Selasa, 06 April 2010

HIASI DIRI DENGAN KEBAIKAN

Semua orang, tanpa kecuali, akan merasa bahagia jika disebut sebagai penyandang nama yang baik. Oleh karena itu maka ada peringatan atau himbauan agar selalu menjaga nama baik. Bahkan, akhir-akhir ini, terkait dengan itu, orang menyebutnya dengan istilah menjaga citra atau pencitraan. Karena sedemikian pentingnya hal itu, pemerintah atau sebuah instansi pun, sekalipun dengan biaya mahal, merasa perlu membangun citra diri itu.

Dunia ini diciptakan oleh Allah selalu berpasang-pasangan. Ada keindahan dan ada pula keburukan. Ada ukuran besar, sebaliknya ada ukuran kecil, ada tinggi dan ada pula rendah. Ada baik dan sebaliknya ada buruk. Demikian pula ada orang-orang yang ketika namanya disebut melahirkan suasana batin yang menyejukkan dan sekaligus membahagiakan. Tetapi sebaliknya, ada nama-nama orang yang jika disebutkan, menjadikan hati para pendengarnya merasa kurang enak, sedih, jengkel, dan bahkan sakit. Nama mereka dianggap kurang baik, karena pemiliknya pernah melakukan kejahatan dan merugikan orang lain.

Mendengar nama dan sekaligus sifat Tuhan, asmaúl husna, hati siapapun akan merasa sejuk dan damai. Jika mendengar sebutan Allah, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam, Al-Mukmin, Al-Muhaimin, Al-Azis, Al-Jabbar, Al-Mutakkabir, Al Khaliq, Al-Bari dan seterusnya, maka siapapun akan merasa senang, gembira, dan sejuk, dengan nama-nama yang sedemikian indah itu.

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menyebut atau menyeru Tuhan dengan nama-nama-Nya yang indah itu. Nama itu akan mewarnai hati seseorang. Siapa pun yang mengingat atau berdzikir dengan nama-nama itu, maka pikiran dan hatinya akan terpengaruh olehnya. Lebih dari itu, ajaran Islam juga menganjurkan agar kita selalu berdzikir atau menyebut nama-nama indah dan mulia itu secara terus menerus, sepanjang waktu, agar hati kita terhiasi dengannya.

Nama-nama lainnya yang juga jika disebut selalu mendatangkan suasana batin yang menyenangkan, seperti menyebut nama para nabi dan rasul, yaitu misal di antaranya nama Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ishaq, Ayub, Yusuf, Musa, Isa, Muhammad. Mendengar suara nama itu, maka hati seseorang akan merasa sejuk, gembira, bahagia. Pada nama-nama itu ada keindahan yang luar biasa. Hal itu terjadi, karena para pemiliknya telah mendatangkan ketauladanan yang tinggi. Penyandang nama itu adalah orang-orang yang menjadi kekasih Allah.

Dalam tingkatan selanjutnya, sekalipun tidak setinggi dan semulia nama-nama yang disbutkan di muka, dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia telah lahir nama-nama besar, seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teungku Umar, Bung Tomo, Mohammad Roem, Hasyim Asy’ ary, Muhammad Dahlan, Ir.Soekarno, Mohammad Hatta, dan masih banyak lagi lainnya. Nama-nama itu dipandang indah dan besar, karena mereka telah meninggalkan sesuatu untuk generasi berikutnya dengan karya-karya besarnya.

Sebaliknya dengan nama-nama indah sebagaimana telah disebutkan itu, ternyata ada pula nama-nama yang jika disebutkan saja, maka justru melahirkan suasana hati yang kurang menyenangkan. Kita pun sedih jika misalnya mendengar sebutan nama Firáun, Abu Jahal, Abu lahhab, dan selainnya yang serupa itu. Bahkan jika terdapat orang yang dianggap berwatak buruk, maka orang itu disebut sebagai anak keturunan Abu Lahab atau Abu Jahal.

Akhir-akhir ini, terkait dengan semakin sering ditemukan penyimpangan uang negara yang dilakukan oleh para koruptor, maka muncul orang-orang yang jika nama mereka disebutkan, para pendengarnya menjadi merasa kurang senang dan bahkan jengkel. Nama-nama yang terkait dengan kejahatan korupsi, yang sering dikutip oleh surat kabar, seperti Anggoro Widjojo, Syamsul Nursalim, Djoko S Tjandra, Anggodo, dan akhir-akhir ini nama Gayus Tambunan dan lain-lainnya yang masih banyak lagi. Jika nama-nama itu disebut maka akan melahirkan suasana jengkel dan bahkan marah.

Memang, selalu saja ada nama-nama indah, karena pemiliknya pernah melakukan hal yang indah dan bermanfaat bagi masyarakatnya. Sebaliknya terdapat pula, nama-nama yang melahirkan suasana sedih dan bahkan jengkel, karena pemiliknya pernah melakukan kesalahan fatal yang merugikan orang atau rakyat banyak. Islam menganjurkan umatnya agar menghiasai diri dengan keimanan, beramal sholeh, dan berakhlak mulia. Selain itu, ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, juga menganjurkan agar setiap saat banyak berdzikir, menyebut nama dan sifat Allah, supaya dengan cara itu berhasil menghiasi hati dan sekaligus namanya dengan keindahan dan kemuliaan itu. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar