yang ia alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ )) متفقٌ عَلَيْهِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” [Al-Bukhari 5427, Muslim 797]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah, yaitu buah yang aromanya wangi dan rasanya enak. Karena seorang mu`min itu jiwanya bagus, qalbunya juga baik, dan ia bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Duduk bersamanya terdapat kebaikan. Maka seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah baik seluruhnya, baik pada dzatnya dan baik untuk orang lain. Dia seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi dan harum, rasanya pun enak dan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun seorang mu’min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah kurma. Rasanya enak namun tidak memiliki aroma yang wangi dan harum. Jadi seorang mu’min yang rajin membaca Al-Qur`an jauh lebih utama dibanding yang tidak membaca Al-Qur`an. Tidak membaca Al-Qur`an artinya tidak mengerti bagaimana membaca Al-Qur`an, dan tidak pula berupaya untuk mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan seorang munafiq, namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Karena orang munafiq itu pada dzatnya jelek, tidak ada kebaikan padanya. Munafiq adalah : orang yang menampakkan dirinya sebagai muslim namun hatinya kafir -wal’iyya dzubillah-. Kaum munafiq inilah yang Allah nyatakan dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [Al-Baqarah : 8 - 10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didapati orang-orang munafiq yang mampu membaca Al-Qur`an dengan bacaan yang bagus dan tartil. Namun mereka hakekatnya adalah para munafiq -wal’iyyadzubillah- yang kondisi mereka ketika membaca Al-Qur`an adalah seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يقرؤون القرآن لا يتجاوز حناجرهم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka rajin membaca Al-Qur`an, namun bacaan Al-Qur`an mereka tidak melewati kerongkongan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengumpamakan mereka dengan buah Raihanah, yang harum aromanya, karena mereka terlihat rajin membaca Al-Qur`an; namun buah tersebut pahit rasanya, karena jelek dan jahatnya jiwa mereka serta rusaknya niat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an, maka diumpamakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan tidak memiliki aroma wangi. Inilah munafiq yang tidak memiliki kebaikan sama sekali. Tidak memiliki aroma wangi, karena memang ia tidak bisa membaca Al-Qur`an, disamping dzat dan jiwanya adalah dzat dan jiwa yang jelek dan jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jenis-jenis manusia terkait dengan Al-Qur`an. Maka hendaknya engkau berusaha agar menjadi orang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an dengan sebenar-benar bacaan, sehingga engkau seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi, rasanya pun enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ )) رواه مسلم .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” [HR. Muslim 269]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-1863701711664916939?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/1863701711664916939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/fadhilah-membaca-alquran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1863701711664916939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1863701711664916939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/fadhilah-membaca-alquran.html' title='FADHILAH MEMBACA ALQURAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-4684208207196475676</id><published>2010-08-19T18:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T19:24:42.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>PUASA, MUJAHADAH DAN PAHALA</title><content type='html'>OLEH : MOH.SAFRUDIN&lt;br /&gt;Ramadhan selalu saja memberikan suasana yang berbeda apabila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu dan saat-saatnya memang unik dan demikian spesial di dalam dada-dada kaum muslimin yang menunaikannya, berupa shaum dan ibadah-ibadah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal Ramadhan ini, Allah kembali memberikan kesempatan emas bagi hidup kita sesuai dengan usia yang telah kita lewati sepanjang sejarah kita. Peluang itu memang mahal dan begitu utama di mata Allah swt. Banyak sekali keutamaan yang tiada batas dari Allah swt. Sehingga wajar jika Allah mengkhususkan pahala shaum ini dengan ungkapan bahasa "Wa anaa ajzii bihi" (dan Aku yang akan membalas puasa itu). Berapa kadarnya? Wallahu a'lam. Karena memang ibadah ini mencakup semua keadaan pada diri seorang mukmin. Diamnya dinilai zikir dan bicaranya dinilai ibadah. Bagi mereka yang benar-benar ingin mendapatkan nilai pahala yang besar, hendaknya benar-benar memanfaatkan momentum yang hanya sebentar ini. Tapi, kaya akan pahala di sisi Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa, memang bukan hal yang asing bagi kita selaku umat muslim. Namun yang perlu diperhatikan adalah cara menggapai semua janji-janji agung dari Allah swt yang terdapat di dalamnya. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan ini, hanya karena disibukkan dan dilalaikan dengan pekerjaan dunia kita sehari-hari. Merugilah orang yang sibuk dengan dunia yang mengakibatkan terlalaikannya ibadah-ibadah di bulan Ramadhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa kategori umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa ini terbagi menjadi beberapa kelompok:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok puasa awam. Yakni puasanya orang-orang awam secara keseluruhan, di mana bagi mereka shaum Ramadhan itu hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja. Tidak lebih dari itu. Sehingga bisa kita saksikan tidak banyak ibadah-ibadah lainnya yang ia kerjakan selain yang fardhu-fardhu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok puasa khusus. Yakni, puasanya orang-orang yang beriman yang selain mengendalikan aktifitas makan, minum dan berhubungan suami-istri, juga mengendalikan anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa. Selain itu mereka juga menambah ibadah-ibadah itu mereka dengan tilawah al-Qur'an sebanyak mungkin. Bahkan khatam berkali-kali untuk mengikuti sunnah Rasulullah saw. Selain itu, mereka mengamalkan sunnah-sunnah Ramadhan seperti ifthor shoim (memberi buka orang berpuasa saat menjelang maghrib tiba), shodaqoh jariyah, infak, zakat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok puasa khusus bil khusus. Kelompok ini berada di atas dua tingkatan sebelumnya. Inilah puasanya orang-orang shaleh terdahulu, para nabi dan rasul. Puasanya mereka sama sekali tidak memikirkan makanan dan minuman. Malah hatinya pun tidak terdetik untuk memikirkan ifthor nanti pakai lauk apa dan lain sebagainya. Dengan ketakwaannya yang tinggi, hati mereka juga ikut puasa dari hal-hal kecil yang bisa melalaikan mereka dari zikrullah dan meraih fadhilah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..Mari kita tunaikan 'hadiah' ibadah dari Allah ini dengan melakukan berbagai ketaatan secara maksimal. Dengan kata lain, tidak ada puasa dan meraih pahala, kecuali dengan melakukan mujahadah (bersungguh-sungguh) di tengah-tengah kesibukan kita mencari nafkah dan bermasyarakat. Mujahadah mengejar fadhilah-fadhilah yang Allah sediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti misalnya memburu lailatul qodr. Rasulullah saw:&lt;br /&gt;"تحروا ليلة القدر فى العشر الأواخر"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Burulah malam kemuliaan di sepuluh terakhir Ramadhan."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi hadits ini menggunakan bahasa 'carilah' atau 'burulah' malam lailatul qodri. Ia mengisyaratkan kepada kita untuk sigap dan bermujahadah secara all out. Sebagaimana yang dilakukan oleh istri-istri nabi ketika mereka i'tikaf di masjid dengan mengikat bagian tubuh mereka agar tetap kuat berdiri dalam shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan hadits:&lt;br /&gt;من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menegakkan shalat di malam Ramadhan dengan landasan iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(al-hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan suri teladan dari Rasulullah saw yang setiap malam mengaji dan mengkaji al-Qur'an bersama malaikat Jibril alaihissalam. Itu semua memberikan isyarat bahwa ibadah di bulan Ramadhan ini harus dilakukan dengan penuh mujahadah, walaupun mungkin fisik kita kurang memungkinkan. Kalau ganjaran yang Allah berikan tidaklah tanggung-tanggung, yakni surga,  maka sudah sepantasnya lah kita mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengerti bahwa pahala, ampunan dosa dan rahmat tidak bisa diperoleh melainkan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh dalam melakukannya, maka Insya Allah janji yang telah Allah sediakan untuk kita, tidak akan lama lagi kita peroleh di penghujung Ramadhan nanti. Dan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish-showab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-4684208207196475676?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/4684208207196475676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/puasa-mujahadah-dan-pahala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4684208207196475676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/4684208207196475676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/puasa-mujahadah-dan-pahala.html' title='PUASA, MUJAHADAH DAN PAHALA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-3582950419171676154</id><published>2010-08-15T20:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T20:41:50.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>PUASA MELATIH MEMIMPIN DIRI SENDIRI</title><content type='html'>Memimpin orang lain biasanya sulit dilakukan, oleh karena itu tidak semua orang berhasil melakukannya. Akan tetapi memimpin diri sendiri, ternyata jauh lebih sulit dari memipin orang lain. Seseorang bisa saja menjadi lurah, camat, bupati, wali kota, gubernur, dan bahkan juga menjadi menteri. Artinya, ia bisa memimpin orang lain dan bahkan masyarakat luas. Akan tetapi belum tentu yang bersangkutan berhasil memimpin dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa saja melarang orang lain berbicara tidak baik  yang  menyebabkan orang lain tersinggung dan marah. Akan tetapi dia belum tentu  berhasil menahan nafsunya, sehingga tatkala menghadapi persoalan dengan orang lain, ternyata terlontar ucapan yang menyinggung perasaan dan orang lain menjadi marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami bisa saja memimpin isteri dan anak-anaknya agar selalu berbuat baik, dermawan, sabar, ikhlas dan istiqomah. Akan tetapi belum tentu nilai-nilai luhur itu bisa diterapkan oleh dirinya sendiri. Seseorang ternyata hanya berhasil mempengaruhi orang lain, semisal keluarganya itu,  akan tetapi belum tentu  berhasil tatkala harus mengendalikan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memimpin diri sendiri ternyata lebih sulit daripada memimpin orang lain. Seseorang pemimpin bisa mengingatkan anak buahnya agar bertindak jujur, terbuka, disiplin, apalagi  tatkala mengurus uang negara atau uang perusahaan. Tetapi ternyata, dia sendiri belum tentu lulus menjalankan nilai-nilai yang diajarkan kepada anak buahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koruptor mengambil uang berjuta-juta atau bahkan milyaran rupiah.  Mereka melakukan kecurangan seperti itu   bukan  karena tidak mengerti bahwa korupsi itu adalah jelek atau buruk dan dilarang oleh Negara. Mereka juga tahu bahwa akibat dari perilaku korupnya itu, ----jika tertangkap, akan mendapatkan hukuman berat. Mereka juga tahu bahwa resiko korupsi sedemikian berat. Tatkala yang bersangkutan harus masuk penjara, maka semua anak, isteri, saudara-saudaranya dan bahkan juga kenalannya akan  malu dan sedih. Akan tetapi ternyata, masih ia lakukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbuat korup seperti itu, lantaran tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Ia berhasil melarang atau mengatakan “jangan” terhadap orang lain, tetapi gagal mengatakan hal serupa kepada dirinya sendiri. Artinya, ternyata melarang berbuat buruk pada diri sendiri, ternyata lebih berat dan sulit daripada melarang pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Puasa sebenarnya mengandung makna berlatih. Ibadah puasa ini yang tahu, hanyalah dirinya sendiri  dan  Tuhan. Apakah seseorang puasa atau tidak, atau sekedar pura-pura berpuasa, maka orang lain tidak ada yang tahu.  Sebab betapa mudahnya, seseorang mengatakan berpuasa, padahal sesungguhnya hanya berpura-pura puasa.  Oleh karena itulah maka, tatkala orang sedang berpuasa,  yang bersangkutan sedang  belajar memimpin dirinya sendiri. Jika lulus, maka akan disebut sebagai telah mendapatkan kemenangan, yaitu berhasil memimpin dirinya sendiri. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-3582950419171676154?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/3582950419171676154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/puasa-melatih-memimpin-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3582950419171676154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3582950419171676154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/puasa-melatih-memimpin-diri-sendiri.html' title='PUASA MELATIH MEMIMPIN DIRI SENDIRI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8534741420539066543</id><published>2010-08-12T20:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T19:24:42.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang semoga yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, bulan ramadan adalah bulan yang penuh dengan barakah, bulan dimana segala kebaikan yang banyak terdapat di sana, berikut ini kami akan memaparkan beberapa keutamaan bagi seorang muslim yang berpuasa pada bulan tersebut.&lt;br /&gt;Banyak sekali ayat-ayat yang tegas dan jelas dalam Al-Qur’an yang memberikan anjuran untuk melaksanakan puasa sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga Allah ta’ala telah menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman-Nya:&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)&lt;br /&gt;Puasa Merupakan Perisai Bagi Seorang Muslim&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;يا معشر الشباب من اسطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء&lt;br /&gt;“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Maka pada hadits ini Rasulullah memerintahkan bagi orang yang telah kuat syahwatnya akan tetapi belum mampu untuk menikah maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa dapat menjadi pemutus syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga badan bisa terkontrol menenangkan seluruh anggota badan serta seluruh kekuatan (yang jelek) bisa di tahan hingga dapat melakukan ketaatan dan di belenggu dengan kendali puasa.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:&lt;br /&gt;ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Maksud sabda Rasulullah “70 musim” adalah perjalanan 70 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (6/48)&lt;br /&gt;Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا&lt;br /&gt;“Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah maka Allah akan menjadikan di antara neraka dan dirinya parit yang jaraknya sejauh bumi dan langit.”&lt;br /&gt;Maka hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan berpuasa yang dilakukan karena ikhlas mengharapkan wajah Allah ta’ala sesuai dengan petunjuk yang telah diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;“Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah maka Allah akan menjadikan di antara neraka dan dirinya parit yang jaraknya sejauh bumi dan langit.”&lt;br /&gt;Puasa Bisa Memasukkan Seorang Hamba ke Dalam Surga&lt;br /&gt;Puasa dapat menjauhkan seorang hamba dari neraka, yang berarti mendekatkannya menuju surga.&lt;br /&gt;Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah:&lt;br /&gt;يا رسول الله دلني على عمل أدخل به الجنة&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke dalam surga.”&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;عليك باصوم لا مثل له&lt;br /&gt;“Hendaklah engkau melaksanakan puasa karena tidak ada yang semisal dengannya.” (HR. Nasaai, Ibnu Hibban dan Al Hakim)&lt;br /&gt;Pahala Orang yang Berpuasa Tidak Terbatas, Bau Mulutnya Lebih Wangi Daripada Wangi Kesturi dan Ia Memiliki Dua Kebahagiaan&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ.&lt;br /&gt;“Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ’sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira ketika berbuka, dan ia bergembira ketika bertemu dengan rabbnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam riwayat Bukhari disebutkan:&lt;br /&gt;يترك طعامه وشرابه وشهوته من أجلي. الصيام لي وأنا أجزي به والحسنة بعشر أمثالها&lt;br /&gt;“Ia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan aku yang akan membalasnya, dan kebaikan itu akan digandakan sepuluh kali lipatnya.”&lt;br /&gt;Dalam riwayat muslim disebutkan:&lt;br /&gt;كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ&lt;br /&gt;“Semua amalan bani adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya, Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan membalasnya.’ Dan bagi orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya. Benar-benar mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada harumnya misk.”&lt;br /&gt;Puasa dan Al-Qur’an Akan Memberi Syafaat Kepada Ahlinya Pada Hari Kiamat&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ&lt;br /&gt;“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafaat karenanya.” Rasulullah mengatakan, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad, Hakim)&lt;br /&gt;Puasa Sebagai Kaffarat (Penebus Dosa yang Pernah Dilakukan)&lt;br /&gt;Di antara keutamaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah Allah menjadikannya sebagai kaffarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada uzur sakit atau penyakit di kepalanya, puasa juga dapat menjadi kaffarat bagi orang yang tidak mampu memberi kurban, kaffarat bagi pembunuh orang kafir yang punya perjanjian karena tidak sengaja, juga sebagai kaffarat bagi orang yang membatalkan sumpah atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram dan sebagai kaffarat zhihar (mentalak istri).&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلاَ تَحْلِقُواْ رُؤُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;br /&gt;“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 196)&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلا خَطَأً وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ إِلا أَنْ يَصَّدَّقُوا فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا&lt;br /&gt;“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah, dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa: 92)&lt;br /&gt;لا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الأيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;br /&gt;“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari, yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar), dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. Al-Maa-idah: 89)&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya Dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan Barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS. Al-Maa-idah: 95)&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ذَلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (٣)فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ذَلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, Maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak), Maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak Kuasa (wajiblah atasnya) memberi Makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.” (QS. Al-Mujadilah: 3-4)&lt;br /&gt;Demikian juga puasa dan shadaqah bisa menghapuskan musibah seseorang dari harta, keluarga dan anaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;فتنة الرجل في أهله وماله وجاره تكفرها الصلاة والصيام والصدقة.&lt;br /&gt;“Fitnah (musibah) seorang pria dalam keluarga (istrinya), harta dan tetangganya dapat dihapuskan dengan shalat, puasa dan shadaqah.”&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang di sebut dengan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu tersebut pada hari kiamat, tidak ada selain mereka yang akan memasukinya.&lt;br /&gt;Orang yang Berpuasa Akan Mendapatkan Ar-Rayyan&lt;br /&gt;إن في الجنة بابا يقال له الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة. لا يدخل منه أحد غيرهم فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد [فإذا دخل آخرهم أغلق ومن دخل شرب ومن شرب لم يظمأ أبدا].&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang di sebut dengan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu tersebut pada hari kiamat, tidak ada selain mereka yang akan memasukinya. Jika orang terakhir yang berpuasa telah masuk ke dalam pintu tersebut maka pintu tersebut akan tertutup. Barang siapa yang masuk, maka ia akan minum dan barang siapa yang minum maka ia tidak akan haus untuk selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim), tambahan lafaz yang ada dalam kurung merupakan riwayat Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8534741420539066543?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8534741420539066543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/keutamaan-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8534741420539066543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8534741420539066543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/keutamaan-puasa-ramadhan.html' title='KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-6266419253215299779</id><published>2010-08-10T21:44:00.001-07:00</published><updated>2010-08-23T19:27:24.106-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>JANGAN BIARKAN PUTRI ANDA HAMIL DILUAR NIKAH</title><content type='html'>Jangan Biarkan Putri Anda Hamil Sebelum Nika&lt;br /&gt;Jangan kaget jika suatu saat, tiba-tiba putri Anda datang dan bilang “Ma!, Pa!, saya hamil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Moh. safrudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BARU-BARU ini, masyarakat di Surabaya dikagetkan berita pembunuhan seorang bayi. Mayat bayi tersebut ditemukan di toilet di sebuah SMA negeri di Surabaya.  Bayi naas yang baru berumur sepekan itu dibunuh dengan cara lehernya dililitkan kabel listrik. Astaghfirullah! Sang pembunuh lalu memasukkan bayi ke dalam kardus dan dibuang ke toilet. Kontan, kasus tersebut membuat geger pihak sekolah dan warga Surabaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada yang lebih menghebohkan lagi. Ternyata si pelaku pembunuhan, adalah seorang anak remaja yang masih berusia 15 tahun. Pihak kepolisian menyebut, pelaku pembunuhan tersebut seorang siswa SMA berisinial ADI. Siswa tersebut baru saja mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya. Anehnya, sejak menjalani MOS tak ada seorang pun pihak sekolah yang curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak, kasus tersebut seolah menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan terlebih bagi orangtua. Kejadian ini menjadi tanda betapa potret dunia pelajar kita sangat buram. Meski tidak memukul rata, tapi seolah jadi identik dengan pergaulan bebas yang berujung pada aborsi dan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, tidak arif jika kita memposisikan pelajar sebagai satu-satunya biang keladi kesalahan (trouble maker). Pelajar adalah satu bagian dari bagian lain yang luas; pendidikan, lingkungan, dan keluarga. Jadi, lebih arif jika kasus tersebut jadi bahan intropeksi kolektif seluruh elemen. Sebab, bisa jadi, dia  sang pelaku adalah korban kelalaian sistem pendidikan dan longgarnya kontrol orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini tidak bisa dianggap sepele atau dilihat sebelah mata. Kasus seperti ini tidak lain, jika diibaratkan adalah fenomena gunung es. Kecil di permukaan, tapi besar di dalam. Karena itu, jika dibiarkan, bisa jadi, efek dari fenomena ini akan jauh lebih besar. Kita akan semakin miris. Apalagi jika melihat dampak tekhnologi yang telah menuai banyak korban. Seperti kasus terakhir video porno artis. Gara-gara melihat video tersebut, banyak korban pemerkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekor mengerikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia  sering bangga menjadi penduduk muslim terbesar di dunia. Sayangnya, kebesaran itu berbanding lurus dengan rekor prestasi moralnya. Sejak lama, di dunia pelajar kita dikenal istilah yang nampaknya bagus tapi sesungguhnya sangat menyedihkan.  Istilah ayam kampus  dan ayam abu-abu (gray chicken),  sebuah cap untuk wanita panggilan. Secara tidak langsung istilah itu menggambarkan fenomena memprihatinkan di balik dunia pelajar dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008, temuan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menunjukkan, mahasiswa di Yogyakarta ternyata lebih suka membeli pulsa telepon genggam daripada membeli buku kuliah. Untuk membeli pulsa setiap bulannya, rata-rata mereka rela merogoh kocek Rp 90.200. Sedang untuk membeli buku pelajaran hanya Rp 39.750.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian biaya hidup mahasiswa Yogyakarta tahun 2008 ini dipaparkan peneliti Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Ardito Bhinadi di Seven Resto Jl C. Simanjuntak Yogyakarta, Selasa (25/11/2008). Survei itu dilakukan bekerjasama dengan Bank Indonesa (BI) Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan terbaru oleh Norton Online Family 2010, 96% anak-anak Indonesia pernah membuka konten negatif di internet. Menyedihkannya lagi, 36% orangtua mereka tidak tahu apa yang dibuka anaknya akibat pengawasan yang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Norton Online Family 2010 dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan pada April 2010 oleh Leading Edge, sebuah firma riset pasar independen atas nama Symanctec Corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tersebut, hanya satu dari tiga orangtua tahu tentang yang dilihat anak-anak mereka ketika online, padahal anak-anak mereka menghabiskan 64 jam untuk online setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang tak kalah mengejutkan, menurut kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat dr. Sugiri Syarief, MPA sebanyak 54 persen remaja di Surabaya mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah. Bahkan, angka tersebut mengungguli angka di sejumlah kota besar lainnya. Seperti di Jabodetabek yang hanya (51 persen), Medan (52 persen), dan kota Bandung 47 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah data yang fantastis. Ternyata, Surabaya, kota yang dikenal basis kiai memiliki jumlah remaja yang tingkat amoralnya cukup tinggi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat sebelumnya, kasus seperti ini sebenarnya kerap terjadi. Baik yang terekspos media ataupun yang tidak. Sayangnya, urusan moral ini,  belum menjadi perhatian serius bagi sejumlah pihak, mulai pemerintah, lembaga pendidikan dan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah  jika soal akademik (kognisi) siswa. Pendidik maupun orangtua akan allout memberikan perhatian. Tak sedikit sekolah yang  ‘tertangkap’ basah memberi bocoran jawaban pada siswanya di saat Ujian Nasional (UN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana nasib akhlak siswa? Di sekolah sendiri, seperti diketahui, ada guru agama dan bagian Bimbingan Konseling (BK). Tapi, ruang geraknya masih sangat terbatas dan belum bisa memberikan pemahaman dan kontrol yang signifikan. Guru agama terbatas oleh jam ngajar. Tidak terintegrasi ke seluruh mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sekolah harus membuat program edukatif bermuatan peningkatan moral. Program ini bisa bisa bekerjasama dengan ulama, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Itu karena kebutuhan siswa bukan hanya kognisi semata, tapi juga akhlak dan spiritual. Jangan sampai anak cerdas intelektual, tapi amoral.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua juga harus lebih intensif melakukan pendampingan pada anak. Jangan membiarkan anak berinteraksi dengan dunia luar yang cenderung “liar” tanpa ada kontrol dan pendampingan. Sebab, bisa dikatakan, pembiaran sama saja memasukkan anak ke sarang penyamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya para orangtua bangga memberi fasilitas HP dan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi informasi, hanya saja, sebagian besar mereka kurang aware. Mungkin kurang peduli atau bahkan tak bisa sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orangtua tak tahu apa yang diperbuat anak-anak mereka di luar sana.  Ada orangtua yang bangga anaknya bisa internet dan bahkan sering pamit ke internet. Ada orangtua bangga anaknya bisa komputer dan melengkapi fasilitas kamarnya dengan koneksi internet. Seolah-olah, melengkapi semua itu menunjukkan anak mereka tidak lagi gagap teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit orangtua peka. Apa yang dibuka anak-anak mereka di internet. Dengan siapa mereka bicara dan SMS-an setiap hari. Dengan siapa mereka pergi dll. Namun para orangtua begitu kaget luar biasa setelah anak-anak mereka sudah tidak pulang selama dua minggu atau hampir sebulan setelah mengenal pria dari Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era modern sekarang, paradigma orangtua dalam mendidik anak mengalami pergeseran. Di zaman dahulu kala,  selepas sekolah, anak disuruh mengaji Al-Quran di langgar atau masjid, sekarang justru disuruh kursus bimbel. Karena umumnya para orangtua khawatir anaknya tidak lulus dan tak bisa diterima masuk perguruan tinggi bergengsi. Hanya sedikit orangtua yang khawatir jika anak mereka dewasa tanpa bimbingan agama dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas materialism ini menjadikan kebanyakan orangtua ingin menjadikan anak mereka sukses dengan ukuran; menjadi dokter, insinyur atau profesi yang menggiurkan. Namun urusan spiritualitas dianggap bukan sesuatu menggiurkan. Setidaknya bukan sebuah masa depan yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika  banyak orang cerdas intelektual dan punya jabatan tinggi, tapi bukan manfaat yang dihasilkan melainkan kerusakan semata. Jabatan tinggi dan gelar mentereng toh akhirnya mereka korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pihak orangtua juga tidak bisa berpangku tangan mempercayakan pendidikan anak ke sekolah semata. Karena hakikatnya, anak adalah tanggungjawab bagi kedua orangtuanya. Kelak, di akhirat, tanggung jawab itu akan dipertanyakan oleh Allah SWT. Kedua orangtua lah orang yang pertama dimintai pertanggungjawaban, bukan pihak sekolah.   Karenanya, orangtua tidak boleh permisif terhadap anak. Orangtua harus selektif dan memberikan rambu kepada anak. Lebih dari itu, orangtua harus memberikan nilai religiusitas sejak dini di rumah kepada anak. Nilai religiusitas itu tidak hanya menjadi asupan kognisi, tapi juga menjadi kebiasaan dan karakter. Jika hal ini telah terbentuk, anak dengan sendirinya akan memfilter inklinasi eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal ini tidak dilakukan, maka, jangan kaget jika suatu saat, tiba-tiba putri Anda datang dan bilang “Ma!, Pa!, saya hamil”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-6266419253215299779?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/6266419253215299779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/jangan-biarkan-putri-anda-hamil-diluar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6266419253215299779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/6266419253215299779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/jangan-biarkan-putri-anda-hamil-diluar.html' title='JANGAN BIARKAN PUTRI ANDA HAMIL DILUAR NIKAH'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-1254199360201163537</id><published>2010-08-10T21:41:00.001-07:00</published><updated>2010-08-10T21:41:56.727-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Jangan Biarkan Putri Anda Hamil Sebelum Ni&lt;br /&gt;Jangan kaget jika suatu saat, tiba-tiba putri Anda datang dan bilang “Ma!, Pa!, saya hamil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Moh. Safrudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BARU-BARU ini, masyarakat di Surabaya dikagetkan berita pembunuhan seorang bayi. Mayat bayi tersebut ditemukan di toilet di sebuah SMA negeri di Surabaya.  Bayi naas yang baru berumur sepekan itu dibunuh dengan cara lehernya dililitkan kabel listrik. Astaghfirullah! Sang pembunuh lalu memasukkan bayi ke dalam kardus dan dibuang ke toilet. Kontan, kasus tersebut membuat geger pihak sekolah dan warga Surabaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada yang lebih menghebohkan lagi. Ternyata si pelaku pembunuhan, adalah seorang anak remaja yang masih berusia 15 tahun. Pihak kepolisian menyebut, pelaku pembunuhan tersebut seorang siswa SMA berisinial ADI. Siswa tersebut baru saja mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya. Anehnya, sejak menjalani MOS tak ada seorang pun pihak sekolah yang curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak, kasus tersebut seolah menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan terlebih bagi orangtua. Kejadian ini menjadi tanda betapa potret dunia pelajar kita sangat buram. Meski tidak memukul rata, tapi seolah jadi identik dengan pergaulan bebas yang berujung pada aborsi dan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, tidak arif jika kita memposisikan pelajar sebagai satu-satunya biang keladi kesalahan (trouble maker). Pelajar adalah satu bagian dari bagian lain yang luas; pendidikan, lingkungan, dan keluarga. Jadi, lebih arif jika kasus tersebut jadi bahan intropeksi kolektif seluruh elemen. Sebab, bisa jadi, dia  sang pelaku adalah korban kelalaian sistem pendidikan dan longgarnya kontrol orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini tidak bisa dianggap sepele atau dilihat sebelah mata. Kasus seperti ini tidak lain, jika diibaratkan adalah fenomena gunung es. Kecil di permukaan, tapi besar di dalam. Karena itu, jika dibiarkan, bisa jadi, efek dari fenomena ini akan jauh lebih besar. Kita akan semakin miris. Apalagi jika melihat dampak tekhnologi yang telah menuai banyak korban. Seperti kasus terakhir video porno artis. Gara-gara melihat video tersebut, banyak korban pemerkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekor mengerikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia  sering bangga menjadi penduduk muslim terbesar di dunia. Sayangnya, kebesaran itu berbanding lurus dengan rekor prestasi moralnya. Sejak lama, di dunia pelajar kita dikenal istilah yang nampaknya bagus tapi sesungguhnya sangat menyedihkan.  Istilah ayam kampus  dan ayam abu-abu (gray chicken),  sebuah cap untuk wanita panggilan. Secara tidak langsung istilah itu menggambarkan fenomena memprihatinkan di balik dunia pelajar dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008, temuan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menunjukkan, mahasiswa di Yogyakarta ternyata lebih suka membeli pulsa telepon genggam daripada membeli buku kuliah. Untuk membeli pulsa setiap bulannya, rata-rata mereka rela merogoh kocek Rp 90.200. Sedang untuk membeli buku pelajaran hanya Rp 39.750.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian biaya hidup mahasiswa Yogyakarta tahun 2008 ini dipaparkan peneliti Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Ardito Bhinadi di Seven Resto Jl C. Simanjuntak Yogyakarta, Selasa (25/11/2008). Survei itu dilakukan bekerjasama dengan Bank Indonesa (BI) Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan terbaru oleh Norton Online Family 2010, 96% anak-anak Indonesia pernah membuka konten negatif di internet. Menyedihkannya lagi, 36% orangtua mereka tidak tahu apa yang dibuka anaknya akibat pengawasan yang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Norton Online Family 2010 dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan pada April 2010 oleh Leading Edge, sebuah firma riset pasar independen atas nama Symanctec Corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tersebut, hanya satu dari tiga orangtua tahu tentang yang dilihat anak-anak mereka ketika online, padahal anak-anak mereka menghabiskan 64 jam untuk online setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang tak kalah mengejutkan, menurut kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat dr. Sugiri Syarief, MPA sebanyak 54 persen remaja di Surabaya mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah. Bahkan, angka tersebut mengungguli angka di sejumlah kota besar lainnya. Seperti di Jabodetabek yang hanya (51 persen), Medan (52 persen), dan kota Bandung 47 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah data yang fantastis. Ternyata, Surabaya, kota yang dikenal basis kiai memiliki jumlah remaja yang tingkat amoralnya cukup tinggi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat sebelumnya, kasus seperti ini sebenarnya kerap terjadi. Baik yang terekspos media ataupun yang tidak. Sayangnya, urusan moral ini,  belum menjadi perhatian serius bagi sejumlah pihak, mulai pemerintah, lembaga pendidikan dan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah  jika soal akademik (kognisi) siswa. Pendidik maupun orangtua akan allout memberikan perhatian. Tak sedikit sekolah yang  ‘tertangkap’ basah memberi bocoran jawaban pada siswanya di saat Ujian Nasional (UN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana nasib akhlak siswa? Di sekolah sendiri, seperti diketahui, ada guru agama dan bagian Bimbingan Konseling (BK). Tapi, ruang geraknya masih sangat terbatas dan belum bisa memberikan pemahaman dan kontrol yang signifikan. Guru agama terbatas oleh jam ngajar. Tidak terintegrasi ke seluruh mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sekolah harus membuat program edukatif bermuatan peningkatan moral. Program ini bisa bisa bekerjasama dengan ulama, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Itu karena kebutuhan siswa bukan hanya kognisi semata, tapi juga akhlak dan spiritual. Jangan sampai anak cerdas intelektual, tapi amoral.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua juga harus lebih intensif melakukan pendampingan pada anak. Jangan membiarkan anak berinteraksi dengan dunia luar yang cenderung “liar” tanpa ada kontrol dan pendampingan. Sebab, bisa dikatakan, pembiaran sama saja memasukkan anak ke sarang penyamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya para orangtua bangga memberi fasilitas HP dan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi informasi, hanya saja, sebagian besar mereka kurang aware. Mungkin kurang peduli atau bahkan tak bisa sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orangtua tak tahu apa yang diperbuat anak-anak mereka di luar sana.  Ada orangtua yang bangga anaknya bisa internet dan bahkan sering pamit ke internet. Ada orangtua bangga anaknya bisa komputer dan melengkapi fasilitas kamarnya dengan koneksi internet. Seolah-olah, melengkapi semua itu menunjukkan anak mereka tidak lagi gagap teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit orangtua peka. Apa yang dibuka anak-anak mereka di internet. Dengan siapa mereka bicara dan SMS-an setiap hari. Dengan siapa mereka pergi dll. Namun para orangtua begitu kaget luar biasa setelah anak-anak mereka sudah tidak pulang selama dua minggu atau hampir sebulan setelah mengenal pria dari Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era modern sekarang, paradigma orangtua dalam mendidik anak mengalami pergeseran. Di zaman dahulu kala,  selepas sekolah, anak disuruh mengaji Al-Quran di langgar atau masjid, sekarang justru disuruh kursus bimbel. Karena umumnya para orangtua khawatir anaknya tidak lulus dan tak bisa diterima masuk perguruan tinggi bergengsi. Hanya sedikit orangtua yang khawatir jika anak mereka dewasa tanpa bimbingan agama dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas materialism ini menjadikan kebanyakan orangtua ingin menjadikan anak mereka sukses dengan ukuran; menjadi dokter, insinyur atau profesi yang menggiurkan. Namun urusan spiritualitas dianggap bukan sesuatu menggiurkan. Setidaknya bukan sebuah masa depan yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika  banyak orang cerdas intelektual dan punya jabatan tinggi, tapi bukan manfaat yang dihasilkan melainkan kerusakan semata. Jabatan tinggi dan gelar mentereng toh akhirnya mereka korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pihak orangtua juga tidak bisa berpangku tangan mempercayakan pendidikan anak ke sekolah semata. Karena hakikatnya, anak adalah tanggungjawab bagi kedua orangtuanya. Kelak, di akhirat, tanggung jawab itu akan dipertanyakan oleh Allah SWT. Kedua orangtua lah orang yang pertama dimintai pertanggungjawaban, bukan pihak sekolah.   Karenanya, orangtua tidak boleh permisif terhadap anak. Orangtua harus selektif dan memberikan rambu kepada anak. Lebih dari itu, orangtua harus memberikan nilai religiusitas sejak dini di rumah kepada anak. Nilai religiusitas itu tidak hanya menjadi asupan kognisi, tapi juga menjadi kebiasaan dan karakter. Jika hal ini telah terbentuk, anak dengan sendirinya akan memfilter inklinasi eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal ini tidak dilakukan, maka, jangan kaget jika suatu saat, tiba-tiba putri Anda datang dan bilang “Ma!, Pa!, saya hamil”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-1254199360201163537?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/1254199360201163537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/jangan-biarkan-putri-anda-hamil-sebelum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1254199360201163537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/1254199360201163537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/jangan-biarkan-putri-anda-hamil-sebelum.html' title=''/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-5696780714400473126</id><published>2010-08-10T21:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T21:38:57.040-07:00</updated><title type='text'>HIKMAH PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>oleh : Moh. safrudin&lt;br /&gt;Diantara nama bulan Ramadhan yang maghfirah adalah Syahrut Tabiyah dan Sahrul Jihad. Inilah nama-nama lain bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini Ramadhan adalah tamu yang sangat agung yang selalu dinanti dan ditunggu oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Ada beberapa hikmah dari bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah ini, yaitu sesuai dengan nama dari bulan Ramadhan itu sendiri. Bulan Ramadhan memiliki banyak nama disamping Ramadhan itu sendiri, diantaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syahrut-Tarbiyah (Bulan Pendidikan)&lt;br /&gt;Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah/bulan pendidikan, karena pada bulan ini kita dididik langsung oleh Allah SWT. seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga. Atau kita diajarkan oleh supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syahrul Jihad&lt;br /&gt;Pada masa Rasulullah justru peperangan banyak terjadi pada bulan Ramadhan dan itu semua dimenangkan kaum muslimin. Yang paling penting kita rasakan sekarang adalah kita berjihad melawan hawa nafsu sendiri, sehingga kita tetap bersungguh-sungguh menjalan aktifitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syahrul Qur'an&lt;br /&gt;Al-Qur'an petama sekali diturunkan di bulan Ramadhan dan pada bulan ini sebaiknya kita banyak membaca dan mengkaji kandungan Al-Qur'an sehingga kita faham dan mengerti perintah Allah yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. syahrul Ukhuwah&lt;br /&gt;Pada bulan ini kita merasakan sekali ukhuwah diantara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di Masjid/Mushollah untuk melakkukan sholat berjama'ah. Dan diantara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syahrul Ibadah&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan disebut juga dengan Bulan ibadah karena pada bulan ini kita banyak sekali melakukan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib seperti sholat sunnat dhuha, rawatib dan tarawih ataupun qiyamullai serta tadarusan al-qur'an.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-5696780714400473126?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/5696780714400473126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/hikmah-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5696780714400473126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5696780714400473126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/hikmah-puasa-ramadhan.html' title='HIKMAH PUASA RAMADHAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8581847032493598674</id><published>2010-08-10T20:58:00.002-07:00</published><updated>2010-08-10T21:29:29.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>PANDUAN PUASA</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas&lt;br /&gt;orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Puasa Ramadhan hukumnya Fardu `Ain&lt;br /&gt;2. Puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bulan Ramadhan adalah:&lt;br /&gt;a. Bulan yang penuh Barakah.&lt;br /&gt;b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.&lt;br /&gt;c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.&lt;br /&gt;d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.&lt;br /&gt;e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.&lt;br /&gt;b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.&lt;br /&gt;c. Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUKUN PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Berniat sejak malam hari&lt;br /&gt;b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan istri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :&lt;br /&gt;a). Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.&lt;br /&gt;b) Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :&lt;br /&gt;a). Umurnya sangat tua dan lemah.&lt;br /&gt;b). Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.&lt;br /&gt;c). Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.&lt;br /&gt;d). Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.&lt;br /&gt;e). Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;b. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;c. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.&lt;br /&gt;d. Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.&lt;br /&gt;b. Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.&lt;br /&gt;c. Berbekam pada siang hari.&lt;br /&gt;d. Mencium, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari (hukumnya makruh)&lt;br /&gt;e. Beristinsyak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.&lt;br /&gt;f. Disuntik di siang hari.&lt;br /&gt;g. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib.&lt;br /&gt;Sunnah berbuka adalah sbb :&lt;br /&gt;a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti rutob (kurma muda), kurma dan air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat.&lt;br /&gt;b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu.&lt;br /&gt;c. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : "Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Makan sahur. Adab-adab sahur :&lt;br /&gt;a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh.&lt;br /&gt;b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur karena sudah masuk waktu Shubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an&lt;br /&gt;4. Menegakkan shalat malam/shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir (20 hb. sampai akhir Ramadhan). Cara shalat Tarawih adalah :&lt;br /&gt;a. Dengan berjama'ah.&lt;br /&gt;b. Salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka'at.&lt;br /&gt;c. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan.&lt;br /&gt;d. Bacaan dalam witir : Raka'at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka't kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka'at ketiga : Qulhuwallahu ahad.&lt;br /&gt;e. Membaca do'a qunut dalam shalat witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada pengampunan maka ampunilah aku.&lt;br /&gt;6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir.&lt;br /&gt;7. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara i'tikaf:&lt;br /&gt;a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid.&lt;br /&gt;b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak.&lt;br /&gt;c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;Ikuti juga pe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8581847032493598674?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8581847032493598674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/panduan-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8581847032493598674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8581847032493598674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/panduan-puasa.html' title='PANDUAN PUASA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-2038586049652237894</id><published>2010-08-10T20:24:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T21:29:29.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa ramadhan'/><title type='text'>NIKMATNYA BERJUMPA BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>oleh : Moh. safrudin, M.Pdi&lt;br /&gt;Orang yang sedang menjalankan ibadah haji, disebutnya sebagai tamu Allah. Dia datang ke baitullah. Ka’bah disebut sebagai rumah Allah. Demikian pula tempat ibadah lainnya, seperti masjid. Orang menyebut masjid sebagai rumah Allah. Persoalannya, apakah  sebutan rumah bisa dimaknai sebagaimana dalam pengertian sehari-hari. Tentu tidak demikian. Rumah Allah maksudnya adalah tempat di mana semua orang tatkala di tempat itu khusus hanya untuk beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sebentar lagi, kaum muslimin juga bertamu, bukan ke Baitullah melainkan ke Bulan Ramadhan. Sebagai seorang tamu yang baik, akan menyesuaikan diri. Tamu dalam sebuah riwayat harus menyerupai mayyit. Dia diapakan saja harus mengikut.  Para tamu tidak boleh mengatur pemilik rumah, tetapi sebaliknya, justru harus mengikut ketentuan apa saja yang diberlakukan oleh tuan rumahnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bulan Ramadhan, orang-orang  yang beriman diwajibkan untuk menjalankan puasa. Kewajiban itu ternyata tidak saja dibebankan kepada umat nabi Muhammad, melainkan juga kepada umat terdahulu sebelumnya. Bagi orang-orang yang beriman, tatkala memasuki Bulan ramadhan, agar disebut sebagai tamu yang baik -------tamu Bulan Ramadhan, melakukan apa saja yang diwajibkan dan juga disunnahkan. Hal itu  dimaksudkan agar supaya menjadi orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berpuasa di siang hari, di bulan Ramadhan pada malam hari dianjurkan untuk shalat malam, tadarrus al Qurán dan menjalankan jenis ibadah lainnya. Pada bulan puasa, orang dianjurkan untuk ibadah dan bernuat baik  sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, perbuatan yang merugikan orang lain, apapun bentuknya, supaya ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tamu yang baik, tentu seharusnya mengikuti apa saja yang dimaui oleh tuan rumahnya. Hal itu dilakukan agar nanti tatkala meninggalkannya, disebut sebagai  tamu yang baik, ialah telah meraih derajad taqwa. Di hadapan Allah,  derajat taqwa adalah paling tinggi dan mulia, jauh melebihi derajad lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajad taqwa terbuka luas, siapapun berpeluang mendapatkannya. Orang kaya, orang miskin, pejabat, tentara, ilmuwan, petani, pedagang, buruh, rakyat jelata dan bahkan orang yang tidak punya apa-apa pun,  semuanya tanpa terkecuali bisa mendapatkannya. Derajad mulia itu, di antaranya bisa diperoleh melalui puasa di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, menurut pandangan seperti ini, tidak selayaknya menganggap sekelompok tertentu lebih rendah dibanding kelompok lain, hanya didasarkan atas  kelebihan harta, pangkat, gelar, kedudukan dan sejenisnya. Ukuran-ukuran seperti itu, memang perlu diraih, tetapi bukan yang terpenting. Apalagi yang gagal disebut sebagai berderajad rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ukuran keberhasilan hidup itu adalah ketaatannya  dalam menjalankan ibadah puasa, dan juga amal saleh lainnya, maka bangsa Indonesia ini sesungguhnya adalah telah menjadi bangsa yang sangat beruntung. Negeri ini dihuni oleh orang yang kebanyakan beriman, menjalankan ibadah puasa,  dan amal saleh lainnya. Mereka sanggup menjadi tamu terbaiknya Bulan Ramadhan, untuk meraih derajad mulia itu. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-2038586049652237894?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/2038586049652237894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/nikmatnya-berjumpa-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2038586049652237894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2038586049652237894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/nikmatnya-berjumpa-bulan-ramadhan.html' title='NIKMATNYA BERJUMPA BULAN RAMADHAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-2199353511806684022</id><published>2010-08-09T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T22:36:03.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqih'/><title type='text'>FIQIH PUASA</title><content type='html'>OLEH: MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;Sebelumnya kami mohon maaf atas penayangan materi "Fikih Puasa" terdahulu tanpa memperinci istilah Qadla dan Kafarah. Sehingga agak membingungkan sebagaian pembaca.&lt;br /&gt;Qadla adalah Kewajiban mengerjakan salah satu perintah agama namun tidak bisa dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan karena berbagai halangan.&lt;br /&gt;Contoh: Puasa Ramadhan dan Salat&lt;br /&gt;Kafarah adalah Denda bagi orang yang melanggar kewajiban agama dengan ketetapan yang telah ditentukan (ketentuan kafarah yang berkaitan puasa akan diterangkan lebih lanjut) -editor.&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Menurut Madzhab Syafi`i:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit catatan mengenai batalnya puasa seseorang menurut Syafi`iyah, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama: Orang yang lupa, (di-)terpaksa, atau tidak tahu bahwa hal-hal tersebut bisa membatalkan puasa, maka puasanya tidak batal -meski yang dimakan itu banyak atau sedikit. Jadi kriteria batal menurut Syafi`iyah adalah adanya unsur kesengajaan dalam melakukan hal-hal yang membatalkan puasa tersebut.&lt;br /&gt;Kedua: Orang yang batal puasa tanpa udzur (halangan) harus tetap meneruskan puasanya hingga waktu buka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal Batalnya Puasa Dan Hanya Wajib Qadla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang membatalkan puasa dengan konsekuensi qadla` saja tanpa berkewajiban membayar kafarah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Masuknya satu benda atau dzat ke dalam perut dari lobang terbuka seperti mulut, hidung, lobang penis, anus dan bekas infus, baik sesedikit/sekecil apapun, seperti semut merah; ataupun benda tersebut yang tidak biasa dimakan seperti debu atau kerikil.&lt;br /&gt;      Masuk dalam kategori ini juga :&lt;br /&gt;          * Sengaja mencium bau renyah daging goreng;&lt;br /&gt;          * Menghirup obat pelega pernafaan (semacam vicks atau mint) ket ika seseorang merasa sesak nafas;&lt;br /&gt;          * Menelan kembali ludah yang sudah berceceran dari pusat kelenjar penghasil ludah. Seperti menelan kembali ludah yang sudah keluar dari mulutnya (dihukumi sebagai benda luar); atau seseorang membasahi benang dengan ludahnya kemudian mengembalikan benang yang basah (oleh ludahnya tersebut) ke dalam mulutnya dan hasil ludah tersebut ditelannya lagi; atau menelan ludah yang sudah bercampur dengan benda lain -lebih-lebih benda yang terkena najis.&lt;br /&gt;          * Mempermainkan ludah di antara gigi-gigi, sementara ia bisa memuntahkannya.&lt;br /&gt;          * Menelan sisa-sisa makanan yang menempel di antara gigi-gigi meski sedikit, sementara ia sebenarnya bisa memisahkannya tanpa harus menelannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Menelan dahak yang sudah sampai ke batas luar mulut. Namun jika kesulitan memuntahkannya maka tidak apa-apa;&lt;br /&gt;   3. Masuknya air madlmadlah (air kumur) atau air istinsyaq (air untuk membersihkan hidung) ketika wudlu hingga melwati tenggorokan atau kerongkongan karena berlebih-lebihan dalam melakukannya.&lt;br /&gt;   4. Muntah dengan sengaja walaupun ia yakin bahwa muntahan tersebut tidak ada yang kembali ke perut.&lt;br /&gt;   5. Ejakulasi ekster-coitus (Istimna) seperti onani --baik dengan tangan sendiri maupun bantuan isterinya--, atau mani tersebut keluar disebabkan sentuhan, ciuman, maupun melakukan petting (bercumbu tanpa senggama) tanpa penghalang (bersentuhan kulit dengan kulit). Hal-hal tersebut membatalkan puasa karena interaksi secara langsung menyentuh kelamin hingga menyebabkan ejakulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adapun jika seorang keluar mani karena imajinasi sensual, melihat sesuatu dengan syahwat, melakukan petting tanpa sentuhan kulit dengan kulit (masih dihalangi kain), maka tidak apa-apa, karena interaksi tersebut tidak secara langsung menyentuh kelamin hingga menyebabkan ejakulasi. Dan hukumnya disamakan dengan mimpi basah. Namun jika hal itu dilakukan berulang-ulang maka puasanya batal, meskipun tidak ejakulasi.&lt;br /&gt;   6. Jelas-jelas keliru makan pada siang hari, karena sudah terbitnya fajar atau belum terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jika ia berbuka puasa dengan sebuah ijtihad yaitu membaca keberadaan awan kemerah-merahan (sabagai tanda waktu buka) atau yang lain, seperti cara menentukan waktu sholat (secara astronomis), maka dibolehkan atau sah puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Namun, untuk kehati-hatian, hindari makan di penghujung hari (berbuka) kecuali dengan keyakinan sudah saatnya berbuka. Juga dibolehkan makan di penghujung malam (waktu sahur) jika ia menyangka masih ada waktu meski sebenarnya waktu fajar sudah tiba dan dimulutnya masih ada makanan maka sah puasanya. Sebab dasar hukum itu berangkat dari keyakinan awal yaitu belum terbit fajar. Akan tetapi jika sudah jelas-jelas ia mengetahui terbitnya fajar (imsak) sementara di mulutnya masih ada makanan kemudian ia langsung memuntahkan makanan tersebut maka tidak apa-apa, namun jika masih asyik memakannya maka puasanya batal.&lt;br /&gt;   7. Datang bulan (haid), nifas, gila, dan murtad. Sebab kembali pada syarat-syarat sahnya puasa yaitu sehat akal (Akil), masuk ke jenjang dewasa (baligh), muslim, dan suci dari haid dan nifas. Dengan demikian batalnya puasa tersebut karena tidak memenuhi persyaratan tersebut diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Menurut Madzhab Hanbali, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Masuknya satu benda (materi) ke dalam perut atau pembuluh nadi dari lobang/rongga badan dengan unsur kesengajaan dan sebagai alternatif, sementara ia masih ingat betul bahwa dirinya sedang puasa -meski ia tidak tahu hal tersebut membatalkan-. Baik benda tersebut bisa dimakan seperti makanan dan minuman, atau tidak, seperti kerikil, dahak, tembakau kinang, obat, pelumas yang sampai ke tenggorokan atau otak, selang yang dimasuk lewat anus, atau merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      CATATAN: Seperti Syafi`I, Imam Hanbali mensyaratkan adanya unsur kesengajaan dalam hal batalnya puasa. Jika seseorang lupa, keliru, atau ter/di paksa melakukan hal-hal yang membatalkan puasa maka tidak apa-apa.&lt;br /&gt;   2. memakai celak mata hingga dzat celak tersebut sampai tenggorokan. Jika tidak sampai ke sana, maka tidak apa-apa;. Rasulullah bersabda, "Berhatilah-hatilah orang yang puasa dengannya (celak)".&lt;br /&gt;   3. Muntah dengan sengaja --baik muntahan itu berupa makanan, ataupun muntahan yang sudah pahit, lendir, darah dan lain-lain-- meski sedikit sekalipun. Rasulullah bersabda, "Barang siapa terpaksa harus muntah maka ia tidak perlu mengulang puasanya, dan barang siapa muntah dengan sengaja maka ia wajib qadla`".&lt;br /&gt;   4. Berbekam. Baik subyek maupun obyek disini dianggap batal puasanya jika benar-benar terlihat darah. Rasul bersabda, "membatalkan (puasa) pelaku dan obyek bekam". Namun jika tidak sampai kelihatan maka tidak apa-apa.&lt;br /&gt;   5. Berciuman, onani, bersentuhan, bersetubuh tanpa penetrasi (persenggamaan) -baik yang keluar mani atau madzi-. Begitujuga Keseringan menonton obyek sensual hingga keluar mani bukan madzi;&lt;br /&gt;   6. Murtad secara mutlak, karena firman Allah swt.: "Jika kamu benar-benar musyrik, maka amal kamu akan benar-benar terhapus".&lt;br /&gt;   7. Meninggal dalam keadaan puasa wajib maka ahli waris harus mengqadla puasa untuk hari kematiaannya. Namun jika pada hari kematiaanya, ia dalam keadaan menjalankan puasa nazar atau kafarah, maka ahli waris hanya memberi makan orang miskin (tidak perlu mengqadla).&lt;br /&gt;   8. Jelas-jelas salah makan di siang hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada keraguan bahwa matahari sudah terbenam kemudian ia berbuka (seperti halnya ia berbuka namun ia masih menyangka matahari belum terbenam dan memang kenyataan matahari belum terbenam) maka batal puasa dan harus mengqadla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk batal dan wajib qadla juga, jika seseorang makan karena lupa, kemudian ia menyangka dirinya sudah batal sehingga ia meneruskan makan dengan sengaja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-2199353511806684022?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/2199353511806684022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/fiqih-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2199353511806684022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/2199353511806684022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/fiqih-puasa.html' title='FIQIH PUASA'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-5545651551019384531</id><published>2010-08-05T02:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T19:37:47.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CRMAMAH'/><title type='text'>FIDYAH DAN QADHA RAMADAN</title><content type='html'>OLEH mOH. SAFRUDIN  &lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya tentang rukunnya fidyah selengkapnya (bolehkah dibayarkan dengan uang dan sekaligus semuanya ke 1 orang ?). Sekarang isteri saya hamil (dari hasil USG mengandung 2 janin) masih punya utang puasa Ramadhan (tahun lalu) dan persalinannya insya Allah bulan Januari 2001. Selain fidyah sebenarnya saya ingin tahu juga tutunannya selama hamil hingga kelahirannya, apa yang perlu saya lakukan dan persiapkan (yang wajib maupun yang sunnah).&lt;br /&gt;M. Yusuf Wibisono Jawab:&lt;br /&gt;Pak Wibisono, mengenai cara pembayaran fidyah: fidyah boleh saja dibayar berupa uang (yang senilai dengan satu mud, atau sekitar 3/4 (tiga per empat) kg beras atau makanan pokok setempat). Dan boleh saja dibayarkan sekaligus kepada satu orang (miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tuntunan yang perlu diikuti selama sang istri hamil, selain rajin-rajin mendoakan agar dikaruniai anak yang baik, saleh-salehah (sebagaimana doanya Nabi Zakaria [Ali Imran 38] "Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik. Sungguh Engkau Maha Mendengar permohonan."), ya tentu soal kesehatan si ibu, dengan mengikuti petunjuk-petunjuk dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat jabang bayi lahir, disunatkan mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang juga penting diketahui sekitar persoalan fidyah dan mengqadla' puasa adalah hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dalam keadaan berpuasa seorang istri yang sedang hamil, apabila khawatir terhadap kesehatan diriya dan anak yang dikandungnya, maka diperbolehkan tidak berpuasa. Firman Allah : "Dan bagi orang yang mampu menjalankan puasa (tapi tidak menjalankannya karena merasa terlalu berat) maka wajib membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin." (Al-Baqarah: 184) Dan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda "Allah SWT melepaskan kewajiban shalat (pada waktunya) bagi musafir, dan melepaskan tanggungan puasa atas musafir, perempuan yang hamil, dan yang menyusui." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Baihaqi).&lt;br /&gt;   2. Para ulama berbeda pendapat dalam apakah perempuan yang hamil dan yang menyusui diwajibkan mengqadla' dan membayar fidyah, atau cukupkah dengan mengqadla' saja (tanpa membayar fidyah), atau sebaliknya hanya membayar fidyah saja? (Silahkan Anda memilih sendiri mana yang paling cocok dengan keadaan Anda). Pendapat pertama (Ibnu Abbas dan Ibnu 'Umar): Jika keduanya (perempuan yang hamil dan yang menyusui) mengkhawatirkan kesehatan janin dan anaknya, maka hanya diwajibkan membayar fidyah (tanpa mengqadla'). Kedua (Hanafi): Sebaliknya, keduanya hanya diwajibkan mengqadla' puasa yang diitinggalkan (tanpa membayar fidyah). Ketiga (Maliki): Orang yang hamil hanya wajib mengqadla' saja (tanpa membayar fidyah), namun orang yang menyusui diwajibkan membayar fidyah dan mengqadla. Keempat (Syafi'i dan Ahmad): keduanya hanya diwajibkan mengqadla' saja jika mengkhawatirkan kesehatan diri dan anaknya. Namun jika hanya mengkhawatirkan kesehatan anaknya saja, maka wajib mengqadla' dan membayar fidyah.&lt;br /&gt;   3. Mengenai mengakhirkan qadla' puasa Ramadlan hukumnya boleh-boleh saja selama tidak sampai menjelang Ramadlan berikutnya. Namun begitu, jika tidak ada halangan (seperti bepergian, bekerja keras, sakit, dan udzur-udzur lainnya), hendaknya secepatnya mengqadla'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adapun seperti yang dikisahkan Sayidah Aisyah bahwa kebiasaan istri-istri Rasulullah tidak segera mengqadla Ramadlan sampai datang bulan Sya'ban (HR. Muslim) itu tidak sepenuhnya bisa dijadikan landasan dalam persoalan penundaan qadla' puasa ini. Karena kebiasaan mereka (istri-istri Rasul) seperti itu hanya berdasar kekhawatiran jika sewaktu-waktu Rasulullah membutuhkan (hajat biologis) mereka. Karena mereka tidak tahu pasti kapan Rasul akan membutuhkan mereka. Mereka beri'tikad baik senantiasa menyiapkan diri kapan saja bila Rasul membutuhkan. Dan itu mesti tidak dengan melakukan puasa. Sehingga mereka baru melakukan qadla' puasa pada bulan Sya'ban, saat mana Rasul biasa berpuasa pada sebagian besar bulan Sya'ban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dengan demikian, seorang istri yang sudah ditinggal mati suaminya tidak perlu ikut-ikutan mengqadla' puasa sampai datangnya Sya'ban.&lt;br /&gt;   4. Jika belum mengqadla' sampai memasuki/menjelang Ramadlan berikutnya, hendaknya segera mengqadla' pada hari-hari yang tersisa (dari bulan Sya'ban) dan melanjutkan sisanya seusai Ramadlan. Apabila penundaan qadla' dikarenakan adanya halangan seperti sakit atau perjalanan yang berkepanjangan sampai datang bulan puasa berikutnya, para ulama sepakat bahwa qadla' bisa dilakukan seusai bulan puasa berikutnya dan tidak diwajibkan membayar fidyah. Namun bila penundaan itu dilakukannya secara sengaja (tanpa ada halangan) maka diwajibkan membayar fidyah dan mengqadla'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-5545651551019384531?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/5545651551019384531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/fidyah-dan-qadha-ramadan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5545651551019384531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5545651551019384531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/fidyah-dan-qadha-ramadan.html' title='FIDYAH DAN QADHA RAMADAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-3701680449293742850</id><published>2010-08-05T01:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T19:37:47.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CRMAMAH'/><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN</title><content type='html'>OLEH : MOH. SAFRUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puasa Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah SWT, didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmah, ampunan dan pembebasan dari api neraka, bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang- orang yang shalih. Pada bulan Ramadhan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan ruhani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen dan sekaligus sarana yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah SWT yang agung ini dengan mengadakan pembekalan ruhani dan pengetahuan tentang bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Diantara bekal-bekal yang harus dimiliki dalam menyongsong bulan mulia ini adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan persepsi yang benar tentang bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan motivasi beribadah di bulan Ramadhan dengan optimal, sebelum Ramadhan datang Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya guna memberikan persepsi yang benar dan mengingatkan betapa mulianya bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salman ra. Beliau berkata: Rasulullah berkhutbah ditengah-tengah kami pada akhir Sya’ban, Rasulullah bersabda: Haimanusia, telah menjelang kepada kalian bulan yang sangatagung, penuh dengan barakah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan dimana Allah SWT telah menjadikan puasa didalamnya sebagai puasa wajib, qiyamullailnya sunnah, barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan amalan wajib tujuh puluh kali pada bulan lainnya dst. (HR. Ibnu Huzaimah, beliau berkata: hadits ini adalah hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membekali diri dengan ilmu yang cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dari ibadah puasa adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Untuk itu, ibadah puasa harus dilakukan dengan tatacara yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar. Dan banyak orang shalat malam, tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali begadang. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah SWT tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dari dua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa membekali diri dengan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa Ramadhan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kita melalui bulan Ramadhan yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melakukan persiapan jasmani dan ruhani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar banyak melakukan ibadah puasa di bulan Sya’ban. Dengan berpuasa di bulan Sya’ban berarti kita telah mengkondisikan diri, baik dari sisi ruhiyah maupun jasadiah. Kondisi ini akan sangat positif pengaruhnya dan akan mengantarkan kita dalam menyambut Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amalan yang disunnahkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian terlalu lama seperti banyak terjadi pada orang yang pertama kali berpuasa, misalnya lemas, badan terasa panas, tidak bersemangat, banyak mengeluh, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memahami keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan diciptakan Allah SWT penuh dengan keutamaan dan kemuliaan. Maka mempelajari dan memahami keutamaan dan kemuliaan tersebut akan memotifasi kita untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita. Diantara keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bulan kaderisasi taqwa dan bulan diturunkannya Al Qur’an&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agarkamu bertaqwa, (QS:AI-Baqarah:183)&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan AI-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda(antara yang hak dan yang bathil) maka barang siapa mendapatkannya hendaklah iapuasa. (QS:AI-Baqarah:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bulan paling utama, bulan penuh berkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Bulan paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling mulia adalah hari Jum’at.&lt;br /&gt;Dari Ubaidah bin Sharnit, bahwa ketika Ramadhan tiba. Rasulullah bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah SWT akan memberikan naungan~Nya kepada kalian, Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan do’a. Pada bulan itu Allah SWT akan melihat kalian berlomba melakukan kebaikan. Allah SWT akan membanggakan kalian di depan Malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah SWT, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmatAllah SWT. (HR. Tabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Antara shalat lima waktu, dari hari jum’at sampai jum’at lagi, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa kecil apabila dosa-dosa besar dihindarkan. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Barang siapa puasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah SLVT ia akan diampuni semua dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila bulan Ramadhan telah datang pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu. (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bulan dilipatgandakannya pahala amalshalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat sampal tujuh ratus kali lipat, Allah SWTberfirman: “Kecualipuasa, puasa itu untuk Ku dan Akulah yang akan membalasnya. la tinggaikan nafsu syahwat dan makanannya semata-mata karena Aku”. Orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabb-nya. Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah SWTIebih wangi daripada bau parfum misik.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Rabb-mu berkata: “Setiap perbuatan baik (di bulan Ramadhan) dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Puasa untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai dari api neraka, bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah SWT lebih wangi dari parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang sedang berpuasa, maka hendaklah kamu katakan: “Saya sedang puasa.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Bulan jihad dan kemenangan&lt;br /&gt;Sejarah telah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam. Ini membuktikan bahwa bulan Ramadhan bukan merupakan bulan malas dan bulan lemah, tapi bulan Ramadhan adalah bulan jihad dan kemenangan.&lt;br /&gt;Perang Badar yang diabadikan dalam AI-Qur’an sebagai “Yaumul Furqan”, ummat Islam meraih kemenangan besar pada tanggal 17 Ramadhan tahun 10 Hijriyah dan saat itu juga gembong kebathilan Abu Jahal terbunuh. Pada bulan Ramadhan, Fathu Makkah(pembebasan kota Makkah) yang diabadikan oleh AI-Qur’an sebagai “Fathan Mubina”, terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 Hijriah.&lt;br /&gt;Perang “Ain Jalut” menaklukan tentara Mongol terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 25 Ramadhan 658 Hijriah. Andalusia(Spanyol) ditaklukan oleh tentara Islam dibawah pimpinan Tariq bin Ziyad juga terjadi pada bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 28 Ramadhan 92 Hijriah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-3701680449293742850?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/3701680449293742850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3701680449293742850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/3701680449293742850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='MARHABAN YA RAMADHAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-424855563680323808</id><published>2010-07-23T19:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T20:23:02.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MEMILIH SEKOLAH YANG BERMUTU ATAU SEKEDAR GENGSI</title><content type='html'>Oleh : Moh. Safrudin,S.Ag, M.PdI&lt;br /&gt;(Staf Pengajar STIK Avicenna Kendari Peneliti Sangia Institut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah dan jenis lembaga pendidikan sekarang ini sudah sedemikian banyaknya. Dulu orang sulit mencari lembaga pendidikan, tetapi sekarang kesulitan itu berubah, yaitu tatkala harus memilih. Bagi orang-orang tertentu memilih lembaga pendidikan, biasanya mencari yang bermutu atau berkualitas unggul. &lt;br /&gt;Namun ukuran keunggulan atau kualitas ternyata berbeda-beda. Sementara orang menyebut lembaga pendidikan itu unggul, manakala semua siswanya pada setiap tahun lulus ujian nasional, atau lulusannya bisa diterima di lembaga pendidikan jenjang berikutnya yang dianggap maju. Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi, sementara orang memilih lembaga yang lulusannya cepat mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;Sebatas memilih lembaga pendidikan ternyata juga tidak mudah. Bahkan masing-masing orang memiliki ukuran-ukuran tersendiri. Sementara orang, kualitas hanya dilihat dari penampilan gedung dan fasilitas pendidikannya. Selainnya, ada yang memperhatikan misi yang diemban oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Misalnya, seorang pengikut fanatik organisasi keagamaan tertentu, maka akan mengirim anak-anaknya ke lembaga pendidikan yang dikelola oleh organisasi tersebut.&lt;br /&gt;Berbeda dengan gambaran tersebut di muka, ada juga orang yang memilihkan lembaga pendidikan bagi anak-anaknya dengan ukuran-ukuran tertentu lainnya, yang sangat berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Misalnya, sekalipun banyak orang membanggakan dan memilih lembaga pendidikan modern di kota, ternyata juga banyak orang yang justru memilih pesantren yang berada jauh di pedesaan.&lt;br /&gt;Mereka yang memilih lembaga pendidikan pesantren tersebut, ternyata tidak selalu orang yang tidak berpendidikan dan memiliki tingkat ekonomi lemah. Oleh karena itu di beberapa pesantren tertentu, bisa kita temukan putra-putri orang-orang yang berpendidikan tinggi dan berekonomi cukup. Mereka sangat mampu menyekolahkan anaknya di sekolah modern dan mahal, tetapi justru mengirim putra putrinya ke pesantren sederhana di pedesaan.&lt;br /&gt;Keputusan yang diambil oleh mereka itu ternyata cukup mendasar. Mereka tahu bahwa pendidikan pesantren tidak menjanjikkan lapangan kerja bagi lulusannya, tetapi tetap menjadi pilihannya. Mereka berkeyakinan bahwa pendidikan pesantren akan memberikan bekal kehidupan yang justru sangat diperlukan kelak, ialah akhlak yang mulia. Mereka berpandangan bahwa, seseorang yang berilmu tinggi, tetapi tidak menyandang akhlak yang terpuji, justru akan membahayakan hidupnya.&lt;br /&gt;Mereka melihat kenyataan, bahwa tidak sedikit orang telah melewati lembaga pendidikan yang dianggap berkualitas atau unggul, dan segera mendapatkan lapangan pekerjaan serta gaji yang membanggakan. Tetapi ternyata, belum terlalu lama mereka bekerja di tempat itu, sudah berpekara, dituduh korupsi, dan akhirnya masuk penjara. Kenyataan itu kemudian disimpulkan bahwa, —–bisa jadi, lembaga pendidikan yang dianggap berkualitas dan unggul itu, hanya mengantarkan lulusannya ke lembaga pemasyarakatan.&lt;br /&gt;Kenyataan-kenyataan seperti itu, menjadikan semakin tidak mudah memilih lembaga pendidikan yang dianggap baik. Pilihan yang tepat, —–jika ada dan terjangkau, memang adalah lembaga pendidikan yang memiliki berbagai keunggulan sekaligus. Yaitu lembaga pendidikan yang mampu mengantarkan para siswanya menjadi orang menyandang kesalehan secara sempurna, yaitu saleh intelektualnya, saleh kepribadiannya, saleh sosialnya, saleh ritualnya, dan juga saleh keahlian atau profesionalnya.&lt;br /&gt;Namun pada kenyataanya, mencari lembaga pendidikan yang sempurna seperti itu, sekalipun jumlah lembaga pendidikan sudah terlalu banyak, ternyata juga tidak mudah. Selama ini keunggulan yang ditawarkan baru masih sangat sederhana, misalnya hanya dari kelengkapan fasilitas yang tersedia, tingkat kelulusan, dan kemudahan mendapatkan pekerjaan bagi lulusannya. Selama ini, rupanya masih sulit mencari lembaga pendidikan yang berani menjanjikan hasil lulusannya akan memiliki kelebihan secara sempurna, yaitu termasuk unggul akhlak atau kepribadiannya&lt;br /&gt;Terkait dengan persoalan memilih sekolah ini, dulu saya pernah mendapatkan pesan dari orang tua tentang kriteria sekolah yang baik. Disarankan agar memilih sekolah, yang memiliki guru-guru yang baik. Bersekolah itu sama artinya dengan belajar atau berguru. Agar berhasil, maka bergurulah kepada orang yang mencintai ilmu dan sekaligus mengamalkannya. Selanjutnya, untuk mengetahui apakah guru tersebut telah mengamalkan ilmunya, maka saya dipesan agar melihat apakah guru-guru sekolah tersebut, selalu hadir di masjid ketika sholat berjama’ah.&lt;br /&gt;Pesan tersebut sederhana sekali, tetapi sesungguhnya amat mendasar. Agar menjadi orang pintar dan sekaligus baik, maka harus berguru kepada orang pintar dan sekaligus mampu mengamalkan ilmunya. Kualitas pendidikan selalu terletak pada guru. Disebut sebagai guru berkualitas, di antaranya mereka sanggup mengamalkan ilmunya, hingga pada hal yang dianggap sederhana, misalnya bagaimana sholat subuhnya, apakah berjama’ah di masjid, atau justru selalu terlambat. Saya pernah dipesan, jangan berguru kepada orang yang sholatnya saja tidak tertib, dengan alasan guru tersebut sesungguhnya tidak bermutu. Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-424855563680323808?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/424855563680323808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/memilih-sekolah-yang-bermutu-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/424855563680323808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/424855563680323808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/memilih-sekolah-yang-bermutu-atau.html' title='MEMILIH SEKOLAH YANG BERMUTU ATAU SEKEDAR GENGSI'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-749695105418969832</id><published>2010-07-22T02:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T20:47:29.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SHALAT'/><title type='text'>shalat sunat sya'ban</title><content type='html'>1. BULAN SYA’BAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Sya’ban adalah bulan yang banyak fadilahnya dan di dalamnya ada beberapa macam shalat sunat diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Awal hari dari bulan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Anas ra. bahwa shalat awal hari dari bulan Sya’ban adalah dua raka’at dan setiap raka’at membaca Al-fatihah 1 kali ayat qursii 10 kali dan وشهدالله ……الاية Maka Allah akan memberikan dalam sorga kepadanya sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata, tidak bisa didengar oleh telinga dan tidak pernah tersirat dalam hati seseorang dan Allah akan menjaga dari keburukan dunia dan melapangkan rizkinya dan akan merasa aman dari kegoncangan yang sangat dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat shalatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اُصَلِّى سُنَّةَ الْمُطْلَقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Niat aku shalat sunat Mutlak dua raka’at sambil menghadap kiblat Allahu Akbar “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Malam nisfu sya’ban (shalat khoir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan) para ulama biasa melaksanakn shalat 10 raka’at atau ada yang 100 raka’at dan mereka menyebutnya dengan shalat khoir, seperti yang diriwayatkan oleh mujahid yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ مُجَاهِدْ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا يُقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ مِنْهَا الْفَاتِحَةَ مَرَّةً وَاْلإِخْلاَصَ عَشْرَ مَرَّاتٍ كُلُّ رَكْعَتَيْنِ بِتَسْلِيْمَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dari Mujahid diriwayatkan dari Ibnu Abas ra. bahwa shalat nisfu sya’ban adalah 100 raka’at dan setiap raka’at setelah fatihah membaca Al-ikhlas 10 kali dan setiap dua raka’at satu salam “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَفِى رِوَايَةِ اَنَسٍ t عَشْرُ رَكَعَاتٍ يُقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ اَلْفَاتِحَةَ مَرَّةً وَاْلإِخْلاَصَ مِائَةَ مَرَّةٍ وَالسَّلَفُ يُسَمُّوْنَ هَذِهِ الصَّلاَةَ صَلاَةَ الْخَيْرِ وَيَجْتَمِعُوْنَ فِيْهَا وَرُبَّمَا يُصَلُّوْنَهَا بِجَمَاعَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan menurut riwayat Anas ra. adalah 10 raka’at dengan membaca setelah fatihah surat Al-ikhlas 100 kali dan ulama salaf menyebutnya shalat khoir mereka berkumpul dan terkadang mereka melaksanakannya dengan berjama’ah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَفِى رِوَايَةِ طَاوُسِ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ اَلأَسْقَعِ أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ بَعْدَ الْغُسْلِ وَالنَّظَافَةِ يُقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ اَلْفَاتِحَةَ مَرَّةً وَاْلإِخْلاَصَ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ مَرَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan menurut riwayat Thowus dari Wasilah bin Asqo adalah empat raka’at setelah mandi dan bersuci dan membaca setiap raka’at Al-Fatihah satu kali dan Al-ikhlas 25 kali “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اُصَلِّى سُنَّةَ الْخَيْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Niat aku shalat sunat Khoir dua raka’at sambil menghadap kiblat Allahu Akbar “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Malam 27 bulan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat pada malam itu adalah 4 raka’at dan setiap raka’at membaca Al-fatihah ditambah Az-Zalzalah 1 kali dan Al-ikhlas 25 kali dan setelah selesai kemudian sujud dan membaca Al-fatihah 7 kali, Al-Ikhlas satu kali, Falaq binas 1 kali kemudian istigfar 100 kali, shalawat 100 kali dan haoqolah 100 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اُصَلِّى سُنَّةَ الْمُطْلَقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Niat aku shalat sunat Mutlak dua raka’at sambil menghadap kiblat Allahu Akbar “.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-749695105418969832?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/749695105418969832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/shalat-sunat-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/749695105418969832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/749695105418969832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/shalat-sunat-syaban.html' title='shalat sunat sya&apos;ban'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-8837689600093604177</id><published>2010-07-22T01:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T19:37:47.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CRMAMAH'/><title type='text'>KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN</title><content type='html'>Tatkala Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- melihat perhatian manusia terhadap bulan Rajab pada masa jahiliyah, mereka sangat mengagungkan dan melebihkan atas seluruh bulan, dan tatkala beliau melihat kaum muslimin berambisi untuk mengagungkan bulan al-Qur`an (Ramadhan), maka beliau -Shalallahu alaihi wa salam- berkeinginan untuk menjelaskan kepada mereka keutamaan bulan-bulan dan hari-hari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)? Asy Syaukani mengatakan, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148). Jadi, yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa penuh di bulan Sya’ban? An Nawawi rahimahullah menuturkan bahwa para ulama mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib. ” (Syarh Muslim, 4/161)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara rahasia kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana shalat rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi shalat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya’ban. Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab, 233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah di balik puasa Sya’ban adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkala manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. Sebagaimana seseorang yang berdzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah 'Azza wa Jalla -seperti ketika di pasar-, maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa. Abu Sholeh mengatakan, “Sesungguhnya Allah tertawa melihat orang yang masih sempat berdzikir di pasar. Kenapa demikian? Karena pasar adalah tempatnya orang-orang lalai dari mengingat Allah.”&lt;br /&gt;   2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa setiap bulannya sebanyak tiga hari. Terkadang beliau menunda puasa tersebut hingga beliau mengumpulkannya pada bulan Sya’ban. Jadi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Sya’ban sedangkan di bulan-bulan sebelumnya beliau tidak melakukan beberapa puasa sunnah, maka beliau mengqodho’nya ketika itu. Sehingga puasa sunnah beliau menjadi sempurna sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.&lt;br /&gt;   3. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 234-243)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam memperoleh keutamaan pada bulan ini, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits qudsi berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ&lt;br /&gt;“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506). Orang yang senantiasa melakukan amalan sunnah (mustahab) akan mendapatkan kecintaan Allah, lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya (terkabulnya) do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-8837689600093604177?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/8837689600093604177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/keutamaan-bulan-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8837689600093604177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/8837689600093604177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/keutamaan-bulan-syaban.html' title='KEUTAMAAN BULAN SYA&apos;BAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-5621904706394501861</id><published>2010-07-22T01:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T19:37:47.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CRMAMAH'/><title type='text'>RAHASIA BULAN SYA'BAN</title><content type='html'>OLEH :  MO'sAFRUDIN&lt;br /&gt;Sekedar sharing saja mengenai beberapa rahasia bulan sa'ban yang saya kutip dari dakwatuna.com, semoga bermanfa'at bagi kita semua. Bulan Sya’ban secara urutan bulan hijriah jatuh sebelum bulan Ramadhan. Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah ra. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban? Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan melebihi bulan Sya’ban di dalamnya Rasulullah saw. berpuasa. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi saw. berpuasa mayoritas hari-hari bulan Sya’ban. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa rahasia di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,&lt;br /&gt;puasa adalah kebutuhan fitrah manusia. Karena itu Allah mewajibkan hamba-hamba-Nya berpuasa. Dalam surah Al Baqarah 183 Allah swt. menyebutkan bahwa puasa tidak hanya diwajibkan kepada umat manusia tertentu tetapi juga kepada umat manusia terdahulu. Ini menunjukkan bahwa puasa merupakan ibadah yang tidak bisa tidak harus dilakukan. Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa dengan puasa pencernaan seseorang akan istirahat dari rasa lelah yang sekian lama terus menerus digunakan untuk mengolah makanan. Maka semakin sering seseorang berpuasa ia akan semakin sehat. Sebab kemungkinan timbulnya penyakit yang seringkali disebabkan oleh makanan akan tercegah secara otomatis ketika ia berpuasa.&lt;br /&gt;Kedua,&lt;br /&gt;bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman. Jadi pengertian ayat: kutiba alaikumush shiyaam itu maksudnya untuk bulan Ramadhan. Karena itu dalam sebuah hadits Nabi menegaskan bahwa di bulan Ramadhan diwajibkan atas orang-orang beriman berpuasa. Adalah suatu persiapan yang sangat strategis ketika Rasulullah selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah turnamen, bulan Ramadhan adalah ajang perlombaan beramal saleh, cerminan ayat: “fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)” Al Baqarah:148. Karena itu sebelum masuk Ramadhan hendaklah melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Kita semua tahu bahwa para peserta turnamen pasti melakukan persiapan sebulan dua bulan sebelumnya. Itulah rahasia mengapa Rasulullah saw. memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Agar tidak loyo selama bulan Ramadhan. Agar lebih maksimal melaksanakan ibadah-ibadah Ramadhan yang semuanya saling melengkapi untuk mengantarkan kepada ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,&lt;br /&gt;ibadah puasa adalah ibadah menahan nafsu. Suatu perjuangan yang senantiasa harus dilakukan oleh orang-orang beriman. Dalam surah An Nazi’at:40 Allah swt. menjelaskan bahwa jalan ke surga adalah dengan upaya terus-menerus membangun rasa takut kepada Allah dan menahan nafsu. Mengapa? Sebab Setan berkerja terus menerus, siang dan malam untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa-dosa. Kerja keras setan ini tidak bisa tidak menuntut kita untuk bekerja keras juga guna mengimbanginya. Orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, tentu akan selalu waspada dari godaan setan. Caranya dengan banyak berpuasa. Semakin sering berpuasa, semakin sempit jalan-jalan setan untuk menggoda. Sebab dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa setan seringkali masuk melalui makanan. Maka semakin banyak makan, semakin mudah digoda setan. Karenanya orang yang kekenyangan akan selalu malas beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,&lt;br /&gt;Rasulullah saw. adalah contoh pribadi berakhlak mulia. Allah berfirman: “Wainnaka la’alaa khuluqin adhiim (Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar mempunyai akhlaq yang agung)” Al Qalam:4. Maka setiap yang dicontohkan Rasulullah saw. pasti baik untuk kemanusiaan di dunia maupun di akhirat. Tidak ada perbuatan yang dilakukan Rasulullah saw. kecuali membawa manfaat bagi kehiduapan manusia jika diikuti. Dan bila kita teliti secara seksama, menejemen modern yang mengantarkan munculnya negara-negara maju dan perusahaan-perusahaan bisnis kelas dunia, di dalamnya akan kita temukan nilai-nilai universal yang pada dasarnya itu adalah bagian dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah saw. Maka dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, itu sungguh sangat baik dan bermanfaat, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima,&lt;br /&gt;adapun mengenai amalan di pertengahan bulan Sya’ban (nisfu Sya’ban), sekalipun ada sebagian hadits yang dianggap hasan oleh para ulama hadits, tetapi terpenting sebenarnya adalah memperbanyak puasa selama bulan Sya’ban, bukan mengkhususkannya pada pertengahan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An Nasa’i meriwayatkan sebuah hadits dari Usamah bin Zaid tentang rahasia memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, Nabi bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang, karena itu terjepit antara Rajab dan Ramadhan. Padahal ia adalah bulan di angkatnya amal manusia, maka aku suka ketika amalku diangkat aku sedang berpuasa.” Wallahu a’lam bish shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7911587008809151720-5621904706394501861?l=mohsafrudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/feeds/5621904706394501861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/rahasia-bulan-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5621904706394501861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7911587008809151720/posts/default/5621904706394501861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohsafrudin.blogspot.com/2010/07/rahasia-bulan-syaban.html' title='RAHASIA BULAN SYA&apos;BAN'/><author><name>moh.safrudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03550233340287196396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_eYWakHp6reE/TBw6DWfgC-I/AAAAAAAAAE4/VBlSAj4AvF8/S220/Picture0158.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7911587008809151720.post-4210823920610250267</id><published>2010-07-20T20:42:00.001-07:00</published><updated>2010-08-09T21:55:33.508-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK'/><title type='text'>MEWASPADAI PINTU MASUK SETAN</title><content type='html'>MEWASPADAI PINTU MASUK SETAN&lt;br /&gt;        Oleh  Moh. Safrudin&lt;br /&gt;الحمد لله غافر الذنب وقابل التوب شديد العقاب، ذي الطول لا إله إلا هو إليه المصير. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادة معترف بالذنب والتقصير، سائل العفو والزلفى وحسن المآب يوم المصير. وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله وأمينه على وحيه خير بشير، وأشفق نذير. اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وأصحابه، نعم الصحب له، ونعم القدوة لمن طلب الفوز والنجاة في يوم عسير. أما بعد: فيا أيها المسلمون اتقوا الله تعالى في السر و العلن ، يا أيها الذين آمنوا اتقو الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون.  &lt;br /&gt;Hadirin Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah.&lt;br /&gt;Marilah pada kesempatan jumat ini, kita kembali berupaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Takwa yang terlahir dari pemahaman yang benar dan ketundukan yang ikhlas, sehingga setiap kewajiban yang dilakukan dan setiap larangan yang ditinggalkan tidaklah dilakukan kecuali semakin menguatkan dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah serta melahirkan nilai-nilai mulia dalam kehidupan. Suatu perbutan dan amal kebajikan yang terlahir dari ketakwaan akan memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan. &lt;br /&gt;Hadirin yang dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap detik dari hidup kita, setiap hembusan nafas, setiap pikiran yang yang tersirat, setiap amal perbuatan yang kita kerjakan, tidak  akan pernah lepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, menyelewengkan dari tujuan yang benar dan menggiring kepada dosa dan maksiat. Kita mungkin tidak menyadari  dan memang tanpa kita sadari, setan terus berupaya menenggelamkan, menghanyutkan kita agar semakin jauh dari jalan yang benar, meninggalkan ketaatan secara perlahan dan halus, tanpa terasa oleh kita. Dan itulah tugas utama setan dan iblis, sebagai mana ia telah terusir dari surga dan terjauhkan dari rahmat Allah maka diapun ingin menjauhkan manusia dari dari rahmat Allah dan kemudian sesat bersamanya. Begitulah ungkapan setan ketika mendapatkan laknat Allah:&lt;br /&gt;قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (77) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (79) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83)&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." Iblis berkata: "Ya Tuhanku, berilah penangguhan kepadaku sampai hari mereka dibangkitkan." Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (QS. Shad: 77-83)&lt;br /&gt;Hadirin sidang jumat yg berbahagia.&lt;br /&gt;Menyadari ini semua, bahwa keberadaan kita di dunia ini, tidak akan pernah lepas sedikitpun dari upaya setan untuk mempengaruhi kita, merayu, melalaikan kita dengan apapun, bahkan mereka mampu masuk bersama aliran darah kita, dengan hanya satu tujuan mengumpulkan manusia sebanyak-banyaknya untuk bersama-sama sesat dan menghuni neraka jahanam. Mengetahui tipu daya setan dan iblis dalam menyesatkan manusia, serta mengetahui cara menghadapi tipu daya tersebut menjadi penting untuk kita sama-sama kita ketahui sehingga kita mampu terhindar dari tipu daya tersebut.&lt;br /&gt;Di antara pintu-pintu dan metode setan menyesatkan manusia yang perlu kita waspadai  adalah:&lt;br /&gt;Pertama: Pintu Syubhat dan Syahwat&lt;br /&gt;Syubhat berarti suatu yang meragukan dan samar-samar, sedangkan syahwat adalah dorongan hawa nafsu, maka dari sinilah setan akan semakin kuat menggoda, kemudian setan menghembuskan bisikan dan rayuannya. Setan akan yang terus membujuk sehingga seakan membuat hati menjadi tenang  untuk melakukan hal perbuatan tersebut. Bahkan setan telah menghembuskan syubhat dan syahwat iniitu sejak awal permusuhan dengan Nabi Adam, setan telah melakukan langkah-langkah kejinya untuk menggelincirkan anak keturunan adam agar tidak mentaati perintah Allah.&lt;br /&gt;Mari kita perhatikan ucapan setan, dengan tipu dayanya di dalam firman Allah berikut:&lt;br /&gt;فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مِنْ سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَنْ تَكُوناَ مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُوناَ مِنَ الْخَالِدِينَ. وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ. فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ.&lt;br /&gt;"Maka setan menggoda mereka berdua untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)". Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya,"Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua,' maka setan membujuk keduanya dengan tipu daya." [Al-A'râf/7:20-22]&lt;br /&gt;Dari ayat ini dapat dipetik satu pelajaran penting bahwa setan mempermainkan kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang panjang, manusia juga ingin memiliki kepemilikan harta yang tak terbatas padahal usia mereka pendek dan terbatas.&lt;br /&gt;Dalam ayat ini diketahui bahwa tipuan yang digunakan setan adalah: “An takuunaa malakaini au takuunaa minal khalidin.” &lt;br /&gt;Dalam penjelasan ayat ini, kata malakaini ada dua bacaan yang dapat dijadikan  pengertian untuk memahamai maksud dari ayat ini. Bacaan pertama adalah: malikaini yaitu huruf lam dibaca kasroh yang berarti dua orang raja, yakni raja dan ratu, bacaan ini dikuatkan oleh nash lain dalam surat Thaaha: “Maukah aku tunjukan kepada kalian berdua, kepada pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah”. (QS. Thaha: 120)&lt;br /&gt;Atas dasar bacaan ini, maka tipuan setan ini adalah kekuasaan yang abadi dan umur yang kekal. Keduanya merupakan syahwat atau kecenderungan yang paling kuat dalam diri manusia, selain syahwat terhadap lawan jenis, yang banyaknya kita dengar bersama berbagai macam kasus dan skandal terjadi, ini membuktikan bahwa setan sudah banyak berhasil dalam menyesatkan manusia.&lt;br /&gt;Bacaan kedua adalah malakaini, huruf lam dibaca fathah yang berarti dua malaikat, maka manupulasi setan itu adalah dengan melepaskan manusia dari ikatan-ikatan fisik seperti malaikat yang kekal.&lt;br /&gt;Ketika Iblis ini mengetahui bahwa Allah melarang Adam dan Hawa memakan buah ini, dan larangan ini terasa berat dalam jiwa mereka, maka untuk menggoyang hati  mereka, iblis menimbulkan khayalan dan angan-angan kepada mereka, di samping juga mempermainkan syahwat dan keinginan mereka.  Bahkan iblis memperkuat dengan sumpah bahwa ia adalah pemberi nasehat yang berlaku jujur.&lt;br /&gt;Hadirin siding sholat jumat  yang dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;Pintu setan yang kedua adalah : Al-Hirsh wal Hasad&lt;br /&gt;Menurut Imam Al-Ghazali, diantara pintu-pintu setan yang sangat besar adalah al-hirsh atau tamak dan hasad, yaitu kedengkian. Rasa tamak dan sifat hasad ini menjadi salah satu pintu yang menyebabkan setan bisa masuk ke dalam pikiran dan jiwa manusia kemudian setan menguasainya. Ketika setan sudah mampu menguasai jiwa, maka itu pertanda akan membawa pada kebinasaan. &lt;br /&gt;Imam Abu Dawud dalam Kitab Sunnan-nya menyebutkan sebuah riwayat. Ketika Nabi Nuh ‘Alaihissalam menaiki perahu, dan memasukkan ke dalam perahu itu berbagai makhluk  secara berpasang-pasangan, tiba-tiba beliau melihat seorang tua yang tidak dikenal. Orang itu tidak memiliki pasangan. Nabi Nuh ‘Alaihissalam bertanya, “Untuk apa kamu masuk kemari?” Orang itu menjawab, “Aku masuk kemari untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu.” Orang tua itu adalah setan. &lt;br /&gt;Lalu, Nabi Nuh ‘Alaihissalam berkata, “Keluarlah kamu dari sini, hai musuh Allah! Kamu terkutuk!” Iblis itu kemudian berkata kepada Nabi Nuh, “Ada lima hal yang dengan kelimanya aku membinasakan manusia. Akan kuberitahukan yang tiga, dan kusembunyikan yang dua.” Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Katakan, aku tidak membutuhkan yang tiga. Aku membutuhkan yang dua.” Lalu Nuh bertanya, “Apa yang dua itu?” Iblis menjawab, “Dua hal yang membinasakan manusia adalah ketamakkan dan kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat sehingga menjadi terkutuk. Karena dorongan ketamakkan itu pula, Adam dan Hawa tergoda untuk menuruti keinginannya.”&lt;br /&gt;Ketiga : Memandang kecil dan meremehkan dosa-dosa kecil.&lt;br /&gt;Dosa-dosa kecil dampaknya sangat berbahaya bagi manusia, seorang yang menganggap kecil suatu perbuatan dosa maka dengan demikian setan akan selalu menjadikan orang tersebut meremehkan dosa-dosa kecilnya, sehingga dia akan terus menerus melakukannya dan dosa itu akan membinasakannya. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya&lt;br /&gt;tentang dosa-dosa kecil dengan sabdanya,&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jauhilah dosa-dosa dan sesuatu yang dianggap dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu ketika dilakukan seseorang maka ia akan membinasakannya. (HR. Ahmad, no. 23194)&lt;br /&gt;Hadirin yang dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;Tentu ketika kita mengetahui pintu-pintu masuknya setan ini, Allah Subhanhu wa Ta'ala dengan rahmat-Nya memberikan petunjuk kepada para hamba-Nya melalui Al-Quran dan melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk menghadapi dan  mengusir setiap bisikan dan  godaan setan tersebut. Di antara hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari tipu daya setan dan kawanannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama:  Menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah dan perbuatan. &lt;br /&gt;Setiap ibadah ataupun amal perbuatan yang dilakukan oleh hamba Allah, pasti setan akan berupaya menyimpangkan amal tersebut agar tidak dilakukan dengan ikhlas, setan akan berupaya keras agar amal itu tidak bernilai di hadapan Allah, bahkan perbuatan itu menjadi amalan yang riya dan syirik. Karena ini sudah merupakan janjinya kepada Allah.&lt;br /&gt;Hamba-hamba yang ikhlas akan dijaga dan diselamatkan dari gangguan setan. Allah yang menyatakan pengakuan setan tersebut  dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ &lt;br /&gt;"Iblis berkata, "Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlash di antara mereka." [Al-Hijr/15:39-40].&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain disebutkan:&lt;br /&gt;قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ &lt;br /&gt;"Iblis menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." [Shâd/38:82-83].&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjamin bahwa seorang yang mampu menjaga keikhlasannya dalam beramal setan tidak punya kemampuan dalam menggodanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang ikhlas tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat". [Al-Hijr/15:42]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menjaga Kestabilan kondisi  Iman.&lt;br /&gt;Setan selalu berupaya untuk menggoda dan melemahkan iman seseorang dengan berbagai macam carannya, baik itu kelalaian ataupun perbuatan maksiat. Dengan kemaksiatan, keimanan seseorang akan semakin menurun sehingga dengan mudah setan akan mencelakakann seorang tersebut sehingga ia melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;Sesungguhnya seluruh kekuatan, kekuasaan, kesempurnaan hanyalah milik Allah. Oleh karena itu, seorang hamba yang ditolong dan dilindungi Allah dengan menjaga kondisi imannya dengan amal ibadah yang kontinyu, maka tidak ada satu makhlukpun yang mampu mencelakakannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberitakan hal ini di dalam Al-Quran, sebagaimana firmannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ إِنَّمَا سُلْطَانُه
